Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Anak Tangga


__ADS_3

"Oyy!!" teriak Berlyn sembari memukul bahu Beni yang sedang duduk di pinggir lapangan memainkan bola di tangannya.


"Ehh!…Udah balik lo Lyn" ucap Beni sembari mengambil bolanya yg jatuh karena di kagetkan Berlyn.


"Kenapa lo bengong aja di sini?" tanya Berlyn yang kini duduk di sebelah Beni.


"Aish…" gerutu Beni sembari mengacak-acak rambutnya.


"Gue bingung Lyn…Tadi gue bikin Sasha ngambek" ucap Beni sembari meneguk air minum.


"Ohh…pantesan Erlyn juga marah-marah" ucap Berlyn sembari merebut air di tangan Beni.


"Lah…Kenapa Erlyn marah-marah?" tanya Beni yang bingung dengan ucapan Berlyn.


"Ngajarin Sasha nari, tapi Sasha nya lagi gak fokus" ucap Berlyn setelah meneguk habis air di botol Beni.


"Mereka mau nari? Kenapa gak ngeband aja, suara Sasha juga lumayan bagus" ucap Beni sembari mendrible bola dan memasukannya ke ring.


"Gue juga gak tau. Emangya mereka nari buat apa?" ucap Berlyn yang kini menemani Beni bermain basket.


"Lah…kukira lo udah tau. Mereka kan mau ikut lomba seni tahunan" ucap Beni sembari merebut bola dari Berlyn.


"Tumben Erlyn mau ribet ikut acara kampus. Seingat gue, Erlyn di SMA dulu gak pernah mau ikut kegiatan kalau gak ada sangkut pautnya sama gue" ucap Berlyn sembari tersenyum merebut bola dari Beni dan berhasil memasukannya ke ring.


"Haha…emang bener sih! Dari dulu bakat Erlyn sia-sia karena cuma di buat ngejar lo" ucap Beni yang kembali mendrible bola.


"Tapi lomba kali ini juga tentang lo!" ucap Beni setelah memasukan bola ke ring.


"Apa maksud lo?" tanya Berlyn sembari mengambil bola dan duduk di sebelah Beni yang telah berbaring di lapangan.


"Tadi Via sama Meli dateng ke kelas kita. Mereka berdua nantangin Erlyn buat ikut itu lomba seni itu. Katanya kalo Erlyn kalah, Erlyn harus jauhin kamu" ucap Beni menjelaskan.


"Kenapa lo gak bilang dari tadi!" seru Berlyn yang langsung berdiri.


"Emangnya kenapa?" tanya Beni yang langsung duduk karena Berlyn berdiri tiba-tiba.


"Itu acara mulai tanggal 8. Kalau mereka tetap kayak tadi enggak bakalan bisa menang" ucap Berlyn menjelaskan.


"Lah!... Berarti tinggal 2 hari lagi donk. Pasti ini udah di rencanain sejak lama oleh Via dan Meli" ucap Beni yang mencoba mencerna ucapan Berlyn.


"Hadeh…Kenapa juga si Erlyn ngeladenin mereka sih!" cetus Berlyn yang berjalan meninggalkan Beni.


"Lo mau kemana?!!" teriak Beni sembari menatap Berlyn yang menjauh.


"Bantuin tuan puteri!!" teriak Berlyn sembari melambaikan tangannya tanpa menoleh.


"Gue juga ikut!!" teriak Beni yang kemudian berlari mengejar Berlyn.


Di sisi lain Erlyn tengah duduk sembari meminum air dari botol dan masih fokus melihat Sasha yang sedang menari.


"Kaki lo kurang lebar Sha!!" teriak Erlyn ke Sasha.


"Susah banget sih Lyn! Gak ada gerakan yang lebih mudah ya?" gerutu Sasha sembari mengikuti gerakan yang ada di layar laptop di depannya.


"Udah bagus kayak gitu jangan di rubah! Masa lo kalah sama anak kecil yang ada di video itu sih!" ucap Erlyn mengejek Sasha agar lebih serius.


"Nih!! Pakai proyektor biar videonya lebih besar" ucap Berlyn yang datang sembari memberikan proyektor mini ke Erlyn.

__ADS_1


"Wah…Kebetulan banget nih!" ucap Erlyn yang langsung menghubungkan laptop nya ke proyektor.


"Wuih…keren banget tuh bocil!" cetus Beni yang juga baru datang bersama Berlyn.


"Kenapa lo kesini?!" seru Sasha jutek ke Beni.


"Ya elah Sha…maafin gue ngapa" ucap Beni sembari memrangkul Sasha dari belakang.


"Udah selesai! Ayo latihan lagi!" seru Erlyn setelah selesai memasang proyektor.


"Aduh…lepasin deh! Gerah tauk habis nari!" cetus Sasha melepaskan pelukan Beni.


"Kamu masih punya video pas SD?" tanya Berlyn sambil melihat tarian di layar.


"Ehh! Maksud lo, itu Erlyn?" tanya Beni sembari menunjuk layar.


"Iya!" ucap Berlyn santai.


"Gila lo Lyn! Kenapa gak bilang?! Pantes aja gerakan lo lihay banget. Rupanya ini tarian lo sendiri" ucap Sasha yang terkejut karena ternyata anak kecil yang sendari tadi di ikuti adalah Erlyn sewaktu kecil.


"Ya…lo juga gak nanya!" ucap Erlyn sembari tertawa.


"Ya udah deh… ayo lanjut lagi" ucap Sasha dan mulai menari.


Sasha dan Erlyn berlatih sangat keras setelah di beritahu oleh Berlyn kalau lomba itu di adakan 2 hari lagi. Selama 2 hari itu, Sasha dan Erlyn terus berlatih sedangkan Berlyn dan Beni membantu menyiapkan kostum mereka.


Di sisi lain, Via tidak sengaja melihat Erlyn dan Sasha yang sedang berlatih menari.


"Sial!! Kenapa mereka bisa nari sebagus itu dalam waktu singkat?! Ini gak bisa di biarin, gue harus ngelakuin sesuatu!" ucap Via dari balik pintu.


Cklak…Lampu di seluruh ruangan padam. Erlyn dan Sasha menghentikan latihan nya.


"Lyn!! Tolong nyalain flash HP kamu!" ucap Erlyn ke Berlyn.


"Mungkin ada yang konslet!! Ini juga udah malem, kita pulang aja istirahat buat besok" ucap Berlyn sembari berjalan ke arah Erlyn dengan bantuan Flash Hp.


"Iya deh Lyn…gue juga udah capek nih" ucap Sasha yang kini berjalan duduk di sebelah Beni.


"Ya udah…Nanti sampai rumah lo berendam pakai air hangat dulu biar besok bisa rileks" ucap Erlyn sembari membereskan peralatan mereka.


"Bagus deh…Gue juga udah ngantuk nunggu di sini dari tadi" ucap Beni sembari menyandarkan kepalanya di bahu Sasha.


"Yee!…E lo mah apaan! Baru jam segini udah ngantuk!" cetus Sasha sembari mendorong kepala Beni.


"Ya udah ayo pulang!" ucap Erlyn yang memimpin jalan.


"Hati-hati jangan sampai tersandung!" ucap Beni langsung menggandeng tangan Erlyn agar tetap di dekat Berlyn.


"Sini biar kita yang duluan!" ucap Beni yang menarik tangan Sasha dan berjalan mendahului Berlyn dan Erlyn.


"Ehh…Pelan-pelan donk!" ucap Sasha yang kaget karena di tarik Beni.


"Hust…Kita duluan aja, jangan gangguin mereka berduan di tengah kegelapan kayak gini" ucap Beni berbisik ke Sasha.


"Heleh!…bilang aja lo yang modus mau berduaan sama gue!" ucap Sasha yang mulai menyetarakan langkahnya dengan Beni.


"Ya…itu juga sih. Tapi kan lo pacar gue, gak masalah donk. Lagian 2 hari ini lo latihan terus gak meratiin gue!" ucap Beni yang tetap berjalan.

__ADS_1


"Iya…iya! Habis lomba besok kita jalan-jalan deh!" ucap Sasha sembari menempelkan kepalanya ke lengan Beni.


"Ehh! Kayaknya Jam tangan gue ketinggalan di dalem deh!" ucap Erlyn ketika mereka baru keluar pintu ruangan.


"Ya udah gue ambilin, kalian duluan aja" ucap Berlyn langsung masuk ke dalam ruangan.


"Kalian duluan aja! Gue nunggu Berlyn di sini dulu!" ucap Erlyn ke Sasha dan Beni.


"Ya udah! Kita turun duluan ya. Nanti di tunggu di parkiran!" seru Sasha yang sudah menuruni setengah anak tangga.


Bruakk!…


"Ahh!…" Teriakan Erlyn terdengar keras mengaggetkan Beni dan Sasha. Sedangkan Berlyn langsung Berlari keluar ruangan.


Erlyn terjatuh hingga ke bawah anak tangga. Sasha langsung berlari menghampiri Erlyn yang tersungkur di lantai. Di tengah kegelapan Beni melihat seseorang berlari dengan cepat. Sedangkan Berlyn langsung berlari menuruni tangga.


"Erlyn!! Lo gak papa?!" tanya Sasha sembari memapah Erlyn untuk duduk.


"Aw…sst…Gue baik-baik aja, tangga nya juga gak terlalu tinggi. Tapi ini kakiku sakit kayaknya kesleo deh" ucap Erlyn merintih kesakitan.


"Erlyn!! Kenapa kamu bisa jatuh sih? Ada yang sakit gak?!" seru Berlyn yang langsung jongkok di depan Erlyn.


"Cuma kesleo doank…gak terlalu sakit kok" ucap Erlyn yang di bantu berdiri oleh Berlyn.


"Lo jatuh sendiri?" tanya Beni ke Erlyn


"Enggak! Tadi sepertinya ada yang dorong gue dari belakang. Soalnya dari tadi gue cuma berdiri di situ belum turun ke tangga" ucap Erlyn menjelaskan.


"Tadi ada orang yang lari kesana tepat setelah Erlyn jatuh" ucap Beni menjelaskan apa yang tadi ia lihat.


"Omongin itu nanti aja, sekarang kita ke rumah sakit dulu periksa Erlyn" ucap Berlyn yang langsung menggendong Erlyn.


"Iya…kita obatin dulu kakinya Erlyn!" ucap Sasha menambahkan.


Mereka pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi Erlyn. Di sisi lain, Via sedang menelepon Meli.


"Lo tenang aja…Besok kita pasti bisa menangin perlombaan itu" ucap Via dengan senyum liciknya.


"Kenapa lo bisa yakin gitu?" tanya Meli ke Via.


"Tadi gue lihat mereka latihan menari. Tapi sayangnya Erlyn terpleset di anak tangga" ucap Via tertawa kecil.


"Heh! Kalau denger dari suara lo…gak mungkin kan Erlyn terpeleset gitu aja?" ucap Meli yang juga tersenyum licik.


"Ya…itu gak penting! Yang penting mereka pasti kalah!" ucap Via dengan senangnya.


*


*


*


Halo Reader👋 udah nungguin ya😅


Maaf banget udah lama gak update 😁


Soalnya Author sedang ada alasan tersendiri jadi belum bisa update. Tapi setelah ini, Novel ini akan kembali update secara rutin paling lambat 2 hari sekali😁

__ADS_1


Tunggu kelanjutan nya😘


__ADS_2