Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Kejutan Di Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana resepsi pernikahan Erhan dan Nisa di adakan. Semalam seluruh keluarga besar Erhan dan Nisa sudah di boyong ke Hotel tempat penyelenggaraan acara di adakan. Semua terlihat sangat bahagia, apalagi ke dua mempelai.


Nisa terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin nya yang dia pakai saat acara fashion show di Dubai, begitu pula dengan Erhan yang sudah terlihat gagah dan tampan dengan setelan jas putih dengan dasi kupu-kupu yang bertengger di lehernya. Saat ini mereka berada di satu ruangan yang sama, karena sudah tidak ada acara pingitan lagi.


"Kau cantik sekali, sayang. " puji Erhan yang memandang lekat wajah istrinya itu.


Nisa tersipu malu mendengar pujian dari suaminya itu.


"Mas, kamu ingat nggak, memakai gaun ini mengingatkanku pada kejadian beberapa bulan yang lalu. Saat kita berada di Dubai. " kata Nisa masih dengan tersipu.


"Kau benar, aku merasa de ja vu dengan kejadian waktu itu. Bila dulu kita menggunakan gaun ini untuk berjalan di catwalk, tapi hari ini kita akan berjalan di tengah-tengah para tamu undangan yang datang. Dan menuju pelaminan. " Kata Erhan dengan terkekeh.


"Apa kamu tidak menyadari nya, mas?" tanya Nisa kemudian.


"Menyadari apa?" tanya Erhan balik tak mengerti.


"Bukankah ini sepeti takdir yang sudah di gariskan Tuhan untuk kita? " kata Nisa pada akhirnya.


"Kau benar. mungkin ini sudah takdir yang digariskan untuk kita. Bertemu di situs jodoh yang aneh. " kata ERhan sambil menahan senyumnya.


Mereka berdua masih saling berbicara dam nostalgia tentang kejadian beberapa bulan lalu. Hingga ketukan di pintu, membuyarkan nostalgia mereka.


"Siapa? " tanya Nisa,


Erhan hanya menggerdikan bahunya, lalu berjalan membuka pintunya. Dia tercengang melihat dua sosok di harapannya itu.


"Siapa, mas? " tanya Nisa sedikit berteriak karena Erhan tidak segera kembali atau mempersilahkan tamunya untuk masuk.


Lalu Erhan memeberikan jalan untuk kedua orang di hadapannya.


Mata Nisa terbelalak saat melihat sahabatnya itu datang di resepsi pernikahannya.


"Alima, kau datang? " kata Nisa yang berhambur ke pelukan Alima.


"Sayang, ingat jangan menangis. " kata Erhan mengingatkan.

__ADS_1


Nisa mengangguk di pelukan Alima. Lalu mengurai pelukan nya.


"Aku merindukanmu. " kata Nisa.


"Aku juga merindukanmu. " balas Alima.


"Alima, ingat tujuan kita datang kemari. " Kemal. mengingat kan kekasihnya itu.


Ya, pada akhirnya Alima menerima cinta Kemal yang terus menghubungi nya dan memberikan perhatian-perhatian kecil pada Alima. Hingga perhatiam kecil itu menumbuhkan sebuah rasa yang di sebut cinta. Dan disinilah mereka berada saat ini. Menjemput sepasang pengantin.


"Iya, aku ingat. " kaga Alima kepada Kemal.


"Ayo Nis, kami disuruh menjemput kedua mempelai. " Alima menyampaikan tujuannya datang keruangan pengantin itu.


Erhan mendekati Nisa, dan mengulurkan tangannya. Lalu Nisa menyambutnya dengan senyuman. Mereka berempat keluar dari ruangan pengantin, Saat berjalan melewati Ana dan Lisa, Nisa mengedipkan sebelah matanya memberi tanda kepada mereka berdua. Dan mereka berdua menunduk sebagai jawaban mengerti.


Erhan dan Nisa berjalan memasuki tempat acara diiringi lagu romantis dan riuh tepuk tangan tamu undangan yang hadir. Semua orang mengagumi ketampanan Erhan yang sudah menjadi rahasia umum warga Turki dan kecantikan mempelai wanita yang belum diketahui banyak orang. Semua sependapat bahwa mereka berdua adalah pasangan yang serasi.


Nisa sangat tidak percaya, dengan pemandangan yang ada di hadapannya, sebuah acara pernikahan yang sangat mewah terpampang nyata di hadapannya. Dan dirinyalah yang berperan sebagi tokoh utama mempelai wanita di sini.


"Apa kau baru tau? " kata Erhan membalas bisikan Nisa.


Nisa mengangguk sebagai jawaban.


Mereka berdua sudah berada di pelaminan, menghadap ke seluruh tamu undangan. Dan bersiap menerima ucapan selamat dari seluruh undangan yang hadir. Di samping kiri Nisa sudah ada ayah dan Ibu Nisa, sedangkan di samping kanan Erhan sudah ada Mama Aylin bersama dengan paman Erhan dari pihak papanya.


Akhirnya acarapun di mulai, pembawa acara membacakan susunan acara hari ini, yaitu sambutan dari orang tua Erhan dan Nisa, kemudian sambutan dari teman dan sahabat Erhan dan Nisa yang diwakili Kemal dan Alima. Hingga sambutan dari kedua mempelai.


Disini Erhan menceritakan perjalanan cinta mereka yang di awali dari situs perjodohan online yang mereka berdua ikuti, Hingga pertemuan mereka di Dubai dan sebuah firasat tak terduga saat mereka memperagakan busana pengantin buatan Nisa yang mereka gunakan saat ini, disertai Video yang diputar di layar lebar yang memperlihatkan mereka berdua saat memperagakan gaun pengantin yang saat ini mereka kenakan. Membuat semua orang tak percaya dengan jalan takdir yang mereka lalui.


"Aku senang bisa mengenalmu walau pertemuan kita adalah sebuah ketidak sengajaan yang kita ikuti, Aku bahagia bisa mempersuntingmu menjadi istriku dan Aku bersyukur bisa memilikimu saat ini. Terimakasih karena kau mau menerimaku untuk jadi pendamping hidupmu. "


Erhan mengungkapkan rasa bahagianya dan bersyukur bisa bertemu dengan Nisa dan bisa menjadikannya ratu di hatinya. Membuat Nisa terharu mendengar ungkapan cinta dari Erhan. Dan semua orang jadi meleleh mendengar ungkapan cinta Erhan kepada Nisa.


Sekarang giliran Nisa yang memberikan sepatah dua patah kata kepada suaminya dan semua orang.

__ADS_1


"Seperti yang kalian ketahui, aku dan suamiku bertemu disebuah situs perjodohan online. Sebuah jalan takdir Tuhan yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Tapi aku sangat beruntung dan bersyukur bisa bertemu dan mengenalmu. Hingga kamu serius mempersuntingku, dalam jarak waktu tak kurang dari dua bulan. Aku sangat bahagia dengan pernikahan ini. Kamu sangat mencintaiku dengan segala kekurangan yang aku miliki. Itu sudah sangat berarti bagiku. Kini, ijinkan aku memberikan sebuah tanda cinta untukmu. " kata Nisa di akhir kalimatnya.


Nisa lalu memanggil Ana untuk maju kedepan dengan membawa sebuah kotak yang dibungkus sangat indah, membuat Erhan penasaran dengan apa yang akan diberikan Nisa kepadanya. Begitu juga dengan semua orang yang merasakan penasaran yang sama dengan Erhan. Hadiah apakah yang akan diberikan Nisa, kepada Erhan?


Nisa mengambil kotak hadiah itu dari Ana, lalu Ana turun dari pelaminan. Nisa mendekat ke arah suaminya itu, lalu meletakkan kotak hadiah yang di bungkus cantik itu ke tangan Erhan.


"Ini adalah bukti cintaku padamu. " kata Nisa dengan senyuman yang penuh arti.


Buka... buka... buka...


Suara riuh tamu undangan yang ingin tahu apa isi di balik kotak itupun terdengar. Membuat Erhan menaikkan alisnya sebagai tanda "Bolehkah aku membukanya? " dan Nisa menjawabnya dengan anggukan kepala sebagai tanda, "Ya, bukalah. "


Perlahan Erhan membuka hadiah pertama yang diberikan Nisa tepat di hari resepsi pernikahannya. Jantung Erhan berdetak tak karuan, karena penasaran apa isi di dalamnya. Saat tutup kotak hadiah itu terbuka, Erhan tak bisa berkata apa-apa lagi, dia diam mematung memandangi isi didalam kotak tersebut. Tanpa terasa butiran air mata lolos dari pelupuk matanya. Semua orang yang melihat Erhan hanya terpaku itupun menjadi diam dan penasaran dengan apa isi di dalamnya, sampai-sampai membuat CEO besar itu meneteskan air matanya.


"Ini beneran? Serius, sayang? " tanya Erhan masih tak percaya.


Nisa hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda kalau itu benar.


Erhan mengambil hadiah nya yang berupa kaos kaki bayi dan sebuah testpack lalu menciumnya. Erhan lalu menarik istrinya itu ke dalam pelukannya.


"Terimakasih sayang. " Sebuah kata yang mengungkap kan kebahagiaan Erhan.


Semua tamu undangan dan keluarga kedua mempelai yang melihat hadiah yang diberikan Nisa kepada Erhan tercengang tak percaya. Mama Aylin langsung merebut testpack dari tangan Erhan dan melihat ada dua garis biru di sana.Dia ikut berhambur memeluk menantunya itu.


"Besan lihatlah, kita akan menjadi seorang nenek." kata Mama Aylin memberikan alat tes kehamilan itu kepada besannya sambil memeluk Nisa.


"Terimakasih, sayang. " kata mama Aylin kepada menantunya itu.


Ibu Aisyah merasa sangat bahagia dengan kehamilan Nisa. Benar-benar sebuah hadiah besar yang diberika Nisa kepada kedua keluarga, terutama suaminya.


Acarapun diteruskan saat mereka yang berada di pelaminan sudah bisa mengurai keharuannya. Tapi dengan Nisa yang harus tetap duduk di pelaminan karena, Erhan tidak mau istrinya itu lelahberdiri menyalami para tamu, bahkan saat pengambilan foto pun Nisa diberikan kursi sendiri agar tetap duduk jika dia lelah.


Benar-benar,belum apa-apa sudah terlihat sifat posesif nya.


Bersambung.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2