Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Ganti Rencana


__ADS_3

"Haduh…ini gimana donk? Kaki Erlyn harus di gift, sedangkan besok udah tampil. Gimana Erlyn bisa nari?" ucap Sasha sembari berjalan bolak balik di depan Erlyn yang sedang duduk di bangku tunggu rumah sakit.


"Gimana ya Sha…Gue juga gak tau kalau bakalan jatuh" ucap Erlyn sembari melihat Sasha panik.


"Gak mungkin kalau gue tampil sendiri, soalnya yang di tantang Via sama Meli itu lo. Tapi kita harus nampilin apa yang buat lo gak perlu berdiri?" ucap Sasha yang kini mulai duduk di samping Erlyn


"Tampil Band aja, nanti gue sama Berlyn yang bantuin" ucap Beni yang datang membawa minuman untuk mereka.


"Band? sepertinya boleh juga tuh! Erlyn bisa maen gitar sambil duduk!" ucap Sasha spontan mengiyakan pendapat Beni.


"Terus yang pegang gitar Bass siapa? kayaknya gue main drum aja deh. Soalnya Beni cuma bisa maen gitar, sedangkan gue gak bisa maen gitar Bass. Mending gue maen drum terus Beni maen gitar. Biar Berlyn yang main gitar Bass" ucap Erlyn menambahkan.


"Iya juga ya" ucap Beni sembari menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Enggak boleh!!" Ucap Berlyn yang baru datang dengan membawa tongkat di tanganya.


"Kenapa?" tanya Erlyn sambil berusaha berdiri dengan tongkat.

__ADS_1


"Kaki kamu kayak gini apa bisa ngijek Bass?" ucap Berlyn sembari membantu Erlyn dengan tongkat.


"Tenang aja…masih ada kaki satunya" ucap Erlyn sembari berjalan dengan tersenyum. Sedangkan Sasha dan Beni juga mengikuti di belakang Erlyn dan Berlyn.


"Tapi masa gak latihan?" tanya Sasha


"Udah sering maen bareng gak perlu latihan?" ucap Beni menyela Sasha.


"Enggak!! Bener kata Sasha. Kita harus latihan dulu, di acara besok pasti gak cuma satu yang tampil band. Karena itu kita harus siapin pertunjukan yang lebih menarik dari yang biasanya. Lagipula kita harus rubah kostum juga, masa iya kalian mau ikutan pakai kostum pink kayak gue sama Sasha!" ucap Erlyn menjelaskan.


"Baju pink? Ogah deh!!" ucap Beni menahan geli.


"Ngapain?!" tanya Erlyn, Sasha dan Beni kompak.


"Katanya mau latihan. Di rumahku aja, Kemarin gue baru beli drum. Gak taunya kepakai juga" ucap Berlyn sembari membukakan pintu mobil untuk Erlyn.


"Ya udah…mumpung belum terlalu larut" seru Sasha dan langsung masuk ke dalam mobil Beni.

__ADS_1


Mereka pun mengemudi ke rumah Berlyn. Sesampainya di sana, mereka berlatih dengan sungguh-sungguh.


Hingga kini hari perlombaan telah tiba. Sorakan ramai memenuhi seluruh lapangan. Begitu pula dengan teman sekelas Erlyn yang bahkan menyiapkan spanduk untuk mendukung Erlyn dan teman-temannya.


"Kita duduk di sini saja!" ucap Berlyn sembari membantu Erlyn duduk.


"Kalian udah siapin semua alat musiknya kan?" tanya Erlyn ke Berlyn.


"udah kok…" jawab Berlyn lembut.


"Tenang aja Lyn! tadi udah gue periksa kok. Nanti tinggal kita setel gitarnya aja. Kalau drum kita pakai drum punya kampus" jawab Beni dengan riang.


"Tapi baju kita…apa menurut kalian ini gak terlalu mencolok ya?" ucap Sasha sembari memegang bajunya dan menatap ke arah teman-temannya.


"Udah Sha…lo santai aja. Kita kayak gini malah keliatan imut tauk" ucap Erlyn penuh percaya diri.


"Percuma lo pakai baju imut! Kalau akhirnya tetap gak bisa tampil!" ucap Via yang tiba-tiba datang menyela.

__ADS_1


"Mending kalau sakit kerumah sakit aja sono!! Jangan bikin kerusuhan di acara hari ini!!" ucap Meli yang juga datang bersama Via.


Tatapan Erlyn dan Sasha khusus tertuju pada Via dan Meli, seolah muncul sambaran listrik di mata mereka.


__ADS_2