
"Wah…seru banget. Malem ini kita udah gak ada kegiatan. Habis ini jalan-jalan yok!" ucap Sasha kepada teman-temanya.
"Kemana?" tanya Erlyn yang sedang fokus makan.
"Kemana aja, nanti kita foto-foto bareng. Kayaknya di pinggir danau bagus deh" ucap Sasha membujuk Erlyn.
"Enggak ah. Mumpung lagi gak ada kegiatan, gue mau ngerjain kerjaan gue. Kalian aja yang jalan-jalan" ucap Erlyn bersikukuh menolak Sasha.
"Yah!…gak seru Erlyn mah" gerutu Sasha sambil melahap makananya.
"Kalian duluan aja, nanti gue bantuin Erlyn biar kerjaan nya cepet selesai" ucap Berlyn yang mulai membereskan sisa bungkus makanan nya.
"Iya udah…Gue tungguin kalian di pinggir danau ya!" seru Sasha girang.
"Gue mau buang sampah dulu!" ucap Beni yang sudah berdiri mengangkat kantong sampah.
"Gue di sini bantuin Erlyn juga deh!" seru Doni yang tidak mau membiarkan Erlyn berduaan bersama Berlyn.
"Emang lo bisa apa?" tanya Beni mengejek Doni.
"Hmm…Biarpun gue gak bisa bantuin nyelesain kerjaanya…Gue bisa motongin semangka buat camilan!" seru Doni mengucapkan apa saja yang muncul di benaknya.
"Semangka teros!…" seru Berlyn dan Erlyn bersamaan.
"Hahaha…Kalian kompak banget! Hahaha! Kasian banget sih Doni" ucap Sasha yang sudah tak bisa menahan tawanya.
Begitu pula Erlyn, Berlyn dan Beni. Mereka tertawa hingga terdiam sendiri.
"Ya udah gue mau buang sampah dulu!" ucap Beni yang kemudian berjalan pergi.
"Ehh!…gue ikut!" seru Sasha ke Beni. "Gue tunggu kalian di deket danau ya!" seru Sasha ke Erlyn dan kemudian berlari mengejar Beni.
"Ya udah…keluarin pekerjaan lo!" ucap Berlyn ke Erlyn.
"Sebenarnya enggak perlu bantuan kalian sih…gue bisa sendiri. Mending kalian nyusul Sasha aja deh" ucap Erlyn mencoba mengusir Berlyn dan Doni.
"Ya enggak apa-apa lah. Biarpun lo gak mau gue bantuin, gue bakal di sini nungguin lo" ucap Berlyn dengan nada dingin nya.
"Gue juga bakal di sini aja! Gue ambilin semangka buat lo dulu!" seru Doni yang langsung masuk ke dalam tenda.
"Ya udah deh…terserah kalian aja" ucap Erlyn pasrah dan langsung mengeluarkan IPad nya.
"Kenapa gak pakai Laptop?" tanya Berlyn yang melihat Erlyn mengeluarkan IPad.
"Cuma tanda tangan doang! Pakai IPad lebih praktis" ucap Erlyn yang mulai mencoret-coret layarnya dengan Stylus Pen.
"Lo kerja di bagian mana sih? Kok harus tanda tangan sebanyak itu?" tanya Berlyn yang melihat Erlyn berulang kali mencoret layar IPad nya.
"Kepo…" ucap Erlyn menggoda Berlyn.
"Coba lihat" seru Berlyn sambil meraih IPad Erlyn.
"Eits! Enggak boleh!" seru Erlyn yang kini menarik tanganya ke atas agar Berlyn tidak bisa meraih IPad nya.
"Sini gue liat!" seru Berlyn yang kini berdiri hendak mengambil IPad itu.
__ADS_1
Erlyn juga ikut berdiri, Erlyn mentertawakan Berlyn yang tidak bisa meraih IPad nya. Di sudut lain, Doni yang baru keluar dari tenda, terhenti melihat Erlyn yang bisa tertawa lepas bersama Berlyn.
Doni merasakan sakit yang amat mendalam, seakan hatinya di iris-iris oleh pisau.
"Kenapa Erlyn makin deket sama Berlyn…apa mungkin Erlyn masih suka Berlyn?" gumam Doni dalam hati.
Doni termenung menatap kedekatan Erlyn dan Berlyn. Bahkan ketika orang yang ia lihat sudah berhenti dan menatapnya pun tidak Doni sadari.
"Doni!…Ngapain lo diem aja di situ?!" seru Erlyn yang melihat Doni melamun di depan pintu tenda.
"Woi!…Di panggil tuh jawab!" seru Berlyn dengan lantang karena Doni tidak menjawab pertanyaan Erlyn.
"Ehh!…ada apa?" tanya Doni gelagapan setelah keluar dari lamunanya.
"Enggak ada!" ucap Berlyn singkat.
Sedangkan Erlyn langsung mengambil semangka yang di bawa Doni dan memakannya. Erlyn memakan semangka itu dengan lahap, hingga airnya menetes dari sudut bibirnya.
"Nah!" ucap Berlyn dan Doni bersamaan mengulurkan tisu ke Erlyn.
Berlyn dan Doni saling menatap satu sama lain lalu menatap ke arah Erlyn. Erlyn sudah terbiasa selama beberapa hari itu bersama dengan kedua laki-laki itu. Entah soal makanan, pena, atau apapun yang Erlyn butuhkan. Mereka berdua akan saling bersaing untuk menyenangkan Erlyn. Dan seperti biasanya juga, Erlyn memasang wajah dinginnya. Seketika Berlyn dan Doni menarik tanganya kembali, karena mereka tahu kalau Erlyn akan marah jika tetap mereka teruskan.
Erlyn mengambil tisunya sendiri dan langsung berdiri.
"Gue mau nyusul Sasha!" ucap Erlyn singkat dan langsung berjalan menuju danau.
Berlyn dan Doni hanya menatap sesaat dan langsung berjalan mengikuti Erlyn.
Erlyn mengikuti lampu menuju danau yang memang sudah di sediakan sejak lama. Tak lupa pula, Erlyn juga mengambil beberapa foto selfie nya. Berlyn dan Doni juga tak mau kalah, mereka berdesak-desakan dan saling dorong agar bisa terfoto Erlyn.
"Kalian kenapa sihhh?! Bisa gak, jangan gangguin gue sebentar aja!!" seru Erlyn yang tidak bisa memotret dirinya dengan bagus.
"Tapi gue pengen foto sama kamu!…Cekrek…" ucap Berlyn yang langsung memotret dirinya dan Erlyn dengan HP nya.
"Berlyn!! Apaan sih lo?! Gue belom action udah maen foto aja!" teriak Erlyn sambil memukul Berlyn.
"Iya iya…maaf!" ucap Berlyn sambil tertawa menahan pukulan Erlyn.
"Erlyn awas!!" teriak Berlyn yang langsung menarik Erlyn sekuat tenaga hingga ia tersungkur ke depan.
"Erlyn!!" teriak Doni langsung menangkap Erlyn yang hampir jatuh karena di dorong Berlyn.
"Berlyn lo apa-apaan sih?!" teriak Erlyn langsung berbalik memarahi Berlyn yang tersungkur di tanah.
Shrek…srek…srek…ada sesuatu yang berjalan cepat di semak-semak. Berlyn mengernyitkan dahinya menahan sakit.
"Lo kenapa Lyn?!" tanya Doni ke Berlyn.
Berlyn membalikan badanya, darah menetes dari lengannya.
"Berlyn!! Tangan lo di gigit ular!!" seru Erlyn setelah melihat luka di tangan Berlyn.
"Shhtt…tadi ular itu hampir deketin kaki lo…" ucap Berlyn yang sedang menahan sakit.
"Kita mesti gimana nih?!" seru Doni yang mulai panik.
__ADS_1
"Cepet lepas tali sepatu lo!" ucap Erlyn sambil menadahkan tanganya ke Doni.
"Buat apa?" tanya Doni ke Erlyn yang sedang fokus menekan tangan Berlyn.
"Gak usah banyak tanya! Cepet lo lepas! Tenaga gue gak seberapa! Racunya bisa terus naik!" bentak Erlyn ke Doni dengan ekspresi serius.
"Iya iya! Gue lepas sekarang juga!" seru Doni yang langsung melepaskan tali sepatunya.
"Cepet lo ke tenda sekretariat panggil panitia kesehatan!" seru Erlyn yang sudah menerima tali dari Doni.
"Iya gue ke sana sekarang juga!" ucap Doni yang langsung berlari meninggalkan Erlyn dan Berlyn.
"Mungkin ini sakit, lo tahan ya…" ucap Erlyn ke Berlyn dan langsung mengikat tangan Berlyn sekuat kuatnya.
"Aw!" cetus Berlyn kesakitan.
"Lo tahan ya!" ucap Erlyn yang masih fokus mengikat tangan Berlyn agar aliran darahnya melambat.
"Erlyn…Kepalaku pusing…" ucap Berlyn lirih.
"Salah lo sendiri! udah tau ada ular kenapa malah lo hadang!" ucap Erlyn memarahi Berlyn.
"Lo makin cantik kalau lagi marah…" ucap Berlyn dengan senyumnya. "Tapi gue udah gak tahan…Gue cuma mau tau perasaan lo ke gue" ucap Berlyn melemah.
"Haduh…kayaknya racunya udah menyebar sampai ke otak kamu deh…" ucap Erlyn semakin cemas.
"Gue udah gak tahan Lyn…cepat lo jawab pertanyaan gue waktu itu, meski hanya untuk sesaat. Gue ingin tahu perasaan lo yang sebenarnya ke gue…Lo mau kan jadian sama gue…" ucap Berlyn berpura-pura lemah dan menutup matanya. Karena sebenarnya racun di tangan Berlyn sudah berhasil di tahan oleh Erlyn agar tidak tersebar dan ular yang menggigitnya pun tidak terlalu berbisa.
"Iya! Gue juga suka sama lo! Gue gak mau lo kenapa-kenapa!" seru Erlyn yang sudah tidak bisa untuk tidak panik melihat keadaan Berlyn.
Berlyn masih menutup matanya dan tersenyum. Seketika Berlyn membuka kedua matanya. Berlyn terkejut melihat Erlyn yang menghisap dan mengeluarkan racun dari tanganya.
"Erlyn!! apa yang lo lakuin?!! Racunya udah bisa di tahan!! Gue udah baik-baik aja… Kenapa lo hisap racunya?!" teriak Berlyn yang langsung menarik tanganya.
"Tangan lo udah gak biru…racunya udah keluar…" ucap Erlyn lirih sembari mengelap mulutnya.
"Iya tapi lo?…Erlyn!!" Berlyn berteriak memanggil Erlyn yang pingsan di samping nya itu.
Tak lama kemudian Doni datang bersama panitia membawa tandu.
"Berlyn! Gimana keadaan lo! Kenapa Erlyn bisa pingsan?!" seru Doni ke Berlyn sedangkan petugas yang lain menaikan Erlyn ke tandu.
"Gue baik-baik aja. Tapi Erlyn tadi ngisap racun di tangan gue…mungkin ada yang ketelen" ucap Berlyn sambil menyingkapkan lengan bajunya karena hendak di beri suntikan obat.
"Ya udah…Lo baik-baik jaga luka kamu dulu. Biar gue lihat keadaan Erlyn" ucap Doni ke Berlyn yang sudah di naikan ke tandu.
Doni lari mengejar tandu Erlyn, sedangkan Berlyn membaringkan badanya ke tandu karena lemas terkena pengaruh obat.
*
*
*
Maaf ya…hari ini update nya telat😁
__ADS_1
Seharian lagi sibuk renovasi kamar, baru bisa update malam😁
Oiya…Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1442M bagi yang melaksanakan🥰