Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Restu


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, mereka kembali duduk santai di ruang tamu. Suasana sudah tidak sekaku tadi, karena mereka sudah saling mengenal dan bertegur sapa. Erhan yang sudah lengket dengan Nisa tidak mau jauh-jauhan lagi tempat duduknya. Mereka duduk berdua dalam satu kursi panjang, dan mendengarkan obrolan para orang tua. Hingga sebuah kalimat yang di lontarkan mama Aylin mengagetkan semua orang.


"Sebaiknya sekalian kita tentukan tanggal pernikahan anak-anak kita. Pak Ibnu. "


Semua orang terdiam, tidak ada satupun diantara mereka yang langsung menjawab pertanyaan mama Aylin.


"Ma... " Erhan lagi-lagi merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa nak Erhan, memang sebaiknya kita menentukan tanggal pernikahan sekalian. Agar kita bisa menyiapkannya." Kata ayah Ibnu menengahi agar tidak terjadi perdebatan antara ibu dan anak itu.


"Nisa, kamu sudah siap kan? " tanya ayah Ibnu kepada Nisa.


"Insyaa'Allah Nisa siap yah. Bagaimanapun, Nisa juga pasti akan menikah kan? "


"Alhamdulillah..." semua orang berucap syukur karena pihak wanita sudah siap untuk menikah.


"Kalau begitu, saya serahkan kepada pihak pria saja. Kapan baiknya acara pernikahan bisa dilakukan. Karena anak kami sudah bersedia di persunting nak Erhan. "


Mama Aylin pura-pura berfikir, padahal dia sudah menyiapkan semuanya beberapa hari lalu.


"Bagaimana kalau minggu depan. " celetuknya tiba-tiba.


"Apa... " sontak semua orang dibuat terkejut dengan pernyataan yang tercetus dari bibir mama Aylin.


"Maaf nyonya.... " kalimat ibu Aisyah segera dipotong mama Aylin.


"Maaf jeng, jangan panggil saya nyonya. Kita ini Sama-sama ibu dari kedua calon mempelai lho. Panggil saja besan, gitu biar enak di dengernya " kata Mama Aylin memberi pengertian.


"Baiklah, besan. apa itu tidak terlalu mendadak? kita melakukan acara tunangan ini sudah mendadak, masa acara pernikahan juga mendadak? " Ibu Aisyah sedikit kesal dengan mama Aylin yang suka seenaknya.


"Mohon maaf sebelumnya, besan. Bukan maksud saya dadakan seperti ini. Tapi tenang saja semua sudah saya persiapkan." kata mama Aylin setelah melihat besannya itu sedikit kesal kepadanya.


"Maksud anda apa?"


" Saya merencanakan kita hanya melakukan acara hijab qobul di Indonesia. Sedangkan kami akan melakukan acara resepsinya di Turki. Bagaimana menurut kalian? " Jelas mama Aylin.


Sebuah rencana yang sama sekali tidak ada dalam daftar pemikiran Erhan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Dia hanya berfikir bagaimana bisa merebut hati Nisa, dan lainnya akan dipikirkan nanti.


Semua orang saling berpandangan satu sama lain. Lalu mereka menatap, Nisa. Sedangakan Nisa yang di tatap juga merasa bingung dengan keadaan ini.


"Bagaimana Nisa? " tanya mama Aylin kemudian.

__ADS_1


"Aku terserah apa kata ayah dan ibu, ma. "


Pak Ibnu menghembuskan napas kasar, "Baiklah besan saya setuju dengan rencana anda. " kata pak Ibnu pada akhirnya.


"Benarkah, terimakasih ya Allah... " kata mama Aylin dengan penuh syukur.


"Kalau begitu kita bisa melakukan acara ijab kobul pernikahannya dalam waktu satu minggu lagi. " celetuknya lagi, yang membuat semua orang shock.


"Apa...? " lagi-lagi ucapan mama Aylin menggemparkan semua orang.


"Benar, kita akan melakukan acara ijab kobul nya minggu depan bagaimana? "


"Maa.... " lagi-lagi Erhan ingin protes namun segera di hentikan mama Aylin.


"Bagaimana Nisa, mau kan? " tanya mama Aylin kepada Nisa lagi.


"Tapi ma, apa tidak terlalu cepat? "


"Benar besan, apa tidak terlalu cepat dan terburu-buru? " ibu Aisyah kini ikut angkat bicara.


"Tidak, jeng. Saya sudah menghubungi pihak hotel semalam, jika hari ini Nisa mau di persunting Erhan dalam waktu satu minggu. Maka pihak hotel tempat kami menginap mau menyiapkan acara pernikahan minggu depan di ballroom hotel. Semua sudah saya bicarakan dan rencanakan dengan pihak hotel. hanya tinggal menunggu keputusan kalian saja. " kata mama Aylin dengan penuh semangat.


"Untuk undangan pernikahan, kami juga sudah menyiapkan nya Pak Ibnu, anda jangan khawatir. Jadi, walau hanya acara ijab kobul, tapi kami juga menyiapkan kursi untuk para tamu yang akan kalian undang. Kita menyebutnya resepsi kecil-kecilan. " kata mama Aylin lagi. Yang membuat semua orang tercengang untuk kesekian kalinya.


"Mama Erhan benar-benar ajaib. " pikir mereka yang tak bisa mendeskripsikan perasaan mereka tentang mama Erhan.


Keadaan menjadi hening, setelah penuturan mama Aylin yang luar biasa itu. Mereka hanyut dalam pemikiran mereka masing-masing. Tidak menyangka kalau harus secepat ini.


"Sebelumnya saya mohon maaf atas semua rencana saya yang terburu-buru ini. Disini saya sama sekali tidak punya niatan untuk menyepelekan keluarga ini. Tapi, ini semua saya lakukan semata-mata hanya untuk anak saya Erhan." Kata mama Aylin dengan nada lemah, tidak semenggebu-gebu tadi.


"Saya ingin melakukan yang terbaik untuk anak saya, jika kita melihat jarak negara kita yang cukup jauh. Dan pekerjaan Erhan sebagai seorang CEO yang memiliki tanggung jawab besar di perusahaannya. Maka tidak mungkin kami harus bolak balik Turki-Indonesia dalam kurun waku tertentu. Saya ingin mewujudkan pernikahan Erhan dan Nisa dalam waktu sekejap,karena saya berfikir kalau bisa sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali datang, lamaran dan pernikahan dapat kita laksanakan. Jadi, saya mohon pikirkan lagi baik-baik rencana saya tadi. " kata mama Aylin lagi.


Mendengar pernyataan mama Aylin mereka seakan tertampar oleh satu keadaan. Mereka lupa kalau Erhan bukanlah orang dari negaranya, bukan dari kota yang sama dengan mereka. Dan mereka baru ingat kalau Erhan adalah seorang CEO sebuah perusahaan. Yang memiliki tanggung jawab besar terhadap karyawan dan perusahaan. Mereka baru menyadarinya, setelah di ingatkan mama Aylin.


"Maa... " Erhan langsung memeluk mamanya yang duduk tak jauh darinya. Mama Aylin pun membalas pelukan anaknya itu.


Semua yang ada di sana terharu melihat kedekatan ibu dan anak itu. Kini mereka tau, kalau mama Aylin melakukan ini semua demi anaknya, agar anaknya tidak memikirkan perihal pernikahan. Karena tugas dan pekerjaannya sendiri sudah sangat banyak.


Nisa kemudian bangkit dan berdiri di hadapan mama Aylin.


"Ma, Nisa mau menikah dengan Erhan dalam waktu satu minggu. " Kata Nisa dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Kemudian Nisa berjalan ke arah ayah dan ibunya, dan bersimpuh dihadapan kedua orang tuanya, "Ibu, ayah, Nisa mohon doa restu kepada kalian. Tolong restui kami, agar kami diberi kelancaran menuju hari pernikahan kami. Nisa akan menerima Erhan dengan sepenuh hati Nisa. Nisa hanya meminta restu dari kalian, karena restu kalian adalah ridho dari Allah. "


Ayah dan Ibu Nisa membelai lembut rambut sang anak. Ibu Aisyah tak bisa lagi membendung air matanya. Membuat semua orang yang ada di sana ikut terharu.


"Berdirilah Nisa. " ayah Ibnu mengangkat tubuh Nisa dan mendudukkannya ditengah-tengah mereka.


"Anak ayah ternyata sudah besar ya? " kata ayah Ibnu, dengan lelehan air mata yang tiba-tiba turun.


Nisa ikut menangis melihat cinta pertamanya itu menangis. Lalu mengusap air mata di pipi ayahnya.


"Ayah merestuimu nak. Sekarang mintalah restu pada wanita yang sudah melahirkanmu. " kata ayah Ibnu.


Nisa berbalik ke arah Ibunya. Ibu Aisyah sudah tidak bisa menahan lagi air matanya, dia tidak bisa berkata-kata lagi. Dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai restu. Nisa memeluk ibunya itu dengan penuh kasih sayang. Mereka bertiga menangis haru.


Suasana haru menyelimuti kediaman Nisa, karena pada akhirnya Nisa harus mereka lepaskan ke tangan pria asing.


"Maafkan kami tuan Ibnu, Ibu Aisyah. " kalimat mama Aylin memecah keharuan semua orang.


"Kami yang harus meminta maaf kepada kalian. Kami tidak bisa mengendalikan diri kami nyonya. Nisa adalah anak kesayangan kami, yang kami besarkan dengan penuh kasih sayang. " kata ayah Ibnu kemudian.


"Maka ijinkanlah saya dan Erhan yang meneruskan nya. Memberikan kasih sayang yang berlimpah untuk Nisa. " ujar mama Aylin.


"Baiklah Nyonya. " Ayah ibnu akhirnya bisa tersenyum.


"Ada yang ingin saya katakan kepadamu Erhan. " Ayah Ibnu duduk didekat Erhan, sedangkan Nisa masih berpelukan dengan sang Ibu.


"Saat ini saya dengan segenap hati saya menerimamu sebagai calon suami anak saya. Tapi berjanjilah satu hal pada saya. " Ayah Ibnu menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan.


"Nisa adalah putri kami, kebanggaan kami, kesayangan kami semua. Berjanjilah kepada kami, jika suatu hari nanti sudah tidak ada rasa cinta di hatimu untuk Nisa, jangan pernah sakiti dia dengan penghianatan. Tapi langsung datang padaku, kembalikan putriku secara baik-baik seperti saat kau memintanya padaku hari ini secara baik-baik. " ujar ayah Ibnu dengan menggenggam erat tangan Erhan.


"Insya'Allah ayah, saya tidak bisa berjanji. Tapi saya akan memberikan bukti kepada kalian, kalau saya akan menjaga dan menyanyangi Nisa dengan sepenuh hati saya. " Erhan membalas genggaman tangan ayah Ibnu.


Ayah ibnu melepaskan genggaman tangannya dan mengatakan kepada semua orang yang ada disana.


"Jadi, sesuai permintaan besan dan persetujuan Nisa. pernikahan akan di lakukan minggu depan. Untuk waktu dan tempat, nanti kita bicarakan lagi." Akhirnya ayah Ibnu memberikan keputusannya.


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca.


Note : ada yang mewek ga nih, otor yang nulis aja berkaca-kaca lho gaess.

__ADS_1


__ADS_2