
Erhan dan Nisa kembali ke ruang keluarga setelah mereka bersih-bersih diri. Nisa sudah dalam keadaan segar begitu pula dengan Erhan. Sekarang mereka berdua sudah berkumpul bersama mama Aylin.
"Segarnya anak dan menantu mama." goda mama Aylin saat mereka sudah duduk bersama
"Mama...sudah donk, kasihan Nisa. Dia baru disini dan masih perlu adaptasi. Jangan menggodanya terus." Erhan memberi tahu mamanya agar tidak terlalu menggoda Nisa.
"Iya...iya....sekarang ayo kita makan." ajak mama Aylin sambil melangkah ke ruang makan diikuti Erhan dan NIsa.
"Kemal kemana, ma? Kok ga kelihatan?" Erhan clingak-celinguk mencari sahabatnya itu.
"Dia kembali ke perusahaan sesaat setelah kamu pergi tadi."
"Ohhh....dia tidak ikut makan dulu?"
"Tidak, dia takut menunggumu terlalu lama. Kalau sudah sama Nisa biasanya kamu selalu lupa diri katamya." ejek mama Aylin kepada anaknya itu.
Ejekan mama Aylin kepada Erhan tidak ditanggapi Erhan, tapi itu membuat wajah Nisa merona.
"Maaa...." Erhan memperingatkan lagi ketika melihat istrinya itu malu.
"Iya...iya...mama minta maaf yaa, sayang? Sekarang, ayo kita makan."
Suasana meja makan yang biasanya dingin dan sepi kini berubah menjadi hangat, ketika ada Nisa disana. Membuat pelayan yang melihatnya ikut merasakan kehangatan yang kini terjadi di meja makan itu. Setelah kepergian sang tuan besar memang keadaan mension besar itu berubah menjadi sepi, apalagi saat siang hari ketika tuan muda mereka bekerja. Terkadang mereka kasihan melihat nyonya besar yang merasa kesepian berada di rumah sendirian. Karena itu mama Aylin suka pergi keluar rumah untuk melakukan bakti sosial atau arisan sosialita bersama teman-temannya.
Setelah makan siang, mereka memutuskan untuk ngobrol sebentar sambil menunggu makanan yang mereka makan bisa tercerna dengan baik.
"Bagaimana perjalananmu tadi, Nis?" tanya mama Aylin kepada menantunya itu
"Alhamdulillah,menyenangkan ma. Walau awalnya Nisa sedih karena harus meninggalkan orang-orang yang Nisa sayangi. Tapi, mas Erhan bisa menenangkan Nisa." ujar Nisa kepada mama mertuanya itu.
"Mas?" tanya mama Aylin kepada mereka berdua, berharap salah satu dari mereka mau menjaawab.
"Mas itu sebuah panggilan seorang istri untuk menghormati suaminya, ma. Karena Nisa belum terbiasa dengan bahasa kita. Jadi aku anggap panggilan Mas menjadi panggilan sayang Nisa padaku." terang Erhan pada mamanya itu.
"Ohhh, panggilan sayang..." mama Aylin mengangguk mengerti.
"Apa rencanamu setelah ini, Nak?"
" Besok aku akan mengajak Nisa ke perusahaan dan mengenalkannya sebagai istriku kepada semua karyawan. Agar mereka tau siapa nyonya mereka saat ini." kata Erhan dengan yakin.
Nisa yang mendengar itu langsung membelalakkan matanya.
"Haruskah secepat itu,mas?" tanya Nisa yang merasa tak percaya dengan rencana Erhan.
" Tentu saja.?' Jawab Erhan percaya diri.
"Tapi aku belum siap?" kata Nisa.
" lalu kapan kau akan siap, sayang? Baik besok atau kapanpun kau kukenalkan kepada para karyawan, itu sama saja. Aku tidak ingin kau di usir oleh resepsionis karena mereka tidak tau kalau kau adalah istriku, seperti yang di novel-novel itu." kata Erhan menjelaskan maksudnya kepada Nisa.
"Benar Nisa, cepat atau lambat mereka harus tau kalau kau adalah istri seorang Erhan. Agar suamimu yang tampan ini tidak menjadi incaran wanita-wanita lapar di luar sana." kata mama Aylin membenarkan ucapan Erhan.
"Baiklah terserah kau saja." AKhirnya Nisa pasrah dengan keputusan Erhan.
__ADS_1
"Nah gitu donk, ini baru istriku." ucap Erhan dengan mengacak pucuk kepala Nisa.
Membuat mama Aylin yang melihatnya ikut bahagia.
"Sekarang kalian boleh istirahat, aku rasa makanan kita sudah tercerna dengan baik." kata mama Aylin menghentikan candaan Erhan dan Nisa.
Erhan dan Nisa pun menurut dan langsung beranjak dari duduknya menuju kamar mereka.
Mama Aylin memandang foto keluarganya, dimana ada sosok ayah Erhan di sana.
"Pa, kau lihat tadi? Jagoan kita sudah tumbuh dewasa, dan dia sudah menikah sekarang,dengan wanita pilihannya. Jika kau tau caranya mendapatkan istri, kau pasti tidak akan pernah percaya." Mama Aylin menyeruput tehnya dan berbicara sendiri dengan foto almarhum suaminya.
Di kamar, Nisa dan Erhan sudah merebahkan dirinya di atas ranjang dengan posisi terlentang, dengan tangan Erhan yang dijadikan bantal untuk Nisa.
"Apa besok kau akan langsung bekerja.?" Tanya Nisa sebelum mereka memejamkan matanya.
"Kan tadi sudah ku katakan kalau besok aku akan mengenalkanmu kepada para karyawanku."
" Setelah itu? Apa yang akan kau lakukan?" tanya Nisa lagi.
"Aku akan memeriksa beberapa pekerjaan yang aku tinggalkan selama ini.."
"Jadi aku akan kau tinggalkan bekerja, gitu." ketus Nisa.
"Hanya memeriksa berkas, sayang? Kamu nanti bisa bersantai di kamar pribadi yang ada diruanganku."
"Kau punya kamar pribadi di kantor? Seperti yang ada di novel-novel itu?" tanya NIsa antusias.
Erhan megangguk, " Tentu saja, terkadang aku melepaskan lelahku dengan berisirahat disana." ujar Erhan yang menyombongkan dirinya.
Erhan yang mendengar antusiasme dari Nisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Sekarang, kita tidur dulu. Aku sudah sangat lelah." kata Erhan lalu memejamkan matanya.
Nisa berbalik menghadap Erhan, lalu memeluk perutnya dengan posesif.
"Erhan, kau adalah milikku." gumam Nisa sebelum memejamkan matanya.
Erhan yang masih belum terlelap mendengar gumaman Nisa pun tersenyum, dan membalas pelukan Nisa tak kalah posesifnya.
********************
Keesokan harinya,
Sesuai perkataan Erhan kemarin, kalau dia akan mengajak istrinya ke perusahaan untuk di kenalkan sebagai istrinya kepada seluruh karyaan perusahaan nya. Nisa sudah tampak cantik dengan pakaian yang tertutup dan jilbab yang bertengger di kepalanya. Sedangkan Erhan sudah rapi dengan setelan jasnya. Penampilan yang baru Nisa lihat saat ini. Suaminya itu tampak mempesona.
"Ternyata suamiku sangat tampan," Celetuk Nisa ketika melihat penampilan suaminya yang lain dari biasanya.
"Apa kau baru menyadarinya?" kata Erhan mendekat ke arah istrinya itu. Lalu menariknya agar mendekat.
Kini tidak ada lagi jarak diantara mereka. Erhan merasa gemas sekali mellihat bibir mungil yang sudah mengatainya tampan itu. Lalu sedikit mengecupnya.
Nisa yang sudah biasa dengan perlakuan Erhan pun hanya diam dan tidak memberontak lagi. Melihat istrinya yang hanya diam, Erhan kemudian menyesap bibir manis itu secara bergantian untuk mengisi moodbooster-nya.
__ADS_1
Kini Nisa sudah bisa mengimbangi perlakuan mesum suaminya itu,dan itu sudah menjadi kebiasaan mereka sekarang. Karena menyenangkan hati suami sudah menjadi kewajibannya sekarang. Agar sang suami tidak berpaling, maka Nisa akan mengimbangi kemesuman suaminya itu.
Pagutan mereka terlepas setelah mendengar pintu di ketuk, siapa lagi pelakunya kalau bukan sang mama yang menyuruh mereka agar segera sarapan karena Kemal sudah datang. Mereka saling melempar senyum setelahnya.
"Sekarang istrikku sudah bisa mengimbangiku ya?" kata Erhan mencubit hidung Nisa.
"Aku hanya melakukan kewajibanku, seperti permintaan suamiku. Agar suamiku tidak jajan di luar, maka aku akan belajar banyak hal mulai sekarang." ungkap Nisa.
"Istirku memang pintar." kata Erhan mengusap kepaala istrinya.
Mereka akhirnya turun dengan senyum yang terkembang di bibir mereka berdua. Membuat siapapun yang melihatnya juga merasakan bahagia yang sama seperti yang mereka rasakan saat ini.
Kini mobil mewah sang pimpinan perusahaan sudah terparkir rapi. Semua orang yang tahu itu adalah mobil CEO mereka pun bersiap menyambutnya, Karena sudah hampir dua minggu ini sang CEO tidak terlihat batang hidungnya. Sehingga membuat mood booster mereka sedikit berkurang, karena tidak melihat wajah tampan sang CEO.
Kemal membukakan pintu untuk Erhan dan Erhan keluar dengan membenarkan jasnya agar terlihat rapi. Lalu tangannya terulur ke dalam mobil, menunggu disambut oleh seseorang yang berada di dalamnya. Nisa menyambut uluran tangan Erhan dengan malu-malu.
Semua orang yang melihat adegan itu, seolah penasaran siapakah yang menyambut uluran tangan sang CEO mereka?
Nisa keluar dengan anggun dan langsung di sambut pelukan posesif Erhan yang melilit pinggang rampingnya. Membuat semua orang di sana tercengang melihat perlakuan CEOnya kepada seorang wanita cantik yang tidak mereka kenal sama sekali. Lain halnya dengan Kemal yang berdecih melihat kebucinan atasan sekaligus sahabatnya itu.
Erhan, Nisa dan Kemal melenggang masuk, menuju lift khusus petinggi perusahaan. Mereka tidak memperdulikan kasak kusuk yang terdengar diantara karyawannya.
"Kemal, untuk hari ini jangan kau beri aku pekerjaan berat. Aku hanya ingin mengenalkan istriku kepada seluruh karyawan. Setelah itu aku hanya akanbmemeriksa berkas yang harus aku tanda tangani saja. " Kata Erhan kepada Kemal saat mereka berada di dalam lift.
"Baik, tuan. " jawab Kemal.
Nisa yang mendengar Kemal memanggil suaminya dengan panggilan tuan merasa geli sendiri dan tanpa sadar dia terkekeh.
"Kenapa, sayang? " tanya Erhan yang melihat istrinya terkekeh.
"Aneh aja, denger Kemal memanggilmu dengan panggilan tuan. Padahal kalian kalau bertemu, seperti Tom and Jerry. " kata Nisa yang masih terkekeh.
Erhan dan Kemal pun ikut terkekeh ketika mengingat kelakuan mereka berdua ketika bertemu diluar. Setelah sampai di ruangannya, Erhan menyuruh Kemal, untuk mengumpulkan semua orang satu jam lagi di aula. Kemal menunduk, dan segera pergi untuk melakukan tugas dari CEO nya.
Satu jam berlalu, Erhan dan Nisa berjalan menuju Aula tempat berkumpulnya para karyawan.
"Apa kau sudah siap, istriku? "
"Aku harus siap, suamiku. "
Dengan posesif nya, Erhan menggandeng Nisa masuk kedalam Aula tempat semua orang berkumpul. Mereka semua yang ada di sana terdiam saat melihat CEO mereka masuk dengan menggenggam erat tangan seorang wanita. Membuat mereka semua menahan nafasnya sejenak, karena melihat ketampanan dan kecantikan dua sosok yang ada di hadapan mereka saat ini.
"Selamat pagi semuanya... " sapa Erhan kepada semua orang yang ada disana.
"pagi pak. " jawab mereka serempak. Mereka akan mendengarkan secara seksama apa yang akan disampaikan CEO mereka hari ini.
"Sengaja saya mengumpulkan kalian semua disini pagi ini, karena saya akan memperkenalkan seseorang yang sangat spesial dan sudah berani menjungkir balikkan kehidupan saya selama beberapa bulan terakhir. "
Semua orang jadi penasaran dengan seseorang yang sudah menjungkir balikkan kehidupan CEO mereka. Sedangkan selama ini, yang mereka tau CEO mereka menjomblo sejak putus dari Benazir. Apakah wanita di sampingnya itu? mereka semua memikiki pemikiran yang sama.
"Aku perkenalkan kepada kalian semua, Satu-satunya wanita yang bisa membuatku penasaran, jatuh cinta dan menjungkir balikkan duniaku. Dia adalah Anisa Humaira, istri tercinta ku. "
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca.