
"Huah…Pagi hari hirup udara segar di sini emang paling enak Banget" ucap Sasha sembari merenggangkan kedua tanganya di depan tenda.
"Ehh…Erlyn!" teriak Sasha karena melihat Erlyn baru keluar dari tenda.
"Sasha!" seru Erlyn sembari berjalan menuju Sasha.
"Gimana semalem?" tanya Sasha sambil menyenggol pinggul Erlyn.
"Apanya yang gimana?" cetus Erlyn mengerucutkan bibirnya.
"Ya lo tadi pagi-pagi teriak, pasti ada apa-apa nya kan!" ucap Sasha menggoda Erlyn.
"Emang gue teriaknya kenceng banget ya?" tanya Erlyn sembari menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Iya! Kenceng banget! Gangguin orang lagi tidur aja!" cetus Sella yang baru keluar dari tenda.
"Ya elah! Santai aja kali! Emang udah pagi waktunya bangun juga!" ucap Sasha membantah Sella.
"Heh!…Ini tuh masih pagi buta! Siapa juga yang mau bangun sepagi ini!!" bentak Sella semakin kesal.
"Heh…Emang salah gue teriak-teriak di pagi buta. Tapi asal lo tau, gue gak ada niatan buat minta maaf ke lo!" ucap Erlyn menatap Sella dengan tegas.
"Ayo Sa! Kita pergi mandi, biarin dia yang masih mau tidur! Emangnya dia gak tau, kalau di tempat kamping ini cuma ada 3 kamar mandi!" cetus Erlyn sembari menarik tangan Sasha dan pergi.
"Dasar cewek sial*n!!" teriak Sella memaki Erlyn yang sudah jalan menjauh.
"Apa sih lo teriak-teriak!" bentak Beni di dalam tenda yang masih baru bangun tidur.
"Kenapa! Lo juga mau sewot!!" teriak Sella ke Beni.
"Huh…Berisik banget sih lo…sini biar gue tutup mulut lo!" cetus Beni menyumpalkan kaos kaki ke mulut Sella karena kesal.
"Bah…Beni!!…apa-apaan sih lo!! Ini kaos kaki jijik banget!!" teriak Sella sembari mengelap ngelap lidahnya.
"Mankanya jangan berisik!" cetus Beni kemudian berjalan keluar.
"Lo mau kemana! Sini lo, Lo juga harus ngerasain nih kaos kaki!" teriak Sella yang kemudian berlari mengejar Beni.
***
__ADS_1
"Semalem Erlyn lo biarin tidur di pangkuan lo?" tanya Doni ke Berlyn saat perjalanan pulang dari toilet.
"Iya.Kenapa?" ucap Berlyn menyombongkan diri di hadapan Doni.
"Lo…ya!" ucap Doni yang hendak memukul wajah sombong Berlyn namun ia tarik kembali.
"Kenapa? Mau mukul gue? Sini!" ucap Berlyn dengan tatapan dinginnya.
"Hais…Sudah lah! Lo liat aja nanti, gue bakal dapetin Erlyn!" cetus Doni lalu berjalan mendahului Berlyn.
"Heh…sikap kekanak-kanakan kayak gitu mau dapetin Erlyn?" gumam Berlyn menggeleng kan kepalanya.
"Berlyn!" seru Beni memanggil Berlyn dari kejauhan.
"Ada apa?" tanya Berlyn ke Beni yang sekarang sudah berada di dekatnya.
"Enggak ada! Cuma gue bingung masalah penelitian kelompok gue. Lo bantuin gue ngapa!" seru Beni merangkul Berlyn.
"Ogah! Yang ada gue risih di deketin Sella mulu!" cetus Berlyn melepaskan rangkulan Beni.
"Hahaha! Lo tenang aja bre! Sella misahin diri dari kelompok! Jadi kelompok gue cuma ada gue sama Sasha!" ucap Beni yang kini melompat merangkul Berlyn lagi.
"Ya udah. Kalau emang gitu, lo dateng ke kelompok gue aja. Nanti biar gue ajarin" ucap Berlyn sambil berjalan.
"Ehh!…itu Sasha sama Erlyn!" ucap Beni sambil menunjuk ke arah Sasha dari kejauhan.
"Iya…itu mereka" ucap Berlyn tersenyum melihat wajah Erlyn yang polos tanpa riasan, karena baru selesai mandi.
"Kenapa lo senyum-senyum aja! Ayo samperin mereka!" seru Beni yang kemudian berjalan ke arah gadis-gadis itu.
Berlyn mengikuti di belakang Beni, Erlyn dan Sasha tersenyum menyapa Beni tetapi Erlyn mengerucutkan bibirnya setelah melihat Berlyn.
"Kenapa muka lo pas liat gue kok jadi masem gitu!" ucap Berlyn ke Erlyn.
"Enggak kenapa-kenapa. Males aja liat muka kamu yang sok kegantengan!" cetus Erlyn sembari membuang muka.
"Tapi kan Lyn…Kan emang Berlyn beneran ganteng…hahaha!" ucap Sasha menggoda Erlyn.
"Apaan sih Sa!" gerutu Erlyn malu.
__ADS_1
"Udah dong…kalian tuh udah berpisah selama 2 tahun. Setelah penantian itu, cepat atau lambat pasti juga bakal jadian!" ucap Beni sok bijak.
"Beni!" teriak Erlyn karena kesal.
Berlyn dan yang lain hanya tertawa melihat Erlyn yang sangat kesal.
"Udah dah…jangan ketawa terus" ucap Sasha menahan tawanya.
"Iya bener! Gue tadi nyamperin kalian buat ngasih tau, gue mau ikut ngerjain penelitian bareng kalian. Karena masih banyak yang belum gue tau, gue mau belajar dari Berlyn" ucap Beni mulai serius.
"Ya udah…sekarang aja kita kerjain. Lagian punya kelompok gue tinggal bikin miniatur nya aja" ucap Erlyn menjelaskan.
"Ya udah ayok!" seru Beni dan Sasha penuh semangat.
"Enggak boleh! Sekarang waktunya sarapan, kerjainnya nanti aja" ucap Berlyn mengingatkan.
"Aah!…Iya! Ini udah jam 7. Gue mesti kumpul ke tenda sekretariat buat ambil jatah makanan!!" seru Erlyn yang kemudian berlari pergi.
"Kenapa tuh Erlyn" tanya Sasha yang bingung.
"Dia ketua di kelompok gue. Jadi dia yang harus ngambil jatah makan" ucap Berlyn tertawa melihat Erlyn terburu-buru.
"Anj*r gue juga ketua kelompok!! Kalau telat bisa antri paling terakhir!" seru Beni yang kemudian berlari mengikuti Erlyn.
"Kok ketua kita samaan ya" ucap Sasha ke Berlyn.
"Enggak! Ketua gue gak sekonyol Beni" ucap Berlyn yang kemudian berjalan kembali ke tenda.
"Ahahaha! Bener lo!" seru Sasha yang hendak memukul bahu Berlyn, tetapi Berlyn sudah berjalan pergi.
"Ehh! Dasar lo! pergi gak bilang-bilang! Gue jadi ngomong sendiri kayak orang gila!!" teriak Sasha ke Berlyn yang sudah jauh.
*
*
*
Makasih buat yang udah dukung novel ini😁
__ADS_1
Harus sabar buat nunggu kelanjutan nya😘
Entah itu pagi, siang, atau malam,Author usahakan update setiap hari 😅