
Kehidupan rumah tangga yang di jalani Erhan dan Nisa semakin lengkap dengan kehadiran baby Murad. Apalagi baby Murad bukanlah anak yang rewel di malam hari dan membuat mommy dan daddynya terjaga sepanjang malam, dia termasuk anak yang anteng dan suka tidur setelah perutnya kenyang.
Hari ini genap dua bulan usia baby Murad, Masa Nifas Nisa juga sudah selesai dua minggu lalu. Tapi Erhan tidak mau menyentuh istrinya terlebih dahulu, sebelum kondisi Nisa benar-benar sehat. Dia rela menahannya sampai usia baby Murad dua bulan. Dan hari inilah tepatnya.
Erhan sudah tidak bisa menahan lagi gejolak di dalam dirinya yang sudah meronta-ronta karena sudah dua bulan puasa. Mungkin saat inilah dia waktunya berbuka puasa. Erhan menunggu baby Murad tidur terlebih dahulu, agar dia bisa berbuka dengan tenang.
Setelah memberikan asi dan melihat baby Murad sudah terlelap, Nisa lalu menaruh baby ke dalam box bayi. Melihat itu Erhan lalu bangkit dari duduknya dan menghampiri istrinya itu dan memeluknya dari belakang. Nisa yang awalnya terkejut dengan ulah suaminya, akhirnya bisa menetralkan perasaannya. Apalagi saat Erhan mengendus tengkuk lehernya, bulu-bulu halus di rahang Erhan membuat nya kegelian.
"Mas, sudah dong. Geli... " kata Nisa sambil berbisik karena takut anaknya bangun.
"Malam ini aku menginginkan mu, sayang. Bersiaplah. " Erhan menggigit gemas telinga istrinya itu,lalu melepaskan pelukannya.
"Baik. Tunggulah. " Nisa lalu menuju ke walk in closet, dan mengambil baju dinas malamnya.
Nisa sebenarnya sudah tau kalau suaminya itu menginginkannya malam ini karena dia sudah memperhatikan gerak gerik suaminya sejak pulang kerja tadi. Tapi walau begitu, sebenarnya Nisa sudah siap dari dua minggu lalu sejak dia menyelesaikan masa Nifasnya. Jadi kapanpun suaminya menginginkannya Nisa sudah siap melayaninya.
Nisa mematut dirinya di depan cermin yang berada di dalam kamar mandi, dia juga sudah membersihkan dirinya sebaik mungkin demi melayani suaminya itu. Setelah siap, Nisa keluar dari kamar mandi, dilihatnya suaminya itu sudah bertelanjang dada dan hanya memakai celana boxer. Sungguh sangat menggoda. Nisa berjalan mendekat ke arah suaminya, dan Erhan sendiri langsung merentangkan tangannya. Berharap Nisa berhambur memeluknya.
"Kemarilah sayang. " kata Erhan dengan mengerlingkan matanya.
Nisa tersenyum melihat itu, lalu merangkak naik ke atas ranjang dan mendekat kepada suaminya. Dia akan memanjakan suaminya malam ini, karena suaminya itu sudah mau bersabar menunggunya sampai dua bulan.
"Apa kau sudah siap? " Nisa yang mengatakannya.
Erhan memicingkan matanya mendengar pertanyaan istrinya itu.
"Maksudmu? "
Nisa tidak bicara lagi, dia langsung merangkak naik ke atas tubuh Erhan lalu duduk di atas perutnya.
"Malam ini aku yang memimpin. " kata Nisa setelah berada di atasnya.
Tanpa menunggu jawaban dari Erhan, Nisa langsung menyambar bibir tebal suaminya itu, Dan memagutnya dengan lembut atas dan bawah. Erhan tidak tahan lagi dengan perlakuan istrinya itu, dan dia ingin mengambil alih posisinya. Namun Nisa menahan kedua tangannya, hingga Erhan tidak dapat berkutik lagi.
Cumbuan Nisa beralih ke leher, dada, dan perut Erhan. Dengan tangan yang masih tertahan oleh Nisa, Erhan tidak bisa berkutik lagi.
"Ayolah, sayang kau menyiksaku." Erhan mengeluarkan suara-suara laknat dari bibirnya, namun dia juga menikmati perlakuan istrinya itu.
__ADS_1
Nisa tersenyum smirk melihat suaminya yang tidak berdaya. Lalu dia turun ke bagian inti suaminya, dimana junior sudah berdiri tegak seperti tiang listrik. Tanpa merasa jijik, Nisa lalu mengulum junior suaminya itu naik turun. Membuat Erhan merasakan kenikmatan makanan pembuka yang sangat luar biasa. Hingga akhirnya Erhan mengeluarkan lenguhan panjang dan mengeluarkan saos mayonaise.
Nisa lalu menaiki junior dan langsung bergerak sesuai nalurinya, mencari kepuasan sendiri, dengan suaminya yang sudah tidak berdaya di bawahnya. Tak lama Nisa ambruk di atas tubuh Erhan dengan nafas tersengal. Melihat istrinya yang sudah tak berdaya, Erhan pun langsung membalik keadaan.
Begitulah seterusnya hingga mereka berdua tumbang. Sebuah menu berbuka yang sangat nikmat bagi mereka berdua. Beruntungnya, Baby Murad sangat bersahabat, dia tidak terganggu sama sekali. Sehingga kedua orang tuanya bisa melepaskan rindu satu sama lain.
*
Pagi harinya Nisa terbangun karena mendengar rengekan baby Murad. Dia langsung mengambil baby Murad dari box nya, dan langsung memberikan asi dari pabriknya. Setelah dirasa tenang dan kenyang Nisa lalu membangunkan suaminya. Karena baby Murad tidak mau tidur lagi, matanya terbuka sangat terang.
"Mas, bangun. Tolong jaga Murad, aku ingin mandi dulu. Aku harus sholat subuh. " kata Nisa dengan menggoyangkan tubuh suaminya.
Mendengar itu Erhan terbangun lalu memakai celana boxer nya dan menggendong baby Murad dengan mata yang masih berat. Sedangkan Nisa langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Keluar dari kamar mandi Nisa menggeleng kan kepala melihat tingkah suaminya. Yang menidurkan Murad yang masih terbangun dengan mata terbuka di ranjang, lalu dia memeluknya dengan erat. Nisa tidak akan melepaskan momen langka itu, dia lalu mengambil ponselnya dan mengambil gambar keduanya yang sangat menggemaskan.
Sebelum membangunkan suaminya, Nisa mengerjakan sholat subuh terlebih dahulu. Setelah mengerjakan dua rakaatnya, Nisa langsung membangunkan suaminya itu untuk beribadah.
"Mas, bangun. Lihatlah Murad mungkin tidak bisa napas setelah kamu tindih dengan tanganmu seperti itu. " Nisa menggoyang-goyangkan tubuh suaminya agar segera terbangun.
"Maaf, sayang. Aku ngantuk sekali. " kata Erhan dengan mata yang masih berat.
"Bangun dulu mas, sholat dulu. Setelah itu tidur lagi boleh. " Kata Nisa memberikan pengertian kepada suaminya.
Dengan tidak semangat Erhan turun dari ranjang, dan menuju kamar mandi. Nisa menggendong baby Murad, dan mengajaknya untuk mengambil baju ganti untuk suaminya.
Nisa masih menunggu suaminya keluar dari kamar mandi, dia juga enggan turun karena waktu masih pagi dan Murad tidak mau tidur lagi. Dia lalu memandikan baby murad agar terlihat segar dan wangi di tempat mandi bayi yang sudah disiapkan Erhan untuk memandikan bayinya. Mereka lalu bercengkerama diatas ranjang sambil menunggu daddy selesai mandi.
Tak lama, setelah baby Murad bersih dan wangi, Dilihatnya Erhan juga keluar dari kamar mandi dengan tubuh dan wajah yang sudah segar. Dia tersenyum memandang dua kesayangannya di atas ranjang.
Erhan langsung melakukan sholat subuh, setelah itu dia ikut bergabung dengan istri dan anaknya.
"Daddy ikut dong, mom. " Erhan lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang, bersama dengan kedua kesayangannya.
Lalu Erhan dan Nisa melakukan pose mencium anaknya bersamaan
__ADS_1
Sungguh Sebuah gambaran keluarga yang sempurna. Mereka terlihat sangat bahagia disetiap waktunya.
"Kamu nggak tidur lagi, mas? " tanya Nisa pada suaminya, yang tadi mengeluh masih ngantuk.
"Ngantukku hilang, sayang. Setelah melihat kalian berdua segar seperti ini. " kata Erhan yang masih menciumi aroma anaknya itu.
"Kalau kamu udah nggak ngantuk, Bagaimana kalau kita ajak Murad jalan-jalan di taman, mas. " ajak Nisa pada suaminya.
"Boleh.. Ayo. " Erhan langsung bersiap dan menggendong anaknya, lalu keluar di ikuti Nisa dibelakangnya.
Di bawah, terlihat mama Aylin yang juga sudah terbangun dan sedang berjalan ke dapur.
"Kalian mau kemana? " tanya mama Aylin yang melihat keluarga kecil anaknya itu sudah turun.
"Kami mau jalan-jalan di taman ma, Biar Murad dapat menghirup udara segar." Nisa yang menjawab.
Sedangkan Erhan mengambil stroller bayi di pojok ruangan, lalu menidurkan anaknya di atas stroller.
"Kami jalan-jalan dulu ma. " pamit Erhan kepada mamanya.
"Baiklah, hati-hati ya."
Erhan dan Nisa lalu keluar rumah sambil mendorong stroller baby Murad. Nisa mendorong stroller itu, dengan Erhan yang berjalan di sampingnya.
"Terimakasih sayang. " bisik Erhan di telinga Nisa.
Nisa menoleh ke arah suaminya itu dan memicinh tak mengerti.
"Terimakasih untuk??? " tanya Nisa yang kebingungan.
"Terimakasih, untuk semalam. Kau sangat luar biasa, sayang. Aku suka I love you, sayang. " bisik Erhan lagi di telinga Nisa.
Blush.... wajah Nisa langsung terlihat memerah karena mendengar ucapan suaminya barusan.
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca.
Note : gambar hanya pemanis saja ya.