Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Masa Lalu Erhan


__ADS_3

"Aku datang kemari bersama istri Erhan. " kata Mama Aylin yang menggandeng tangan Nisa.


"Tidak... tidak... mungkin tante. Tante jangan bercanda." kata Shofi dengan keras.


" Aku tidak bercanda shof, ini lihat ini. " kata mama Aylin yang menunjukkan jari Nisa kepada Shofi dan Benazir.


"Ini adalah cincin lamaran, dan ini cincin pernikahan. Sedangkan yang ini. " mama Aylin menunjukkan jari manis Nisa yang satunya. "Ini adalah cincin lamaran Erhan kepada nya secara pribadi. Dan di semua cincin terukir nama mereka berdua. " ujar mama Aylin menjelaskan kepada mereka berdua.


"Maaf ma, sebenarnya siapa mereka? " tanya Nisa yang dari tadi penasaran kepada dua wanita yang menyapa bicara dengan mama Aylin. .


"Oh iya mama sampai lupa. Sayang, kenalkan ini adalah Shofi keponakan jauh mama dan sepupu jauh Erhan, dan ini adalah Benazir. seorang model. Dia juga mantan kekasih Erhan. " mama Aylin mengenalkan kedua wanita itu tanpa menyembunyikan apapun.


Deg... mendengar sebuah kata mantan membuat hati Nisa sedikit tercubit.


"Dan kalian, perkenalkan ini adalah Anisa istri sahnya Erhan. " Kata mama Aylin dengan menekankan kata Sah.


Di antara mereka tidak ada yang mau menjabat tangan. Cukup tau saja.


Kedua bodyguard Nisa sudah mengambil jarak dekat, apabila mereka berdua berbuat sesuatu kepada Nisa. Karena mereka tau kedua wanita yang sedang bicara dengan mama Aylin adalah dua orang di masa lalu Erhan. Ana berinisiatif mengambil gambar mereka berdua lalu mengirimkannya kepada Erhan.


"Baiklah, kalau tidak ada yang ingin kalian bicarakan. Tante pergi dulu. Ayo, sayang. " mama Aylin langsung menggandeng tangan Nisa yang dingin dan membawanya pergi dari sana. Dia tau menantunya itu langsung merasa tidak nyaman saat mendengar kalimat mantan Erhan tadi.


Di mobil, Mama Aylin mencoba menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya kepada Nisa agar Nisa bisa antisipasi jika sesuatu yang buruk mengganggu rumah tangganya.


"Benazir dulu adalah model produk iklan di perusahaan Erhan, karena mereka sering bertemu, akhirnya mereka menjalin kasih. " Mama Aylin akhirnya menceritakan kisah Erhan dan Benazir, hingga penghianatan yang dilakukan Benazir di depan matanya dan ucapan Benazir yang ingin menguasai harta Erhan.


"Aku besyukur Tuhan telah menunjukkan kebenaran itu lebih cepat kepada Erhan sebelum hubungan mereka terlalu jauh. Dan mungkin karena itu, selama dua tahun terakhir Erhan tidak mau menjalin hubungan dengan lawan jenis. Bukan karena takut jatuh cinta, tapi lebih takut kalau dia dimanfaatkan lagi. Sampai mama mendesaknya untuk mencari pendamping atau akan mama nikahkan dengan Shofi. " jelas mama Aylin.


"Shofi yang tadi itu ma? " tanya Nisa yang kemudian penasaran dengan kisah cinta Erhan di masa lalu.


"Iya, Shofi adalah wanita yang sejak dulu menyukai Erhan. Tapi Erhan tidak mau, karena dia tau wanita seperti apa Shofi itu. Dan sebenarnya mama juga tau sepak terjang Shofi diluar sana. Mama hanya menggertak Erhan, agar dia segera menikah. Dan tidak ingin anak mama yang tampan itu menjadi belok. Kamu tau kan jaman sekarang seperti apa?"


Nisa mengangguk.


"Mungkin karena desakan dari mama itu, akhirnya Erhan mengikuti perjodohan online dengan menutup semua akses tentang dirinya. Aku sangat tau perasaan anakku, Nisa. "


Kini Nisa mulai mengerti semua tentang Erhan setelah mendengar cerita dari mana Aylin.


"Mama harap, setelah mama menceritakan hal ini padamu. Kamu harus berhati-hati dan selalu waspada. Jika kamu bertemu dengan Shofi ataupun Benazir, kamu jangan mudah percaya dengan apa yang mereka katakan. Karena akan ada saja ujian di dalam rumah tangga, yang datangnya dari mana saja. Dan mama harap, kamu harus bisa mengantisipasinya dengan baik. Jangan menelan mentah-mentah apa yang kamu lihat dan kamu dengar. Mintalah penjelasam dari suamimu atau orang terdekatnya. Jangan mudah termakan fitnah. Karena jika pernikahan mu gagal, maka mereka yang akan tertawa di atas kegagalan kalian. " mama Aylin memberikan nasehat kepada Nisa sebagai seorang ibu.


"Baik ma, aku akan mengingat nasehat mama. "

__ADS_1


"Baguslah. Itulah yang aku suka dari mu Nisa, kau selalu bersikap tenang dan dewasa. Sekarang kita mencari makan siang dulu sebelum pulang. "


Nisa hanya tersenyum dan mengangguk.


Tanpa mereka sadari sejak tadi, percakapan mama dan Nisa di dengarkan oleh Erhan. Lisa yang melakukan panggilan dengan Erhan, tidak mematikan ponselnya. Agar sang tuan bisa mendengar kan apa yang kedua wanita itu bicarakan bisa ia dengar.


Setelah makan siang, mereka berdua memutuskan untuk segera pulang.


"Apa kau tidak ingin pergi ke suatu tempat? " tanya mam Aylin


"Tidak ma, aku ingin pulang saja, dan tidur siang. "


"Baiklah


Mereka akhirnya tiba di mansion, dan langsung menuju kamar masing-masing. Di dalam kamar ponsel Nisa bergetar, Nisa langsung melihat siapa yang sedang menghubunginya. Nisa langsung mengangkat panggilan dari Erhan dan menunggjngkan senyuman kepada Erhan.


" Hallo sayang, apa yang sedang kah lakukan? " tanya Erhan dari seberang telpon.


"Aku baru datang dari salon dan makan siang dengan mama. Dan baru saja masuk ke dalam kamar. " jawab Nisa, sambil mendudukkan dirinya di tepian ranjang.


"Kau terlihat lebih cantik sepulang dari salon. Aku jadi merindukan mu. "


Blush,,, wajah Nisa langsung memerah, membuat Erhan yang melihatnya terkekeh.


"Sudah, tadi Kemal membelikan ku makanan. Baiklah, istirahat lah. Aku hanya ingin menyapamu. I love you sayang. "


"Love you too. "


Kemudian panggilan di akhiri. Nisa segera membersihkan tubuhnya, dan bersiap untuk tidur siang.


Di kantor, Erhan yang sejak tadi gatal sekali ingin menghubungi Nisa akhirnya bisa bernapas lega, karena bisa melihat wajah Nisa yang baik-baik saja. Dan dari suaranya, sepertinya dia juga dalam keadaan baik.


Nisa lalu menghubungi kedua bodyguard Nisa.


"Aku harap kalian memperketat penjagaan kepada istriku. Jangan biarkan kedua ulat bulu itu mendekati istriku atau bahkan menyakitinya. " perintah Erhan kepada kedua pengawal istrinya.


"Baik tuan akan kami laksanakan.


"Bagus. "


Panggilan berakhir.

__ADS_1


Kemal yang masuk ke ruangan Erhan jadi merasa ngeri melihat wajah Erhan yang sangat dingin tidak seperti biasanya.


"Kenapa? " tanya Kemal yang penasaran.


"Mama dan Nisa bertemu Benazir dan Shofi tadi waktu pulang dari salon. "


"Lalu? "


"Aku hanya takut mereka berdua mengganggu istriku."


" Wah kedua wanita masa lalumu bertemu secara bersamaan. Apakah ini sebuah kebetulan? "


"Aku rasa tidak. Benazir dan Shofi memang berteman dari dulu. Dan Shofi dulu sangat membenci Benazir saat kami jadian. "


"Dan akhirnya mereka bersatu, karena sama-sama kau sakiti. "


"Bukan begitu Konsepnya, aku putus dengan Benazir karena dia menghianati ku, sedangkan dengan Shofi aku tidak pernah menjalin kasih dengannya. Malah dia yang mengejarku. "


"Baiklah, aku mengerti. Tak perlu kau jelaskan. "


"Aku akan waspada kepada kedua wanita itu. "


"Kenapa? "


"Entahlah perasaan ku, merasa tidak nyaman akan hal ini. " kata Erhan dengan segala kegalauannya.


Meninggalkan Erhan yang sedang galau, dan Nisa yang sedang tidur siang. Kita akan ke kafe tempat Benazir dan Shofi nongkrong.


"Apa kau percaya dia istri Erhan? " tanya Shofi kepada Benazir.


"Entahlah aku juga tidak percaya, wanita itu sepertinya wanita yang sangat pendiam dan tak banyak bicara. Dan kau lihat cara nya berpakaian. Bukan selera Erhan sama sekali. " Benazir mengibaskan tangannya Mengeluarkan pendapatnya


"Kau benar, Bukannya Erhan menyukai wanita seksi sepertimu. Tapi sayang kau bodoh, menghianatinya dengan model baru, yang belum tentu sekaya Erhan. " Shofi membenarkan pendapat Benazir tapi sekaligus mengejeknya.


"Oh, ayolah, Erhan itu pria kolot yang tidak mau berhubungan sebelum menikah. Kita ini berada di jaman apa? Uang dan kemewahan memang diberikan Erhan kepadaku, tapi tidak dengan kepuasan se*ualku. Dan itu adalah kebutuhan yang harus aku penuhi bersama pria lain." Benazir menjelaskan alasan dia selingkuh.


"Karena itu, kenapa aku bilang kau bodoh. "


"Sudahlah, sekarang apa yang akan kau lakukan. Kau kan yang mengejar-ngejar dia dari dulu, Shof. Dan sekarang dia sudah menikah, Tidak ada kesempatan lagi bagimu untuk menjerat cinta Erhan. "


"Ada, tunggu saja tanggal mainnya. Aku tidak akan membiarkan siapapun memiliki Erhan. " kata Shofi dengan tersenyum devil.

__ADS_1


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca


__ADS_2