
Beberapa hari kemudian, tiba saatnya hari pemilihan puteri sekolah di mulai. Semua siswa memenuhi aula, para peserta juga sudah siap di belakang panggung.
"Tes…tes…1…2…3!! Baiklah semuanya, selamat pagi!" seru MC di atas panggung. "Setelah begitu lama sekarang tibalah Hari yang kita tunggu-tunggu!! Hari ini akan di adakan pemilihan puteri se…ko…laaaah!" seru MC semangat di iringi suara tepuk tangan. "Baik lah, sebelum acara di mulai. Kita akan mempersilahkan juri kita pada hari ini!! yang pertama sebagai ketua OSIS kita Kak… Leo!!"
"Hai semuanya!" seru Leo sembari melambaikan tanganya kemudian duduk di tempat nya.
"Yang kedua ada Ketua Eskul seni kita Gio!!" Teriak MC semakin meriahkan suasana.
"Halo!" seru Gio sembari membungkuk memberi hormat.
"Yang terakhir, Putera sekolah yang sudah di tetapkan. Berlyn!!" teriak MC di iringi Aplaus.
***
"Gila!! Berlyn jadi juri? gimana nih" Erlyn terkejut hingga gugup.
"Heh! kalau lo takut mending mundur dari sekarang aja deh. Lagian biarpun lo ikut pemilihan, tetep gue yang bakal menang" ucap Meli menyombong kan dirinya.
"Ha?, gue gak salah denger nih? Lo bisa yakin banget sih kalau lo bakalan menang" ucap Sasha menyepelekan. "Lo tenang aja Lyn, biarpun Berlyn enggak suka sama lo. Gue yakin dia bakal tetep adil dalam kompetisi" sambung Sasha menenangkan.
"Eleh, gak usah sok deh lu. Ini kontes bukan cuma kontes kecantikan ya, nanti di finalnya akan ada sesi uji bakat dadakan. Kecuali orang yang multi talent, cuma bisa ngandelin keberuntungan supaya menang. Dan pasti lo gak bakalan bisa ngalahin gue yang berbakat ini" Ucap Meli semakin sombong, tetapi Erlyn hanya terdiam tanpa sepatah kata apapun.
"Eh, Lo pikun atau amnesia. Coba lo inget lagi deh, siapa yang kalah dari Erlyn sewaktu lomba cerdas cermat kemarin. Itu bisa ngebuktiin kalau Erlyn tuh lebih pinter dari lo!" Bentak Sasha sembari mendorong bahu Meli dengan telunjuk nya.
"Lo kira pertunjukan bakat cuma ngerjain soal? enggak ya.Di sana nanti ada nyanyi, nari, maen musik dan lainya. Dan gue! Cewek paling berbakat di eskul seni gak mungkin di kalahin Erlyn yang bahkan enggak bisa megang alat musik" Ledek Meli semakin menaikan amarah Erlyn.
__ADS_1
"Lo bisa diem gak!!" Erlyn membentak Meli. "Lo itu cuma banyak omong!!" tambah Erlyn sembari menunjuk wajah Meli. "Lo sombong karena jadi yang terbaik di Eskul Seni? Itu terjadi karena enggak ada gue di situ! Lo lihat aja, gue bakal ngalahin lo seperti saat lomba-lomba sebelumnya!!" bentak Erlyn lalu meninggalkan belakang panggung, di ikuti Sasha.
Meli hanya terdiam tak dapat berkata apa-apa selain menahan geramnya. Sedangkan di atas panggung, Berlyn melihat pertikaian para wanita itu dari kejauhan.
***
"Lyn! Lo mau kemana?" teriak Sasha menarik tangan Erlyn supaya berhenti. "Lo mau kemana sih, bentar lagi acaranya udah mau di mulai"ucap Sasha, mengingat kan.
"Gue mau cari gitar" ucap Erlyn santai membuat Sasha mengerutkan alisnya karena bingung. "Iyaa, gue mau ambil gitar buat uji bakat nanti" imbuh Erlyn menjelaskan.
"Lo mau cari gitar dimana?ruang seni kan lagi tutup. Lupain dulu deh mau cari dimana. Tapi, emang lo bisa maen gitar?" seru Sasha semakin bingung.
"Bisa! maka dari itu sekarang lo bantuin gue buat nyari gitar ya!" Ucap Erlyn memelas.
"Ya udah deh, loe balik aja di belakang panggung. Biar gue yang nyariin gitar buat lo, lihat tuh riasan kamu jadi luntur. Sana buruan benerin dulu!" seru Sasha sambil mendorong agar Erlyn kembali.
"Hei Sa! Lyn! kalian ngapain di sini?" terdengar suara cowok yang ternyata suara Beni.
"Eh elu Ben, ini nih Erlyn lagi nyari gitar buat uji bakat nanti" ucap Sasha ramah.
"Kenapa gak di siapin dari kemarin sih. Sekarang kan udah mepet banget" Seru Beni mengerutkan dahinya.
"Hmm, sebenernya kemarin gue pengen baca syair sih. Tapi sekarang pengen ganti" ucap Erlyn sambil nyengir
"Lah! kenapa gitu?" Beni semakin bingung dengan jalan pikiran Erlyn.
__ADS_1
"Biasa Ben. Tadi tuh ada yang ngerendahin Erlyn, katanya dia gak bisa maen alat musik gitu" ucap Sasha dengan nada mengejek.
"Ya elah. Gini banget ya jadi cewek hhh" Ucap Beni sambil tertawa yang membuat muka murung Erlyn menghilang dan mereka tertawa bersama.
" Oiya, nyari gitar ya. Ini gue bawa, tapi gitar kecil senar empat. Lo bisa maennya gak?" tanya Beni kepada Erlyn.
"Eh! beneran. Mana gue pinjem dulu" seru Erlyn sembari menadahkan tanganya.
"Bentar ya gue ambilin dulu" ucap Beni yang kemudian mengeluarkan gitar dari tas punggung nya.
"Emang lo bisa maen ini Lyn?" tanya Sasha sambil menyentuh gitarnya. "Perasaan gue gak pernah lihat lo maen gitar, bahkan gitar yang biasa aja gak pernah" imbuh Sasha semakin khawatir.
"Udah deh, lo tenang aja. Kalau tadi si Meli bilang cuma orang multi talent dan yang beruntung yang bisa menang pemilihan ini, maka dari itu. Gue lah orangnya" ucap Erlyn dengan senyum sinisnya.
"Eh Sa. Temen lo ini sombong atau terlalu PD sih?" Bisik Beni kepada Sasha.
"Hmm, dulu gue juga ngira Erlyn sombong. Tapi setelah lama deket sama dia, Lo jangan macem-macem kalau dia udah senyum kayak gitu" Bisik Sasha dengan nada mencekap membuat Beni jadi merinding.
"Ini kenapa gue jadi merinding ya. Dua cewek ini emang bikin ngeri" ucap Beni dalam hati.
*
*
*
__ADS_1
Kuuk…kuuk…🤣🤣
Jangan lupa dukung dengan memberi like ya 😚