Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Resmi Jadian


__ADS_3

Erlyn mulai mengerjapkan matanya dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke pupil nya. Erlyn melihat keselilingnya, semua teman-temanya berada di ruangan itu. Ada yang duduk di sofa, ada yang tidur di lantai. Dan Berlyn, duduk di samping tempat tidur Erlyn.


"Kenapa gue ada di rumah sakit?" ucap Erlyn lirih.


Berlyn merasakan gerakan dari Erlyn, ia pun membuka matanya dan menatap ke arah Erlyn.


"Kamu udah sadar? Ada yang sakit gak? Atau mau minim?" tanya Berlyn sambil mengusap tangan Erlyn dengan lembut.


"Gue…kenapa bisa di sini?" tanya Erlyn menarik tanganya dari Berlyn.


Berlyn tersenyum dan menatap mata Erlyn. "Bagus deh kalau kamu udah sadar…Dua hari kamu di rawat di sini, bikin cemas semua orang" ucap Berlyn sambil mengusap lembut rambut Erlyn.


"Ehm…kenapa lo sopan banget? Gue jadi canggung dengernya" ucap Erlyn yang bingung dengan panggilan 'aku kamu' yang di ucapkan Berlyn.


"Kenapa mesti canggung, kan kamu udah setuju jadi pacarku" ucap Berlyn dengan tersenyum lembut.


"Sejak kapan?" seru Erlyn yang sudah melupakan kejadian malam itu.


"Kamu lupa? Sebelum kamu isep racun di tanganku, kamu kan sudah setuju buat jadian sama aku?" ucap Berlyn sambil mengerutkan alisnya.


"Ahh…Masa sih!" seru Erlyn sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal karena malu.


"Udah ingat kan? Hmm, kalau kamu tetep canggung dengan panggilan 'aku kamu' boleh aja kalau kamu mau di panggil sayang" ucap Berlyn menggoda Erlyn.


"Berlyn apaan sih lo!" teriak Erlyn yang mengagetkan seisi ruangan.


"Erlyn! Lo udah sadar?!" seru Sasha yang terbangun dari tidurnya dan langsung menghampiri Erlyn.


"Erlyn! Ada yang masih sakit gak?!" seru Doni yang juga terbangun dari tidurnya.


Begitu pula Beni juga mendekat ke Erlyn setelah mendengar teriak Erlyn. Berlyn hanya tersenyum melihat reaksi Erlyn yang begitu berlebihan menanggapi godaan nya.


"Hmm…maaf ya. Udah ngerepotin kalian semua" ucap Erlyn yang kini di kerumuni teman-temanya.


"Apaan sih Lyn! Lo sakit ya mesti harus kita jaga" ucap Doni ke Erlyn.

__ADS_1


"Iya! bener kata Doni" seru Sasha menambahkan.


"Kalian semua disini? Terus kamping nya gimana?" tanya Erlyn yang baru teringat akan kegiatan yang mereka ikuti.


"Ya…setelah lo pingsan dan gak sadar…Kita izin buat nemenin lo di sini" ucap Beni menjawab Erlyn.


"Iya…lagian cuma tinggal kegiatan santai aja kok" ucap Sasha mengimbuhi.


"Makasih ya udah nemenin gue" ucap Erlyn dengan tulus.


"Udah…jangan banyak mikir dulu. Sekarang kamu istirahat lagi aja! Kata dokter, kalau udah sadar besok bisa langsung pulang" ucap Berlyn lembut sambil mengusap lembut tangan Erlyn.


"Ehem!" Beni berdehem melihat perbuatan Berlyn yang begitu lembut. "Kayaknya…ada berita bagus nih…" ucap Beni menyindir Berlyn.


"Berita apaan?" tanya Sasha yang masih belum mengerti ucapan Beni.


Sedangkan Doni hanya menunduk sayu, karena ia sudah mengerti akan situasi itu. Bahkan, Erlyn tidak lagi menolak perlakuan Berlyn.


"Apaan sih Ben!" seru Erlyn yang merasa malu dengan ucapan Beni.


"Bener apanya?" tanya Sasha yang masih bingung.


"Bener ada kabar gembira!" seru Beni sambil memukul pundak Berlyn.


"Apaan sih?! Gue jadi makin kepo nih!" gerutu Sasha yang makin termakan rasa penasaran.


"Gue udah jadian sama Erlyn" ucap Berlyn mengheningkan suasana.


"Waaa! yang bener Lyn?!" seru Sasha ke Erlyn dengan girang.


Erlyn hanya tersenyum dengan pengakuan Berlyn. Ia tak lagi memiliki keraguan untuk menerima cinta Berlyn. Karena setelah kejadian malam itu, Erlyn jadi sadar kalau dia tidak rela kehilangan Berlyn untum kedua kalinya.


Sedangkan Doni terkejut mendengar pengakuan Berlyn. Ia menatap Erlyn yang tersenyum senang akan pengakuan Berlyn.


"Jadi…sekarang gue udah benar-benar kalah?" ucap Doni dalam hati sambil menatap kosong ke arah Erlyn.

__ADS_1


"Oiya! Gue baru inget!" seru Erlyn mengheningkan suasana.


"Apa?" tanya Berlyn yang penasaran.


"Gue masih belum kasih perhitungan ke lo! Apa coba maksud kamu waktu itu pura-pura kesakitan sampai mau pingsan?!" tanya Erlyn ke Berlyn.


"Ehh!…Gue cuma pengen tahu perasaan lo yang sebenarnya. Gue juga gak tau kalau lo bakal ngelakuin tindakan kayak gitu. Maaf…gara-gara kebohonganku, jadi sampai di rawat di sini" ucap Berlyn merasa bersalah.


"Gila lo! Demi kepuasan lo! Sampai bikin Erlyn celaka!" bentak Doni yang terkejut mendengar pengakuan Berlyn.


"Udah! Santai dulu bro" ucap Beni menenangkan Doni.


"Iya! Gue tau gue salah! Gue juga gak mau Erlyn terluka kayak gini" ucap Berlyn penuh penyesalan.


"Udah…Lagian lo juga terluka gara-gara nolongin gue. Emang dari awal seharusnya gue yang terluka" ucap Erlyn sambil mengusap rambut Berlyn.


Berlyn mendongak menatap Erlyn yang tersenyum kepadanya. Membuat hati Berlyn terus berkata untuk selalu menjaga wanita di depannya itu.


Doni meredam emosinya setelah mendengar ucapan Erlyn. Melihat Erlyn begitu perhatian dengan Berlyn, membuat Doni memantapkan hati untuk melepaskan Erlyn.


Di sisi lain, Sella telah melihat perbincangan mereka dari balik pintu kamar pasien.


"Gak boleh di biarin! Karena gue gak bisa dapetin Berlyn secara sukarela. Gue bakal dapetin dengan cara paksa" gerutu Sella dalam hati dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit.


*


*


*


Makasih buat dukungan nya😁


Hari ini novel "Jatuh Cinta Kepada Gunung Es" telah mendapat level nya 😅


Terus beri dukungan nya ya😘

__ADS_1


__ADS_2