
Waktu telah menunjukan pukul 3 sore, Berlyn dan Erlyn berjalan menuju aula. Begitu pula para peserta yang lain. Erlyn berjalan di belakang Berlyn sambil menatap HPnya. Tiba-tiba bruaak…Berlyn berhenti mendadak sampai Erlyn menabrak punggung Berlyn.
"Hai Lyn! udah lama gak ketemu, gimana kabar lo?" tanya seorang gadis kepada Berlyn.
"Baik" jawab Berlyn singkat.
"Lo masih sama kayak SMP dulu ya. Dingin banget sikap lo, gak asyik lo!" ucap gadis itu dengan senyum canggung.
"Siapa Lyn?" tanya Erlyn yang memunculkan kepalanya dari balik lengan Berlyn.
"Bukan siapa-siapa" jawab Berlyn singkat.
"Sella!!" teriak gadis itu sambil menutup mulutnya dengan tangan. "Lo balikan sama Sella lagi Lyn?" sambungnya bertanya ke Berlyn.
"Udah deh, lo gak usah ikut campur!" cetus Berlyn yang berjalan melewati gadis itu. Erlyn pun juga berjalan mengikuti Berlyn.
"Tunggu! Lo gak mau nyapa gue?! sombong amat lo!" teriak gadis itu menghadang Erlyn dengan tangannya.
"Emang gue kenal sama lo?" tanya Erlyn bingung.
"Bentar deh bentar" ucap gadis itu sambil mengeluarkan ponselnya. "Ehh…ternyata bukan ya. Tapi asli wajah kalian mirip banget" ucap gadis itu sambil membandingkan wajah Erlyn dengan wajah di HP.
Erlyn makin bingung dengan perkataan gadis itu.
"Erlyn!! Gue hitung sampai 3 lo belum kesini. Jangan harap bisa masuk rumah!!" teriak Berlyn dari kejauhan.
"Apa-Apaan lo!!" teriak Erlyn yang kemudian berlari menyusul Berlyn.
"Kok bisa mirip banget ya?Ya udah lah, dulu gue udah mau ngelupain perasaan gue ke Berlyn. Tapi sekarang kita bertemu lagi. Kali ini Gak ada yang bisa ngehalangin jalan gue buat deketin Berlyn, biarpun itu Sella atau Cewek yang mirip Sella tadi" gumam gadis itu dengan senyum liciknya.
***
"Selamat sore adik-adik. Selamat datang di acara tahunan Perlombaan Putera dan Puteri Sekolah!!" teriak MC di sambut meriah dengan tepuk tangan.
"Baiklah, upacara pembukaan telah kita laksanakan tadi. Sekarang saatnya kita adakan sesi perkenalan" seru MC memimpin acara.
"Untuk yang pertama kita sambut peserta dari sekolah yang memenangkan perlombaan tahun lalu. Musically internasional high school!!" teriak MC di iringi riuhnya tepuk tangan.
"Lyn!…Itu kenalan lo yang aneh tadi ya?" tanya Erlyn ke Berlyn.
"Iyaa" jawab Berlyn singkat
Erlyn hanya menganggukkan kepalanya tanpa bertanya lagi.
"Halo semua nya! Kenalin namaku Hendra Setiawan"
"Namaku Silviana!"
"Kami dari Musically Internasional High School" sambung Hendra.
Mereka telah selesai memperkenalkan diri, satu persatu perwakilan dari setiap sekolah telah maju ke depan. Kini giliran Berlyn dan Erlyn memperkenalkan diri.
"Hai semuanya! namaku Alvando Berlynandar dan ini partner saya Abella Xanderlyn" ucap Berlyn memperkenalkan diri.
"Hai semua!" seru Erlyn melambaikan tangan setelah Berlyn memperkenalkan dia.
"Kami dari SMA Taruna Bangsa, karena ini kali pertama sekolah kami mengikuti perlombaan ini. Mohon bimbingan dari para panitia dan juga teman-teman sekalian" sambung Erlyn dengan senyum indahnya.
__ADS_1
"Wah…senyumnya manis banget" cetus Hendra melihat senyum Erlyn.
"Gila cantik banget tuh cewek"
"Bener! Si cowok juga ganteng, kayaknya bakal jadi lawan yang berat tuh"
Peserta yang lain riuh membicarakan Berlyn dan Erlyn. Lalu Erlyn dan Berlyn turun kembali ke tempat duduknya.
"Baiklah adik-adik semua. Karena semua sudah memperkenalkan diri, selanjutnya saya akan menjelaskan kegiatan berikut nya. Sebenarnya acara ini di tujukan untuk membimbing bakat siswa yang jarang bisa di kembangkan di pelajaran sekolah. Oleh karena itu, selain harus bisa pelajaran umum. Adik-adik di sini pasti merupakan siswa-siswi pilihan yang berbakat dari sekolah masing-masing" ucap MC memberi arahan.
"Perlombaan ini akan di lakukan melewati 3 kali seleksi. Besok hari selasa, kita akan mengadakan seleksi pertama yang merupakan ujian tertulis. Nanti hanya akan 30 peserta yang bisa lolos ke babak selanjutnya. Dan seleksi kedua dan ketiga, akan di adakan di hari Kamis dan Sabtu kemudian Acara final di adakan di Hari minggu" tambah MC menjelaskan
"Karena acara besok hanya ujian tertulis, malam ini tidak ada pembimbingan dari panitia. Kalian bisa belajar mandiri. Apa kalian paham?!" lanjut MC menjelaskan.
"Paham Kak!!" teriak para peserta serempak.
"Kalau kalian paham, sudah boleh bubar kembali ke tempat tinggal kalian masing-masing " seru MC membubarkan peserta lomba.
***
Di luar ruangan, Silviana atau yang biasa di panggil Via datang menghampiri Berlyn.
"Lyn! Kita belajar bareng yok! Sekalian nostalgia sebentar" ucap Via yang menghampiri Berlyn.
"Lo udah kenal sama mereka?" tanya Hendra ke Via.
"Bukan mereka sih, gue cuma kenal Berlyn. Kita dulu satu sekolah saat SMP" jawab Via ke Hendra.
"Wah…kayaknya nih cewek suka sama Berlyn deh. Heh…Biarpun mereka pernah satu sekolah,jangan harap bisa deketin Berlyn" gerutu Erlyn dalam batin.
"Gimana Lyn! Mau gak lo belajar bareng kita?" Tanya Via kembali.
"Ehh…Lo tanya gue? kalau gue sih gak masalah" ucap Erlyn dengan terpaksa.
"Ihh…kok Berlyn pakai minta izin ke Erlyn segala sih?" gerutu Via dalam hati.
"Wah…Bagus deh kalau gitu. Biarpun kita di sini bersaing, emang enggak ada salahnya kalau kita berteman" ucap Hendra menambah kan.
"Ya udah, jangan bertele-tele. Kerumah gue aja!" ucap Berlyn yang berjalan duluan.
Sesampainya mereka di rumah inap Berlyn dan Erlyn. Mereka mulai mengeluarkan buku pelajaran dan mulai belajar. Tetapi tidak dengan Erlyn.karena dia tidak terlalu suka dengan Via, dia tidak fokus belajar sama sekali dan malah asyik maen game.
"Hmm…Lyn! Lo gak belajar?" tanya Hendra ke Erlyn, membuat Berlyn dan Via menatap Erlyn.
"Hmm…kepala gue lagi pusing. Biar Berlyn aja yang belajar" cetus Erlyn mengada-ngada.
"Kalau lo gak mau belajar bilang aja, gak usah pakai alesan sakit segala!" cetus Via sewot.
"Keliatan banget ya? Wah…kayaknya gue gak bakat jadi artis hahaha" ucap Erlyn tertawa canggung.
"Lo kalau gak mau belajar, gak usah maen game di situ. Cari tempat lain aja, jangan ganggu kita yang lagi belajar!" cetus Berlyn ke Erlyn.
"Iya…iya. Gue maen di kamar" ucap Erlyn lalu masuk ke kamar nya.
"Berlyn…kok Erlyn bisa kepilih jadi perwakilan sekolah lo sih. Belajar aja males kayak gitu" ucap Via menjelekkan Erlyn.
"Hust…Via! gak sopan banget sih! Lo tuh gak boleh ngomongin orang kayak gitu" Bentak Hendra ke Via.
__ADS_1
"Lah kan emang bener. Kasian Berlyn tau, besok pasti Berlyn ngerjain soal ujian sendiri" lanjut Via dengan ekspresi sok perhatian.
"Gue gak perlu kasihan dari lo! Bukan gue juga kok yang ngerjain soal besok. Gue belajar sekarang cuma buat nemenin kalian" ucap Berlyn yang lagi fokus membaca buku.
"Maksudnya?!" teriak Via dan Hendra serempak.
"Maksudnya Berlyn,gue yang di suruh ngerjain semua soal!" seru Erlyn yang tiba-tiba keluar membawa gitarnya.
"Lo mau kemana?" tanya Berlyn yang melihat Erlyn membawa gitar.
"Mau cari angin di teras, sumpek di kamar" cetus Erlyn yang kemudian keluar.
"Lyn…Sorry ya. Sekarang gue yang tanya. Lo gak takut langsung pulang. Emang lo yakin Erlyn yang males belajar lo suruh ngerjain soal besok?" tanya Hendra memelankan suaranya.
Berlyn hanya diam menatap Hendra,sedangkan Via menatap Berlyn dan kemudian berakhir menatap Hendra.
"Gue masih bisa denger yang lo omongin!!" teriak Erlyn dari luar.
Sontak mereka tertawa mendengar teriakan dari Erlyn. Mereka mulai melanjutkan belajar nya, sedangkan Erlyn asyik dengan permainan gitarnya. Hingga telah larut malam, Hendra dan Via juga beranjak pulang.
"Kalian udah mau pulang?" tanya Erlyn ke Via dan Hendra yang baru keluar.
"Iyaa Lyn, udah malem" jawab Hendra ramah.
"Ohh, ya udah hati-hati" ucap Erlyn yang kemudian masuk ke rumah.
"Lho…Berlyn dimana?" gumam Erlyn sambil melihat sekelilingnya.
Cntang…sreek…tak…tak…tak…suara keriuhan di dapur terdengar oleh telinga Erlyn. Erlyn pun berjalan menuju dapur.
"Lo masak Lyn?" tanya Erlyn yang kemudian duduk dan menaruh gitar nya di meja.
"Iyaa" jawab Berlyn singkat.
"Ohh…ya udah gue tidur duluan ya" ucap Erlyn yang hendak pergi.
"Mau kemana lo? Nih makanan udah siap, makan dulu baru tidur!" seru Berlyn sambil menaruh sepiring nasi goreng di hadapan Erlyn.
"Yah…karena lo maksa, gue makan deh" seru Erlyn sambil tertawa.
Mereka pun makan malam, setelah itu Erlyn membereskan piring kotor dan mulai mencucinya.
"Lo gak takut nyuruh gue buat ngerjain soal besok?" tanya Erlyn sambil menlap piring.
"Enggak" jawab Berlyn singkat.
"Kok lo yakin banget si?" tanya Erlyn lagi.
"Murid kesayangan guru dan murid yang selalu dapet nilai sempurna setiap ujian harian. Mana mungkin gak bisa ngerjain soal yang sehari-hari sering di kerjain" jelas Berlyn sambil meneguk air nya lalu berjalan meninggalkan Erlyn.
"Tenang aja Lyn…gue gak bakal ngecewain kepercayaan lo" gumam Erlyn dengan senyum sinisnya sambil menatap punggung Berlyn yang menjauh.
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like ya 👍
Makasih buat yang udah memberi dukungan pada novel ini 😁