
Sebulan sudah setelah kehebohan yang dibuat Erhan karena membuat istrinya tidak bisa berjalan selama beberapa hari. Sekarang Nisa sudah mulai bekerja di butik. Dia telah mendaur ulang konsep di butik, yang awalnya terlihat kaku kini butik itu sudah nampak santai dan elegan membuat Nisa betah kerja di sana. Nama butik itu sudah berubah sesuai permintaan Nisa dan disetujui suaminya. Yang awalnya bernama "Farhat Fashion" berubah menjadi "Queen Farhat Boutique".
Karyawan butik juga menerima Nisa dengan baik sesuai arahan tuan mereka sebelumnya. Namun mereka kini lebih senang bekerja di bawah kepemimpinan Nisa, karena Nisa tidak pernah membedakan antara atasan dan bawahan, pada akhirnya mereka akan mengerti posisi mereka sendiri. Kalau saat Erhan menjadi owner mereka, mereka selalu terlihat kaku dan hormat kepada Erhan, mengingat Erhan juga seorang CEO di perusahaan terkemuka di sana.
Begitu juga asisten Julia dan dua bodyguard cantiknya, Ana dan Lisa. Nisa juga tidak membedakan antara asisten atau bodyguard, karena Nisa meminta mereka untuk menganggapnya sebagai teman bukan asisten atau bodyguard kecuali bila di hadapan suaminya. Itulah kenapa Nisa selalu disayangi banyak orang karena sifatnya yang humble dan mudah berteman dengan siapa pun. Namun, karena sifat Nisa yang seperti ini semakin membuat Ana dan Lisa lebih waspada dengan segala kemungkinan yang akan terjadi kepada nonanya ini
Bagaimana dengan Shofi, tenyata selama satu bulan terakhir ini Shofi belum menampakkan batang hidungnya di mansion Erhan. Dan itu membuat semua orang bernapas lega. Karena bibi Erhan mengatakan akan menunda kunjungannya keluar negeri. Jadi Shofi belum bisa kesana untuk saat ini. Namun menurut ibu Shofi, Shofi tidak mau menginap terlalu lama di mansion, dia hanya akan datang sesekali jika merasa kesepian, ujar ibu Shofi kala itu. Dan itu bukan masalah bagi semua orang. Karena semuanya sudah bertekad akan menghadapi Shofi jika dia bebuat nekat.
Saat ini mereka berempat sedang makan siang di sebuah kafe. Ketika mereka berempat sedang menikmati makanannya, mereka didatangi seorang wanita cantik. Semua orang mendongak kearah wanita itu, ketika wanita itu sudah berada di meja mereka. Dan betapa terkejutnya mereka melihat siapa wanita yang mendekati mereka.
"Hallo miss Julia, apa kabar. " Sapa Benazir kepada Julia asisten Nisa.
Julia mengenal baik Benazir, karana saat menjalin kasih dengan tuannya, Benazir selalu datang seenaknya ke butik dan mengambil pakaian dengan sesuka hatinya. Ingin marah, tapi apalah hak Julia, dia hanya seorang bawahan Erhan.
Dan sekarang untuk apa wanita ular ini ada di sini? pikir semua orang saat itu.
Setelah menyapa Julia, Benazir beralih pandang ke Nisa yang masih menyantap makanannya dengan tenang. Seolah tidak memperdulikan kehadiran Benazir. Tapi tidak dengan Ana dan Lisa, yang sudah memasang mode waspada.
"Kau Nisa kan? istrinya Erhan? " Benazir kemudian menyapa istri mantan kekasihnya itu.
Nisa yang disapa pun menghentikan makannya dan melihat ke arah Benazir yang tersenyum kepadanya.
"Iya, ada apa nona Benazir menemui kami? Bukankah masih banyak kursi kosong di sini? " kata Nisa sambil melihat kesemua ruangan.
"Iya memang banyak kursi kosong, tapi bolehkan aku bergabung dengan kalian? Mungkin makan rame-rame begini asyik juga. " kata Benazir dengan tidak tau malunya.
Nisa melihat ke arah teman-temannya itu, mereka semua menggeleng pelan. Tapi Nisa tidak peduli, dia akan menerima Benazir bergabung di sana.
"Duduklah, masih ada satu bangku kosong. " sebuah kalimat yang membuat asisten dan bodyguard nya kelimpungan.
Setelah Benazir duduk dan memesan makanannya, dia terus-terusan memandang Nisa yang tidak kenal takut padanya, padahal mungkin saja Nisa sudah tau kalau dia adalah mantan kekasih suaminya.
"Ada apa, nona Benazir memandangiku? apa ada sesuatu di wajahku?" tanya Nisa tanpa dosa.
"Tidak, Aku hanya ingin melihat sosok istri Erhan dari dekat. " kata Benazir.
"Lalu, setelah kau melihat dan memperhatikanku, sekarang apa yang akan kau lakukan? " tanya Nisa lagi tanpa beban.
"Ternyata selera Erhan sudah berubah, jika dibandingkan penampilanmu dan penampilanku sangat berbeda 180°.
" Tentu saja, lihatlah penampilanmu, auratmu terlihat di mana-mana. Dan itu mengundang banyak Syahwat. " ujar Nisa tanpa dosa.
__ADS_1
Benazir terdiam beberapa saat setelah mendengar kalimat tajam dari Nisa. Membuat ketiga orang di sana menahan tawa mereka.
"Kau benar, karena itu aku bilang selera Erhan berubah, dulu dia suka wanita berpenampilan seksi seperti ku, tapi sekarang dia memilih wanita berpakaian tertutup sepertimu. " kata Benazir kemudian dengan nada mengejek.
Nisa tersenyum simpul menanggapi perkataan Benazir.
"Mungkin karena suamiku sudah sadar, sesuatu yang terbuka itu mudah di jamah orang, tetapi sesuatu yang tertutup itu lebih berharga. Ibarat kue yang di jual tanpa bungkus. Siapapun yang melihatnya pasti akan menyentuhnya tapi belum tentu membelinya, Belum lagi lalat-lalat yang datang mengerubunginya. Namun beda dengan kue yang terbungkus rapi, siapapun tidak akan membuka bungkusnya tanpa membelinya terlebih dahulu. Begitu juga dengan lalat, dia akan enggan mendekati kue yang terbungkus rapi. " Sebuah jawaban menohok yang diberikan Nisa kepada Benazir.
Benazir yang mendengar perumpamaan itupun langsung kicep tanpa bisa menjawab lagi. Sampai ada pelayan yang datang mengantarkan pesanan Benazir.
"Makanlah, kita lanjutkan makan kita dulu. kalau sudah dingin tidak enak. " Nisa menyuruh Benazir dan teman-temannya itu untuk segera memakan makanannya.
Setelah selesai makan, suasana kembali menegang. Entah apa lagi yang akan dikatakan Benazir pada Nisa kali ini. Membuat ketiga orang yang berada didekat Nisa menjadi waspada.
"Nisa ada yang ingin ku katakan padamu. " Benazir membuka percakapan kembali. Membuat Nisa dan teman-temannya memicingkan mata curiga.
"Kalian Jangan memandangku seperti itu, aku bukan pelakor yang akan merebut Erhan dari Nisa." kata Benazir dengan senyum mengejek.
"Aku sudah selesai dengan Erhan saat aku menyelingkuhinya, hubungan kami cukup sampai disitu. Aku sudah merasakan kemewahan yang diberikan Erhan kala itu. Dan aku rasa cukup,aku cukup tau diri jika aku memaksa kembali padanya,dia tidak akan menerimaku. Karena aku sudah menorehkan luka untuknya. " kata Benazir kemudian.
"Lalu apa yang ingin kau katakan padaku. "
"Shofi... " sebuah nama yang Benazir sebutkan.
"Berhati-hatilah dengan Shofi. Dia sangat mencintai Erhan, dan cintanya itu tidak pernah terbalas. Erhan selalu menolaknya, karena mungkin Erhan tau siapa Shofi yang sebenarnya. " kata Benazir menjeds kalimatnya.
Nisa dan ketiga temannya pun mendengarkan dengan seksama informasi yang mereka dapatkan.
"Shofi berbeda denganku, jika aku pernah mendapatkan cinta Erhan namun Shofi belum pernah merasakan itu. Jadi, mungkin dia akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Erhan. Cinta itu bisa berubah menjadi obsesi saat kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Apalagi setelah tau kalau Erhan sudah menikah denganmu. Berhati-hatilah... " pesan Benazir kepada Nisa.
Mendengar peringatan dari Benazir, mereka semua menegang. Ternyata mereka salah sangka, mereka kira Benazir yang akan merebut Erhan dari Nisa dan akan melakukan perbuatan norak yang biasa dilakukan para pelakor diluar sana. Tapi ternyata Benazir memberikan sebuah informasi penting yang harus mereka waspadai.
"Darimana kau tau kalau Shofi akan melakukan sesuatu. " tanya Nisa dengan wajah yang sudah memerah.
"Shofi adalah temanku, Jadi aku dengar sendiri darinya. Aku memang brengsek, tapi aku tidak pernah punya pikiran untuk merusak rumah tangga seseorang. Karena nanti aku juga akan berumah tangga, dan aku tidak ingin karma itu datang padaku. Aku ngatakan semua ini padamu, sebagai tanda permintaan maafku pada Erhan karena dulu pernah menyakiti nya." Benazir menjelaskan
"Baiklah, tugasku sudah selesai. Aku pergi dulu, ya." kata Benazir memecah pemikiran mereka bertiga.
"Benazir tunggu. " Nisa menghentikan langkah Benazir yang akan pergi.
"Ada apa? " tanya Benazir berbalik arah.
__ADS_1
Nisa lalu berdiri dan menghampiri Benazir, dan tanpa aba-aba Nisa langsung memeluk Benazir. Membuat ketiga orang disana terbelalak.
"Terimakasih karena sudah memberi kami informasi berharga, dan terimakasih kamu tidak punya pemikiran untuk menjadi seorang pelakor. Aku tau kamu orang baik, hanya Allah belum memberikanmu hidayah. Semoga kamu segera mendapatkannya dan bisa berubah lebih baik lagi." ujar Nisa berbisik di telinga Benazir.
Benazir yang mendengar itupun terkekeh geli. Ternyata istri Erhan ini sangat lucu dan menggemaskan.
"Baiklah, sekarang aku boleh pergi. " kata Benazir melepaskan pelukannya.
Nisa mengangguk, dan Benazir pun melangkah pergi meninggalkan mereka berempat dengan lambaian tangan tanpa menoleh kebelakang lagi.
Nisa terduduk setelah mendengar informasi dari Benazir. Ternyata bukan Benazir yang harus diwaspadai tapi Shofi, seseorang yang masih memiliki ikatan keluarga dengan suaminya.
"Ana, Lisa. antarkan aku ke kantor suamiku. " kata Nisa setelah lama terdiam.
"Baik nona, tapi kita harus mengantar kepergian Julia dulu ke butik. " kata Lisa.
"Iya... Julia aku titip butik dulu ya? Mungkin aku akan datang lagi ke butik besok. " Nisa memberikan perintahnya kepada Julia.
Di dalam mobil, hanya tercipta keheningan. Sepertinya Nisa sedang fokus memikirkan sesuatu. Membuat kedua bodyguard yang merangkap temannya itu hanya bisa ikut terdiam.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mobil mereka sampai di tempat tujuan.
Nisa dengan tergesa-gesa masuk ke dalam lift, tanpa memperdulikan dua pengawalnya itu. Setelah sampai di lantai tempat Erhan bekerja. Nisa langsung berlari ke ruangan suaminya, tanpa memperdulikan orang-orang yang sedang menatapnya. Lalu membuka pintu tanpa mengutuknya terlebih dahulu. Setelah pintu terbuka, fokusnya hanya tertuju pada satu orang Yaitu Erhan suaminya.
Nisa berjalan tergesa-gesa menghampiri Erhan, tanpa memperhatikan sekelilingnya, dan langsung menabrakkan dirinya ke tubuh Erhan dan memeluknya dengan erat. Membuat Erhan kebingungan dengan sikap Nisa yang seperti ini. Lalu dilihatnya di pintu dua bodyguard yang sepertinya ngos-ngosan karena mengejar Nisa.
"Ada apa, sayang. " tanya Erhan dengan lembut, karena dia tau pasti sudah terjadi sesuatu.
Nisa hanya menggeleng di pelukan suaminyaa itu. Membuat Erhan salah tingkah, karena saat ini dia sedang bertemu dengan klien di ruangan nya.
"Kita ke kamar ya, aku masih ada klien. " kata Erhan berbisik di telinga Nisa.
Mendengar itu, Nisa langsung melepas pelukannya dan melihat ke sekitarnya, dan benar di sana ada tiga orang pria yang tidak di kenal Nisa selain Kemal sedang memandangnya dengan senyuman tertahan.
Nisa langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami sambil berkata
"antarkan aku ke kamar. "
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca.
__ADS_1
Semoga kalian tetap setia dengan kisah ini ya.