
Seusai kelas selesai, riuh para siswa kian menyepi. Kini tinggal Berlyn, Erlyn, Sasha dan Beni yang berada di dalam kelas.
"Lyn…Besok tolong kamu kasih tau ke dosen ya, Aku mau izin gak masuk kelas" ucap Berlyn ke Erlyn sambil merapikan bukunya.
"Mau kemana lo?" tanya Erlyn yang juga sedang merapikan bukunya.
"Aku mau ikut acara bisnis di puncak, mungkin selama 2 hari baru pulang" ucap Berlyn yang kini menatap Erlyn.
"Ohh…" jawab Erlyn singkat dan langsung berdiri hendak pulang.
"Kok kamu ngambek?!" seru Berlyn yang melihat Erlyn tak memperdulikan nya.
Erlyn hanya menatap ke Berlyn, karena ia bingung padahal Erlyn biasa aja malah di sangka ngambek. Sasha dan Beni juga melihat ke arah Erlyn setelah mendengar perkataan Berlyn.
"Kalian berantem?" tanya Sasha ke Erlyn.
"Enggak…Berlyn aja tuh yang mikirnya aneh-aneh" ucap Erlyn menyebar senyumnya.
"Terus,kenapa cuma jawab ohh aja?" tanya Berlyn curiga.
"Terus…Gue mesti jawab apa lagi?" ucap Erlyn sambil menaikan kedua telapak tangannya.
Berlyn diam karena tidak tahu mesti menjawab apalagi.
"Gue besok mau nemuin kakek! Jadi gue juga izin, jangan lupa kasih tau ke dosen ya Sa!" seru Erlyn yang langsung menarik tangan Berlyn keluar kelas.
"Wah…Enak bener ya kalau punya pacar. Pulang pergi ada yang nganter…" ucap Sasha yang kini menyangga wajahnya dengan kedua tanganya sembari melihat Erlyn dan Berlyn pergi.
"Ya sono cari pacar!" cetus Beni sambil berdiri hendak pulang.
"Enggak ah! Nanti kalau gue pacaran, kasian kamunya yang jomblo sendiri!" seru Sasha mentertawakan Beni.
"Ya udah pacaran sama aku aja!" ucap Beni lirih sembari menatap Sasha.
"Hah??" cetus Sasha yang bingung dengan ucapan Beni yang kurang jelas.
"Ehh!…Lupain aja!" Seru Beni yang kemudian berjalan keluar dengan cepat.
"Ei!! Lo tadi ngomong apa?! Gue gak denger!" seru Sasha sambil berlari mengejar Beni yang sudah jauh.
***
Di perjalanan Berlyn mengantarkan Erlyn untuk pulang…
"Kakek kamu udah dateng ke sini?" tanya Berlyn ke Erlyn.
"Iya…udah lama. Udah dari waktu kita kamping" ucap Erlyn menjawab pertanyaan Berlyn.
"Tapi…kok gak pernah kelihatan di rumah kamu?" tanya Berlyn lagi.
"Ohh…kakek lagi di rumah Kak Dewi. Mankanya besok gue mau nemuin kakek" ucap Erlyn yang kini mengeluarkan ponselnya karena ada pesan masuk.
"Berlyn! Lo berhenti di depan sana aja ya!" ucap Erlyn ke Berlyn setelah membaca pesan dari ponsel nya.
"Kenapa? Ini masih jauh dari rumah kamu lo" ucap Berlyn yang kini meminggirkan mobilnya.
"Gue udah di jemput buat ke rumah Kak Dewi, sampai ketemu nanti ya" seru Erlyn yang langsung keluar dari mobil Berlyn dan masuk ke mobil hitam yang ada di depannya.
__ADS_1
"Erlyn kenapa ya? Kayak nyembunyiin sesuatu" gumam Berlyn dalam hati.
"Apa gue ikutin aja ya…Haduh…apa sih yang gue fikirin! Masa gue gak bisa percaya sama Erlyn!" gerutu Berlyn sesaat dan langsung memutar mobilnya untuk pulang.
***
"Kakek!" seru Erlyn berlari menghampiri kakeknya yang duduk di ruang tamu.
"Wah…cucu kesayangan kakek udah pulang" ucap Kakek Erlyn sembari memeluk Erlyn.
"Nah…Erlyn udah pulang? Kebetulan sekali makanan udah siap, kita makan aja dulu. Sekalian ajak Dewa buat makan!" ucap Kak Dewi yang baru datang dari dapur.
"Wah…kebetulan banget! udah lama gak makan masakan kak Dewi!" seru Erlyn yang langsung berjalan ke ruang makan.
"Ehh!…ajak Dewa dulu!" seru Kak Dewi ke Erlyn.
"Udah-udah…ini Dewa udah ku ajak masuk" ucap Kak Ari yang tidak lain suami Kak Dewi yang baru pulang dari kerja.
"Ya udah…ayo susulin Erlyn! Nanti makanannya habis di Dia sendiri" ucap Kakeknya Erlyn sembari terkekeh.
Mereka pun berkumpul di meja makan, sambil makan mereka juga berbincang-bincang.
"Kakek!…Kali ini, kakek pulang ke Indonesia mau ngapain?" tanya Erlyn setelah meminum jus nya.
"Emang kakek masih perlu alasan apa lagi buat pulang ke tanah air sendiri?!" ucap Kakek sembari menunjuk Erlyn dengan garbu nya.
"Ya…Kan perusahaan kakek super sibuk. Kalau kakek ke sini, siapa yang ngurus kantor pusat" ucap Erlyn lagi.
"Udah Lyn…Makan aja dulu!" ucap Kak Dewi sembari menambahkan nasi ke piring Erlyn.
"Kakak!! Erlyn kan udah kenyang!" gerutu Erlyn melihat nasi di piringnya.
"Iya! Kamu tuh makin kurus semenjak tinggal sendiri!" ucap Kak Dewi mengimbuhi.
Mereka menyelesaikan makan malamnya, dan berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang.
"Erlyn! Besok pagi ikut kakek ke acara bisnis di puncak ya!" ucap Kakek ke Erlyn.
"Ohh…jadi ini alesan kakek pulang ke Indonesia" cetus Erlyn sambil memindah chanel TV.
"Kakek juga mau ikut lelang perebutan lahan itu?" tanya Kak Ari ke kakek.
"Kenapa juga kakek masih harus ikutan lelang? Sementara itu proyek dari perusahaan kakek sendiri!" ucap Kakek sembari menyeruput teh nya.
"Kalau gitu biar Erlyn aja yang kesana, kakek gak perlu capek-capek berpergian" ucap Erlyn sambil menggosok-gosokan kepalanya di bahu kakek.
"Kakek mau nyariin kamu suami" ucap Kakek santai sambil mengusap kepala Erlyn.
Sontak Erlyn duduk tegap mendengar perkataan kakeknya. Kak Dewi yang hendak memindahkan chanel TV juga menjatuhkan remot nya karena kaget dengan ucapan kakek.
"Kakek!!" seru Erlyn mengerutkan alisnya.
"Kakek…sepertinya ini masih terlalu cepat buat Erlyn" ucap Kak Ari yang melihat ekspresi tidak senang dari Erlyn.
"Tidak masalah! kalau tidak menikah sekarang, tunangan aja dulu juga gak masalah. Setidaknya Kakek bisa tenang ninggalin Erlyn di sini" ucap Kakek bersikukuh.
"Kakek…sebenarnya, Erlyn udah punya pacar" ucap Erlyn ragu-ragu.
__ADS_1
"Siapa?" tanya Kak Dewi dan Ari bersamaan. Karena yang mereka tahu, Erlyn belum punya pacar setelah pulang dari luar negeri.
"Nah! Kakak sama kakak ipar kamu aja gak percaya, apalagi kakek!" cetus Kakek sembari meminum teh nya lagi.
"Beneran kek…Erlyn baru pacaran selama 3 hari kemarin. Ya jelas Kak Dewi sama Kak Ari belum tahu" ucap Erlyn sembari mengerucutkan bibirnya.
"Siapa? Udah kerja apa belum? Baik sama kamu apa enggak? Kakek gak akan ngerestui kalian, kalau pacar kamu tidak bisa ngejagain kamu!" ucap Kakek semakin posesif.
"Nih!" cetus Erlyn sembari menunjukan fotonya bersama Berlyn.
"Berlyn?!" seru Kak Dewi setelah melihat foto yang Erlyn tunjukkan.
"Kamu kenal?" tanya kakek ke Kak Dewi.
"Hmm…Cuma pernah ketemu sekali sih kek" ucap Kak Dewi yang kemudian menatap Erlyn.
"Hmm…kalau di lihat, wajahnya lumayan ganteng buat memperbaiki keturunan" gumam Kakek sembari mengamati wajah Berlyn di foto.
"Kerja apa dia?" tanya Kak Ari ke Erlyn.
"Jadi wakil Direktur di QT group!" ucap Erlyn yang kembali menyimpan ponselnya.
"QT group? QT group yang di miliki keluarga Nandar?" tanya Kak Ari lagi.
"Iya, yang itu. Kalau gak salah, Berlyn juga mau hadir di acara besok" ucap Erlyn sembari meminum jus nya.
"Kebetulan sekali! Besok kamu kenalin kakek ke pacar kamu ya" ucap Kakek membujuk Erlyn.
"Enggak bisa kek…Erlyn belum bisa nunjukin diri Erlyn sebagai cucu kakek di depan umum. Jadi kalau besok Erlyn ke sana, masih harus jadi Direktur KL group" ucap Erlyn mengingat kan kakeknya.
"Benar yang kamu bilang, tapi kakek yakin. Setelah proyek ini di jalankan, kamu pasti bisa ngambil alih perusahaan keluarga Xander" ucap Kakek penuh percaya diri.
"Maksud kakek, Perusahaan papi?" tanya Kak Dewi yang dari tadi menyimak perbincangan kakek dan Erlyn.
"Kak!! Kakak masih manggil laki-laki bajingan itu papi? Apa kakak sudah lupa kalau dia yang buat mami kena serangan jantung?" ucap Erlyn mengingat kan Dewi tentang perbuatan Pak Xander yang tidak lain, ayah kandungnya sendiri.
"Kalian tidak perlu khawatir, perusahaan Xander dari dulunya memang bukan milik keluarga Xander. Dulu itu anak perusahaan yang kakek berikan ke Ibu kalian. Tetapi setelah menikah dengan Xander, satu persatu aset ibu kamu di pindah tangankan ke Xander" ucap Kakek yang mulai serius.
"Jadi…apa yang seharusnya jadi milik kalian, harus kalian rebut kembali" ucap kakek dengan senyum sinisnya.
"Sepertinya kakek sudah mempunyai rencana" ucap Erlyn yang juga tersenyum sinis melihat kakeknya.
"Haduh…udah bertahun-tahun. Tapi aku masih gak bisa baca pikiran kakek dengan cucunya ini" ucap Kak Ari dalam hati sembari memijat keningnya.
"Apapun itu caranya, kalau kamu butuh bantuan jangan ragu buat minta tolong ke kakak ya" ucap Kak Ari ke Erlyn.
"Siap kak!" ucap Erlyn antusias.
Mereka berbincang lumayan lama, satu persatu rencana telah mereka susun khusus untuk melumpuhkan perusahaan Xander.
*
*
*
Lagi-lagi up malem ya 😄
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungan kalian 😘