
"Dia adalah Anisa Humaira istri tercintaku." Erhan memperkenalkan Nisa kepada semua orang dengan suara lantang dan percaya diri.
Semua orang terdengar kasak kusuk di bawah sana mencerna sebuah pengumuman yang baru saja di sampaikan kepada mereka oleh CEO kebanggaan mereka.
"Saya harap kalian bisa menghormati istri saya Nisa seperti kalian menghormati saya selam ini, karena dia adalah nyonya Erhan sekarang."
Sebuah pernyataan yang membuat mereka semakin yakin kalau wanita di samping CEO mereka adalah istri Erhan sesungguhnya.
Setelah mengumumunkan hal itu Erhan langsung mengajak Nisa kembali ke ruangannya. Tanpa mempeduikan omongan dari semua orang yang ada di sana. Karena itu sudah menjadi tugas Kemal untuk membubarkan para karyawan.
" Sekarang kalian bisa kembali ke ruangan kalian masing-masing. Dan perlul kalian tau, Nona Nisa sekarang adalah istri sah dari tuan Erhan,. Jika kalian berani macam-macam dengannya, jangan salahkan aku yang akan memberikan kalian tindakan tegas dan sebuah pemecatan." sebuah kalimat perintah dan peringatan yang bisa membuat mereka semua bungkam.
Akhirnya mereka membubarkan diri, dan kembali ke ruangan mereka masing - masing. Hari ini telah terjadi patah hati masal yang di alami semua karyawan wanita yang bekerja di Khan corp.
Di ruangan Erhan, Nisa sedang asik bermain ponselnya sedangkan Erhan sedang sibuk memeriksa berkas yang harus segera ia tanda tangani. Tak lama, Kemal masuk dengan membawa beberapa berkas lagi yang harus di periksa. Membuat Nisa menghembuskan napasnya dengan kasar. Karena itu pasti membuat pekerjaan Erhan semakin menumpuk dan tidak akan selesai dalam waktu singkat.
Erhan yang melihat sikap Nisa yang seperti itupun mengerti, pasti istrinya itu sudah merasa sangat bosan.
"Mal, bisakah beberapa berkas ini aku kerjakan besok dan sebagian kau antarkan ke rumah.' Erhan bicara kepada asisstennya itu, karena sepetinya dia lupa apa yang dikatakannya tadi pagi.
"Kenapa?" tanya Kemal tak mengerti, benar sepertinya Kemal memang sudah melupakan perintah Erhan tadi, agar tidak membawakan pekerjaan yang terlalu banyak padanya hari ini.
Erhan menghembuskan napas kasar, "coba kau perhatikan wajah wanita yang sedang beada di kursi itu." Erhan menunjuk ke arah NIsa dengan dagunya.
Kemal langsung menoleh ke arah Nisa duduk, dan melihat wajah kesal NIsa.
"Kenapa dia," Kemal mengatakannya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Karena kau membawa tumpukan berkas ini bodoh." Erhan ikut kesal dengan ulah asistennya tesebut.
Kemal menghembuskan napasnya kasar, sekarang dia mengerti kenapa kedua sejoli ini memasang wajah kesal padanya.
"Baiklah, aku akan memeriksanya sendiri, nanti malam aku akan mengantarkan ke rumahmu, untuk kau tanda tangani." akhirnya Kemal yang mengalah.
Setelah itu, Kemal segera undur diri dan membawa kembali berkas yang di bawanya tadi.
"Sorry, Nis." setelah mengatakan hal itu, Kemal segera keluar dari ruangan Erhan.
"Apa kau tidak ingin istirahat dulu? Katanya kau ingin melihat kamar pribadi CEO?" tanya Erhan yang sejak tadi melihat istrinya terdiam.
Mendengar hal itu, mata Nisa langsung berbinar.. Lalu dia berjalan mendekat ke arah Erhan.
__ADS_1
"Bolehkah? Dimana?' tanya NIsa dengan antusias.
Erhan yang melihat sikap istriinya yang menggemaskan itupun langsung menyuruhnya duduk di pangkuan Erhan.
"Kemarilah." kata Erhan menepuk-nepuk pahanya.
Nisa pun mendekat dan langsung duduk di pangkuan Erhan.
"cium aku dulu, setelah itu aku akan menunjukkan ruanganku."
Nisa mengerucutkan bibirnya saat merasa Erhan sedang mengerjainya. Melihat itu Erhan semakin gemas dan langsung mengecup bibir Nisa yang mengerucut.Spontan juga Nisa langsung memukul dada bidang Erhan.
"Auw..." Erhan pura-pura terpekik sakit.
"udah deh ga usah pura-pura, sekarang katakan padaku, dimana letak ruang pribadimu.' ucap NIsa dengan nada sedikit kesal.
"Nggak mau, cium dulu." Erhan pun masih kekeh dengan keinginannya.
Dan dengan terpaksa Nisa menuruti permintaan suaminya yang jahil itu. Satu kecupan mendarat di pipi kanan dan kiri Erhan, di kening dan terakhir bibir. Namun Erhan menahan tengkuk Nisa saat kecupan itu mendarat di bibirnya. Erhan tidak akan menyianyiakan ciuman Nisa ini. Dia langsung memagut bibir Nisa dengan pelan, agar tidak membuat Nisa kesal.
Saat mereka saling berciuman,tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Kemal, karena hanya dia yang berani masuk tanpa tanoa mengetuk pintu terlebih dahulu. Diikuti beberapa orang wanita di belakangnya.
"Ow...ow..ow.. Ternyata kita masuk di waktu yang tidak tepat ladies..." ucap Kemal, pura- pura menutup matanya. Dan beberapa orang wanita di belakang KEmal langsung terbelalak melihat kejadian live didepan matanya, melihat sang CEO tengah berciuman mesra dengan istrnya.
"He bos, jangan diterusin. Nanti aja, kami masih ada perlu denganmu." teriak Kemal dari luar kamar pribadi nya, namun tidak di hiraukan Erhan.
"Istirahatlah di sini aku akan membicarakan sesuatu yang penting dengan mereka."
Nisa hanya mengangguk, lalu Erhan meninggalkan Nisa sendirian di ruangan itu.
Setelah kepergian Erhan, Nisa meneliti bagian dalam ruangan pribadi Erhan, ada kamar mandi, walk-in closet tempat penyimpanan pakaian kerja Erhan, ada kitchen set,bahkan ada lemari es dan aquarium yang sangat indah. NyIsa akhirnya memutar televisi yang ada di sana, dan memutar drama yang dia suka,sambil menunggu Erhan datang.
Di ruangannya, Erhan sedang bertemu dengan KEmal dan empat orang wanita di sana. Erhan memang menyuruh kemal untuk mendatangkan para wanita itu.
"Miss Jullia bagaimana dengan keadaan butik selama aku tidak datang?" tanya Erhan kepada Julia, dia adalah asisten Erhan di butik.
"Semua berjalan dengan lacar tuan, sesuai intruksi anda. Dan kami sudah siap menyambut nyonya." kata Miss Julian dengan ramah.
" Bagus. Nanti aku akan datang kesana bersama istriku. Mungkin sekitar pukul tiga sore."
"Baik tuan, kami akan bersiap."
__ADS_1
'Lalu kau Ana dan Lisa, kalian akan bekerja menemani istriku mulai besok kemanapun dia pergi. Aku tidak ingin ada siapapun mengganggu atau menyakiti istriku." perintah Erhan kepada kedua bodyguard wanita yang telah dipilihnya.
"Baik tuan."jaawab mereka berdua serempak.
" Dan kau, bagaimana keuangan bulan ini, apakah ada yang bermain-main dengan kita selama kepergiankku."
"Tidak tuan, semua aman. Kemarin ada yang ingin membobol data perusahaan tapi saya berhasil mengatasinya. Semua masih dalam kendali tuan." jawab Alea, seoranag hacker andalan Erhan."
"Baguslah. Sekarang kalian sudah tau tugas kalian masing-masing. Jadi aku harap kalian tetap melakukan yang tebaik untuk perusahaan ini." kata Erhan mengapresiasi kinerja mereka.
" sekarang kalian boleh pergi". Perintah Erhan.
"Tuan bolehka kami mengatakan sesuatu?" tanya miss Julia
"Apa, katakanlah.."
" Selamat atas pernikahan kalian berdua, tuan,semoga pernikahan kalian langgeng dan segera diberi momongan." kata mereka berempat bersamaan.
'Terimakasih.' kata Erhan dengan memberikan senyuman tulusnya.
Lalu mereka semua pergi ke tempat kerja masing-masing.
" Kau luar biasa bos, belum-belum sudah memberikan dua bodyguard kepada istrimu. " kata Kemal mengejek.
"Tentu saja, aku tidak ingin istriku terluka saat diluar sana sendirian. " jawab Erhan enteng.
"Dasar, kau memang sudah jadi budak cinta sejati bos. " Lagi-lagi Kemal mengejek nya.
"Biarin, bodo amat. Siapin perjalanan ku ke butik nanti, aku akan memperlihatkan butikku pada Nisa, agar dia tau dulu tempat yang akan dia tempati untuk bekerja."
"Baiklah, " Kemal akhirnya keluar dari ruangan Erhan.
Setelah Kemal keluar, dia masuk ke ruang pribadinya untuk melihat apa yang sedang dilakukan Nisa. Senyumnya terkembang saat melihat istrinya itu sedang tidur, dengan bersandar di kepala ranjang. dengan televisi yang masih menyala.
Erhan menggelengkan kepalanya dan membenarkan posisi tidur Nisa, agar dia tidak merasa sakit kepala saat dia bangun nanti. Lalu Erhan ikut tidur memeluk istrinya itu.
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca.
note ; Untuk readers yang menanyakan kok ga ada konflik, tor? otor cm bisa nyengir aja, sabar ya readers. Nisa sama Erhan kan baru nikah, masih anget-angetnya. Nanti kalau keburu di kasih konflik kasihan Nisanya.
__ADS_1
Pasti ada konflik, tapi ga berat ya. Cukup rindu aja yang berat.
Salam sayang selalu buat kalian yang sudah setia. 😘😘