Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Jangan nangis! Sini ku peluk


__ADS_3

"Berlyn kemana sih kok lama banget. Katanya tadi cuma sebentar" gumam Erlyn sambil melihat jam di tangannya.


Tak…tak…tak suara langkah kaki mendekati Erlyn. Lalu Erlyn mendongak ke atas.


"Udah balik lo Lyn? Lama banget sih!" gerutu Erlyn yang lalu berjalan menghampiri Berlyn.


"Nih kartu peserta lo" seru Berlyn mengulurkan kartu di tangannyatangannya dengan muka dingin.


"Oke, makasih ya. Habis ini gue tinggal di mana?" tanya Erlyn lagi.


"Enggak tahu, yang pasti lo tinggal sama gue" ucap Berlyn tanpa mengubah ekspresi nya.


"Serius lo?!" teriak Erlyn sambil memegang tangan Berlyn.


"Santai aja lo! Jangan kira lo cewek gue gak bisa kasarin lo ya! Sebenernya Gue juga gak betah liat muka lo setiap saat!" bentak Berlyn yang sudah naik pitam.


Erlyn tak berani menjawab perkataan Berlyn lagi karena takut. Sepanjang jalan menuju tempat mereka, Erlyn hanya diam menunduk mengikuti langkah Berlyn. Setelah Berlyn mecari rumah yang memiliki nomer sesuai dengan kartu yang ia bawa. Akhirnya mereka sampai di rumah mereka.


Cklak…suara knop kunci.


"Katanya ada 2 kamar di sini, lo pilih aja kamar yang pengen lo tempatin!" seru Berlyn ke Erlyn.


Namun, Erlyn hanya diam dan berlalu menuju kamar nya.


"Yah jadi ngambek…" gumam Berlyn sambil menggaruk leher nya yang tidak gatal.


***


"Berlyn jahat banget sih! Padahal kan gue cuma nanya. Kenapa mesti ngebentak-bentak gue coba!" gerutu Erlyn sambil mengeluarkan bajunya dari koper.


"Hwa!…huu…Sakit banget!" teriak Erlyn sambil menekan dadanya karena tak kuasa menahan emosi nya, hingga akhirnya ia menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


Tok…tok…tok…Suara pintu kamar Erlyn di ketuk.


"Ada apa Lyn!" teriak Erlyn dari dalam sambil mencoba menghapus air mata nya.


"Lo kenapa teriak-teriak di dalam?!" seru Berlyn dari balik pintu.


"Gak kenapa-kenapa kok!" jawab Erlyn dengan suara yang serak.


"Gue gak percaya! Lo buka pintu nya sekarang!" teriak Berlyn semakin mengeraskan suaranya.


"Beneran gue gak kenapa-kenapa!" ucap Erlyn menahan air matanya agar tidak jatuh lagi.


"Sekarang juga lo keluar!!" teriak Berlyn semakin keras.


"Enggak mau!" teriak Erlyn yang kemudian menangis tanpa suara.


Cklak …suara pintu terbuka. Ternyata Berlyn menemukan kunci cadangan di laci luar.


"Gak kenapa-kenapa" ucap Erlyn lirih.


"Sini lo!" seru Berlyn sambil menarik Erlyn berdiri menghadapnya. "Kenapa lo nunduk? sini lihat gue!" perintah Berlyn sambil menarik dagu Erlyn menghadapnya. Seketika Berlyn membulatkan kedua matanya.


"Kenapa?! Iya gue nangis! Lo mau marahin gue lagi? cepet marahin aja!! Gue siap dengerin semua yang lo teriakin ke telinga gue!!" Ucap Erlyn dengan memberikan senyum sinisnya karena sudah tak bisa menahan amarahnya.


Berlyn hanya diam menatap wajah Erlyn yang basah karena air mata. Bola mata Erlyn yang merah terus menatap dalam-dalam ke mata Berlyn. Mendengar ucapan Erlyn yang pasrah namun dengan air mata yang tak berhenti mengalir, membuat hati kecil Berlyn merasakan sakit. Tanpa sadar Berlyn menyembunyikan kepala Erlyn kedalam pelukanya.


"Maafin gue Lyn! Gue gak akan teriak-teriak ke lo lagi! udah ya jangan nangis!" seru Berlyn membujuk Erlyn karena merasa bersalah.


Erlyn terkejut karena Berlyn tiba-tiba memeluk nya, Ia pun hanya diam di dalam pelukan Berlyn. Beberapa saat kemudian…Kruyuk…kruuk…suara perut Erlyn menyadarkan mereka. Lalu Berlyn melepas pelukanya dan kemudian memegang kedua bahu Erlyn.


"Lo laper?" tanya Berlyn serius.

__ADS_1


"Iyaa" ucap Erlyn menunduk karena malu.


"Gue juga laper, jadi daripada lo nangis lagi. Mending lo masak makan siang gih!" pinta Berlyn sambil mendorong Erlyn keluar kamar.


"Tunggu dulu!" teriak Erlyn menghentikan Berlyn mendorong nya.


"Kenapa?" tanya Berlyn yang masih memegang bahu Erlyn.


"Emang di dapur ada bahan makanan?" tanya Erlyn pada Berlyn.


"Ada, banyak tuh. Udah di sediain sama panitia" ucap Berlyn menjelaskan.


"Ya udah, Lo tunggu aja di sini. Biar gue yang masak" seru Erlyn yang menurunkan tangan Berlyn dari bahunya, kemudian berjalan menuju dapur.


Erlyn mulai memasak untuk mereka makan. setelah beberapa menit, Erlyn telah selesai menyajikan Nasi putih, telur asam manis dan juga tumis buncis. Mereka pun makan bersama.


"Habis ini lo mandi ya, nanti jam 3 acara pembukaan nya mau di mulai" ucap Berlyn sambil melahap makanannya.


"Ohh…iya. Tapi kita pakai baju apa?" tanya Erlyn kembali.


"Di suruh pakai seragam sekolah, katanya nanti masing-masing peserta di suruh perkenalan" jawab Berlyn.


"Ohh…gitu oke deh" ucap Erlyn yang kemudian membereskan piring yang habis mereka gunakan.


*


*


*


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar ya😘

__ADS_1


__ADS_2