
"Baiklah!! Sekarang saatnya peserta terakhir naik ke atas panggung. Kita saksikan tarian yang di bawakan oleh Via dan Meli!!" seru MC memandu acara.
Via dan Meli naik ke panggung dengan penuh percaya diri. Musik sudah di mainkan, Via dan Meli mulai menggerakkan tubuhnya.
"Gimana?" tanya Erlyn ke Berlyn yang baru saja tiba.
"Udah beres, tinggal putar videonya aja" ucap Berlyn sembari duduk di sebelah Erlyn.
Berlyn mulai menekan tombol enter pada Keyboard nya. Seketika musik berhenti, Via dan Meli nampak bingung di panggung. Seketika layar di belakang panggung berubah, semua mata tertuju pada layar.
"Permainan di mulai…" ucap Erlyn dengan senyum sinisnya.
"Apa-apaan ini?" ucap Meli yang panik melihat tayangan di layar.
"Lo tenang aja…Besok kita pasti bisa menangin perlombaan itu" ucap Via terdengar dari rekaman panggilan yang muncul di layar.
"Kenapa lo bisa yakin gitu?" tanya Meli ke Via.
"Tadi gue lihat mereka latihan menari. Tapi sayangnya Erlyn terpleset di anak tangga" ucap Via tertawa kecil.
"Heh! Kalau denger dari suara lo…gak mungkin kan Erlyn terpeleset gitu aja?" ucap Meli yang juga tersenyum licik.
"Ya…itu gak penting! Yang penting mereka pasti kalah!" ucap Via dengan senangnya.
"Lo gila ya!! Apa maksud lo nampilin ini!!" cetus Meli menatap tajam ke Via.
"Bukan gue yang lakuin itu!! Lo lihat sendiri kan!! Itu video screenshot bukan rekaman telepon!!" ucap Via menjelaskan ke Meli.
"Ohh…jadi ini yang di maksud misi Berlyn…" ucap Sasha sambil tersenyum ke Erlyn.
"Keren juga gaya lo!" ucap Beni sembari mengacungkan jempol ke Berlyn.
Erlyn dan Berlyn hanya bingung dan saling menatap satu sama lain.
"Kenapa Lyn?" tanya Sasha yang heran melihat Erlyn dan Berlyn bingung.
__ADS_1
"Bukan gue yang ngelakuin itu!" ucap Erlyn mengejutkan Sasha dan Beni.
"Lah! kukira kerjaan lo, terus siapa yang lakuin ini?" ucap Sasha yang juga menjadi bingung.
"Aneh…Siapa yang ngelakuin ini? Bahkan laptop ku juga di retas. Video yang tadi gak tau hilang kemana" ucap Berlyn sembari menunjukan laptopnya ke Erlyn.
Erlyn mulai mengotak atik laptop Berlyn, dengan serius Erlyn mencoba mengambil alih kendali laptop itu. Tiba-tiba muncul seseorang di layar panggung.
"Sudahlah cewek cantik…Jangan di terusin lagi, gue cuma minjem bentar kok…masalah lo yang mau cari ke adilan serahin aja ke gue" ucap seseorang bertudung hitam di dalam layar.
Erlyn menghentikan jari nya ketika mendengar ucapan itu, semua mata tertuju pada Erlyn, lantaran wajah Erlyn muncul di layar karena ia menghadap ke kamera laptop Berlyn.
"Siapa sih tuh orang!!" cetus Erlyn kesal sembari menutup kameranya dengan plaster dan mulai mencoba memulihkan laptop kembali.
"Kenapa suaranya kayak gak asing di telinga gue?" ucap Berlyn lirih.
"Lo tau? Siapa?" tanya Erlyn ke Berlyn.
"Enggak tau, cuma terasa familiar dengan suara itu" ucap Berlyn menjelaskan.
"Siapa Lo?!" teriak Via yang mulai panik karena orang di layar menargetkan dirinya.
"Aduh…ternyata lumayan juga kemampuan si cantik ini. Masuk ke klub ACM pasti bisa berkembang pesat. Ternyata cewek pilihan Berlyn memang spesial" ucap orang itu dengan mengarahkan lampu sorot ke Erlyn.
"Lo kenal dia?!!" cetus Erlyn sembari menatap Berlyn.
"Beneran gue gak inget!! Cuma gue rasa suaranya familiar!" ucap Berlyn menjelaskan.
"Erlyn!! Apa-apaan maksud lo lakuin ini!!" teriak Meli ke Erlyn.
"Diem lo!!…Bukan Erlyn yang ngelakuin ini!!" seru Sasha membela Erlyn.
Panitia keamanan datang menghampiri Erlyn.
"Teman…tolong hentikan ini, kami sudah di marahin guru pembimbing gara-gara ini" ucap panitia itu ke Erlyn.
__ADS_1
"Kalau kamu bisa berhentikan ini lakukanlah!!" ucap Erlyn menyerahkan laptop nya ke panitia itu sembari membuka penutup kameranya.Sontak wajah panitia itu muncul di layar.
"Latop ini udah di retas!! Bukan kita yang berbuat itu!" ucap Berlyn menjelaskan membuat panitia itu juga makin bingung, sedangkan Erlyn kembali mencoba mengambil alih kendali.
"Udah…udah…karena lo ngotot banget, gue selesaikan masalah lo ke via lebih dulu" ucap orang di layar sembari memutar video yang di buat Erlyn tadi.
"Ehh…itu rekaman CCTV!"
"Ternyata Via yang dorong Erlyn!"
"Bahkan waktunya tepat sebelum rekaman telepon yang tadi!"
"Gila tuh cewek!! Kalau di laporin ke polisi bisa jadi kasus percobaan pembunuhan nih!"
Satu persatu komentar pedas terdengar ke telinga Via. Via menjadi panik dan tak bisa mengelak, begitu juga Meli yang juga panik karena di awal Meli sudah ketahuan bersekutu dengan Via.
"Biarpun enggak tahu dia siapa, lumayan juga kalau mau bantuin lo" ucap Sasha ke Erlyn tetapi Erlyn masih fokus mengambil alih kendali laptopnya.
"Gimana? sudah bisa atau belum?" tanya panitia yang sedari tadi masih menunggu di samping Berlyn.
"Lo enggak bisa berbuat apa-apa kenapa daftar jadi panitia keamanan?!! Kalau gak bisa bantuin lebih baik lo diem dari pada gangguin!!" ucap Berlyn yang kesal karena sedari tadi panitia itu menatap Erlyn dengan intens.
"Bagaimana Via?…gimana rasanya di permaluin di depan umum?. Sakit kan jadi bahan omongan Teman-teman sekelas lo? ini masih awal untuk lo merasa sakit. Sebenarnya rekaman telepon yang tadi tidak termasuk ke rencana gue. Tapi di tengah perjalan rencana gue, gak sengaja ketemu dengan cewek cantik ini yang sedang cari keadilan. Sekalian aja gue bantuin… selagi bisa bikin lo malu, pasti akan gue lakuin" ucap orang di layar itu dengan tawa yang semakin mengerikan.
*
*
*
Penasaran gak dia siapa?
Aku juga penasaran sih😂
Kalau penasaran tunggu kelanjutan nya😘
__ADS_1