
Terdengar suara kumandang adzan subuh yang memanggil umatNya untuk segera beribadah. Tapi kedua insan yang sedang kelelahan itupun tak segera beranjak dari lelapnya, Hingga suara alarm yang begitu nyaring memekakkan telinga, dan membuat Erhan bangun dari tidur lelapnya.
"Rasanya aku baru saja terlelap, kok sudah subuh aja sih. " gerutu Erhan.
Tentu saja mereka berdua baru menyelesaikan ritual suci mereka ketika jam menunjukan pukul dua pagi. Dan adzan subuh berkumandang pukul empat. Dengan langkai gontai dan masih dalam keadaan polos, Erhan segera membersihkan tubuhnya sambil mengisi bathup untuk berendam istrinya.Setelah selesai mensucikan diri, Erhan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrob dan segera membangunkan sang istri agar segera bangun.
"Yang, bangun.. udah subuh, sholat dulu ya? nanti di lanjut tidurnya. " Erhan mengguncang-guncang tubuh istri nya itu sedikit keras, karena sepertinya istrinya tidak ada tanda-tanda akan bangun. Lalu Erhan mengambil sedikit air dan mencipratkannya ke wajah Nisa, membuat Nisa langsung membuka matanyaa.
"Ada apa mas? " kata Nisa dengan suara khas bangun tidurnya, lalu memejamkan matanya lagi.
"Eh, jangan tidur lagi. Ayo sholat dulu. Nanti kita kesiangan. Aku sudah menyiapkan air hangat untuk berendam. " Erhan langsung menarik Nisa yang akan tidur lagi.
"Aku capek mas, badanku remuk rasanya. " keluh Nisa.
"Aku gendong ya? " tanpa menunggu jawaban Nisa, Erhan langsung mengangkat tubuh Nisa yang polos saat itu. Membuat Erhan berkali-kali menelan salivanya kasar.
Erhan lalu memasukkan Nisa ke dalam Bathup yang sudah terisi air hangat dan aroma terapi.
"Berendamlah sebentar, kalau sudah selesai panggil aku. Dan agak cepat ya, biar kita tidak kehilangan waktu subuhnya. " Pesan Erhan sebelum keluar.
Nisa hanya mengangguk sebagai jawaban sambil memejamkan matanya.
Diluar Erhan merasa tak tega melihat wajah Nisa tadi yang sangat lemas dan kelelahan.
"Apa aku sangat keterlaluan ya, sampai membuat istriku seperti itu." gumam Erhan sambil memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai, lalu mengganti seprei bekas pertempuran mereka semalam.
"Setidaknya aku sedikit mengurangi bebannya untuk membersihkan pakaian kotor. " kekehnya
Terdengar suara kamar mandi di buka, lalu Nisa keluar dengan wajah yang terlihat sedikit segar. Namun tidak dengan cara jalannya yang aneh itu. membuat Erhan mengernyitkan keningnya.
"Kenapa jalanmu seperti itu sayang? " tanya Erhan yang tidak tahu.
"Ini semua karena kamu mas, "
"Karena aku, memang apa salahku? " tanya Erhan dengan wajah tak berdosanya.
"Sudahlah, ayo kita sholat dulu. Nanti kau bisa memeriksanya sendiri. " kata Nisa yang sangat kesal kepada suaminya itu.
Akhirnya mereka menghentikan perdebatan tak berfaedah itu, dan langsung mengerjakan sholat subuh yang hampir kesiangan.
Setelah selesai sholat, Erhan yang penasaran langsung bertanya kepada istrinya. Apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa menjadi salahnya. Lalu Nisa dengan membuang rasa malunya menyuruh Erhan untuk memeriksa bagian intinya, sebagai pelajaran agar Erhan tidak lagi melakukan ritual suci mereka secara berlebihan, paling tidak secukupnya saja. Asal kebutuhan biologisnya tersalurkan.
Dengan ragu Erhan melakukan apa yang di minta Nisa, dia khawatir tidak bisa membendung hasrat nya jika harus melihat bagian sensitif Nisa. Namun setelah melihatnya wajah Erhan berubah menjadi pucat.
"Astaghfirullah Kenapa bisa bengkak seperti itu, yang. " sebuah pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut cerdas sang CEO...
Nisa langsung memukul keningnya. Dia saja yang awalnya awam dengan kegiatan suami istri bisa mengerti asal muasal kenapa bisa membengkak. Sedangkan sang pelaku utama tidak tau sama sekali dan tidak merasa bersalah.
Karena kesal Nisa langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan menyelimuti seluruh tubuhnya, dia ingin mengistirahatkan tubuhnya yang masih sangat lelah. Karena tidak mendapat jawaban dari sang istri, dan melihat hunian junior membengkak seperti itu, Erhan mengabaikan rasa kantuk nya dan langsung keluar menghubungi dokter pribadi keluarganya, tidak lupa dia menyuruh dokter wanita yang datang. Karena yang akan di periksa adalah hunian untuk junior. Dan tak sembarang orang boleh melihat miliknya.
Setelah tiga puluh menit berlalu akhirnya seorang dokter wanita datang dengan menenteng peralatan medis ditangan nya. Mama Aylin yang tidak sengaja melihat kedatangan dokter Florence pun langsung menghampirinya dan menanyakan perihal kedatangannya pagi-pagi buta begini.
"Dokter, kenapa dokter datang pagi-pagi sekali. Siapa yang sakit?" tanya mama Aylin.
"Ah, tadi Tuan Erhan menghubungi Dokter Hans. Katanya menyuruh dokter wanita untuk datang kemari.Apa bukan anda yang sakit Nyonya? "
__ADS_1
Mendengar putranya yang memanggil dokter, mama Aylin langsung panik dan dia langsung menyuruh dokter Flo untuk mengikutinya. Sesampainya di depan kamar Erhan mama Aylin langsung mengetuk pintu dengan tidak sabaran. Dia takut terjadi sesuatu kepada menantunya..
Pintu kamar terbuka, dan terlihat wajah cemas Erhan. Membuat mama Aylin ikut cemas.
"Dokter cepat periksa istriku. "
"Memangnya apa yang terjadi dengan menantu mama? " tanya mama Aylin panik.
"Tenang nyonya, biar saya memeriksa nona dulu. " Lalu dokter Flo ingin membuka kancing atas piyama Nisa, namun segera di larang Erhan.
"Bukan itu yang sakit dokter. " kata Erhan sedikit berteriak.
Mama Aylin dan dokter Flo saling berpandangan, kalau bukan memeriksa organ vital dulu lalu apa yang harus di periksa nya? .
Nisa yang merasa tidurnya terusik dengan suara berisik di kamarnya pun mulai membuka matanya Dilihatnya ada Erhan dan mama Aylin dan seorang wanita cantik yang duduk di tepi ranjangnya.
"Ada ada ini? " tanya Nisa yang sudah mengumpulkan nyawanya.
"Sayang apa kau baik-baik saja? mana yang sakit? kata Erhan kamu sakit sampai dia memanggil dokter Florence kemari. " tanya mama Aylin dengan panik.
'Jadi wanita ini dokter. ' Seketika Nisa menepuk keningnya lagi.
"Mas, kenapa panggil dokter sih, aku kan malu. Nanti juga sembuh sendiri. " Nisa langsung menatap Erhan dengan sengit.
Erhan yang ditatap sepeti itupun langsung salah tingkah, karena tidak biasanya Nisa yang kalem menjadi galak sepeti itu, begitu juga dengan mama Aylin. Yang tidak pernah mendengar Nisa berkata sedikit keras kepada suaminya. Sedangkan dokter Flo hanya menjadi penonton drama keluarga pagi ini.
"Erhan, Nisa sebenarnya apa yang terjadi? Tolong jelaskan pada mama. " Akhirnya mama Aylin yang meminta penjelasan.
Nisa dan Erhan tertunduk, terutama Nisa yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Erhan mulai bicara.
"Terus? Aku sendiri takut terjadi sesuatu pada Nisa ma. Tapi Nisa bilang aku harus memeriksanya sendiri. Dan setelah aku memeriksanya sendiri, ternyata bengkak ma? '
Dokter Flo hanya bisa menahan senyumnya, dia sudah mengerti arah pembicaraan Erhan, sejak Erhan mengatakan jalan Nisa yang aneh, ditambah sebuah kata bengkak. Dokter Flor sudah tau arah pembicaraannya.
"Apanya yang bengkak? " tanya mama Aylin dengan sedikit keras.
"itunya. "
"Apa.... "
Mama Aylin memandang dokter Flo, dan dokter Flo pun menganggukkan kepalanya tanda kalau dia sudah mengerti.
"Yaa Allah Erhan, kamu pagi-pagi sudah bikin keributan ya? " kata mama Aylin yang langsung menjewer telinga anaknya itu.
"Ma, sakit ma. " keluh Erhan sambil memegang telinganya.
"Maaf nona, apa saya bisa memeriksanya? " akhirnya Dokter Flo yang berbicara dengan nyonya muda keluarga Khan tersebut.
" Tapi saya malu, dok. " kata Nisa dengan semburat merah di pipi nya.
"Tidak apa-apa nona, kita sama perempuan. Lebih baik saya periksa dulu jadi saya bisa meresepkan obat untuk anda, agar segera sembuh. " dokter Flo merayu dengan lembut.
Akhirnya Nisa mau di periksa, dan langsung membuka kedua kakinya. dokter Flo juga langsung memeriksa dan memperhatikannya, begitu juga mama Aylin yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Nisa.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal adzim. " pekik Mama Aylin ketika melihat hasil perbuatan anaknya itu.
"Bener kan ma, bengkak. Aku juga tidak tau kenapa bisa bengkak kayak gitu. " Lagi-lagi sebuah kalimat bodoh keluar dari mulut Erhan.
Membuat Nisa dan dokter Flo menggeleng kan kepalanya, tapi tidak dengan mama Aylin. Dia langsung menjewer telinga Erhan lagi, karena dia masih belum sadar Nisa seperti itu karena ulahnya semalam.
"Kamu ini ya, Nisa seperti itu gara-gara kamu, Erhan. "kata mama Aylin dengan gemas dan masih belum melepaskan jewerannya.
" Kok aku sih. " Erhan masih menyangkalnya.
Mama Aylin akhirnya menyerah dan melepaskan jeweran telinganya. Ternyata anaknya yang kepandaiannya di atas Rata-rata bisa menjadi bodoh karena masalah ranjang.
"Dokter, tolong jelaskan secara ilmiah kenapa ini semua terjadi pada menantuku. " mama Aylin pada akhirnya menyuruh dokter Flo untuk menjelaskan.
"Baiklah nyonya. " balas dokter Flo
"Anda sudah menikah dengan istri anda sudah berapa lama? " tanya dokter Flo.
"Hampir dua mingguan. " jawab Erhan
"Selama dua minggu berapa kali anda berhubungan suami istri dengan istri anda. "
"Dokter kenapa pertanyaan nya intim sekali? " kata Erhan yang tak terima jika hubungan nya dengan Nisa jadi konsumsi publik.
"Sudah jawab saja. " sentak mama Aylin yang sangat kesal dengan ulah anaknya itu.
" Baru dua kali dokter, pada saat malam pertama dan semalam. Karena setelah malam pertama kami Nisa langsung mendapatkan tamu bulanannya. " Erhan berkata dengan serius.
"Pantes." celetuk mama Aylin. dan itu sontak membuat Nisa malu.
" Pantas saja, ternyata masih pengantin baru. " gumam dokter Flo yang masih bisa di dengar Erhan.
"Jadi begini Tuan Erhan. karena lubang **** * nyonya Nisa masih sempit dan anda menggunakan nya baru dua kali dan setelah berbuka anda berbuka langsung melakukannya berkali-kali semalam dan mungkin tanpa henti itulah yang menyebabkan area sensitif nyonya membengkak. " jelas dokter Flo.
Penjelasan dokter Flo itu membuat mata Erhan membulat.
"Benarkah? "
dokter Flo mengangguk membenarkan ucapannya.
"Jadi saya sarankan, sebaiknya anda melakukan nya jangan terlalu berlebihan, tuan. Kasihan istri anda, dan anda juga yang rugi dalam hal ini. '
" Kenapa bisa begitu" tanya Erhan penasaran dengan penjelasan dokter.
"Kemarin, selama satu minggu anda puasa kan tidak menyentuh istri anda, lalu semalam anda berbuka puasa secara berlebihan. Akibatnya anda harus puasa lagi selama beberapa hari sambil menunggu bengkak nya sembuh dulu. Karena jika belum sembuh dan memaksa di pakai bisa menyebabkan infeksi dan peradangan pada sarang junior anda. " jelas dokter Flo.
Dan sekarang Erhan bisa mengerti dengan apa yang di sampaikan dokter itu. Dia langsung menghampiri istrinya lalu memeluknya.
"Maafkan aku sayang. "
"Berbukalah secukupnya dan jangan berlebihan, karena yang berlebihan itu tidak baik untuk kesehatanš¤"
"Selamat berpuasa lagi abang Erhan. "
Bersambung,
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca