Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Tidur Duduk


__ADS_3

Waktu berjalan dengan cepat, semuanya sedang sibuk menyiapkan penelitian mereka masing-masing. Hingga hari semakin larut, satu persatu lampu tenda di matikan.


"Masih lama gak?" tanya Doni ke Berlyn yang masih belum selesai membuat proposal nya.


"Dikit lagi" ucap Berlyn singkat sambil mengetik di laptop nya.


"Kalau lo lyn?" tanya Doni ke Erlyn.


Berlyn dan Doni saling menatap, lantaran Erlyn tidak menjawab pertanyaan Doni. Berlyn menepuk bahu Erlyn, yang saat itu Erlyn sedang membelakangi Berlyn dan Doni.


Bruaak…Erlyn terjatuh kebelakang.Sontak Berlyn mengangkat laptop yang ada di pangkuan nya, karena Berlyn tepat di belakang Erlyn. Ternyata sejak tadi Erlyn tidur dalam posisi duduk, setelah Berlyn menepuk bahu Erlyn, Erlyn menjadi jatuh ke belakang tepat di pangkuan Berlyn.


"Gila! Erlyn bisa tidur sambil duduk?" ucap Doni kagum.


Berlyn hanya tersenyum menatap Erlyn yang tertidur di pangkuan nya.


"Sini gue pindahin!" seru Doni hendak meraih Erlyn.


"Apaan lo!" cetus Berlyn menghadang tangan Doni.


"Gue mau pindahin Erlyn! Lagian lo juga masih harus selesaiin proposal nya" ucap Doni yang tidak rela melihat Erlyn tidur di pangkuan Berlyn.


"Biarin aja! Nanti Erlyn kebangun kalau di pindahin. Mending lo ambilin selimut Erlyn di belakang kamu!" ucap Berlyn dengan tatapan dingin.


"Ya Udah. Gue tidur duluan, awas aja kalau lo macem-macem dengan Erlyn!" ancam Doni sembari menyerahkan selimut.


"Berisik lo!" cetus Berlyn sambil menyelimuti Erlyn.


Berlyn mulai melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Doni baring di sudut lain menahan rasa kesal melihat Erlyn yang masih tidur di pangkuan Berlyn.


***


"Sa! Ini gimana yang bagian ini? Gue dari tadi gak dapet ide buat yang ini" tanya Beni ke Sasha.


"Sa! Sasha!" seru Beni semakin keras karena Sasha tak menjawab pertanyaan nya.

__ADS_1


"Hmm…apa sih Ben…Gue udah ngantuk nih" ucap Sasha sambil mengucek matanya.


"Ya elah! Kok lo malah tidur duluan sih! Bantuin gue dulu dong!" seru Beni sembari mengguncang tangan Sasha.


"Iya iya! Yang mana?!" seru Sasha yang langsung duduk dan meraih laptop Beni.


"Yang ini!" ucap Beni sambil menunjuk di layar laptop nya.


"Hai guys…Masih belum tidur ya? Ohh…pasti belum selesai ya. Kasihan banget!…" ucap Sella yang baru masuk ke dalam tenda.


"Emang punya lo udah selesai?!" cetus Sasha tanpa menoleh dan tetap fokus ke Laptop.


"Ya udah dong…sekarang gue mau tidur dulu. Kalian silahkan bergadang…hahahaha" ucap Sella mengejek Beni dan Sasha.


"Udah Sa biarin aja" ucap Beni menenangkan Sasha yang mulai menggertakan giginya.


"Huuh…Iya. Nah! yang ini udah selesai, kamu lanjutin aja!" ucap Sasha sambil mengulurkan laptop ke Beni.


"Oke!" seru Beni antusias.


"Kalau lagi tidur, lucu banget sih" ucap Berlyn sambil mengusap pipi Erlyn.


"Terus, sekarang gimana gue mau tidur nih" gumama Berlyn lirih.


Akhirnya Berlyn mulai meluruskan kakinya dengan perlahan, tak lupa ia pegang kepala Erlyn agar tidak terjatuh. Berlyn mulai menata tas di belakangnya, ia pun bersandar dan mulai menutup matanya. Sedangkan Erlyn tetap tertidur di pangkuannya.


Hari sudah pagi, matahari mulai bersinar masuk melalui celah-celah tenda. Perlahan Erlyn mengerjapkan kelopak matanya, Erlyn menatap ke atap tenda dan mulai membulatkan kedua matanya.


"Ini…kok gue ngerasa ada yang aneh ya" gumam Erlyn merasakan bantal di kepalanya.


Erlyn mulai berhati-hati dan perlahan menoleh ke arah samping.


"Aaaaaa!…" Erlyn berteriak melihat Berlyn ada di samping nya. Sedangkan ia tidur di paha Berlyn.


Mendengar teriakan Erlyn, sontak Berlyn dan Doni terbangun dan langsung duduk. Begitu pula Erlyn yang juga langsung duduk setelah melihat Berlyn.

__ADS_1


"Erlyn kenapa?!" seru Doni dengan cemas.


"Iya Lyn ada apa?" tanya Berlyn yang juga kaget mendengar teriakan Erlyn.


"Kok gue bisa tidur di pangkuan lo?" tanya Erlyn ragu-ragu kepada Berlyn.


"Lo semalam tidur sambil duduk, Ehh…pas gue tepuk tuh bahu lo. Lo nya langsung ambruk ke kaki gue" ucap Berlyn menjelaskan.


"Iya bener kata Berlyn. Lo juga kok bisa tidur sambil duduk" ucap Doni menambahkan.


"Kenapa gak bangunin gue! Lo mau ambil kesempatan ya!" seru Erlyn semakin berbicara aneh.


"Mana ada! Gue gak apa-apain lo! Dah lah, gue mau mandi dulu!" cetus Berlyn yang kemudian keluar tenda.


"Udah Lyn…Jangan di pikirin lagi. Gue juga mau mandi" ucap Doni yang juga keluar menyusul Berlyn.


"Kok seakan-akan gue yang jadi orang aneh ya" ucap Erlyn pada diri sendiri.


Ring…ring…ring…suara Ponsel Erlyn berdering.


"Halo!" ucap Erlyn menjawab telepon.


"Ohh!…kakek udah turun dari bandara? Yah…maaf banget Erlyn gak bisa jemput. Iya kek…Erlyn lagi ikut kegiatan kampus, iya…Semua kerjaan di kantor pasti beres kok. Di rumah Erlyn enggak ada orang kek, Kakek ke rumah kak Dewi aja. Akhir pekan Erlyn pulang. Iya kek, Daa" ucap Erlyn yang sedang berbicara di telepon.


"Kakek ngapain ya balik ke Indonesia? Ya udah lah, nanti tanya aja" ucap Erlyn yang kemudian mengambil handuk dan keluar tenda.


*


*


*


Makasih buat yang udah mampir dan baca novel ini😁


Jangan lupa beri dukungan dengan menekan tombol like ya😘

__ADS_1


__ADS_2