
"Acara akan di mulai, jangan membuat keributan di acara ku!" ucap Tuan Gu yang tidak lain Kakeknya Erlyn.
"Bagaimana mungkin ini bisa jadi acara Ayah!" ucap spontan Pak Xander.
"Heh!…setelah memperlakukan puteri ku seperti itu, kamu masih punya muka menyebut saya Ayah?" ucap Tuan Gu mencibir Pak Xander.
"Mari nak Bella, kita duduk di sebelah sana" ucap Tuan Gu kepada Bella dan kemudian duduk di bangku paling dekat dengan panggung.
"Saya benar-benar merasa malu sudah memuji kalian seperti tadi!" ucap Bu Wanda yang kemudian berjalan pergi.
Berlyn mengikuti ibunya pergi, sedangkan Sella hanya bisa menggertakan giginya dan mengeluh pada ayahnya.
"Pi!! Kenapa jadi gini sih?! Katanya papi udah temenan lama dengan Maminya Berlyn! Kenapa gak bilang kalau yang deket dengan Bu Wanda itu Vera bukan papi?!" seru Sella menyalahkan Ayahnya.
"Papi juga gak tau kalau bakal ada yang mengacau. Jika saja Bu Wanda mengira kamu puterinya Vera, mungkin kamu bisa manfaatkan kesempatan buat dapetin Berlyn!" ucap Pak Xander menjelaskan.
"Terus sekarang mesti gimana? Pandangan Bu Wanda ke Sella udah jadi buruk pa!" ucap Sella merengek.
"Kamu tenang saja…Jika kita bisa memenangkan lelang hari ini, Papi punya rencana yang lebih bagus lagi" ucap Pak Xander percaya diri.
"Tuan Gu…sudah lama tidak berjumpa. Bagaimana kabar tuan?" ucap Bu Wanda menyapa Tuan Gu.
"Kenapa begitu sungkan dengan saya? Panggil saja paman seperti dulu" ucap Tuan Gu sembari mengusap bahu Bu Wanda.
"Saya sungguh tidak menyangka bahwa Vera sudah meninggal, bahkan saat pemakamannya pun saya tidak tahu hadir" ucap Bu Wanda lirih.
__ADS_1
"Memang sudah takdir semua manusia. Cepat atau lambat, semua akan meninggalkan dunia ini" ucap Tuan Gu menenangkan Bu Wanda yang terlihat sedih.
"Tapi untuk sekarang ini, saya ingin minta bantuan kepada kalian" ucap Tuan Gu berubah menjadi serius.
"Bantuan apa?" tanya Bu Wanda yang siap mendengar apa yang akan di katakan Tuan Gu.
"Saya tahu perusahaan kalian sangat menginginkan proyek ini. Saya juga telah membaca proposal kalian memang memenuhi kebutuhan kami. Tapi saya ingin di final lelang ini…Kalian mengalah agar Xander memenangkan proyek ini" ucap Tuan Gu memelankan suaranya.
"Kenapa?" tanya Berlyn yang dari tadi mendengar pembicaraan maminya dengan Tuan Gu.
"Wah…ini putera kamu ya? Erlyn udah banyak cerita tentang kamu" ucap Tuan Gu sembari menepuk bahu Berlyn.
"Ehh!…Erlyn" ucap Berlyn gugup sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Erlyn itu cucuku! Katanya mereka baru saja pacaran!" ucap Tuan Gu terkekeh melihat wajah Berlyn yang merona.
"Beneran? Berlyn pacaran? Kenapa gak pernah cerita ke mama. Malah mama kira kamu suka sama Beni yang tiap hari maen sama kamu!" ucap Bu Wanda yang juga tak bisa menahan senyumnya.
"Ma! Anak mama tuh masih normal, masa iya suka sama sesama jenis!" cetus Berlyn dengan cemberut.
"Iya iya…" ucap Bu Wanda mengusap rambut Berlyn.
"Tapi…masalah proyek ini. Kenapa kami harus mengalah?" tanya Berlyn yang mengubah mimik wajahnya menjadi serius.
"Saya minta bantuan kalian, kali ini hanya ada 5 perusahaan yang akan mengikuti lelang ini. Siapa yang bisa mendapatkan lahan itu, maka bisa bermitra dengan perusahaanku. Tapi…saya sudah meminta bantuan Bella dari perusahaan KL untuk mempermainkan Xander pada lelang kali ini. Supaya…" Tuan Gu menjelaskan detail rencananya kepada Bu Wanda dan juga Berlyn. Setelah berbincang beberapa waktu, akhirnya mereka mencapai kesepakatan untuk menjadikan Xander pemenang proyek ini.
__ADS_1
"Baiklah saya akan membantu Tuan" ucap Bu Wanda sopan.
"Haduh…kan tadi udah di kasih tahu, panggil paman aja seperti dulu. Lagian sebentar lagi juga jadi keluarga" ucap Tuan Gu sembari melirik ke Berlyn.
"Hhh…iya!" seru Bu Wanda yang kemudian tertawa.
Berlyn hanya tersenyum kaku karena malu, sedangkan Bella yang sedari tadi berada di samping Berlyn juga menahan tawa melihat ekspresi Berlyn yang malu karena di goda Tuan Gu.
"Halo! Saya Berlyn, Terima kasih sudah mau membantu Erlyn" ucap Berlyn sembari mengulurkan tanganya ke Bella.
"Tidak masalah…Memang sudah kewajiban saya untuk membantu teman saya" ucap Bella sembari menjabat tangan Berlyn.
"Asli! Gue baru kali ini ngerasa lucu! Berlyn bantuin gue bilang Terima kasih ke gue sendiri! Gimana ya Ekspresi Berlyn saat tahu kalau gue sebenarnya Erlyn" ucap Bella dalam hati sembari menahan tawanya di balik cadar.
*
*
*
Hari ini segini aja ya🥺
Kepala Author lagi pusing, bingung mau nulis apa😅
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya😘
__ADS_1