Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Yes


__ADS_3

"Maaf... "


Satu kata yang membuat Erhan tertunduk lesu.


Tanpa mereka sadari semua keluarga Nisa mulai dari ayah, ibu, Arkan dan Alina mengintip dari balik tirai. Mereka juga penasaran apa yang akan di katakan Nisa kepada Erhan hari ini. Mereka juga terkejut dengan sebuah kata yang di ucapkan Nisa. Tapi mereka masih tetap menguping, karena ingin tahu kelanjutan kisah cinta mereka berdua. Akankah lanjut atau end.


Sedangkan Nisa sendiri ikut tertunduk karena sudah memberikan sebuah jawaban seperti itu kepada Erhan.


"Baiklah Nisa, tidak apa-apa. Aku akan menerima apapun keputusanmu. Jika itu terbaik menurutmu. Maafkan aku jika terlalu memaksamu. " Akhirnya Erhan angkat bicara setelah mereka terdiam cukup lama.


"Maafkan aku Erhan, maksudku. Maaf, aku tidak bisa memakaikan cincin ini sendiri. Bisakah kau memasangkannya di jariku? " Kata Nisa mengambil cincin pemberian Erhan yang ada di saku kemejanya.


Erhan langsung mendongak menatap Nisa tak percaya. Berbagai rasa membuncah dalam dadanya, ada rasa terkejut, haru dan bahagia semua jadi satu tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ingin rasanya Erhan berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil, tapi dia ingat harus menjaga image nya sebagai seorang pria dewasa.. Namun tak dapat di pungkiri, Erhan merasa sangat bahagia.


"Jadi... " katanya tak percaya dengan menatap Nisa lekat.


Nisa mengangguk sebagai jawaban.


"Aku di Terima? " pekik Erhan.


Lagi-lagi Nisa mengangguk sebagai jawaban.


"Kalian lihat... Nisa menerimaku. " ujar Erhan kepada semua orang yang sudah keluar dari persembunyiannya karena juga merasa bahagia seperti Erhan.


Nisa yang mendengar itu, sontak menoleh ke belakang, di sana ada keluarganya yang sudah melihat moment barusan. Membuat Nisa semakin tertunduk malu.


Erhan mendekat ke arah Nisa, lalu mengambil cincin yang ada di tangan Nisa. Erhan sudah berdiri di hadapan Nisa, dengan satu jari telunjuknya Erhan mengangkat dagu Nisa agar menatap wajahnya. Sontak membuat Nisa blusing entah seperti apa wajahnya saat ini dia terlihat sangat malu.


"Paman, bibi, Arkan dan kakak ipar dengan disaksikan kalian berdua aku melamar Nisa. " Erhan kemudian menyematkan cincin di jari manis Nisa dengan senyuman yang terus merekah di bibirnya.


Kedua orang tua Nisa beserta Arkan dan istrinya merasa terharu sekaligus bahagia dengan kejadian yang baru saja terjadi. Mereka tidak menyangka kalau gadis kesayangan mereka akhirnya di lamar seorang pria asing.

__ADS_1


Mereka akhirnya berhambur memeluk Nisa, dan mendokan yang terbaik untuk Nisa. Kini, semua orang tengah duduk bersama di ruang tamu. Mereka akan membicarakan apa yang akan dilakukan selanjutnya.


"Ini, adalah awal dari lamaranku kepada Nisa, paman. Selanjutnya aku akan membawa mamaku dan beberapa keluarga datang kemari untuk melamar Nisa secara resmi. " kata Erhan dengan penuh semangat.


"Baiklah, kami akan menunggu. " jawaban dari ayah Ibnu mewakili semua orang.


"Apa kau bahagia, nak? " tanya Ibu Aisyah kepada anak perempuan nya.


Nisa mengangguk sebagai jawaban. Entahlah, saat ini perasaan Nisa juga tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Dia merasa sangat lega, bahagia dan juga malu. Jadi Nisa tak bisa berkata-kata lagi, hanya bisa mengangguk dan menggeleng sebagai jawaban.


"Lalu, bagaimana dengan perasaanmu Erhan. " tanya Arkan menggoda calon adik iparnya itu.


"Awalnya, aku merasa kecewa karena ucapan maaf darinya. Namun sekarang, perasaanku tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata lagi " kata Erhan dengan rasa bahagianya.


"Mulai sekarang, panggil aku kakak ipar dan mereka... " kata Arkan menunjuk ke arah ayah dan ibunya.


"Panggil mereka ayah dan ibu, seperti kami yang memanggil mereka ayah dan ibu. Kau harus bisa membiasakan diri mulai sekarang. Okey. "


Erhan mengangguk mengerti.


Ada hati seorang ibu lain yang merasakan haru dan kebahagiaan tak terkira. Karena akhirnya anak semata wayangnya bisa mendapatkan cintanya, dan dia juga mendapatkan calon menantu yang di inginkan nya. Bonusnya, semua keluarga Nisa menerima Erhan dengan baik. Mereka semua seperti sudah mengenal Erhan lama. Jadi sudah tidak ada kecanggungan satu sama lain. Menghilangkan kekhawatiran dibenak mama Aylin.


Itulah kenapa mama Aylin sangat bahagia dan bersyukur, Keluarga Nisa mau menerima Erhan yang seorang warga negara asing, dengan sangat baik bahkan tidak di anggap asing. Setelah puas mendengar jawaban Nisa, dan reaksi keluarganya mama Aylin langsung mematikan panggilan videonya, dan bersiap ke perusahaan. Dia akan merencanakan sesuatu dengan Kemal secepatnya.


Di rumah Nisa, kini mereka semua sedang makan siang. Erhan sudah belajar menggunakan tangan untuk makan. Karena dia juga harus mulai adaptasi dengan budaya calon istrinya. Dan ternyata makan menggunakan tangan terasa lebih nikmat daripada menggunakan sendok. Nisa juga mengajarkan beberapa hal tentang budaya yang ada di Indonesia, agar calon suaminya itu tidak mengalami culture shock melihat perbedaan di antara kedua negara.


Setelah makan, tak henti-hentinya Alina menggoda Nisa karena sudah di lamar Erhan, walau bukan lamaran resmi. Dan itu membuat Nisa sangat malu. Belum lagi godaan dari asisten rumah tangganya yang Ikut-ikutan.


Kini ayah dan ibu sudah masuk kamar setelah makan siang, Begitu pula Arkan dan keluarga kecilnya juga sudah masuk ke dalam kamar untuk menidurkan Alan. Sedangkan Nisa dan Erhan saat ini berada di sebuah gazebo yang ada di taman belakang, dibawah gazebo ada kolam ikan koi yang tidak terlalu besar. Namun bisa memanjakan mata.


"Nisa, apa kau sudah siap? " kata Erhan memecah keheningan sesaat.

__ADS_1


"Siap untuk? "


"Menikah dengan ku. " kata Erhan tanpa ragu.


"Aku... "


"Aku ingin bisa lebih dekat denganmu Nisa. Aku tidak ingin seperti ini lebih lama lagi. Aku ingin menyentuhmu dan mendekapmu dalam hubungan yang halal. Maafkan perkataan ku ini jika membuatmu takut. "


"Aku... " Nisa seperti nya masih ragu.


"Aku adalah pria normal Nisa, aku ingin menyentuh wanita yang aku cintai. Selama ini aku menahannya, karena aku ingin menjagamu sampai hubungan kita sudah di halalkan. Aku harap kau mengerti. Kita sama-sama sudah dewasa, jadi aku harap kau mau kita segera menikah dan menghalalkan segala hubungan. "


"Iya... aku siap. Tapi aku minta satu hal padamu."


"Apa, katakanlah. "


"Jaga hatimu hanya untukku. Tetaplah setia pada satu wanita, jangan pernah selingkuh. Aku harap ini pernikahan pertama dan terakhirku dan kau adalah cinta pertama dan terakhirku. Jangan pernah menyakiti ku. " Ucapan Nisa dengan memandang lekat mata Erhan


Mereka saling bertatapan beberapa saat, ada getaran aneh yang terjadi pada jantung mereka berdua, hingga akhirnya Nisa memutuskan pandangannya. Karena merasa tidak kuat menatap mata indah milik Erhan.


"Insyaa'Allah... Aku tidak bisa berjanji, tapi aku ingin membuktikannya kepadamu. Kelak Jika aku ada salah ketakanlah sejujurnya jangan kau pendam sendiri. Bantu aku, okey. "


Nisa mengangguk "kita akan saling mengingatkan nanti. "


Erhan merasa bahagia dengan kesiapan Nisa untuk menjadi istrinya. Dia sudah tidak sabar lagi melamar Nisa secepatnya.


Hari ini Erhan habiskan di rumah Nisa, saling mendekatkan diri dengan keluarga Nisa agar lebih akrab lagi. Erhan tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu kebersamaan mereka saat berada di sini. Hingga waktu menjelang malam, dan itu mengharuskan Erhan kembali ke hotel tempatnya menginap.


Sesampainya di hotel, Erhan langsung masuk ke kamarnya. Dan ketika dia menyalakan lampu, terlihat berbagai tumpukan benda asing di dalam kamarnya.


"Apa-apaan ini, siapa yang melakukan semua ini di kamarku. " geram Erhan.

__ADS_1


"Aku.... dasar anak nakal. " tiba-tiba seseorang menjewer telinga Erhan dari belakang.


Bersambung.


__ADS_2