
Hari terus berlanjut. Setelah kejadian di panggung, Via dan Meli bukan hanya pindah jurusan. Setelah kejadian itu, Via tidak keluar rumah. Sedangkan Meli pindah keluar negeri karena sangat malu.
Kehidupan Erlyn dan Berlyn menjadi normal. Berlyn tetap populer seperti biasanya, sedangkan Erlyn tetap menjadi gadis Genius yang gila kerja. Hingga akhirnya mereka telah lulus dan memutuskan untuk segera menikah.
Berita pernikahan putera tunggal keluarga Nandar dengan CEO KL group menjadi berita utama di seluruh kota. Apalagi setelah sekian lama, CEO KL group yaitu Bella yang selama ini misterius akan mempublikasikan identitasnya.
Pernikahan yang mewah berlangsung dengan meriah. Puluhan awak media memenuhi acara itu. Berbagai pejabat penting dan juga konglomerat menghadiri upacara pernikahan itu.
"Biarpun perusahaan gue udah berjalan hampir 2 tahun. Kalau buat dandanin sahabat gue yang satu ini, harus gue sendiri yang turun tangan!" ucap Sasha sembari memoleskan blush on di wajah Erlyn.
"Lo sama Beni sejak tahun ketiga di kuliahan cuma fokus sama kerjaan. Kapan ada rencana nikah?" tanya Erlyn menggoda Sasha.
"Ya gimana lagi, Beni juga baru di amanahin buat nerusin perusahaan nya. Sedangkan gue juga punya impian gue sendiri. Tapi sekarang lo juga lihat kan, usaha Beni sudah stabil dan Cita-cita gue buat bikin usaha di industri kosmetik juga udah lancar. Kalau rencana nikah sih…Lo gak perlu khawatir…" ucap Sasha yang kemudian memamerkan cincin di jarinya.
"Widih…Beneran mau nyusul nih! Keren…kapan lo di lamarnya? Kenapa gak bilang ke gue?" ucap Erlyn sembari menggoda Sasha.
"Yee…Bukannya gue gak mau bilang ke lo. Tapi lo sih belakangan ini sibuk sendiri" ucap Sasha yang masih fokus merias Erlyn.
"Ya Sorry. Lo juga tau upacara pernikahan gue sama Berlyn bikin heboh kota sudah dari bulan lalu. Banyak yang harus gue siapin. Apalagi masalah penggabungan kedua perusahaan" ucap Erlyn menjelaskan.
"Jadi kabar yang beredar itu bener? Kalian bakal gabungin kedua perusahaan?" tanya Sasha yang cukup kaget.
"Ya…cepat atau lambat memang kedua perusahaan harus bergabung. Lo juga tahu sendiri, Berlyn dan gue sama-sama pewaris tunggal di dalam keluarga. Apalagi sama-sama perusahaan yang cukup besar, bakal kewalahan kalau di emban sendiri-sendiri. Yang ada, nanti malah gak ada waktu buat satu sama lain" ucap Erlyn menjelaskan.
"Kan masih ada Kak Dewi!" ucap Sasha menyela pernyataan Erlyn.
"Lo kan juga tau. Dari dulu Kak Dewi enggak pernah ikut campur dalam perusahaan. Bukanya gue gak yakin sama kemampuan Kak Dewi, tapi enggak di bolehin sama suaminya" ucap Erlyn menjelaskan.
"Kenapa gak di bolehin?" tanya Sasha yang masih tetap merias Erlyn.
"Kak Dewi lagi hamil. Jadi,juga karena itu pula perusahaan kedua keluarga mau di gabung. Biar bagaimanapun gue tetep perempuan. Ada saatnya gue cuti dari pekerjaan gue" ucap Erlyn menjelaskan.
"Ohh…jadi karena itu. Lalu setelah di gabung, yang mana yang jadi perusahaan pusatnya? KL group atau perusahaan Berlyn?" tanya Sasha yang semakin penasaran.
"Bukan keduanya. Gue sama Berlyn udah ngerancang perusahaan baru yang nanti akan jadi pusat dari kedua perusahaan. Lo juga tahu kedua perusahaan kami memiliki arah yang berbeda. Perusahaan Berlyn lebih fokus ke pembangunan dan industri hiburan sedangkan perusahaan gue lebih fokus ke bidang Pemrograman. Oleh karena itu, perusahaan kami yang baru tidak hanya memihak salah satu bidang. Kita akan membangun perusahaan yang mencakup seluruh bidang dari kedua perusahaan, bahkan mungkin akan bertambah dengan industri yang lain" ucap Erlyn dengan penuh percaya diri.
"Wah…Memang konglomerat punya impian yang berbeda dari kami yang cuma rakyat biasa…" ucap Sasha merendahkan diri.
__ADS_1
"Rakyat biasa? Lo emang rendah diri atau pura-pura miskin? Emang kemarin siapa yang menerima penghargaan sebagai Perusahaan kosmetik baru dengan penghasilan terbesar di Negeri, bahkan sampai menandingi perusahaan yang lebih senior?" ucap Erlyn menyindir Sasha.
"Siapa ya?…Gak kenal tuh" ucap Sasha sembari tertawa.
"Tapi memang ya, Perusahaan lo berkembangnya cepet banget. Bahkan sudah masuk urutan ke 5 sebagai perusahaan Top di negeri. Asal nerobos antrian perusahaan yang udah lama!" ucap Erlyn memuji Sasha.
"Ya…Tapi masih belum ada apa-apa nya ketimbang perusahaan lo sama Berlyn. Yang ada di urutan pertama dan kedua. Selama ada kalian, gue sama Beni cuma bisa dapat urutan 5 besar. Tapi sebentar lagi perusahaan kalian bakal di gabung, otomatis posisi kedua akan kosong. Siap-siap aja, pasti akan gue dapetin posisi itu" ucap Sasha penuh antusias.
"Yee…kalau bikin target harus lebih tinggi dong. Jadiin posisi pertama sebagai target, baru bisa jadi lebih memuaskan" ucap Erlyn menggoda Sasha.
"Boro-boro peringkat pertama. Mau ke peringkat kedua aja masih harus ngelewatin gue sama Kak Ega dulu!" ucap Beni yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang rias.
"Yee…Jangan mentang-mentang sekarang peringkat lo lebih tinggi dari gue jadi lo bisa pamer. Belum tahu aja nanti mungkin perusahaan gue bisa lebih tinggi dari lo!" ucap Sasha mengelak ejekan dari Beni.
"Ya elah…Kenapa mesti rebutan peringkat sih? Entah perusahaan Lo atau Beni yang lebih tinggi bukanya nanti tetap sama aja! Sama-sama jadi nasi di rumah kalian berdua! hahaha" ucap Erlyn mentertawakan Sasha dan Beni.
"Yee…malah ngeledekin kita! Tapi kalau di pikir-pikir, kemajuan perusahaan Kak Ega juga lumayan cepat lo. Bisa-bisanya peringkat 3 teratas di tempatin kalian bersaudara" ucap Sasha ke Erlyn.
"Ya bukanya cepat juga sih, memang dari dulu game mereka laris-laris. Apalagi sekarang sudah berkembang pertandingan antar E-sport. Game online jadi laris di pasaran. Karena itu pula, selain karena Kak Dewi hamil, karena perusahaan mereka sendiri sudah cukup berkembang,Kak Dewi merasa ia tidak berhak menerima KL group. Apalagi dia tau kalau itu jerih payah gue sejak muda" ucap Erlyn menjelaskan.
"Udahlah…Bahas kerjaan nanti aja. Gue kesini di suruh manggil kalian, acara udah mau di mulai. Berlyn udah nunggu di depan" ucap Beni setelah mendengar perbincangan Erlyn dan Sasha
Erlyn menutup wajahnya dengan cadar pengantin, karena identitasnya belum di publikasikan.Akhirnya Mereka pun keluar menuju aula, Berlyn telah stand by menunggu kehadiran Erlyn. Berlyn tersenyum sembari mengulurkan tangannya ke Erlyn. Di balaslah senyuman dengan senyuman pula.
Berlyn menggandeng tangan Erlyn dan berjalan melintasi karpet merah yang terlihat tak berujung. Dengan di ikuti oleh kedua keluarga dan kedua sahabatnya. Berlyn dan Erlyn berjalan dengan penuh kebahagiaan.
Riuhnya tepuk tangan tamu undangan di sertai kilatan kamera wartawan, turut mengiringi langkah menuju kehidupan baru mereka.
Upacara berlangsung dengan meriah, semua orang bersuka cita. Hingga acara selesai dan di akhiri dengan sesi wawancara.
"Tuan Berlyn. Beredar kabar kalau kedua perusahaan dari kedua keluarga akan di gabung menjadi satu. Apakah pernikahan ini merupakan pernikahan bisnis yang sengaja di atur oleh kedua keluarga?" tanya salah satu wartawan setelah beberapa saat yang lalu Berlyn dan Erlyn memberikan sambutan.
"Saya tidak tahu kenapa berita bisa beredar dengan cepat, bahkan pengumuman resmi masalah penggabungan kedua perusahaan belum keluar tapi para media sudah mengetahuinya. Tapi yang perlu saya perjelas, pernikahan kami bukanlah pernikahan bisnis, Pernikahan kami murni karena saling cinta. Kami sudah saling mengenal sejak di Sekolah menengah. Bahkan sebelum saya kenal dengan Bella, Erlyn dan saya sudah berkencan. Jadi, kedepannya jika masih ada media yang memberitakan pernikahan kami sebagai pernikahan bisnis, kami tidak akan segan lagi untuk bertindak" ucap Berlyn menjelaskan dengan tegas membuat para media gemetar melihat ekspresi dingin Berlyn.
"Udahlah…Sabar aja! Para media di sini juga sedang kerja, kamu gak perlu masang wajah dingin kayak gitu" ucap Erlyn menenangkan Berlyn.
"Huh…iya" ucap Berlyn mengiyakan Erlyn.
__ADS_1
"Nona Erlyn, bisakah anda memberitahu kami alasan mengapa selama ini menutupi identitas anda?" tanya salah satu wartawan ke Erlyn.
"Karena pada saat saya menerima tanggung jawab sebagai pewaris, saya masih seorang siswi SMA. Mungkin setelah saya mengungkap identitas saya hari ini, sebagian orang sudah menyadari kalau saya salah satu puteri dari Tuan Xander" ucap Erlyn yang tiba-tiba mengheningkan suasana. Karena sebagian orang baru menyadari bahwa yang di katakan Erlyn itu benar.
"Pada saat itu, Ibu saya baru meninggal. Sedangkan saya di usir oleh Ayah saya sendiri. Pada saat itu saya pergi ke rumah Kakak perempuan saya, lalu tidak lama dari itu saya ke luar negeri untuk belajar dan mengambil alih usaha kakek. Karena takut tidak di akui oleh anggota dewan, saya yang masih remaja berpenampilan layaknya wanita dewasa agar bisa masuk ke perusahaan. Karena itulah saya menyembunyikan identitas saya" ucap Erlyn menjawab pertanyaan wartawan.
"Anda masih mempunyai saudara perempuan, lantas mengapa bukan kakak anda yang mengambil alih perusahaan?" tanya wartawan
"Saya tidak mengizinkan!" cetus Kak Ega menyela perkataan Erlyn.
"Hmm…sebenarnya kami dari tadi juga penasaran. Kenapa semua Pemimpin perusahaan Top 5 berbaris di sini saat wawancara keluarga Tuan Berlyn dan Nona Erlyn?" tanya wartawan menyinggung kehadiran Ega, Sasha dan Beni.
"Eh…Mungkin karena selama ini saya menyembunyikan identitas saya. Jarang ada yang tahu, sebenarnya Kak Ega ini kakak ipar saya. Dan di sebelahnya itu Kakak Perempuan saya" ucap Erlyn menjawab pertanyaan wartawan.
Semua wartawan saling menatap satu sama lain karena terkejut dengan pengakuan Erlyn.
"Istri saya sudah menjadi milik saya sejak ia menikah dengan saya. Jadi ia tidak punya tanggung jawab untuk meneruskan usaha Tuan Gu.Saat itu sebagai orang yang lebih tua, kami hanya bisa membimbing dan membantu Erlyn sebagai penerus bahkan sekarang kemampuan nya melebihi kami yang mengajarkan.Memang anak muda jaman sekarang sangat mengerikan. Bahkan kalian bisa lihat sendiri,di sini saya berasa paling tua di antara mereka" ucap Ega menjawab pertanyaan wartawan sembari bercanda. Erlyn dan yang lainnya hanya tertawa mendengar pengakuan Ega.
"Kalau Tuan Beni dan Nona Sasha? Apa kalian juga kerabat dari Tuan Berlyn dan Nona Erlyn?" tanya wartawan lagi.
"Bisa di bilang bukan…tapi juga bisa iya… Kami memang tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan mereka. Tapi kami sudah menjadi sahabat mereka sejak masih SMA" ucap Beni menjawab.
"Kalau kalian ingin mengetahui kisah percintaan mereka, kalian bisa tanya kepada kami. Di perjalanan cinta mereka, selain menjadi sahabat, kami juga menjadi penonton dari kisah mereka" ucap Sasha menyambung perkataan Beni.
"Sedari tadi Tuan Beni dan Nona Sasha berbicara saling mewakili satu sama lain. Apakah ada maksud di balik itu?" tanya Wartawan yang mencoba menguak berita.
Beni tersenyum menatap Sasha dan kemudian kembali menatap kamera.
"Benar sekali. Memang ada maksud di balik kata 'kami'. Sebenarnya, selain sahabat dan penonton. Kami juga sering jadi patner Double Date mereka" ucap Beni sembari memamerkan cincin di jari Sasha.
"Ihh…Apaan sih!" cetus Sasha yang kaget dan malu karena Beni tiba-tiba meangkat tangannya.
Riuh para wartawan menjadi semakin ramai, bertambah lagi berita besar yang akan menghebohkan seisi kota.
"Kalau menurut Tuan Gu dan Nyonya Wanda, bagaimana pendapat anda mengenai pernikahan anak-anak anda?" tanya wartawan lagi.
"Anak-anak sudah dewasa memang sudah seharusnya menikah. Karena saya sudah pernah memaksa membebankan tanggung jawab yang besar kepadaya saat muda, saya tidak mau ikut campur dalam pilihan mereka. Namun siapa sangka, tanpa memaksa mereka juga menemukan pasangan yang layak untuk mereka sendiri" ucap Tuan Gu menjawab.
__ADS_1
"Entah dunia ini yang kecil, atau takdir yang sangat indah. Dulu saya sahabat dari ibunya Nak Erlyn, bahkan dulu saya dan ibunya Erlyn sering belajar bersama dari Tuan Gu. Setelah berpisah selama bertahun-tahun, siapa yang menyangka kami di pertemukan karena cinta putera dan Puteri kami. Meskipun saya tidak bisa melihat kepergian sahabat saya untuk terakhir kalinya, saya masih merasa senang karena kedua anak kami bisa menjadi keluarga" ucap Bu Wanda dengan penuh haru.
Sesi wawancara berlangsung hingga hampir dua jam. Selama seminggu lebih, berita seluruh negeri membahas pernikahan mereka. Pernikahan mereka menjadi topik pencarian terbanyak di web. Di tambah dengan kehadiran kelima pemimpin Top 5 di dalam satu acara, semakin menghebohkan pembicaraan seluruh negeri.