Jatuh Cinta Kepada Gunung Es

Jatuh Cinta Kepada Gunung Es
Berbagai Ancaman


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah. Seperti biasanya semua siswa satu persatu memenuhi kelas. Namun kali ini berbeda, Lantaran Erlyn datang bersama Berlyn. Di tempat parkir,Meli dan Via sudah menunggu Berlyn dari pagi. Di sudut tempat parkir, terlihat lah mobil Berlyn yang mulai meminggir. Meli dan Via bersaing untuk saling mendahului menghampiri Berlyn.


"Berlyn!" seru Via dan Meli dari luar mobil.


Clak…suara pintu mobil terbuka. Betapa terkejutnya Meli dan Via melihat Erlyn yang turun dari mobil Berlyn.


"Kalian masih aja belum berubah" ucap Erlyn yang baru keluar dari mobil.


"Heh!…Apa maksud lo!" bentak Via sembari mendorong bahu Erlyn.


"Enggak ada maksud!" cetus Erlyn sembari mengusap bajunya yang habis di sentuh Via.


"Asal lo tau aja ya! Berlyn gak akan suka dengan lo yang punya wajah mirip dengan Sella!" teriak Via sembari menunjuk wajah Erlyn.


"Lo masih aja kayak dulu! Jadiin wajah gue buat ngejauhin Berlyn! Tapi yang lo harus tahu! Gue bukan lagi cewek polos yang bisa lo bodohi!" gertak Erlyn sembari meremas tangan Via yang tadi menunjuknya.


"Dan lo juga masih sama! Manfaatin medsos buat permaluin orang!" ucap Berlyn yang baru keluar dari mobil dan merampas Ponsel Meli.


"Berlyn!…Gue" ucap Meli gugup karena ketahuan merekam pertikaian Erlyn dan Via.


"Lo kira selama ini gue gak tau? Kalau lo yang nyebarin berita gue nolak Erlyn, sampai Erlyn jadi perbincangan seisi sekolah!" cetus Berlyn sambil mereset isi ponsel Meli.


"Kalian gak mungkin udah jadian kan?" tanya Via menyelidik.


"Kalau emang iya kenapa?!" cetus Berlyn yang kini meraih tangan Erlyn dan di gandengnya.


Erlyn tersenyum menatap ke arah Berlyn, dan beralih menatap Meli dan Via.


"Gue cuma mau bilang ke kalian! Perasaan gak bisa di paksa! Biarpun kalian berulang kali menjauhkan gue dari Berlyn, meskipun gak ada gue, Berlyn juga gak bisa suka sama kalian! Tapi kalau Berlyn memang suka sama seseorang,seberapa jauh dia, pasti juga akan Berlyn perjuangin!" ucap Erlyn berusaha untuk meleraikan permusuhan di antara mereka.

__ADS_1


"Kenapa kamu mesti jelasin ke mereka? Gak perlu buang-buang waktu buat mereka! Ayo ke kelas!" ucap Berlyn yang kemudian menggandeng Erlyn ke kelas.


Erlyn hanya bisa menuruti Berlyn yang menarik tangannya pergi. Sedangkan Meli dan Via hanya menatap kesal dari kejauhan.


"Gue udah suka Berlyn sejak SMP. Dulu Sella, sekarang adiknya? Kenapa gue gak pernah dapet kesempatan berada di sisi Berlyn!" gerutu Via menggenggam erat telapak tangannya.


"Sebenarnya gue gak begitu suka Berlyn…Hanya saja, sejak gue bertemu Erlyn…Gue udah benci sama Erlyn yang selalu menjadi pusat perhatian! Dulu gue sering bersaing dengan Erlyn, dan gue selalu kalah! Kali ini, biarpun gue gak bisa dapetin Berlyn…Jangan harap Erlyn bisa senang dengan Berlyn!" ucap Meli sembari menatap Via penuh ambisi.


Meli dan Via saling menatap satu sama lain. Keduanya memberikan tatapan penuh ambisi.


"Karena musuh kita sama, Akan lebih menyenangkan jika kita hancurkan bersama-sama!" ucap Via sembari mengulurkan tangannya ke hadapan Meli.


"Semoga kerja sama kita lancar!" ucap Meli sembari menjabat tangan Via.


Di sisi lain, Sella mengambil izin cuti sehari dan berniat menemui Ayahnya di perusahaan.


Tok…tok…tok…seseorang mengetuk pintu ruangan Pak Xader.


"Papi!" seru Sella yang baru masuk keruangan.


"Ehh!…Kenapa pagi-pagi ke kantor? Bukanya masih harus kuliah?" ucap Pak Xander menyambut anaknya.


"Habisnya papi di tungguin di rumah gak pulang-pulang!" ucap Sella manja sambil memeluk Ayahnya.


"Uhh…maaf ya sayang, Papi semalem baru balik dari luar kota. Karena pagi ini ada rapat, jadi gak sempat pulang" ucap Pak Xander sembari mengusap rambut Sella.


"Papi! Sella butuh bantuan papi…" ucap Sella manja.


"Apa?" tanya Pak Xander yang kini kembali duduk.

__ADS_1


"Jadi gini Pi…Sella tuh pernah pacaran sama cowok, karena salah paham jadinya putus. Sekarang cowok itu pacaran sama Erlyn, Sella masih sayang sama cowok itu Pi…" ucap Sella memasang wajah memelasnya.


"Terus…apa yang bisa Papi lakuin?" tanya Pak Xander sembari membuka dokumen-dokumenya.


"Papi kok gitu sih?! Papi dengerin Sella cerita dulu dong!" ucap Sella merengek.


"Iya sayang…kamu bilang aja apa yang mesti papi lakuin" ucap Pak Xander yang kini melihat ke arah Sella.


"Papi…Papi tau gak CEO dari QT group?" tanya Sella yang mulai serius.


"Maksud kamu…Wanda Xinandar?" tanya Pak Xander yang juga mulai serius.


"Iya Pi…Papi tau kan dia punya seorang putra, Nah! Sella mau, Papi bantuin Sella untuk dapetin Putra nya" ucap Sella merayu Papi nya.


"Tapi nak…Mereka bukan sembarangan orang yang bisa papi kendalikan. Lagian kan masih banyak laki-laki yang lain" ucap Pak Xander mencoba menolak permintaan Sella, mengingat bahwa keluarga Berlyn juga termasuk keluarga terkemuka di sana.


"Papi!! Kenapa papi gak bilang aja kalau papi enggak mau buat Erlyn sedih!! Tapi Pi…Kalau papi enggak ngebantuin Sella, Sella juga pasti sedih Pi! Papi juga harus ingat, Puteri papi bukan cuma Erlyn aja! Papi juga masih berhutang kasih sayang selama ngebiarin aku hidup menderita di luar sana bersama Mami!" teriak Sella yang mulai mengeluarkan air mata buaya nya.


"Bukan itu maksud Papi…Kamu jangan nangis lagi! Okey, papi bakal ngelakuin apapun untuk Sella…jangan nangis lagi ya sayang" ucap Pak Xander sembari memeluk Sella untuk menenangkan nya.


"Iya Pi…Sella tau, Pasti papi akan bantuin Sella" ucap Sella dengan senyum sinisnya dari balik pelukan ayahnya.


*


*


*


Terima kasih atas dukungan nya 😁

__ADS_1


Jangan pernah bosen memberikan jempol kalian ya😅


__ADS_2