Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Bonchap 2


__ADS_3

Nisa dan Alima menjemput anak mereka yang sudah pulang sekolah. Mereka mengganti pakaian nya di mobil. Zoya yang menjadi anak perempuan satu-satunya di sana merasa malu jika harus dilihat Ezra yang bukan saudaranya bila harus berganti pakaian di mobil


"Mom, Zoya ganti bajunya di mall aja ya? "


"Kenapa sayang? "


"Zoya malu ada Ezra di sini, Ezra kan bukan saudara Zoya, mom. "


Nisa yang mengerti maksud Zoya pun menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, nanti Zoya ganti bajunya di mall saja."


Nisa memang mengajarkan kepada anak-anak nya untuk memiliki rasa malu sejak kecil. Apalagi kepada orang yang bukan saudaranya. Nisa selalu menekankan, jangan bersentuhan dengan lawan jenis jika tidak ingin mommy dan daddy di siksa di neraka nanti. Bukan maksud menakuti, tapi itu adalah dasar kita berhubungan dengan lawan jenis. Agar anak-anaknya kelak bisa saling menghormati dan menjaganya lawan jenisnya.


"Anakmu pinter ya, Nis. " puji Alima kepada anak perempuan sahabatnya itu.


"Kita memang harus menjaga mereka sejak kecil Alima. Karena pergaulan anak sekarang benar-benar mengkhawatirkan. Apalagi kalau mata mereka sudah ternodai dengan yang namanya ponsel. "


"Kau benar, kita memang harus menjaga mereka dari pengaruh buruk. Nanti baby girl ku ini juga akan aku jaga sama seperti kamu menjaga Zoya."


"Itu memang harus, Alima. "


Mereka akhirnya sampai di mall tempat tujuan mereka. Tidak ada acara shopping hari ini, Mereka hanya ingin memanjakan anak-anak dengan semua permainan yang ada dimall itu. Setelah puas bermain mereka akan pergi makan-makan.


Zoya sudah berganti pakaian ditemani Ana dan Lisa, mereka sedikit terbantu dari ke empat bocil yang aktif itu.


Di sudut tempat bermain, Zoya sedanga di ganggu anak bertubuh tambun hingga membuatnya menangis. Ezra yang melihat itu mendekat, dan langsung mendorong anak laki-laki itu.


"Kamu kalau merasa laki-laki jangan beraninya sama anak perempuan. " marahnya pada anak laki-laki gembul itu.


Murad dan Rayyan yang melihat kerusuhan itupun mendekati Zoya dam Ezra.


"Kamu kenapa, Zo?" tanya Murad pada adik perempuannya itu.


"Anak laki-laki itu menggangguku kak. Dia menarik-narik hijabku. " mendengar itu Rayyan langsung marah dan mendorong anak itu, sama seperti yang dilakukan Ezra.


Para orang tua yang melihat anak-anaknya akan berkelahi itupun, langsung melerai anak mereka masing-masing.


"Anak kalian itu apa-apaan hah, beraninya main keroyokan. " kata ibu anak laki-laki yang didorong Rayyan dan Ezra.


"Maaf bu, jika anak kami nakal. " Nisa mencoba meminta maaf, tapi Murad melarangnya.


"No, mom. Jangan meminta maaf. Anak itu dulu yang menggaggu Zoya, Dia menarik-narik kerudung Zoya dan ingin melepaskannya, pantas Ezra marah dan mendorong anak itu, begitu juga Rayyan Karena mereka ingin melindungi Zoya. " Murad menjelaskan perihal yang terjadi.

__ADS_1


"Omong kosong, kalian masih kecil pintar membual ya. " Wanita itu masih tidak mau mengalah.


"Nyonya, jika anda ingin melihat kebenaran, siapa yang benar dan yang salah, kita bisa mengecek CCTV. " ujar Murad dengan pemikiran dewasanya.


Semua orang menoleh ke arah Murad, yang berani mengutarakan pendapatnya.


"Oke kitaa akan lihat CCTV-nya, jika kalian bersalah kalian harus minta maaf pada anakku, . "


"Tapi jika, anak mu yang salah. Jangan pernah menginjakkan kaki di mall ini. " Suara bariton penuh kharisma dan ketegaskan itu terdengar di telinga mereka yang ada di sana.


"Daddy.... " Teriak ketiga bocil itu berlari memeluk daddy nya.


Semua orang tercengang termasuk ibu dari anak nakal itu yang tidak menyangka kalau mereka bertiga adalah anak dari Erhan, pengusaha kaya raya di negeri itu.


"Kenapa kau ada di sini, mas. " tanya Nisa sambil mencium punggung tangan suaminya.


"Aku sedang meninjau perkembangan mall ini tidak taunya anak dan istriku sedang dalam masalah di mall milikku" Kata Erhan seolah menyindir ibu darii anak nakal itu.


"Sudah lah, ayo kita pergi. " Nisa enggan memperpanjang urusan dengan wanita dihadapannyaa itu, dia mengajak suami dan semua orang untuk makan di sebuah restoran.


"Aduh, " Sebuah erangan kesakitan terdengar dari mulut Alima.


Kemal yang saat itu berada di sana pun dengan sigap memegangi istrinya.


"Kamu kenapa sayang? " tanya Kemal kepada istrinya itu.


"Jangan-jangan dia akan melahirkan. " celetuk Erhan


Mendengar itu Kemal melotot tak percaya pada Erhan, lalu mengalihkan pandangannya kepada Alima.


"Apa benar itu sayang? "


"Aku tidak tau. Tapi ini sakit sekali."


"Ayo kita bawa ke rumah sakit. "


Kemal langsung menggendong istrinya itu menuju mobil. Dia panik sekali hingga tidak memperdulikan Ezra yang ada di sana.


"Dasar ceroboh. " gumam Erhan.


Nisa yang ikut panik pun langsung menitipkan anak-anak mereka kepada Ana dan Lisa agar membawa mereka pulang. Sedangkan dia dan suaminya akan menemani Alima dan Kemal di rumah sakit.


"Lisa, kamu bisa memberikan penjelasan kepada mereka kan? "

__ADS_1


"Tenang saja nyonya, kami akan melakukan yang terbaik, dan akan membawa mereka pulang. "


"Baiklah, aku percaya padamu. Tolong jaga anak-anakku. "


Nisa dan Erhan segera menyusul Kemal yang dilanda panik. Mereka segera menuju rumah sakit terdekat agar Alima segera ditangani.


Sedangkan Lisa dan Ana memboyong ke empat tuan muda itu ke mobil dan pulang. Lisa menjelaskan kepada mereka, kalau mommy mereka sedang mengantatkan Mama Ezra ke rumah sakit. Karena adik Ezra akan segera lahir.


"Mendengar itu, Semua anak bersorak bahagia. Begitupun Ezra yang akan memiliki adik baru.


Di rumah sakit, Alima tengah berjuang mengeluarkan anak keduanya itu dengan susah payah, seperti saat melahirkan Ezra.


Karena itulah, setelah melahirkan Ezra, Kemal segera melakukan program menunda kehamilan, sampai Alima siap lagi memiliki anak. Dan saat Ezra berumur tiga tahun, Alima memutuskan untuk hamil lagi .


Dan Akhirnya, baby girlnya Kemal dan Alima lahir. mereka bersuka cita menyambut kelahiran baby girl nya Alima dan Kemal


"Dari bayi sudah terlihat cantik. Lihatlah dagunya terbelah. Cantik sekali. " puji Nisa yang tak henti-hentinya mengagumi kecantikan anak Alima dan Kemal.


Saat ini mereka sudah berada di kamar inap Alima untuk memulihkan diri.


"Terima kasih Nis, sudah menemani kami di rumah sakit. Anak-anak bagaimana?


" Tenanglah, sudah ada Lisa. Lisa akan menjaga mereka berempat dengan baik. Dia juga akan menjaga Ezra. jadi jangan khawatir. " Nisa menenangkan sahabatnya itu agar tidak khawatir pada Ezra.


"Selama kalian di rumah sakit, biarlah Ezra tinggal di rumah kami. Biar ada yang mengawasi. Anak kecil juga tidak baik berada dirumah sakit." kini giliran Erhan yang memberikan solusi.


Kemal langsung memeluk sahabatnya itu. Karena dia bisa di andalkan.


"Terimakasih, sob. " ujar Kemal tulus.


"Tenanglah, bukankah kita ini saudara. " kata Erhan melepaskan pelukannya


"Sekarang katakan padaku, siapa nama anak perempuan ini. " tanya Erhan, yang ingin tau nama anak Kemal.


"Faeza Akbar. Panggil dia Faza. " kata Kemal mengumumkan nama anaknya.


"Nama yang bagus dan cantik seperti anaknya. " gumam Nisa sambil memegangi tangan baby Faza.


********


Keesokan harinya Pasukan bocil datang ke rumah sakit untuk melihat adiknya Ezra. Mereka sangat antusias, Jadi Nisa langsung membawa mereka ke rumah sakit setelah pulang sekolah.


Mereka berempat Mengerubungi baby Faza dengan sangat antusias. Namun tidak dengan satu anak yang bernama Murad. Dia menatap wajah bayi itu lekat-lekat. Entah apa yang dipikirkannya. Dulu saat memiliki adik Zoya dan Rayyan, Murad juga masih bayi belum genap satu tahun. Jadi dia tidak pernah merasakan memiliki Adik.

__ADS_1


"Ezra, berbagilah adikmu denganku. Aku juga pengen punya adik bayi. " celetuk Murad yang membuat semua orang tercengang.


Selesai.


__ADS_2