
"Guys!! makanan udah dateng!!" seru Erlyn yang baru datang dengan membawa kantong berisi makanan.
"Wah…Thanks Lyn!" ucap Doni meraih kantong di tangan Erlyn.
Berlyn dan Doni membuka bungkusan nasinya, lalu menuangkan lauknya.
"Nah!!" ucap Berlyn dan Doni yang bersamaan mengulurkan nasi yang sudah mereka buka untuk Erlyn.
Berlyn dan Doni saling menatap satu sama lain, Erlyn mengernyitkan alisnya dan melihat kedua laki-laki itu.
"Hmm…Gue makan yang ini aja" ucap Erlyn canggung lalu membuka bungkus nasi yang tersisa.
Berlyn dan Doni menarik kembali nasi mereka. Erlyn langsung saja memakan makanannya, Berlyn dan Doni juga mulai memakan makananya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Haduuh…bisa mati karena canggung nih gue! Kenapa mesti sekelompok sama mereka sih!" gerutu Erlyn dalam hati.
"Udah selesai kan? Sini gue buang sampahnya" ucap Erlyn lalu membereskan bekas makanan mereka.
Erlyn keluar dari tenda untuk membuang sampah. Sedangkan Berlyn dan Doni masih berada di dalam tenda dan saling menatap. Tenda terasa hening dan mencekam.
"Berlyn!" seru Beni yang membuka pintu tenda Berlyn.
Ssst…ctar…Beni langsung menutup kembali pintu tenda itu dan berjalan menjauh.
"Gila!…kok gue merinding ya. Kayak ada petir yang keluar dari mata mereka!Hiih…Semoga Erlyn bisa selamat sampe pulang nanti" gumam Beni yang lari kembali ke tendanya.
"Lo udah suka sama Erlyn?" tanya Doni ke Berlyn.
"Udah dari dulu!" cetus Berlyn yang tetap menatap Doni.
"Lo tau kan gue udah suka Erlyn dari dulu" ucap Doni semakin serius.
"Huuh…" Berlyn menghela nafasnya. "Iya gue tau, tapi siapa yang bisa dapetin Erlyn masih belum tentu" ucap Berlyn yang kini sudah berdiri. "Jadi, gue mau kita bersaing secara sehat. Dan jangan coba-coba buat sakitin Erlyn" ucap Berlyn dengan serius lalu berjalan keluar tenda.
"Gue tau dari dulu Erlyn udah suka sama Berlyn. Tapi gue juga gak bisa ngelepas Erlyn begitu saja" gumam Doni sembari mengepalkan telapak tanganya.
***
"Erlyn!!" teriak Sasha yang berada di belakang Erlyn.
Erlyn menolehkan kepalanya, mencari sumber suara yang memanggilnya.
"Eh…e lo Sa!. Lo buang sampah juga?" tanya Erlyn tertawa melihat Sasha membawa kantong sampah.
"Ya gimana lagi…Gue kan cewek sendiri di kelompok gue" ucap Sasha sambil menaruh sampahnya di tempat pembuangan sampah.
"Lah…emang Sella bukan cewek?!" ucap Erlyn yang terkekeh mendengar pernyataan Sasha.
"Bukan! dia tuh bukan cowok atau pun cewek! Dia cuma babi yang bisanya makan aja" ucap Sasha mengerucut kan bibirnya.
"Hahaha! Kenapa gitu?!" ucap Erlyn yang tertawa sambil berjalan perlahan.
"Ya iya! Bikin tenda gak bantuin, Suruh ambil jatah makan enggak mau! Giliran makanan udah sampai! Ish…makanya udah kayak orang gak makan sebulan!" ucap Sasha semakin menjelekkan Sella.
"Lo masih mending. Lo tau gak gimana perasaan gue sekelompok sama dua cowok itu. Rasanya kayak gue di cekik abis-abisan!" ucap Erlyn dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"Seserem itu ya?" tanya Sasha tak percaya dengan ucapan Erlyn.
"Beneran Sa! Tapi untungnya mereka ganteng-ganteng hahahaha!" ucap Erlyn yang kemudian tertawa.
"Bisa aja lo Lyn! " ucap Sasha yang juga ikut tertawa.
"Lagi ngobrol apa kalian? kayak seru banget" tanya Berlyn yang menghampiri Erlyn dan Sasha.
"Enggak ada kok" ucap Erlyn sambil tersenyum kaku.
"Iyaa! bener! Bukan apa-apa" ucap Sasha menambahkan. "Ya udah Lyn…gue balik ke tenda dulu ya. Bye!" ucap Sasha yang kemudian berjalan ke tendanya.
"Ayo balik" ucap Berlyn kepada Erlyn, lalu berjalan ke tenda.
Sesampainya di depan tenda, Berlyn membuka pintu tendanya. Sreet…Berlyn membuka pintu tendanya, dan matanya langsung tertuju kepada Doni yang sedang mengganti pakaian. Sreet…Berlyn langsung menutup kembali pintunya, dan langsung menghalangi jalan masuk.
"Lo kenapa gak jadi masuk?" tanya Erlyn yang bingung melihat Berlyn menutup pintu tendanya lagi.
"Enggak apa-apa! Lo tunggu bentar dulu" ucap Berlyn yang langsung masuk ke dalam tendanya.
"Doni! Lo kenapa ganti baju di sini sih?! cepetan!Erlyn udah ada di depan pintu!" seru Berlyn memelankan suaranya.
"Hah! Erlyn?! Aduuh gue lupa. Bentar dulu ya!" ucap Doni langsung terburu-buru mengenakan pakaianya.
"Kalian ngapain sih di dalem?!" teriak Erlyn dari luar tenda.
"Bentar Lyn!" teriak Berlyn dari dalam tenda.
"Haduh…resleting gue nyangkut nih!" gerutu Doni yang kesulitan menarik resleting nya.
"Haelah!…sini lo" ucap Berlyn lalu membantu Doni menarik resleting nya.
Berlyn dan Doni menatap ke arah Erlyn yang tiba-tiba masuk ke tenda. Sedangkan Erlyn membulatkan kedua matanya yang tertuju pada tangan Berlyn yang masih memegang resleting celana Doni.
"Kalian ngapain?" tanya Erlyn yang kini menatap mata kedua laki-laki itu.
"Aaa!…ini gak seperti yang lo lihat!" teriak Berlyn yang langsung mendorong Doni mundur.
"Iyaa! ini gak seperti yang lo pikirin!" teriak Doni yang juga panik.
"Emang apa yang gue pikirin?" tanya Erlyn dengan muka polosnya.
Berlyn dan Doni hanya diam menatap ke arah Erlyn yang seperti tidak tahu apa-apa.
"Erlyn beneran gak mikir yang aneh-aneh kan" gumam Doni dalam hati.
"Erlyn gak bakal ngira gue gay kan" ucap Berlyn dalam hati hingga merinding.
"Kok kalian malah diem aja sih?! Kalian di tanya lagi ngapain malah diem aja, udah tau di luar panas banget. Malah nyuruh gue nunggu lama banget!" cetus Erlyn yang kini mengambil kipas kecil dari tas nya.
"Ehh!…Ohh ya! Tadi ada kecoa yang keluar dari tas nya Doni. Maka dari itu gue nyuruh lo nunggu di luar, tadi gue bantuin Doni ngusir kecoanya" ucap Berlyn mengada-ngada.
"Kok di tas gue sih?!" bisik Doni sambil menyenggol pinggang Berlyn.
"Udah diem aja lo!" bisik Berlyn ke Doni.
__ADS_1
"iuh…Udah berapa bulan tuh gak di cuci kok sampai ada kecoaknya" ucap Erlyn merasa jijik.
"Ehh…Tas nya aslinya bersih kok. Cuma jarang di pakai, cuma di simpen di lemari gak tau nya kemasukan kecoa" ucap Doni dengan tersenyum canggung.
"Ohh…" ucap Erlyn singkat lalu menancapkan kipasnya ke lubang HP.
Akhirnya Berlyn dan Doni bisa bernafas lega, karena Erlyn sudah tidak bertanya lagi.
"Oiya, tadi Pak Ali nyuruh kita buat nentuin ketua kelompok. Katanya selama penelitian ini, kita harus mempelajari cara manajemen di dalam kelompok" ucap Berlyn menjelaskan.
"Ya udah…siapa yang mau jadi ketua kelompok" ucap Erlyn santai sambil memainkan HP nya.
"Lo yang tentuin!" Cetus Berlyn dan Doni serempak.
"Kok kalian gitu sih!" gerutu Erlyn yang kaget.
"Ya…karena lo cewek sendiri di kelompok kita. Jadi lo yang tentuin, Gue atau Doni yang jadi ketua" ucap Berlyn dengan percaya diri.
"Iyaa…kamu aja yang tentuin biar adil!" ucap Doni yang menambahkan.
"Kalian yakin kalau gue yang nentuin bakal adil?" tanya Erlyn dengan senyum sinisnya.
"Haduh…Erlyn tersenyum kayak gitu, kenapa gue ada firasat buruk ya" gumam Berlyn dalam hati.
"Iya gue yakin!" teriak Doni tanpa berpikir lagi.
"Ya udah…Gue yang jadi ketua. Berlyn sekretaris terus Doni bagian perlengkapan aja, kayaknya kita juga enggak butuh bendahara" ucap Erlyn dengan tersenyum menatap kedua laki-laki itu.
Berlyn dan Doni mengerutkan alisnya, mereka kira Erlyn akan memilih di antara mereka untuk jadi ketua. Tapi ternyata Erlyn memilih dirinya sendiri, dan menentukan pekerjaan yang lainnya.
"Gue setuju dengan keputusan Erlyn" ucap Berlyn yakin, karena dia tahu Erlyn tidak akan memutuskan sesuatu yang tidak dia sanggupi.
"Enggak bisa gitu! Erlyn kan cewek, selama masih ada kita yang cowok,masa Erlyn jadi ketua!" ucap Doni yang tak sependapat dengan Erlyn.
"Lo ngeremehin gue?!" tanya Erlyn dengan tatapan dingin karena merasa di rendahkan.
"Ya…bukan gitu maksudku" ucap Doni ragu-ragu.
"Menurut lo, Gue masuk ke fakultas Manajemen Bisnis buat apa kalau bukan buat jadi pemimpin?! Lo kira mentang-mentang gue cewek, gue gak bisa ngurus nih kelompok!" cetus Erlyn yang semakin serius.
"Iyaa…maaf! Gue gak bermaksud gitu" ucap Doni panik.
"Udah! Kita putuskan sekarang aja. Sesuai keputusan Erlyn tadi, Erlyn jadi ketua, Aku sekretaris dan Doni jadi Seksi perlengkapan" ucap Berlyn menghentikan pertengkaran Doni dan Erlyn.
"iya" sahut singkat Erlyn dan Doni.
*
*
*
Makasih buat yang udah mampir😁
Jujur kemarin Author terkejut banget, pagi hari popularitas nya baru 700,giliran malem hari udah nyampe 3k😍
__ADS_1
Jangan lupa beri dukungan dengan menekan tombol like ya😁
Supaya Author juga makin semangat update nya 🔥