
Seminggu berlalu setelah kelahiran baby Zaydan dan Zoya. Keadaan Nisa juga sudah membaik begitupula dengan keadaan baby twins. Dokter Flo juga sudah mengijinkan mereka untuk pulang. Karena keadaan mommy and babynya sudah baik-baik saja.
Dan disinilah mereka berada, Mansion Erhan. Semua orang sudah berkumpul. Begitu juga dengan Kemal dan Alima yang juga berada di sana. Kedua bayi Nisa di gendong satu-satu oleh grandma dan nenek nya. Tidak ada yang berebut kali ini. Murad sendiri sedang nempel di gendongan sang daddy.
Nisa duduk di sebuah sofa dan melihat kebahagiaan keluarganya yang terasa lengkap saat ini, benar-benar lengkap. Mendapatkan jodoh dengan jalan tak terduga dan sekarang sudah di karuniai tiga orang anak. Mendapat mertua yang baik, dan orang tua yang sangat pengertian. Beribu syukur Nisa panjatkan melihat semua keluarganya tersenyum penuh kebahagiaan.
"Ada apa sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?" Erhan mendekati istrinya yang duduk sendiri di sofa sambil memperhatikan semua orang.
"Lihatlah wajah-wajah semua orang. Bukankah mereka terlihat sangat bahagia? Semua senyum itu membuatku merasakan kebahagiaan tak terkira. " ucapp Nisa sambil memandangi semua orang.
"Kau benar semua orang berbahagia itu karena kamu, sayang. " kata Erhan yang juga memperhatikan semua orang, dia lalu duduk di samping istrinya. Sedangkan Murad, dia sudah berpindah tangan ke tangan kakeknya.
Nisa yang tidak mengerti akan kata-kata dari suaminya pun menoleh dan mengernyitkan keningnya.
"Apa maksudmu mas, "
"Kau tau, aku bahagia karena sudah menikah dengan mu, mamaku bahagia karena aku sudah menikah dengan wanita yang tepat. Kau menambah kebahagiaanku dan mama karena telah melahirkan keturunan untuk kami, tidak hanya satu, tapi tiga. Itu sangat luar biasa bagi aku dan mama. Kamu adalah pembawa kebahagiaan di rumah ini, sayang. "Ujar Erhan sambil menggenggam tangan Nisa dan menciumnya.
" Untuk ayah dan Ibu, mereka berdua pasti juga sangat bangga memiliki anak sepertimu, karena sudah memberikan kebahagiaan untuk suami dan mertuanya dan orang-orang di sekitar mu. Kami sangat bangga padamu, Humaira. " katanya lagi menyebut nama belakang Nisa dengan mesra dan mengecup kening istrinya dengan sangat dalam dan lama.
"Aku juga berterimakasih padamu karena kamu sudah mau mencintaiku dan menyayangiku dengan sepenuh hatimu. Aku berharap, kamu tidak akan pernah mengurangi kadar cintamu untukku, walau bentuk tubuhku tidak seperti dulu, dan tidak secantik pertama kita bertemu. " kata Nisa dengan suara tersendat karena menahan air matanya.
Erhan yang mendengar itu, langsung menarik istrinya itu ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Jangan pernah mengatakan hal itu, aku tidak suka. Kamu adalah istriku, ibu dari anak-anakku, menantu kesayangan mamaku. Tidak ada alasan yang akan mengurangi kadar cintaku padamu. Karena kamu tercipta hanya untukku, Seperti Hawa yang tercipta untuk Adam. Seperti itu lah kau tercipta hanya untukku. Kamulah yang melengkapi hidupku yang kosong selama ini. " Erhan berucap sambil memeluk istrinya yang sedang berderai air mata.
Melihat drama suami istri itu mama Aylin ingin mendekat dan ingin tau, sebenarnya apa yang terjadi. Tapi langsung di cegah oleh ibu Aisyah.
"Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka, besan. Mereka tidak sedang bertengkar kok. Mungkin mereka sedang mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. " ujar ibu Aisyah kepada besannya itu.
Mama Aylin mengerti, dan menyuruh semua orang untuk meninggalkan mereka. Mereka semua menuju taman belakang, dimana sudah tertata rapi makanan yang akan menjadi hidangan pesta penyambutan baby twins.
Erhan dan Nisa saling melepas pelukan, Erhan menghapus air mata diwajah istrinya itu. Dan melihat ke sekitar, ternyata sudah tidak ada orang di sana.
"Sepertinya semua orang sedang memberi waktu kepada kita. " ucap Erhan terkekeh pada istrinya.
Nisa pun mengedarkan pandangan, dan benar ternyata sudah tidak ada satu orang pun di sana. Erhan membantu istrinya untuk berdiri, dan berjalan menuju taman belakang tempat acara akan di mulai. Semua orang sudah berkumpul di sana, ada beberapa karyawan dari butik dan beberapa orang dari perusahaan yang datang mewakili Rekan-rekan lainnya untuk mengucapkan selamat kepada CEO mereka atas kelahiran bayi kembarnya.
Setelah Nisa bergabung dengan semua orang akhirnya acara pun di mulai. Dengan iringan doa dan harapan dari ayah Ibnu agar keluarga anaknya itu selalu dilimpahkan keberkahan dan kemuliaan. Acarapun di mulai. Baby twins yang teridur dengan tenang pun tidak merasa terganggu akan hiruk pikuk keramaian taman belakang mansion mereka.
Lucu kan? Gemes jadinya.... pengen punya baby lagi.
Para karyawan mereka pun tidak menyia-nyiakan momen tersebut untuk mengambil gambar yang sama dan dibagikan ke grup chat mereka di kantor ataupun di butik. Sungguh menggemaskan kedua bayi pimpinan mereka itu, apalagi kalau melihat kakaknya murad, pasti siapapun akan gemas ingin mencubit pipinya yang gembul kemerahan.
Acara selesai saat waktu hendak beranjak malam, dan semua orang sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Begitu juga Erhan yang juga memboyong anak dan istri nya untuk masuk ke dalam kamar untuk istirahat.
__ADS_1
Nisa dibantu Ana yang saat ini menjadi asisten pribadi nya,masuk kedalam kamar dan menidurkan Zaydan di box bayi di kamar mereka, sedangkan Murad di gendongan daddynya. Baby Zoya yang berada di gendongan Nisa pun kini sudah tidur dengan nyaman di box bayinya. Mereka berlima masih tidur dalam satu kamar, Nisa tidak ingin di pisahkan dulu dengan anak-anak nya, mungkin sampai usia mereka dua atau tiga tahun.
"Tidurlah, kau pasti lelah seharian ini menyambut orang-orang yang datang. " Ujar Erhan kepada Nisa saat melihat istrinya itu sedang memandangi si kembar.
"Aku masih tidak percaya kalau mereka bertiga lahir dari perutku. " ucap Nisa sambil menuju ranjangnya dimana sudah ada Murad di sana.
"Percayalah kau sangat luar biasa saat melahirkan mereka bertiga kala itu. Akulah yang menjadi saksi perjuangan mu melahirkan ketiga anak kita itu. " ujar Erhan yang juga sudah berbaring disisi Murad.
"Apa tidak apa-apa Murad tidur di antara kita? " tanya Nisa kepada suaminya.
"Memang kenapa? "
"Aku hanya takut kamu merasa aku abaikan, nanti."
"No, sayang. Momen seperti ini hanya bisa kita nikmati sekali seumur hidup, dan tidak akan pernah kembali saat mereka sudah beranjak dewasa. Ada saatnya nanti, kita akan kembali tidur berdua saja di kamar ini. Jadi ,biarlah kita nikmati saat-saat seperti ini dulu. " ujar Erhan yang tidak keberatan sama sekali dengan semua keadaan ini.
"Inilah yang aku suka darimu. Kau bersifat dan berfikir sangat dewasa walau ada kalanya kamu sangat manja. Terimaksih karena sudah memahami makna dari moment-moment seperti ini. Karena moment seperti ini tidak akan bisa kita ulang kembali. Aku bangga padamu, suamiku. " Sebuah kecupan singkat diberikan Nisa di bibir suaminya.
Saat Nisa ingin mengakhiri ciuman itu, Erhan langsung menahan tengkuk leher istrinya dan memperdalam ciuman mereka.
"Terimakasih, sayang kau istri terbaik yang aku miliki. " Erhan
"Kau juga, Terimakasih. Kau adalah suami terbaik yang aku miliki. " Anisa
__ADS_1
-------------------------------- " Tamat " ------------------------------
Kisah Erhan dan Nisa sudah tamat ya gaess. Terimaksih banyak atas dukungan, Like dan subscribe nya. I love you all Readers 🫶🫰