
Berlyn berjalan menuju tempat parkir, tetapi Berlyn melihat Erlyn sedang berbicara kepada laki-laki yang Berlyn tidak kenal. Laki-laki itu hanya mengobrol sebentar dengan Erlyn, kemudian masuk ke mobil dan pergi. Kini Berlyn berjalan menghampiri Erlyn.
"Erlyn! Lo baik-baik aja kan?" tanya Berlyn yang cemas dengan keadaan Erlyn.
"Iyaa…gue baik-baik aja kok" jawab Erlyn dengan tenang.
"Tadi siapa?" tanya Berlyn lagi.
"Kamu tadi ngelihat ya? Hmm…dia temenya Kak Dewi, cuma nyapa aja tadi" ucap Erlyn membohongi Berlyn, sebenarnya yang tadi dia temui itu Dewa Asisten nya.
"Ohh…tapi lo beneran gak apa-apa kan?" tanya Berlyn lagi.
"Udah 2 tahun gak ketemu, kok lo jadi banyak tanya sih? Kemana perginya Berlyn yang dulu kayak gunung Es?" ucap Erlyn dengan tertawa mengejek Berlyn.
"Udah ilang Lyn!…Gunung Es nya udah kamu lelehin!" Seru Beni yang baru datang bersama Sasha.
"Apaan sih lo!" cetus Berlyn ke Beni.
"Lo baik-baik aja kan Lyn?" tanya Sasha ke Erlyn.
"Iyaa, baik kok. Baik…banget!" ucap Erlyn dengan senyum nya.
"BTW, gue mau survei ke rumah baru yang mau gue tinggalin nanti. Kalian lanjutin aja jalan-jalan nya" ucap Erlyn mengheningkan suasana.
"Lo beneran di usir sama Papi lo?" tanya Sasha ke Erlyn.
"Cerita nya panjang, nanti gue ceritain ke lo" ucap Erlyn sambil menepuk bahu Sasha.
"Kita ikut lo aja, nanti di mobil lo bisa ceritain ke kita. Gue juga pengen tau, kenapa Sella bisa ngaku jadi kakak Lo" ucap Berlyn dengan nada serius.
"Kalian beneran pengen tau banget?" tanya Erlyn ke teman-teman nya.
"Iyaa!" seru Sasha dan Berlyn bersamaan.
"Eh…gue juga pengen tau"ucap Beni yang tertinggal.
"Ya udah, karena kalian temen-temen gue dari dulu. Gue bakal ceritain ke kalian" ucap Erlyn pasrah.
"Ya udah, ayo ke mobil!" seru Berlyn yang kemudian berjalan menuju mobilnya dan di ikuti oleh yang lain.
__ADS_1
Kali ini di dalam mobil, Erlyn di paksa Berlyn agar duduk di depan bersamanya. Sedangkan Beni, pindah duduk di belakang bersama Sasha.
"Kenapa gue harus di depan sih!" gerutu Erlyn sambil memasang sabuk pengamanya.
"Biar Berlyn leluasa liatin lo lah!" seru Beni dari bangku belakang. Berlyn hanya tersenyum mendengar ucapan Beni.
"Ya udah sih Lyn. Cuma masalah tempat duduk aja kok, mending sekarang lo cerita deh" ucap Sasha ke Erlyn.
"Ya udah gue cerita ya" ucap Erlyn bertele-tele.
"Iyaa!" jawab ketiga temanya antusias.
Erlyn hanya tersenyum melihat teman-teman nya yang sangat penasaran dengannya.
"Jadi gini, waktu itu kan gue lagi kesel kan sebab kejadian waktu itu. Nah gue pulang deh ke rumah. Belum nyampe ke rumah, orang dari rumah besar nelpon gue. Katanya mami kena serangan jantung, ya gue langsung pulang ke rumah besar deh" ucap Erlyn sedih mengingat keadaan ibunya saat itu.
"Tapi pas gue udah sampai di rumah sakit, mami udah gak ketolong. Setelah sore itu mami di makamin, gue pulang ke rumah besar. Dan disana, ada Sella dengan mamanya" ucap Erlyn yang kini mengepalkan kedua tanganya.
"Kenapa mereka di sana?" tanya Sasha makin penasaran.
Setelah Berlyn melihat Erlyn mengepalkan kedua tanganya, Berlyn menjadi lebih khawatir dengan Erlyn.
"Enggak masalah kok, gue masih bisa lanjutin. Setelah gue pulang ke rumah besar itu gue baru tau apa penyebab penyakit jantung mami jadi kumat. Ternyata, papi ngenalin Sella ke mami. Dan yang ternyata, Sella itu anak papi gue dengan wanita simpanannya" ucap Erlyn menjelaskan dengan tatapan dingin.
"What! jadi beneran Sella kakak lo?!" teriak Sasha yang terkejut mendengar cerita Erlyn.
"Iya…biarpun cuma beda 2 bulan, dia lebih tua dari gue" ucap Erlyn lagi.
"Tunggu dulu deh.Tadi Sella bilang,Kalau dia anak tertua di keluarga kalian.Bukanya masih ada Kak Dewi sebagai kakak lo?" tanya Beni juga ingin tau.
"Dulu…mami sulit buat hamil. Sangking pengennya mami punya anak, mami ngadopsi anak dari panti asuhan. Ya…kak Dewi itu anak adopsi mami, biarpun begitu. Papi tetep gak sabar punya anak sendiri, jadinya ya gitu. Dia cari wanita yang bisa ngelahirin anak.tapi saat wanita simpanannya hamil, kebetulan mami juga lagi hamil gue" ucap Erlyn makin menjelaskan panjang kali lebar.
"Ohh…pantesan wajah kalian mirip" ucap Berlyn spontan mengheningkan suasana.
"Cukup ya! gak usah banding-bandingin wajah gue lo! Gue gak mirip sama sekali dengan Sella!" cetus Erlyn mengerucut kan bibirnya.
"Ehh…iyaa maaf. Enggak lagi deh" ucap Berlyn merasa bersalah.
"Tenang dong Lyn…santai aja, kalau di bandingin dengan kamu. Wajah Sella masih kalah jauh, cuma Kamu yang paling cantik" ucap Sasha membela Erlyn. "Lanjutin gih! Kenapa lo bisa di usir dari rumah?" tanya Sasha lagi.
__ADS_1
"Ya setelah gue tau mereka yang bikin mami gue kena serangan jantung, ya otomatis gue marah banget. Gue bertengkar deh sama mereka. Gue cuma gak abis pikir, padahal mami baru selesai di makamin. Tapi papi udah bawa wanita ular itu ke rumah. Dan gara-gara gue berantem sama mereka, gue di usir sama papi" ucap Erlyn dengan tatapan yang semakin geram.
"Jadi lo waktu itu bukan pindah karena gue tolak?" tanya Berlyn meledek Erlyn supaya tidak terlalu tegang.
"Mana ada!…Gue gak lemah ya, masa sekali di tolak langsung pindah sekolah" ucap Erlyn malu.
"Jadi…sekarang yang biayain hidup lo Kak Dewi?" tanya Sasha ragu-ragu.
"Ya enggak lah. Emang lo kira selama ini gue hidup ngandelin orang? Setelah gue di usir, memang sih gue pergi ke rumah Kak Dewi. Tapi setelah itu, gue di telepon kakek gue, Gue di suruh sekolah di tempat kakek. Ya udah, gue pindah ke luar negeri. Tapi selain itu, gue juga di ajarin bisnis di perusahaan kakek. Karena gue pengen pulang ke Indonesia, akhirnya kakek ngizinin gue pulang. Tapi ya gitu, gue masih kerja di perusahaan kakek" ucap Erlyn menjelaskan.
"Lo udah kerja di perusahaan? Padahal lo waktu itu masih SMA?" tanya Sasha lagi.
"Kok lo nanya gitu sih…Kan lo tau sendiri, IQ Erlyn di atas rata-rata manusia yang lain" ucap Berlyn dengan santai, karena memang waktu itu ia melihat Erlyn sedang mengamati pasar saham.
"Bener tuh, Gue kan emang pinter" ucap Erlyn membenarkan sambil tertawa.
"Kasian banget sih Erlyn. Lo tenang aja,Kalau lo butuh bantuan apapun. Lo bilang aja ke kita" ucap Sasha memberi semangat.
"iyaa…makasih ya" ucap Erlyn sambil senyum.
Setelah beberapa lama, akhirnya mereka sampai di rumah yang akan di tempati Erlyn. Teman-teman Erlyn begitu terkejut melihat rumah Erlyn yang memiliki desain indah meskipun di buat minimalis.
"Keren banget nih rumah!" Seru Beni yang kagum.
"Masa sih? Padahal gue cuma asal desain aja lo" ucap Erlyn sambil berjalan melihat-lihat.
"Lo desain sendiri? hebat banget lo!" ucap Sasha yang juga terpukau.
"Sekarang gue tau kenapa Erlyn bisa berubah drastis. Di usia nya yang masih muda, dia sudah harus bisa bersikap dewasa. Yah…gue juga tau gimana sulitnya bersaing di perusahaan. Gue sendiri yang di suruh Papa buat ngurus perusahaan dari dulu, juga masih kewalahan sampai sekarang. Tapi tenang aja Lyn.Gue dulu pernah bikin lo sedih, sekarang gue gak akan biarin siapapun bikin lo sedih lagi. Gue sekalipun" ucap Berlyn dalam hati hingga terlarut dalam lamunanya.
"Bro! Cewek-cewek udah pada jalan jauh tuh! Sampai kapan lo mau berdiri di sini!" cetus Beni sambil merangkul Berlyn.
"Eh…iya udah. Kita susulin aja!" ucap Berlyn yang sudah keluar dari lamunannya.
*
*
*
__ADS_1
Makasih buat yang sudah memberikan dukungan 😁