Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Penculikan


__ADS_3

Hari sudah malam, Erlyn dan teman-temannya sudah berkumpul di dekat api pemanggang. Dengan iringan musik Dj, menambahkan keseruan mereka.


"Erlyn!! Yang sebelah sana belum di oles bumbu!" seru Sasha sembari menunjuk udang yang masih pucat.


"Ohh…oke!" ucap Erlyn yang langsung mengoleskan bumbunya.


"Wah…Kalian dapet udang dari mana,banyak banget!" cetus Beni yang masih sibuk membalik udang yang sudah mereka panggang seperti sate.


"Dari pinggir batu karang! Kayaknya udah mau mateng tuh. Gue ambil nasi di tenda dulu ya!" ucap Erlyn yang langsung berjalan ke tenda.


"Wah…Lyn!! Itu kepiting nya gede banget! Keras gak ya dagingnya?" ucap Beni ke Berlyn yang sedang membalik kepiting nya.


"Enggak tau! Tapi tadi udah di rebus dulu sama Erlyn, mungkin udah lembut" ucap Berlyn sembari mengoleskan bumbu di kepiting nya.


"Lah…terus! Ini kerang nya di gimana in?!" tanya Sasha yang menunjuk ke ember yang berisi kerang.


"Di sop aja" ucap Beni singkat.


"Caranya?" tanya Sasha lagi.


Berlyn dan Beni menatap ke arah Sasha yang bahkan tidak bisa memasak sop.


"Huuh!…Mankanya belajar masak!" seru Beni sembari melemparkan kepala udang ke Sasha.


"Aw!…Iya iya! Nanti gue minta ajarin Erlyn!" teriak Sasha yang menutup wajahnya dengan tangan.


Berlyn hanya tersenyum melihat tingkah kedua temannya itu.


"Oiya…Erlyn kenapa lama banget ya" ucap Beni yang baru teringat.


"Iya ya! Kenapa dia lama banget?" ucap Berlyn yang langsung berdiri hendak menyusul Erlyn.


"Biar gue aja yang nyamperin!!" seru Sasha yang langsung berjalan ke tenda.


Berlyn kembali duduk dan melanjutkan memanggang kepiting nya.


"Ternyata di sini gak cuma kita aja ya yang kamping. Kayaknya orang-orang itu juga baru selesai dan mau pulang" ucap Beni yang melihat beberapa orang mengangkat kain hitam seperti gulungan tenda.


"Enggak mungkin…Gue udah nyewa tempat ini buat 2 hari. Jadi selama 2 hari ini gak akan ada pengunjung di sisi ini" ucap Berlyn dengan santai nya.


"Lah! terus mereka kok boleh masuk?" tanya Beni yang menunjuk arah orang-orang asing itu.


"Mana sih?" tanya Berlyn yang menoleh ke arah yang di tunjuk Beni.

__ADS_1


Buk…buk…buk…Sasha dengan cepat berlari menghampiri Berlyn dan Beni.


"Gawat!! Erlyn…hah…hah" ucap Sasha yang baru datang dengan nafas tersegal-segal.


"Erlyn kenapa?!" seru Berlyn yang sontak langsung berdiri, begitu pula Beni.


"Erlyn gak ada di tenda! Dan Tadi…Nasi yang mau di ambil Erlyn tumpah berserakan!" ucap Sasha yang sudah panik.


"Gawat!! Jangan-jangan…" ucap Beni yang langsung menatap Berlyn.


"Orang-orang tadi!" seru Berlyn yang juga menatap Beni.


"Aduh!…Erlyn lo di mana sih!" ucap Sasha yang panik hingga hampir menangis.


"Gue kejar mereka dulu! Tolong lo minta sekretarisku untuk ngirim bantuan kesini!" Seru Berlyn yang langsung berlari ke arah orang-orang asing tadi.


"Hati-hati Lyn!!" teriak Beni yang langsung mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi sekretarisnya Berlyn.


Sesaat sebelum Erlyn menghilang…


"Hmm…mungkin segini cukup" gumam Erlyn sembari berjalan keluar dari tenda.


Srak…terdengar suara dari samping tenda. Erlyn berhenti sesaat karena penasaran.


Erlyn semakin penasaran, dengan hati-hati Erlyn melangkah ke samping tenda. Tetapi, tiba-tiba ada bayangan yang berjalan dari belakang Erlyn. Erlyn berhenti dan perlahan menolehkan kepalanya ke belakang.


Bruaak!…Wadah berisi nasi yang di bawa Erlyn jatuh berserakan di pasir. Erlyn membulatkan kedua matanya karena ia di tahan oleh seseorang dan mulutnya di bungkam. Erlyn mencoba berteriak namun perlahan kesadarannya menghilang.


***


Perlahan Erlyn mulai mengerjapkan matanya. Erlyn tersadar di sebuah ruangan yang gelap dengan tubuh yang terikat. Erlyn tidak tahu pasti ia di tempat seperti apa. Yang pasti, tempat itu sungguh berdebu dan sudah pasti jarang di jamah orang.


"Aish…Gue kira adegan culik menculik cuma ada di novel! Sekarang gue ngerasa lucu karena di culik!" ucap Erlyn tersenyum kaku.


Ctak…seketika lampu di nyalakan, walaupun masih tampak redup.


"Di situasi kayak gini lo masih bisa tersenyum?" seru Sella yang datang bersama 2 orang berbadan besar yang tadi menculik Erlyn.


"Ohh…itu Lo? sudah kuduga" ucap Erlyn dengan santai.


"Songong banget lo! Asal lo tahu! Ini dunia nyata! Di adegan kali ini, enggak bakal ada pahlawan yang nyelametin sandra!" ucap Sella menggertak Erlyn sembari memegang dagu Erlyn.


"Lo masih belum cukup nyelakain ibuku, dan lo masih mau nyelakain gue juga?" ucap Erlyn mengalihkan perhatian Sella.

__ADS_1


Perlahan Erlyn menyalakan GPS daruratnya yang berada di jam tangannya. Setelah Erlyn menghidupkan alat pelacak itu, asisten Erlyn yang yaitu Dewa akan mendapatkan sinyal darurat dari Erlyn.


"Heh! Ibumu? Memang sudah seharusnya posisi nyonya keluarga Xander di ambil alih oleh mamiku. Gue akan ambil semua yang udah pernah kalian ambil dari gue! Entah itu posisi sebagai puteri tertua keluarga Xander, atau pun posisi sebagai kekasih dari Berlyn!" ucap Sella dengan tatapan penuh kebencian.


"Lo kira dengan menghilangnya gue, Berlyn bakal balik lagi ke lo? Harusnya lo mikir! Dengan lo nyelakain gue, bukan cuma Berlyn yang ngebenci lo. Tapi lo juga bakal di hukum!" ucap Erlyn mengulur waktu untuk menunggu bantuan.


"Gue udah gak perduli! Yang gue mau, lo menghilang dari dunia ini!" ucap Sella yang berada dekat dengan telinga Erlyn.


"Kalian berdua!" teriak Sella pada kedua bawahannya.


"Gue perintahin kalian…Buat kematian yang menyakitkan buat adiku tersayang!" ucap Sella yang langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Lumayan juga nih cewek!" ucap salah satu laki-laki itu.


"Bos gak bilang mau di bunuh pakai cara apa. Yang penting kita buat kematian yang menyakitkan, apa salahnya kalau kita beri sedikit kenikmatan yang terakhir kali untuk gadis ini" ucap laki-laki yang satunya lagi dengan senyum mesum nya.


"Apa yang mau kalian lakuin?!" teriak Erlyn yang mulai panik melihat kedua laki-laki itu mendekati nya.


"Tenang aja…Kamu tidak akan menyesali kematianmu setelah merasakan kenikmatan ini" ucap laki-laki itu sembari mengulurkan tanganya mendekati dada Erlyn.


"Enggak!! Lepasin gue!" teriak Erlyn sembari menekuk lututnya meringkuh untuk menutupi tubuhnya.


"Lo harus nurut!!" teriak salah satu laki-laki itu sembari menarik tangan Erlyn dengan kuat hingga Erlyn terbanting ke samping.


Duag!!…tanpa sengaja kepala belakang Erlyn terbentur ke dinding hingga berdarah, membuat Erlyn menjadi lemas.


"Wah…terlalu kasar lo bro" ucap laki-laki yang satunya.


"Lagian juga mau di bunuh…buruan kita garap. Mumpung belum jadi mayat!" ucap laki-laki itu dengan kejam.


"Siap!!" ucap Laki-laki yang satunya sembari mengacungkan jempol nya.


*


*


*


Dimana Berlyn? Bukanya tadi cepet-cepet ngikutin Erlyn. Kok belum di selamatin?


Apakah Erlyn akan selamat? Enggak ada yang tahu jawabannya 🤣


Lihat aja kelanjutan nya😘

__ADS_1


__ADS_2