Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Kebohongan selama 2 tahun


__ADS_3

Berlyn masuk ke dalam kelas, ia sengaja duduk di belakang Erlyn. Karena itu masih hari pertama, dosen belum memberikan pelajaran. Mereka hanya melakukan perkenalan. Sepanjang kelas, Berlyn hanya terfokus kan kepada Erlyn.


"Sudah dua tahun,dan Erlyn terlihat banyak berubah. Nampak lebih dewasa, sejak kapan dia suka mengikat rambutnya" gumam Berlyn dalam hati sembari tersenyum.


"Itu yang di belakang! Senyum sendiri kenapa ya? Sini dong cerita ke depan, biar yang lain juga bisa ikutan seneng" seru Bu Dosen mengacaukan lamunan Berlyn.


"Enggak ada apa-apa kok Bu!" Berlyn tersenyum canggung, melihat teman-teman sekelasnya mentertawakan nya.


"Eheem…Betah amat lo liatin Erlyn" bisik Beni ke telinga Berlyn.


"Apaan sih lo!" cetus Berlyn menjauhkan dahi Beni darinya.


Kelas telah usai, para siswa mulai meninggalkan ruangan. Tetapi tidak dengan Erlyn.Setelah dosen keluar ruangan, Erlyn langsung terfokus pada IPad nya.


"Lyn…Lo gak ke kantin lagi?" tanya Sasha Ke Erlyn.


"Enggak…Kalau Lo mau ke kantin, ya kantin aja. Gue lagi ada urusan dulu"ucap Erlyn yang tetap fokus pada IPad nya.


"Aneh deh lo…semenjak lo pulang dari luar negeri, lo selalu fokus pada IPad. Kapan kita seru-seruan lagi? udah lama lo kita gak ketemu" seru Sasha mengerucutkan bibirnya.


Erlyn menghela nafasnya dan menatap Sasha.


"Akhir pekan nanti kita jalan-jalan…janji deh!" ucap Erlyn sambil mencubit pipi Sasha.


"Aw…sakit Lyn! Tapi bener ya?Hari minggu nanti kita jalan-jalan" tanya Sasha menegaskan ucapan Erlyn.


"Iyaa…" ucap Erlyn melembut.


"Ya udah deh. Gue ke kantin dulu ya. Daa…" ucap Sasha yang pergi dengan melambaikan tangannya.


Berlyn masih di belakang Erlyn, ia melihat Erlyn tidak pergi ke kantin. Berlyn mengambil kesempatan itu untuk mendekati Erlyn kembali.


"Erlyn!" panggil Berlyn ragu-ragu.


Seketika Erlyn menghentikan aktivitas nya. Deg…jantungnya berdetak tak beraturan. Setalah sekian lama, Erlyn mendengar namanya di panggil dengan suara itu. Berlyn berpindah ke tempat duduk yang dekat dengan Erlyn, karena Erlyn tak menggubris panggilannya.


"Erlyn apa kabar?" tanya Berlyn dengan senyumanya


"Baik" ucap Erlyn mencoba tenang. "Erlyn…Lo gak boleh goyah lagi! Lo udah berjuang selama 2 tahun buat ngelupain dia. Jangan sampai perjuangan lo selama 2 tahun sia-sia!" ucap Erlyn dalam hati untuk menegguhkan keinginan nya.

__ADS_1


"Erlyn…gue minta maaf gegara gue lo jadi pindah sekolah. Gue cuma emosi sesaat, gue gak bermaksud buat…"Berlyn belum menyelesaikan ucapannya, tapi sudah terpotong oleh Erlyn.


"Udah…yang lalu biar berlalu. Lagian gue pindah sekolah bukan karena lo" ucap Erlyn dengan tatapan dingin. Erlyn mengingat kembali apa yang membuat nya harus pindah sekolah. Erlyn tidak pernah bisa melupakan kejadian hari itu.


"Tapi waktu itu Sasha bilang ke gue kalau…" ucapan Berlyn terputus lagi.


"Gue sengaja bilang gitu supaya lo ngerasa bersalah!" cetus Sasha yang tiba-tiba datang dengan membawa makanan dan menaruhnya di depan Erlyn.


"Makasih ya" ucap Erlyn kepada Sasha.


"Kenapa lo ngelakuin itu?" tanya Berlyn ke Sasha.


"Salah lo sendiri udah bikin sahabat gue satu-satunya jadi sedih. Gue bilang gitu jadinya lo juga ngerasa sedih kan!" ucap Sasha berterus terang.


"Jangan-jangan selama ini gue nanyain kabar Erlyn, lo juga bohongin gue ya?" tanya Berlyn lagi.


"Kalau soal itu gue gak boong! Emang setelah Erlyn pindah, dia gak pernah bisa di hubungi lagi. Dia aja baru nelepon gue minggu lalu, suruh gue jemput di bandara" ucap Sasha menjelaskan.


"Lo nanyain kabar gue? Kenapa?" ucap Erlyn sambil makan dan tetap fokus pada IPad nya.


"Ehh!…Enggak" ucap Berlyn malu.


Berlyn dan Sasha saling menatap satu sama lain dan mengakhiri tatapannya menuju Erlyn. Berlyn penasaran apa yang di kerjakan Erlyn hingga begitu fokus. Berlyn mengintip ke arah IPad Erlyn, Berlyn terkejut melihat apa yang tertera di layar.


"Lo lagi ngamati pasar saham?" tanya Berlyn mengejutkan Erlyn.


"Hah!! Pasar saham?" tanya Sasha yang terkejut dengan ucapan Berlyn.


"Enggak kok…Gue lagi buat komik nih!" ucap Erlyn sambil menunjukkan IPad nya.


"Ehh…apa gue salah liat ya?" ucap Berlyn sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


Ring…ring…ring…suara ponsel Erlyn berdering.


"Halo! iya…oke" ucap Erlyn menjawab telepon nya sambil mengambil tas nya dan berjalan keluar kelas. Berlyn dan Sasha hanya melihat Erlyn yang berjalan keluar tanpa berkata apapun kepada mereka.


"Sasha!…Gue mau pulang dulu, tolong minta izin buat gue ya!" seru Erlyn yang berhenti di depan pintu.


"Lo mau kemana?!" teriak Sasha dari jauh.

__ADS_1


"Ada urusan bentar" ucap Erlyn singkat dan langsung pergi.


"Huft…lagi-lagi kayak gini" gumam Sasha yang kini menyungkurkan kepalanya ke meja.


"Kenapa lo?" tanya Berlyn ke Sasha.


"Hais…gue bingung sama Erlyn. Semenjak dia pulang dari luar negeri, dia jadi sibuk banget. Entah apa yang di kerjain.Tiba-tiba ada yang nelpon, dan dia langsung pergi. Kalau gak gitu, dia sibuk dengan IPad nya" gerutu Sasha sambil membereskan makanan Erlyn tadi.


"Gue juga ngerasa gitu. BTW, lo udah punya nomernya kan? Minta dong!" seru Berlyn kepada Sasha.


"Oke nanti gue kirim" ucap Sasha lalu pergi keluar kelas.


"Sebenarnya apa yang lo alami selama 2 tahun ini. Bahkan kepribadian yang lo miliki dulu, udah enggak ada lagi" gumam Berlyn yang sedang memikirkan Erlyn yang dulu selalu tersenyum dan ceria.


***


Di sisi lain Beni sedang makan siang di kantin, dan di datangi oleh Via dan Meli.


"Beni!…Berlyn dimana?" tanya Via kepada Beni.


"Enggak tau!" jawab Beni singkat.


"Gimana sih lo!…Biasanya kan lo sama Berlyn terus, sekarang kenapa lo tinggalin si Berlyn!" celoteh Meli sambil mendorong bahu Beni.


"Iya…iya! Berlyn masih di kelas! Dah pergi sono!…ganggu orang lagi makan aja" gerutu Beni melanjutkan makanya.


"Gitu dong" ucap Via lalu pergi.


"Thanks Beni!" seru Meli yang juga pergi.


"Haish…untung mereka berdua masuk ke Fakultas Seni. Kalau satu jurusan sama mereka, mungkin Berlyn bakal pindah kampus!" gumam Berlyn tersenyum geli, dan melanjutkan makanya.


*


*


*


Makasih sudah mau mampir ke novel ini😁

__ADS_1


__ADS_2