Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Dua Bocah Tua


__ADS_3

Pagi harinya Nisa sudah terbangun dan menjalankan kewajibannya. Dia lalu bersiap untuk membersihkan tubuh Erhan yang sejak kemarin belum tersentuh air. Nisa menunggu Erhan bangun sambil menghubungi orang tuanya di Indonesia, seperti janjinya pada ibunya kalau setiap hari Nisa akan menghubungi keluarganya di sana, kecuali kemarin. Karena kemarin keadaan sangat kacau, sehingga Nisa lupa menghubungi ibunya.


"Assalamu'alaikum, " sapa Nisa saat panggilan terhubung


"Wa'alaikum salam. Akhirnya kamu telpon ibu juga, Nak. Sejak kemarin ibu khawatir karena kamu nggak telpon atau mengirin pesan kepada ibu. " Kata ibu Aisyah dari seberang telpon.


Nisa terkekeh mendengar ibunya terus bicara. Lega rasanya bisa mendengar suara sang ibu pagi ini.


"Maaf bu, kemarin Nisa sibuk. Jadi lupa ngabari ibu. "


"Ya sudah nggak apa-apa. Besok-besok sekiranya kalau kamu nggak telpon kamu kirin pesan ya? biar ibu nggak kepikiran. " ujar ibu Aisya lagi.


"Iya bu... " sebelum kalimat Nisa terucap lagi, Terdengar suara dokter masuk bersama perawat untuk kontrol pagi.


"Selamat pagi, nyonya. Kami akan melakukan pemeriksaan pagi ini, kepada tuan Erhan. "


Suara dokter itu, dapat di mengerti ibu Aisyah yang sedang melakukan panggilan telpon dengan Nisa, karena dokter tadi menggunakan bahasa Inggris. Ibu Aisyah curiga, lalu dia mengalihkan panggilan telponnya ke panggilan video.


Nisa jadi gelagapan karena dia tidak ingin ibunya tahu tentang keadaannya di sini. Namun mau mematikan ponsel juga nggak mungkin nanti dikira Nisa nggak sopan pada ibunya, dan malah menambah kekhawatiran di benak ibunya. Akhirnya Nisa mau melakukan panggilan video dengan sang ibu.


"Kamu ini dimana nak? " Ibu Aisyah langsung memberondong Nisa dengan pertanyaan setelah panggilan video tersambung.


"Nisa di rumah sakit bu, "


Wajah panik langsung terlihat di wajah ibu Aisyah.


"Kamu nggak apa-apa kan? " tanyanya dengan nada khawatir.


"Nisa nggak apa-apa bu, tapi mas Erhan. " lalu Nisa mengarahkan kamera belakang memperlihatkan Erhan yang sedang diperiksa dokter.


"Astaghfirullah hal adzim.... itu Erhan kenapa, Nis. Kenapa perutnya di perban? " tanya bu Aisyah penuh kekhawatiran.


"Sudah nggak apa bu, besok mas Erhan paling sudah pulang. Ibu nggak perlu khawatir ya. " kata Nisa menenangkan ibunya.


"Ya sudah kalau nggak kenapa-kenapa. mau jenguk juga jauh banget ,Nis. " kata Ibu Aisyah dengan wajah sendu.


"Nggak apa-apa bu. kita semua juga mengerti. Ya sudah, Nisa tutup dulu telponnya ya, bu. Nisa mau bersihin badannya mas Erhan sekalian nyuapi makan. Manja banget dia ternyata bu. " Kata Nisa sambil tekekeh. Erhan yang sedikit mengerti bahasa Indonesia mendelik ke arah Nisa karena merasa digibahin sama istri dan mertuanya.


"Laki-laki memang gitu, Nis. Ya, sudah kamu rawat suamimu itu dengan baik. jangan mengeluh di depannya jika kamu lelah, karena itu akan membuatnya merasa tak enak hati. " pesan bu aisyah kepada anaknya itu.


"Iya bu, Assalamu'alaikum. "

__ADS_1


"Wa'alaikum salam. " panggilan terputus.


Nisa lalu mendekati suaminya itu, dan mendapatkan senyuman mencurigakan dari Erhan. Setelah berada di samping suaminya itu, satu cubitan diberikan Erhan kepada Nisa.


"Aduh, sakit mas. " pekik Nisa sambil mengelus bekas cubitan di tangannya.


"Tadi kamu ngomongin aku sama ibu, ya? " tanya Erhan dengan nada curiga.


Mendengar itu Nisa hanya nyengir kuda...


"Tadi ibu nanyai mas Erhan kenapa, tapi aku nggak jawab jujur. Takut ibu khawatir. Mau jenguk, katanya kejauhan. Jadi ibu nitip doa aja semoga kamu lekas sembuh." Kata Nisa kemudian.


Dan diamini Erhan dan mama Aylin.


"Maaf ma, tadi kata dokter mas Erhan gimana? "


"Kata dokter, nunggu satu malam lagi disini, besok baru boleh pulang. Agar pengobatan lukanya bisa maksimal dulu katanya. "


"Alhamdulillah... Nisa sudah pengen pulang ma, karena Nisa nggak suka bau rumah sakit. "


"Iya, mama juga nggak betah di rumah sakit. " kata Mama Aylin membenarkan perkataan Nisa.


Pandangan Nisa beralih kepada Erhan.


Erhan mengangguk.


" Di atas ranjang apa di kamar mandi? " tanya Njsa lagi.


"Di kamar mandi aja, aku sekalian mau buang air kecil. " kata Erhan.


Nisa dan mama Aylin membantu Erhan turun dari ranjang, lalu dengan di tuntun Nisa, Erhan berjalan ke kamar mandi.


Melihat itu mama Aylin jadi terenyuh, dia sangat bahagia karena mendapatkan menantu seperti Nisa yang mau mengurusi anaknya walau sedang sakit. Kini mama Aylin akan merasa tenang jika suatu hari Allah memanggilnya. Karena Anaknya sudah ada yang memperhatikan dan merawatnya.


Di kamar mandi, Nisa membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Erhan tanpa merasa canggung lagi. Karean saat ini dia harus berperan sebagai perawat yang sedang merawat pasiennya. Nisa kemudian menyiapkan air hangat untuk mengelap tubuh Erhan. karena masih ada perban di perutnya jadi Nisa hanya mengelap tubuhnya saja.


"Yang, lihatlah juniorku. Walau seniornya sedang sakit tapi si junior tetap saja bangun saat kau sentuh. " kelakar Erhan untuk menggoda istrinya itu.


"Apaan sih mas, jangan mesum. Sembuhin dulu ini lukanya, baru ngurus junior. " Nisa merasa kesal dengan candaan Erhan yang mesum itu


"Tapi kan bisa diurus dengan cara lain, sayang. " godanya lagi.

__ADS_1


"Udah dong atau aku tinggal disini ya. " Kata Nisa yang mulai mengerucutkan bibirnya.


"Ih, gemes banget. " bagin Erhan melihat bibir Nisa yang mengerucut.


Cup.


Sebuah ciuman singkat mendarat di bibir Nisa. Membuat Nisa melotot. Bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini suaminya itu menunjukkan kemesuman nya. Tapi Nisa senang, karena itu artinya, Erhan sudah baik-baik saja. nggak ada yang perlu di khawatirkan.


Erhan keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar, di sampingnya masih ada Nisa yang selalu menemani. Erhan kembali ke ranjangnya dan dengan posisi ranjang sedikit duduk, jadi dia tidak terus-terusan tidur.


"Nis, ini sarapan Erhan dari rumah sakit sudah di antar. " Kata mama Aylin.


"Erhan, kamu mau di suapi siapa? mama Apa Nisa? " tanya mama Aylin pada anaknya itu.


"Di suapi istriku saja ma. " kata Erhan dengan semangat.


"Duh, yang udah punya istri, mama sudah nggak dibutuhin sekarang. " kata mama Aylin pura-pura sedih.


"Nggak gitu ma. Sekarang waktunya mama istirahat Ngurusin Erhan, karean sekarang sudah ada istri Erhan yang akan mengurusiku,ma " kata Erhan tak enak hati.


"Iya ma, Biar Nisa aja yang ngurusi mas Erhan. sekarang mama sudah boleh istirahat, kalau Nisa kualahan ngadepi manjanya mas Erhan, Nisa akan minta bantuan mama. " kata Nisa sedikit menyindir suaminya itu.


Ucapan Nisa barusan Membuat mama Aylin terkekeh dan membuat Erhan cemberut.


"Aku nggak manja, yang. " kilah Erhan


"Iya suamiku nggak manja, tapi minta di manja." mereka bertiga tertawa bersama merasakan kebahagiaan hari ini. Kemudian Nisa mulai menyuapi Erhan untuk sarapan.


Tak lama, pintu ruangan terbuka, Kemal masuk dengan menenteng beberapa kotak makanan. Tadi mama Aylin berpesan pada Kemal kalah ke rumah sakit sekalian bawa makanan untuk sarapannya dan Nisa.


"Cih, sekarang kamu sudah punya bayi yang gede ya, Nis. " ejek Kemal pada Erhan yang sedang di suapi Nisa.


"Stop jangan bicara. kau hanya akan membuatku kesal. " kata Erhan melarang Kemal untuk bicara.


Kemal hanya mencebikkan bibirnya mendengar kalimat Erhan.


"Ma, ini sarapan untukmu dan Nisa. " Kata Kemal memberikan paperbag berisi kotak nasi kepada mama Aylin.


"Terimakasih Kemal. "


"Aku akan ke kantor, sebelum kesiangan. Bro, cepatlah sembuh jangan kau bebankan pekerjaan kantor kepadaku terus. " Kata Kemal pura-pura mengeluh, membuat Erhan memberikan tatapan tajam kepada sahabat yang sekaligus menjabat sebagai asistennya itu.

__ADS_1


Mendapat tatapan tajam itu Kemal langsung berlari keluar kamar rawat. Membuat mama Aylin dan Nisa menggeleng kan kepalanya melihat tingkah kedua orang itu. Walau sudah tua tetap saja seperti anak kecil.


__ADS_2