
Nisa menahan malu yang luar biasa mengingat sikapnya tadi saat tahu kalau ternyata di ruangan Erhan, tidak hanya ada Erhan seorang diri. Tapi ada beberapa orang klien penting. Erhan yang mengerti keadaan istrinya itu langsung membawanya ke ruangan pribadinya. Dan menenangkannya.
"Tenanglah. tidak apa-apa. aku akan menjelaskan kepada mereka. Oke! " bujuk Erhan. Sekarang istirahatlah aku akan menyelesaikan rapatku dulu."
Nisa mengangguk dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Melihat itu Erhan bisa tersenyum lega, dan dia keluar untuk menemui kliennya dulu. Sebelumnya dia menghampiri dua bodyguard cantiknya Nisa.
"Kalian boleh istirahat, nanti akan aku panggil setelah selesai rapat. " titah Erhan
"Baik tuan. " Ana dan Lisa kemudian pergi dari sana.
Erhan kembali ke ruangannya kemudian mengungkapkan permintaan maafnya kepada para kliennya.
"Saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya. " kata Erhan yang merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa tuan. Memangnya siapa wanita tadi? apakah kekasih tuan Erhan? " salah satu dari mereka menanyakan perihal Nisa.
"Ah, dia istriku, tuan. Mungkin telah terjadi sesuatu. Karena itu, dia bersikap seperti itu. " terang Erhan.
"Jadi tuan Erhan sudah memiliki istri? aku pikir tuan Erhan masih single. Karena kami tidak pernah mendengar pernikahan anda. "
"Kami baru menikah, mungkin dua bulan lagi kami akan mengadakan resepsi. Insya'Allah kalian akan saya undang. " ujar Erhan dengan sedikit tersipu.
"Kami akan menunggu undangan dari anda tuan. "
Akhirnya mereka melanjutkan pembicaraan masalah pekerjaan. Selama kurang lebih dua jam mereka baru mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
Tamu Erhan akhirnya pergi, tinggal Erhan dan Kemal di ruangan itu.
"Panggil kan Lusi dan Ana kemari. Aku ingin bicara dengan mereka." kata Erhan sambil memijit pelipisnya.
Kemal menuruti dan segera menghubungi mereka berdua. Tak lama Ana dan Lusi segera menghadap.
"Katakan padaku apa yang terjadi tadi. Kenapa istriku bersikap seperti itu. " tanya Erhan langsung pada intinya.
Ana dan Lisa langsung menunjukkan ponsel mereka, dan memberikannya kepada Erhan, Erhan langsung mengerti. Dan membuka aplikasi video disana dan memutar salah satu video terbaru.
Tangannya mengepal erat mendengar percakapan mereka. Ternyata hari ini istri nya bertemu dengan Benazir dan Benazir memberikan informasi yang sangat penting.
"Baiklah aku mengerti. Mulai sekarang kalian harus lebih waspada, apalagi kalau bertemu Shofi. Untuk Benazir, sebaiknya kalian tetap waspada. Karena kita tidak tau apakah dia tulus atau hanya sekedar pura-pura. " Erhan memberikan perintahnya kepada kedua bodyguard Nisa.
"Baik tuan. "
"Sekarang kalian boleh pergi, "
Kedua bodyguard cantik itu pergi meninggalkan ruangan Erhan. dan hanya tertinggal Kemal di sana.
"Sekarang apa yang akan kau lakukan pada Shofi?" tanya Kemal kepada sahabatnya yang sedang galau itu.
"Entahlah, aku akan bicara pada Nisa nanti."
"Berhati-hatilah.... benar kata Benazir, cinta yang berubah menjadi obsesi akan sangat menakutkan. dia tidak hanya akan menargetkan Nisa melainkan juga menargetkan mu." Kemal bergidik ngeri mengingatkan.
"Aku mengerti. "
"Baiklah, aku pergi dulu. Tenangkan istrimu. " Kemal lalu pergi meninggalkan Erhan sendiri diruangan itu.
__ADS_1
Setelah kepergian Kemal, Erhan lalu menuju ruang pribadinya menemui istrinya. Dilihatnya istrinya itu sedang tertidur pulas. Mungkin karena kelelahan atau stress.
Erhan lalu mendekat, dan membaringkan tubuhnya di samping Nisa lalu memeluknya erat. Dia menghirup dalam-dalam aroma khas Nisa yang sangah lembut dan membuatnya candu.
"Padahal kita baru saja menikah. Kenapa ada saja masalah seperti ini" gumam Erhan. Lalu mengikuti Nisa ke alam mimpi.
Nisa terbangun kala senja menyapa. Dilihatnya suaminya yang sedang lelap tertidur di sampingnya dan memeluknya dengan posesif. Nisa tersenyum melihatnya, lalu tangannya mulai meraba wajah Erhan yang terlelap dengan lembut.
"Kau adalah milikku, takkan kubiarkan milikku di ganggu atau di ambil orang lain. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun masuk ke dalam rumah tangga kita." gumam Nisa dengan lirih.
Erhan yang terganggu dengan gerakan tangan Nisa di wajahnya seketika membuka matanya. Dilihatnya sang istri sedang tersenyum kepadanya.
"Kau sudah bangun? apa tidurmu nyenyak?" tanya Erhan yang masih menikmati sentuhan lembut Nisa.
"Aku baru bangun, dan tidur dengan sangat nyenyak apalagi suamiku memelukku dengan sangat erat. Aku bisa merasakan kenyamanan itu." kata Nisa yang masih menikmati ketampanan suaminya.
Erhan yang mendengarnya pun terkekeh.
"Apa kau ingin mandi dulu sebelum kita pulang? " tawar Erhan.
"Tidak, aku ingin mandi dirumah saja dan berendam. "
"Baiklah, ayo kita pulang. Mama pasti menunggu kita untuk makan malam. "
Nisa mengangguk dan menuruti suaminya itu. Tapi sebelum itu mereka menjalankan kewajibannya di kantor sebelum kehabisan waktu maghrib.
Erhan dan Nisa keluar dari perusahaan diikuti Lisa dan Ana yang ternyata masih menunggu mereka.
Dengan disopiri Lisa, mobil melaju menuju ke mansion Erhan. Nisa membuka ponselnya barangkali ada pesan yang masuk, dan ternyata benar ada pesan masuk dari mam Aylin.
📩 "Shofi datang. bersikaplah biasa saja seolah kamu tidak pernah tau siapa dia selain sepupu Erhan."
Pesan kedua dari mama Aylin membuat jantung Nisa tak karuan. Erhan yang melihat sikap tak biasa istrinya itu langsung bertanya.
" Ada apa, sayang? "
Mendengar pertanyaan dari suaminya. Nisa langsung menoleh, dan memberikan ponselnya kepada Erhan.
Erhan menerima ponsel Nisa dan membaca pesan dari mamanya itu. Kening nya mengernyit, lalu dia mengambil ponselnya dan melihat pesan yang masuk dari mamanya. Ternyata isi pesannya sama, mengabarkan kedatangan Shofi.
Dia menghembuskan napas kasar dan memijit kening nya.
"Bersikaplah biasa saja, mas. " kata Nisa setelah bisa mengontrol dirinya.
Erhan menoleh kearah Nisa, yang terlihat biasa saja sekarang.
"Apa kau baik-baik saja? "
Nisa mengangguk, "Aku baik. "
"Bersikaplah biasa saja, tunjukkan padanya kalau kau sangat mencintaiku di hadapannya. Dan jaga jarak dengannya. Aku punya rencana yang akan membuatnya shock. " kata Nisa dengan percaya diri.
Erhan menaikkan satu alisnya, melihat wajah Nisa yang sangat santai tidak seperti tadi waktu datang ke kantor dan saat menerima pesan dari mamanya. Apakah istrinya ini memiliki kepribadian ganda? pikirnya.
Namun Erhan tak ambil pusing, dia langsung memeluk Nisa dengan erat. "Kau akan baik-baik saja sayang." ujarnya dslam hati.
__ADS_1
Kemesraan majikannya itu hanya bisa disaksikan Ana dan Lisa dari kursi depan melalui spion. Jadi Baper...
Mereka akhirnya sampai di mansion Erhan, sebelum turun Erhan memberi pengarahan kepada bodyguard istrinya itu.
"Ana, Lisa selalu awasi gerakan Shofi. Bila ada yang mencurigakan kalian boleh bertindak. "
"Baik tuan. "
"Ana, kau bisa mengontrol lewat cctv pergerakan Shofi. Sedangkan Lisa, kau awasi pergerakannya agar bisa menghindari sesuatu yang tidak diinginkan di dalam mansion." Baik tuan.
Setelah memberikan pengarahan kepada mereka berdua akhirnya Nisa dan Erhan turun dari mobil dan memasuki mansion.
Seperti dugaan mereka berdua Shofilah yang akan menyambut kedatangan mereka.
"Erhan, akhirnya kau datang juga. Aku sangat merindukanmu. " Dengan tidak tau malunya Shofi berlari menghampiri Erhan dan ingin memeluknya.
Namun dengan cekatan Nisa langsung menark Erhan kebelakang dan Nisa berdiri di hadapan Erhan lalu menyambut pelukan yang akan diberikan Shofi.
"Senang bertemu denganmu, Shofi. " kata Nisa berbisik ditelinga Shofi sambil memeluknya.
Erhan dan Mama Aylin yang melihat kecepatan gerakan Nisa sangat tidak menyangka. Bahkan Erhan seperti akan terhuyung kebelakang ketika Nisa menariknya tadi. Namun tak ayal baik mam Aylin maupun Erhan tersenyum senang melihat betapa cekatannya Nisa.
Shofi yang gagal memeluk Erhan pun menjadi sangat kesal, karena dia jatuh dipelukan Nisa buka Erhan.
"Kalian sudah datang, ayo masuk. Kita segera makan malam. " ujar mama Aylin yang memecah ketegangan diantara mereka.
Nisa langsung melepaskan pelukan Shofi. Lalu menggandeng tangan Erhan, tanpa memperdulikan Shofi yang terlihat kesal.
"Kita makan malam dulu ya, mas. Setelah itu kita berendam. " bisik Nisa ditelinga Erhan.
Mata Erhan membulat mendengar bisikan Nisa. Apa katanya tadi? berendam? kita? Sepertinya Erhan masih belum percaya dengan apa yang diucapkan Nisa barusan.
"Kamu nggak mandi dulu, yang? " kata Erhan sambil menarik kursi untuk Nisa.
"Tidak, nanti saja. setelah makan malam. " jawab Nisa santai.
Dan itu membuat mama Aylin dan Erhan berpandangan karena tidak seperti biasanya Nisa bersikap seperti ini. Biasanya dia akan langsung mandi saat pulang dari luar.
Shofi datang ke ruang makan, dan duduk di samping Erhan di sisi lainnya tanpa tau malu sedikitpun.
"Kamu makan sama Apa mas? " Tanya Nisa sambil mengambil nasi di piring
"Apa saja, aku suka semua masakan ini" jawab Erhan sambil terus memandangi Nisa yang cekatan melayaninya tanpa mempedulikan Shofi sama sekali.
"Terimakasih." kata Erhan setelah makanan dihidangkan di depannya.
Shofi merasa kesal karena tidak di pandang sedikitpun oleh Erhan.
Mereka makan dengan tenang, mama Aylin melihat menantunya itu dengan sikap santai walau ada seorang pelakor di tengah-tengah mereka. Begitu juga dengan Erhan yang tidak mempedulikan kehadiran Shofi sama sekali. Mereka bersikap biasa saja, seperti hari-hari biasanya.
Makan malam selesai. Erhan dan Nisa berpamitan kepada mama Aylin untuk kembali ke kamar, karena mereka belum membersihkan diri. Namun sebelum pergi ke kamar, Nisa berkata dengan lantang kepada salah seorang pelayan, untuk membawakan minuman ke kamar nya.
Erhan tau, istrinya ini pasti merencanakan sesuatu.
Bersambung,
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca.