Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Saatnya Pembalasan


__ADS_3

Setelah pingsan hampir satu jam, Erlyn mulai mengerjapkan matanya. Perlahan cahaya masuk ke pupilnya dan setelah ia bangun, terlihat Berlyn yang duduk di samping nya.


"Erlyn! Lo udah bangun?!" seru Berlyn yang melihat Erlyn membuka matanya.


"Gimana? ada yang sakit gak?!" ucap Berlyn sembari mengusap tangan Erlyn.


"Ngapain lo!!" cetus Erlyn sembari menepis tangan Berlyn.


"Kenapa?" tanya Berlyn yang bingung melihat sikap Erlyn kepada nya.


"Mau sampai kapan lo bohongin gue?! Setelah lo tolak gue mentah-mentah, lo malah pura-pura jadi pacar yang perhatian ke gue!!" teriak Erlyn ke Berlyn.


"Jadi itu yang di ceritain Meli ke kamu?" ucap Berlyn dengan ekspresi dingin.


"Memang itu di ceritain Meli, tapi gue juga udah ingat kejadian itu!! Gue ingat benar betapa sakitnya hati gue setelah lo anggep gue Sella! gue inget itu! Huu…huu…" teriak Erlyn yang kemudian menangis tersedu-sedu.


"Jadi cuma itu yang lo ingat?" ucap Berlyn dengan tatapan sayu melihat gadis yang ia sayangi menangis di depannya namun tak bisa untuk memeluk nya untuk menenangkan nya.


"Iya!!…Hwa…huu…huu…" Erlyn semakin menangis dengan kerasnya. "Padahal gue suka banget sama lo! Biarpun lo udah tolak gue kayak gitu…gue tetep suka sama lo! Tapi di saat lo udah jadi pacar gue, kenapa gue gak ingat saat-saat itu!! huu…huu" teriak Erlyn tetap menangis namun ia sedang memeluk Berlyn yang berdiri di sampingnya.


Berlyn kaget melihat Erlyn memeluk nya. Berlyn hanya diam dengan ekspresi bingung yang terlihat jelas di wajahnya. Setelah beberapa saat Erlyn menangis di pelukan Berlyn, Erlyn mulai melepaskan pelukanya.


"Kenapa lo diem aja?" ucap Erlyn sembari mengusap air matanya dengan lengan bajunya.


"Emm…jadi lo gak marah sama gue?" tanya Berlyn masih dengan ekspresi bingung nya.


"Kenapa mesti marah, orang yang gue suka sekarang beneran jadi pacar ku. Lagian, gue tau foto-foto di HP ku itu asli. Biarpun gue belum ingat saat-saat itu, gue tetep bisa bedain muka gue dengan Sella! Masih cantikan gue dong" ucap Erlyn yang mulai merekahkan senyum nya.


Berlyn tersenyum dan langsung memeluk Erlyn dengan erat.


"Makasih udah mau percaya sama gue" ucap Berlyn yang masih memeluk Erlyn dengan senang.


"Ukh…Lepasin gue!" teriak Erlyn langsung mendorong Berlyn. "Sakit tauk…bisa mati kecekik gue" ucap Erlyn mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Sorry!" ucap Berlyn yang memundurkan badanya.


"Oiya, Lo bisa ceritain ke gue gak. Apa aja yang selama ini terjadi. Biarpun gue belum ingat, setidaknya gue gak akan di hasut orang kayak Meli. Malah siapa tau gue bisa ingat sedikit demi sedikit" ucap Erlyn ke Berlyn.


"Enggak bisa!" jawab Berlyn tegas.


"Kenapa?" tanya Erlyn yang bingung dengan Berlyn.


"Gue gak mau nanti lo pingsan lagi gara-gara maksain buat ingat ingatan lo lagi!" ucap Berlyn yang cemas.


"Gue baik-baik aja kok. Gue janji, kalau kepala gue sakit lagi. Gue bakal istirahat dulu" ucap Erlyn ke Berlyn.


"Hmm…Ya udah gue ceritain" ucap Berlyn yang kemudian bercerita.


Di sisi lain, Pesawat yang di tumpangi Sasha dan Beni telah sampai ke tempat tujuan. Para penumpang segera turun dari pesawat.


"Baiklah anak-anak, setelah ini kita akan langsung ke hotel saja. Besok baru kita berangkat ke Universitas" ucap Dosen yang mendampingi mereka.


"Kesambet apaan lo? Baik banget ke gue!" ucap Sasha tertawa melihat perlakuan Beni padanya.


"Ya udah! Bawa sendiri!" cetus Beni yang mengembalikan koper Sasha lalu berjalan mendahului nya.


"Ehh! Kok gak jadi di bawain!! Ya elah gitu aja ngambek!" teriak Sasha menggoda Beni.


"Mereka gak cari masalah dengan gue. Berarti mereka belum tahu kalau gue yang nyelakain Erlyn" gumam Sella dalam hati.


"Sella!!" seru Dosen memanggil Sella.


"Iya pak!" ucap Sella menjawab Dosennya.


"Karena yang cewek cuma ada kamu sama Sasha, kamu sekamar dengan Sasha aja ya. Supaya lebih aman" ucap Dosen itu ke Sella.


"Kalau saya sih gak masalah pak! Cuma gak tau Sasha mau apa enggak, soalnya dia gak suka saya pak!" ucap Sella memutar balikkan fakta.

__ADS_1


"Haduh…males banget kalau gue mesti sekamar dengan Sasha" gumam Sella dalam hati.


"Kamu gak perlu khawatir. Malahan Ini ide dari Sasha buat jadiin kalian sekamar. Udah ya, ayo nyusul yang lainnya!" ucap Dosen itu lalu berjalan pergi.


"Ha?Sasha yang ngusulin? Ada apa dengan dia? Apa dia udah tau masalah Erlyn ya?" ucap Sella yang merasa gugup.


***


"Nak Wanda seharusnya tidak perlu sungkan, saya mengajak nak Wanda makan malam bersama aja sudah merepotkan. Malah di tambah bawa hadiah segala" ucap Tuan Gu kepada Bu Wanda di pertemuan mereka.


"Tidak apa-apa Paman, ini juga sebuah kehormatan saya di undang Paman untuk makan di kediaman Paman" ucap Bu Wanda sopan.


"Salah!" cetus Tuan Gu spontan.


"Ha?" Bu Wanda bingung dengan perkataan Tuan Gu.


"Sebenarnya ini rumah cucu saya Erlyn! Sudah-sudah…mari makan dulu! Nanti masih banyak waktu untuk berbincang!" ucap Tuan Gu yang kemudian memulai makan malamnya.


Setelah makan malam selesai, Tuan Gu langsung membicarakan masalah kerja sama dengan Bu Wanda. Mereka berencana untuk bersama-sama mengambil alih perusahaan keluarga Xander.


Hari juga cepat berlalu,Hampir seminggu Tuan Gu dan Bu Wanda berfokus melaksanakan rencananya dengan cepat dan tepat. Selama seminggu itu juga,Berlyn menghabiskan banyak waktu untuk mengajak Erlyn ketempat-tempat yang pernah mereka kunjungi dulu. Mulai dari Mall, taman bermain dan juga Pantai.


Usaha Berlyn membuahkan hasil. Erlyn sedikit demi sedikit mengingat kembali ingatanya. Hingga sepenuhnya ingatan Erlyn kembali. Bahkan Erlyn juga telah mengingat identitasnya sebagai Bella. Setelah hari itu, Erlyn mulai melakoni aksi sebagai Bella untuk ikut serta ke dalam rencana Tuan Gu dan Bu Wanda.


Karena Erlyn sudah sembuh dari amnesia nya, Berlyn juga menjadi tenang. Akhirnya Berlyn juga ikut serta ke dalam rencana Tuan Gu dan Bu Wanda. Walaupun Berlyn sering bertemu dengan Bella, sejauh itu Berlyn masih belum mengetahui kalau Bella itu adalah Erlyn. Yang ia tahu, Bella hanyalah teman Erlyn yang sangat royal terhadap Erlyn. Berlyn juga sangat menghormati Bella.


"Terima kasih atas kerja sama kita semua! Dengan ini saya yakin perusahaan Xander tidak akan memiliki pilihan lain selain membiarkan perusahaan nya di akuisisi!" ucap Tuan Gu setelah selesai rapat yang hampir memakan waktu 5 jam.


"Paman tidak perlu sungkan, memang sudah saat nya Keluarga Xander membayar atas apa yang mereka perbuat" ucap Bu Wanda


"Benar sekali! Apa yang menjadi milik Erlyn, memang seharusnya selalu menjadi miliknya!" ucap Berlyn menambah kan.


"Kini saatnya pembalasan di mulai!" ucap Bella dengan tatatpan sinis nya.

__ADS_1


__ADS_2