Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Kepulangan Erhan


__ADS_3

Hari ini Erhan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah dua hari menginap di sana. Kini Erhan hanya tinggal melakukan rawat jalan, dan kontrol satu minggu sekali ke rumah sakit untuk melihat lukanya, apakah terjadi infeksi atau tidak. Nisa merasa sangat bahagia karena akhirnya dia bisa kembali ke rumah. Sungguh, Nisa sangat tidak menyukai suasana rumah sakit dan bau obat yang sering membuatnya mual.


Beberapa barang juga sudah di siapkan, dan sebagian sudah di bawa ke mobil oleh Ana dan Lisa. Mereka berdua juga selalu menemani Nisa di rumah sakit, dan membantu Nisa jika membutuhkan bantuan.


"Mas, jalan sendiri apa naik kursi roda? " Nisa menawarkan itu karena tidak ingin Erhan kelelahan dan berakibat fatal pada lukanya.


"Aku jalan kaki saja sayang, lagi pula aku merasa lukaku sudah membaik. " Kata Erhan yang tidak ingin di bilang manja lagi.


Nisa tersenyum menanggapi perkataan suaminya itu, dan mereka berdua berjalan keluar dari rumah sakit berdua, dengan Nisa yang melingkarkan tangannya di lengan Erhan. Mama Aylin tidak ikut mengntar Erhan pulang, karena mama Aylin sudah pulang duluan sejak kemarin sore. Erhan dan Nisa tidak ingin mama kesayangan mereka itu, ikutan sakit jika terus berjaga di rumah sakit. Dan sebaiknya mamanya menyambut kedatangan Erhan di rumah saja.


Mobil terus melaju memecah jalanan yang mulai dipadati kendaraan, karena aktifitas semua orang.


Di dalam mobil.


"Mas, aku harap setelah ini tidak ada lagi gangguan yang menghampiri keluarga kita. Kita baru menikah dua bulan tapi sudah ada masalah yang membuatku sedikit Stress. " Kata Nisa dengan masih memeluk tangan suaminya dan merebahkan kepalanya di bahu suaminya itu.


"Aamiin... Aku juga berharap setelah ini tidak ada lagi pengganggu di pernikahan kita, sayang. " kata Erhan dengan mengusap kepala istrinya itu..


Tak berapa lama mobil yang mereka kendarai memasuki halaman mansion. Diteras mansion sudah terlihat mama Aylin yang sedang menunggu kedatangan anak dan menantunya itu.


"Mas, mama sayang banget ya sama kamu, sampai di tungguin gitu. " Nisa terkekeh geli melihat tingkah ibu mertuanya itu.


"Kamu ngetawain ibu mertuamu ya, awas saja nanti aku aduin ke mama. " kata Erhan mengancam istrinya itu.


"Bercanda, sayang. masak di aduin.. ' gerutu Nisa yang merasa tak terima jika akan di adukan ke ibu mertuanya itu.


Mereka akhirnya keluar dari mobil dengan Nisa yang masih menggandeng tangan suaminya, menuju sang mama yang sudah menyambut nya.


"Bagaimana keadaanmu, nak? " tanya mama Aylin saat mereka sudah berada di dalam rumah.


"Alhamdulillah sudah lebih baik, ma. Tinggal menunggu lukanya menutup dan mengering. Tadi dokter juga sudah mengganti perban yang baru, jadi aku bisa lihat seperti apa lukanya. " Nisa yang menjawab pertanyaan mama Aylin.


Erhan merebahkan dirinya di kursi santai yang berada di ruang tengah, beberapa pelayan langsung menyiapkan jus dan makanan ringan serta buah potong yang ditaruh di meja. Nisa yang juga sudah berada di sana langsung meminun jus strawbery yang sudah di siapkan.

__ADS_1


"Segarnya.. " celetuknya setelah menghabiskan separuh isi jus dalam gelas.


"kamu kan nggak suka strawberry, yang. Tapi sekarang kok makan jus. strawberry nya? " tanya Erhan yang merasa heran dengan tingkah sang istri yang aneh. Pasalnya semua orang tau kalau Nisa sangat tidak suka buah, strawberry. Geli katanya.


"Ya, nggak tau. tadi aku lihat warnanya merah muda, jadi kayak seger aja gitu. Tapi pas di minum, eh beneran seger banget. " ujarnya tanpa rasa bersalah. Pasalnya Jus yang dia minum adalah milik Erhan.


"Hmmmm.... kamu nyadar nggak kalau minuman yang kamu minum sampai tinggal separo itu adalah minumanku? " kata Erhan dengan nada tak terima minumannya sudah diminum istrinya.


"Ngalah, mas sama istri sendiri. " kata Nisa dengan cekikikan.


"Sekarng aku buatin jus strawberry lagi ya, buat kamu. " tawar Nisa yang mau beranjak dari duduknya.


"Nggak usah, aku cuma bercanda, lagi pula masih ada jus jeruk milikmu.. " kata Erhan melirik gelas yang berisi jus jeruk milik istrinya.


"Kamu mau? " Nisa langsung mengambil jus jeruknya dan memberikannya kepada Erhan. Erhan lalu menerimanya dan meneguk jus yang sangat menyegarkan itu.


Mama Aylin yang sejak tadi memperhatikan interaksi keduanya hanya mengulum senyum. Sejak medatangan Nisa di rumah ini membuat rumah ini menjadi hidup dan penuh keceriaam. Wajah Nisa yang cantik selalu meyejukkan mata yang memandang, sikapnya yang baik dan tidak arogan walau sudah menjadi nyonya membuat semua pelayanan merasa nyaman bekerja di sana.


"Yang, antarkan aku ke kamar.Aku mau istirahat di kamar aja. " kata Erhan yang tiba-tiba itu mengejutkan Nisa dan mama Aylin yang sedang fokus menonton televisi.


"Mas, kamu kebiasaan deh bikin aku terkejut. " Nisa merasa gemas sendiri yang sering dikejutkan Erhan.


Erhan hanya nyengir kuda merasa tak berslaah sama sekali dengan kejahilannya yang suka melihat istrinya itu terjingkat kaget.


"Sudah, Nis. Kamu antarkan suamimu ke kamar. Dan istirahat lah kalian berdua. Nanti turunlah saat makan siang." Mama Aylin sangat tau sifat jahil anaknya itu. karena dia sendiri sering mengalaminya.


Mereka berdua akhirnya menuju kamar Erhan setelah berpamitan kepada mama Aylin. Erhan lagi-lagi langsung merbahkan dirinya di atas ranjang kesayangannya. Membuat Nisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu.


Nisa segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan segera berganti pakaian dengan baju santai. Dan kembali menemukan suaminya yang sedang memegang ponsel dengan serius.


"Kenapa sayang, kelihatan tegang banget. " tanya Nisa yang merasa penasaran melihat raut wajah suaminya.


"Bacalah.' Erhan menyodorkan ponselnya pada Nisa agar Nisa membacanya.

__ADS_1


✉️" Shofi sepertinya merasa sangat frustasi semalam dia mencoba bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai. '


✉️ "Sekarang dia sedang di rawat di rumah sakit secara intensif. "


✉️ "Orang tua Shofi juga sudah datang meneui ananknya, dan kemungkinan besar mereka akan menemuimu dan mamamu untuk meringankan hukuman Shofi atau membebaskannya. "


Pesaan itu dikirimkan Kemal beberapa saat yang lalu. Ternyata ini pesan yang membuat suaminya itu tegang.


"Apa kau ingin mendengar pendapatku tentang pesan ini? " kata Njsa yang masih melihat wajah suaminya itu yang tampak cemas.


Erhan hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Shofi sudah mencoba masuk ke dalam pernikahan kita, dia sudah menghinaku dan mencelakaimu. " kata Nisa setelah mendapat persetujuan dari suaminya untuk mengemukakan pendapatnya.


"Jadi, dia harus di hukum. untuk memberikan pelajaran kepadanya "


Lalu bagaimana dengan keluarga kami? " tanya Erhan dengan menundukkan kepalanya, dia setuju dengan pendapat Nisa. tapi dia juga bingung dengan hubungan keluarga yang terjalin baik selama ini.


"Beri pengertian baik-baik kepada keluarganya, sayang. " kata Nisa dengan menggenggam erat tangan suaminya.


"Atau kita akan membebaskannya tapi dengan satu syarat. Bawa Shofi pergi jauh dari negara ini dan keluarga kita. Agar tidak mengganggu rumah tangga kita lagi. Atau dia akan tetap di penjara. " kata Nisa lagi memberi solusi.


Erhan setuju dengan pendapat dan solusi yang diberikan istrinya itu.


"Baikalah, aku akan pilih opsi yang kedua sayang. Terimakasih karena sudah memberikan solusi untuk masalah ini.


" Tidak apa-apa, kita kan harus saling bahu membahu menyingkirkan hama pengganggu. "


"Kau benar. " kata Erhan sambil mengacak rambut Nisa yang sudah tidak mengenakan kerudungnya.


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca.

__ADS_1


__ADS_2