
"Hmm…Jadi, selama ini kamu berperan jadi Bella dan juga Erlyn?" tanya Berlyn yang masih tak menyangka dengan pengakuan Erlyn.
"Iyaa…maaf ya. Sebenarnya ini masalah 2 tahun lalu.Karena masih muda,supaya bisa jalanin perusahaan jadi harus menutup identitasku yang sebenarnya.Apalagi aku seorang wanita. Karena perusahaan Xander sudah berhasil di ambil alih dan umurku sudah cukup, sudah saatnya mengumumkan identitasku yang sebenarnya" ucap Erlyn menjelaskan.
"Bukan hanya itu!" ucap Bu Wanda menyela ucapan Erlyn.
Semuanya menatap ke arah Bu Wanda, sedangkan Berlyn tersenyum setelah melihat ibunya itu.
"Karena umur kamu juga sudah dewasa, lebih bagus lagi kalau kita adakan upacara pernikahan secepatnya" ucap Bu Wanda yang tersenyum sembari memegang tangan Erlyn.
Berlyn makin tersenyum bahagia begitu pula Tuan Gu. Namun Erlyn masih menunjukkan wajah terkejutnya.
"Menikah?…Emm…Apa tidak terlalu cepat ya" ucap Erlyn ragu-ragu sembari menatap Berlyn.
"Kamu gak mau nikah sama aku?" cetus Berlyn yang menatap Erlyn dengan serius.
"Ehh!…bukan gitu. Tapi kan kita masih kuliah, nanti kalau ganggu pelajaran gimana?" ucap Erlyn menjelaskan dengan gugup.
"Erlyn…Kamu bahkan sudah bisa mengelola perusahaan kakek. Apa masih perlu belajar lagi?Bukanya dari awal kamu sudah mendapat pelajaran anak kuliah, dan kamu sendiri yang bilang lanjut kuliah cuma agar dapat ijazah resmi. Menurut kakek gak masalah kalau kalian menikah secepatnya, umur kakekmu ini juga udah tua. Kakek juga ingin cepat gendong cicit!" ucap Tuan Gu membujuk Erlyn.
"Benar nak Erlyn! Berlyn pernah cerita ke tante kalau kamu anak yang memiliki IQ di atas rata-rata, pasti pelajaran tidak akan jadi permasalahan yang serius!Jadi menurut tante, menikah lebih cepat justru pilihan terbaik daripada kalian pacaran yang kapan aja bisa putus!" ucap Bu Wanda yang juga membujuk Erlyn.
"Sudah lah ma! Jangan paksa Erlyn…Kalau Erlyn gak mau nikah secepatnya, Berlyn juga bisa nunggu lagi kok" ucap Berlyn memasang ekspresi pasrah.
Erlyn menundukkan kepala dan dengan ragu membuka mulutnya.
"Lo aja belum ngelamar gue secara romantis, masa langsung nikah sih! Mana cincin dan Mawar nya!" ucap Erlyn dengan malu menatap Berlyn.
Berlyn tersenyum mendengar perkataan Erlyn.Tanpa berfikir panjang lagi, Berlyn berjalan menghampiri Erlyn. Berlyn berlutut di hadapan Erlyn dan mengeluarkan cincin beserta mawar dari saku jas nya. Ternyata Berlyn sudah menyiapkan semuanya dari awal.
"Erlyn! Menikahlah denganku!" ucap Berlyn sembari mengulurkan cincin dan juga bunga mawar ke Erlyn.
Erlyn terkejut melihat Berlyn melamarnya, Erlyn hanya diam dan tersenyum sembari menganggukan kepalanya. Berlyn langsung memegang tangan Erlyn, dan memasangkan cincin ke jari manis Erlyn. Tuan Gu dan Bu Wanda juga tersenyum bahagia melihat Erlyn menerima lamaran Berlyn. Bu Wanda berdiri dan memukul gelas dengan sendok dan menyerukan suaranya.
"Perhatian semuanya!! Hari ini merupakan hari bahagia bagi putera saya! oleh karena itu, semua yang ada di restoran ini silahkan pesan apa saja, saya teraktir semuanya!" seru Bu Wanda penuh semangat.
Seluruh pengunjung restoran juga berbahagia di hari itu. Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pulang. Namun, Berlyn dan Erlyn berangkat untuk menemui Beni dan juga Sasha.
__ADS_1
"Berlyn!" seru Erlyn sembari menempelkan kepalanya ke bahu Berlyn yang sedang menyetir mobil.
"Ada apa? Gue lagi nyetir nih!" ucap Berlyn yang susah menyeimbangkan mobilnya.
"Enggak ada! Kenapa lo bisa ganteng banget sih!…" ucap Erlyn sembari mencubit pipi Berlyn dengan gemas.
"Aw!…sakit tau! Mending lo tanyain posisi Sasha sama Beni lagi dimana? Kita udah jalan cukup jauh kok belum sampai juga!" ucap Berlyn ke Erlyn.
"Oke!" seru Erlyn yang kemudian menelepon Sasha.
"Halo Sa!! Lo dimana?!" tanya Erlyn dari balik telepon.
"Gue udah sampai di tempat rental band! Lo buruan kesini aja!" ucap Sasha menjawab Erlyn.
"Gue udah di jalan lama banget! Dimana sih tempat nya, mending lo Share Lok aja deh!" ucap Erlyn ke Sasha.
"Oke!!Gue share sekarang juga!" seru Sasha dan langsung mematikan telepon nya.
Ting…suara notifikasi dari ponsel Erlyn.
"Kenapa sih mereka cari tempat yang terpencil kayak gini! Buat apa juga ketemuan di rental Band!" ucap Berlyn yang tetap fokus melajukan mobilnya.
"Mungkin mereka mau nostalgia! Lo masih ingat sewaktu kita berempat untuk pertama kalinya kumpul bareng. Saat itu kita maen di aula musik gue!" ucap Erlyn tersenyum mengingat saat-saat itu.
"Tapi setelah gue di usir dari rumah keluarga Xander, rumahku juga di sita. Semua alat musiku juga di ambil!" ucap Erlyn yang kini memasang wajah sedihnya.
"Udah…kan sekarang ada gue! Gue janji, bakal beri kamu rumah yang jauh lebih indah dari pada rumah keluarga Xander!" ucap Berlyn sembari mengusap kepala Erlyn.
"Lo kenapa sih seneng banget ngacak-acak rambut gue!" cetus Erlyn sembari merapikan rambutnya.
"Iya kah? Enak aja gitu, rambut kamu halus banget!" ucap Berlyn yang tertawa.
"BTW…gitar kecil yang kamu kasih dulu masih kusimpan lo" ucap Erlyn ke Berlyn.
"Gitar yang mana?" tanya Berlyn pura-pura lupa.
"Itu nah! Yang gue pinjem sewaktu lomba!" ucap Erlyn mengingatkan Berlyn.
__ADS_1
"Ohh…itu!" ucap Berlyn sembari mengangguk -angguk.
"Iya…Tapi ada satu yang masih bikin gue bingung" ucap Erlyn mengerucut kan bibirnya.
"Kenapa?" tanya Berlyn singkat.
"Di gitarnya ada tulisan W&V, apa sih maksudnya?" tanya Erlyn ke Berlyn.
"Mungkin singkatan dari Wanda & Vera. Soalnya itu gitar gue dapet dari gudang di rumah gue" ucap Berlyn menjelaskan.
"Mami kamu bisa maen gitar?" tanya Erlyn lagi.
"Mamiku? Kunci gitar aja gak tau! Mungkin tante Vera yang bisa maen" ucap Berlyn menjawab Erlyn.
"Tapi…selama mami masih hidup. Aku gak pernah tau kalau mami bisa main musik!" ucap Erlyn sembari menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Udah…dari tadi kok nanya mulu sih! udah sampai nah!" ucap Berlyn yang kemudian meminggirkan mobilnya.
"Ehh!…Lihat tuh!Sasha sama Beni lagi ngapain?!" seru Erlyn sembari menarik kepala Berlyn agar melihat Sasha dan Beni dari jendela.
"Lagi duduk di bangku! Apanya yang aneh?" ucap Berlyn yang heran melihat Erlyn begitu tertarik mengintip Beni dan Sasha.
"Lo lihat dulu deh!! Aaa! Mereka ciuman!!" teriak Erlyn heboh karena melihat Beni mencium Sasha.
"Mereka udah jadian!! Sejak kapan?!" seru Erlyn semakin melebarkan tawanya.
"Erlyn!" seru Berlyn memanggil Erlyn.
"Ya!" cetus Erlyn sembari menoleh ke arah Berlyn.
Emuach!…Berlyn mencium bibir Erlyn tepat setelah Erlyn membalikkan kepalanya. Erlyn membulatkan kedua matanya, wajahnya juga memerah karena Berlyn terus menatap nya.
"Jangan iri sama orang lain! Karena gue juga bisa ngasih apa aja yang orang lain punya!" ucap Berlyn tersenyum ke Erlyn.
"I…iya!" ucap Erlyn gugup. "Ya udah! Ayok keluar!" seru Erlyn yang kini mengalihkan pandangannya dari Berlyn.
Mereka pun keluar dari mobil dan menyapa Sasha juga Beni.
__ADS_1