
"Berikan tepuk tangan yang meriah untuk peserta dari Musically Internasional High School!…" seru MC menggema setelah penampilan Via yang memukau.
"Baiklah sekarang saatnya memanggil peserta terakhir kita. SMA Taruna Bangsa!…"Teriak MC di hiasi suara tepuk tangan. "Peserta SMA Taruna Bangsa?! dimana orang nya?" panggil MC untuk kedua kalinya.
"Mungkin takut kalah jadinya kabur!" teriak Via meledek.
"Apa-Apaan sih lo! gak usah berulah ya!" bentak Hendra kepada Via.
"Hadir kak!" teriak Berlyn lalu naik ke atas panggung. "Maaf kami terlambat" lanjut Berlyn.
"Baiklah, tidak masalah kita mulai saja. Musik!" teriak MC dengan semangat.
Berlyn mulai menceritakan filosofi dari pakaian yang mereka buat, sedangkan Erlyn berjalan di atas panggung memamerkan pakaian nya bagaikan seorang model profesional. Semua mata terpukau akan keindahan pakaian yang di pakai Erlyn.
"Sial!!…Kenapa dia bisa keluar sih! Padahal tadi udah gue kunciin di dalem gudang!" Teriak Via di dalam hati.
"Berikan tepuk tangannya yang meriah!…"teriak MC setelah Berlyn menyelesaikan Perkataannya.
"Semua peserta telah memamerkan pakaiannya, sekarang lah saat yang di tunggu-tunggu. Hanya akan ada 10 peserta yang akan lolos ke babak selanjutnya. Siapakah mereka!! mari kita dengarkan hasilnya" seru MC dengan heboh.
Juri telah menyebutkan 10 peserta yang berhasil lolos. Tentu saja, Berlyn dan Erlyn menjadi yang paling unggul. Sedangkan Via tetap bertahan di posisi kedua. Hingga sebelum semua orang membubarkan diri, Berlyn berdiri di depan mikrofon dan menghentikan keriuhan di sana.
"Maaf sebelumnya karena mengganggu kesenangan teman-teman sekalian. Saya di sini ingin menyampaikan alasan mengenai keterlambatan kami tadi" ucap Berlyn mengheningkan suasana.
"Seperti yang bisa di saksikan, hari ini Erlyn yang menjadi model kami. Ada seseorang yang ingin kami kalah dalam seleksi kali ini, lalu mengunci Erlyn di dalam gudang" lanjut Berlyn menjelaskan.
"Wah…licik banget"
"Siapa yang berbuat seperti itu? apa salah satu dari peserta ya?"
Semua orang bertanya-tanya siapa orang yang berbuat licik terhadap Erlyn. Via hanya terdiam menahan tangannya agar tidak gemetar.
"Dan orang itu adalah dia!" ucap Berlyn sambil menunjuk ke arah Via.
Semua mata tertuju ke Via. Via hanya terdiam dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Apa kamu punya bukti kalau gue yang ngejebak Erlyn!" Teriak Via tak mau kalah.
"Udah Berlyn…Lo jangan asal nuduh Via kayak gitu. Kita juga gak tau siapa yang udah ngejebak gue" ucap Erlyn pelan sambil menarik tangan Berlyn., namun tak di hiraukan.
"Lo mau bukti? Bukti sudah ada di HP kalian semua" ucap Berlyn dengan santai nya.
Cekling…cekling…cekling…suara notifikasi terdengar di seluruh sudut ruangan. Bahkan panitia dan para juri juga mendapat notifikasi itu. Via yang melihat isi dari pesan itu mulai menunjukkan ekspresi gelisah.
"Itu lah yang terjadi. Via sengaja menyuruh orang dari luar untuk membohongi Erlyn datang ke gudang. Dan bisa di lihat sendiri dari rekaman pengawas itu, Via yang mengunci gudang itu. Bahkan membuang kunci gudang itu ke dalam selokan. Saya hanya berharap panitia bisa bertindak tegas, supaya tidak ada lagi korban karena kelicikan nya" ucap Berlyn serius.
__ADS_1
Para juri saling menatap satu sama lain, sedangkan Via hanya diam dan menerima cercaan dari semua orang yang di sana. Setelah Berlyn menyelesaikan pernyataannya, semua peserta di minta untuk bubar. Sedangkan Via masih di interogasi oleh para panitia, mau tidak mau Hendra juga menemani Via di sana. Setelah hampir satu jam Via di interogasi, juri telah membuat keputusan final. Via di eliminasi dari perlombaan dan di pulangkan saat itu juga. Berlyn membawa Erlyn ke UKS untuk mengobati lukanya, hingga sesaat kemudian…
Ckling…suara notifikasi dari HP Erlyn.
"Jika Lo penasaran,Temuin gue di taman samping gerbang sekarang juga!" ucap Via di dalam pesanya yang juga terlampir foto Berlyn bersama seorang gadis yang mirip dengan Erlyn.
"Lho…inikan gue. Tapi sejak kapan gue pernah foto sama Berlyn. Dan ini…Berlyn masih pakai seragam SMP?" gumam Erlyn dalam hati sembari mengerutkan alisnya karena bingung.
"Lo kenapa?sakit ya?" tanya Berlyn yang sedang mengoleskan obat di luka Erlyn.
"Iyaa nih gue sakit" jawab Erlyn manja.
"Mana lagi yang sakit? Cepet lo tunjukin!" seru Berlyn sambil melihat sekeliling badan Erlyn.
"Gue sakit perut…hehe…Gue pengen ke WC dulu ya" ucap Erlyn dengan nada bercanda agar ia tidak curiga jika Erlyn hendak menemui Via.
"Ya elah…gue kira kenapa! ya udah sana pergilah" ucap Berlyn sambil membereskan kotak obat.
"Tunggu gue di rumah ya…bye…bye" ucap Erlyn lalu berlari keluar.
***
Di sisi lain, Via sudah menunggu di bangku taman untuk beberapa saat. Terdengarlah suara langkah kaki mendekati nya.
"Apa yang mau lo omongin ke gue?" tanya Erlyn yang berdiri di depan Via.
"Gak usah bertele-tele Lo! kalau mau ngomong langsung aja!" bentak Erlyn tak sabar.
"Heh…jangan lo kira gue di eliminasi lo bisa dapetin hati Berlyn ya! Asal lo tau, lo itu cuma pelampiasan Berlyn" ucap Via menggertak Erlyn.
"Maksud lo?" tanya Erlyn lagi.
"Lo tau siapa cewek yang di foto? Dia itu Sella 'mantan'nya Berlyn!" seru Via dengan menegaskan kata 'mantan'.
Deg…seakan jantung Erlyn berhenti untuk sesaat.
"Sella…itu kan nama yang di sebut Berlyn sambil ngiggau" gumam Erlyn dalam hati. "Emangnya kenapa? lagian dia juga udah jadi mantannya!" cetus Erlyn tak ingin terlihat gundah.
"Lo masih gak nyadar? Biarpun beda, tapi wajah kalian bisa di bilang 80% mirip. Lo kira Berlyn yang selalu cuek dengan siapa saja bisa tertarik sama orang yang mirip mantanya?! Mikir dong lo, dia cuma mau ngelampiasin kemarahan nya ke lo!" seru Via ke Erlyn. Tetapi Erlyn masih diam mencerna perkataan yang di lontarkan Via.
"Lo kira Berlyn lembut sama Lo, perhatian sama Lo. Lo kira dia suka sama lo? Asal lo tau, dia cuma akan buat kamu merasakan terbang di awal. Lalu dia bakal buang kamu ke dalam jurang. Dia itu benci sama wajah lo, dia tau kalau lo suka sama dia. Karena itu pula, dia manfaatin lo sebagai objek balas dendam kepada Sella" Teriak Via memprovokasi Erlyn.
"Lo gak usah berusaha buat memperburuk hubungan gue dengan Berlyn ya!" Bentak Erlyn sambil mendorong Via.
"Heh…kalau lo gak percaya. Coba aja lo ungkapin perasaan lo ke dia. Gue yakin 100% dia gak bakal nerima perasaan lo" cetus Via yang kemudian pergi meninggalkan Erlyn.
__ADS_1
"Enggak mungkin! gak mungkin Berlyn berfikir kayak gitu" gumam Erlyn yang terduduk di bangku taman.
Hari berlalu cepat…setelah Via di eliminasi, perjalanan Erlyn menjadi makin lancar. Erlyn dan Berlyn memenangkan perlombaan itu, dan sudah kembali ke sekolah. Di sela-sela kesibukannya, Erlyn sering memikirkan tentang perkataan Via. Hingga akhirnya Erlyn memutuskan untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Berlyn.
"Lo yakin mau ungkapin perasaan lo ke Berlyn?" tanya Sasha kepada Erlyn.
"Iyaa, gua udah yakin" jawab Erlyn sambil mengetik tugasnya.
"Emang lo gak takut jadi korban penolakan Berlyn yang ke 100?" tanya Sasha mengingatkan.
Erlyn menghentikan aktivitas nya, ia menatap ke arah mata Sasha.
"Gue yakin 100%" jawab Erlyn dengan tegas.
"Ya udah deh, Terserah lo aja. Cuma gue gak habis pikir aja gitu, Kenapa lo mau dengerin omongan cewek itu. Yang jelas-jelas lo tau dia rival cinta lo" ucap Sasha yang sudah mendengar cerita dari Erlyn mengenai Via.
"Ya justru karena itu, gue makin penasaran dengan isi hati Berlyn. Gue gak mau cuma dengerin apa kata orang, gue mau buktiin sendiri" cetus Erlyn dengan yakin.
***
"Gimana bro rasanya tinggal serumah sama ratu sekolah?" tanya Beni menggoda Berlyn.
"Biasa aja" jawab Berlyn singkat.
"Heleh…Mulut lo bilang biasa aja. Tapi tiap liat Erlyn lewat pasti senyum-senyum sendiri" ucap Beni yang kemudian duduk di samping Berlyn.
"Apa sih mau lo!" bentak Berlyn yang sudah risih.
"Sorry bre…santai aja kali" ucap Beni menenangkan.
"Berlyn!…di cariin cewek kelas seberang tuh!" teriak salah satu teman sekelas Berlyn.
"Oke.Gue kesana!" teriak Berlyn yang kemudian berjalan keluar kelas, di ikuti Beni di belakang nya.
"Ya ampun…ternyata Erlyn yang nyariin Berlyn!" teriak Beni menggoda Berlyn.
"Diem lo!" cetus Berlyn ke Beni. "Ada perlu apa nyari gue?" tanya Berlyn ramah.
"Gue mau ngomong sama Lo" ucap Erlyn gugup.
"Ngomong apa?" tanya Berlyn lagi.
"Jangan di sini, ayo ikut gue!" ucap Erlyn lalu berjalan mendahului Berlyn.
"Udah Lo ikutin aja" ucap Sasha mendorong badan Berlyn.
__ADS_1
"Iya Bro… kayaknya penting banget tuh" ucap Beni menambahkan.
Berlyn mulai berjalan mengikuti Erlyn. Dari sudut lorong yang lain, Meli dan temanya melihat Berlyn berjalan bersama Erlyn. Akhirnya Meli mengikuti diam-diam kemana mereka pergi.