
Erhan dan Nisa sudah berada di rumah sakit, mereka akan memeriksakan kandungan Nisa yang sudah memasuki bulan ke lima. Sekaligus melihat jenis kelamin baby twins mereka apakah laki-laki atau perempuan agar kelak saat membelikan perlengkapan bayi mereka tidak kebingungan.
Mereka sudah berada di hadapan dokter Flo saat ini untuk berkonsultasi. Tanya jawab seputaran kehamilan pum di tanyakan oleh dokter Flo agar mengetahui kondisi ibu dan bayi dalam kandungan.
"Apa ada kendala selama kehamilan ini, nona? " tanya dokter Flo sambil menulis apa yang yang harus di tulis.
"Tidak ada dokter, hanya tiga bulan kemarin aku merasa mual dan muntah, tapi tidak parah sih. setelah itu semua berjalan normal sampai saat ini. " kata Nisa menjawab pertanyaan dokter Flo.
"Hanya saja aku terkadang menginginkan sesuatu yang harus dipenuhi oleh suami atau orang terdekatku. Apakah itu wajar? Karena terkadang aku merasa sungkan untuk meminta jika terlalu berlebihan. " Ujar Nisa sambil menundukkan kepalanya.
Erhan yang mendengar itupun langsung menoleh ke arah istrinya. Ternyata semua yang dia lakukan selama ini masih ada yang belum di katakan oleh istrinya. Apa katanya tadi? sungkan? Erhan langsung menggenggam tangan sang istri.
"Sebaiknya, jika anda menginginkan sesuatu memang harusnya langsung anda katakan kepada suami atau orang terdekat anda. Takutnya itu akan berdampak pada anak anda. Masalah mampu atau tidaknya suami anda untuk mengabulkan permintaan anda,nanti bisa di pikirkan bersama. Yang penting anda katakan saja dulu apa keinginan anda. " Kata dokter Flo oada akhirnya.
Nisa menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Apakah ada keluhan lainnya? " tanya dokter Flo kemudian.
"Tidak ada dokter. "
"Baiklah, kalau begitu, silahkan berbaring di sana. " dokter Flo menunjuk ke arah brankar pemeriksaan.
Nisa segera berbaring disana di ikuti Erhan yang selalu bersamanya. Dokter Flo mulai melakukan tugasnya memeriksa kandungan Nisa dengan seksama.
"Kondisi kandungan baik-baik saja. mereka berdua terlihat sangat sehat dan aktif, ya. Kalau di tanyakan jenis kelaminnya, yang satu ini Laki-laki dan yang satunya kemungkinan perempuan, cantik sekali. Baby twins sepasanga ya nona, k
" kata dokter Flo yang masih memutar-mutar alat di perut Nisa.
Mendengar itu Erhan langsung menciumi wajah istrinya, tak peduli ada dokter dan perawat di sana.
"Terimakasih, sayang. " kata Erhan pada akhirnya.
__ADS_1
Setelah membersihan perut Nisa, dia kembali duduk berhadapan dengan dokter Flo.
"Usahakan tetap menjaga makanana yang sehat dan bergizi agar anak-anak anda di sana juga sehat. Dan jangan lupa, tuan Erhan. Tolong di jaga mood istri anda, karena itu juga bisa mempengaruhi kondisi janin. Sebisa mungkin anda harus bisa memenuhi keinginan istri anda jika anda masih sanggup melakukannya. " kata dokter Flo yang sepertinya mengerti keadaan Nisa saat ini, yang sedang menginginkan sesuatu namun tidak berani mengatakannya kepada suaminya.
"Baik dokter, akan saya lakukan. Terimakasih. "
Segala pemeriksaan dan konsultasi telah mereka lakukan hari ini. Mereka memutuskan untuk kembali ke mansion dan tidak mampir ke mana-mana lagi. Erhan sangat memperhatikan kesehatan istrinya itu karena dia tidak tega melihat Nisa yang membawa peru besarnya kemana-mana.
Di dalam Mobil, Erhan berusaha mengorek informasi, apa yang sedang dia inginkan namun tidak berani mengatakannya.
"Katakan padaku, sebenarnya apa yang kamu inginkan sayang. Jika kamu menginginkan sesuatu, katakanlah mungkin aku bisa mengabulkannya. Jangan pernah memendam sesuatu, dalam kondisi hamil seperti ini. " kata Erhan sambil fokus menyetir.
Nisa menggigit bibir bawahnya, sepertinya dia masih ragu untuk mengatakan apa yang dia inginkan.
"Katakanlah." Erhan menggenggam erat Nisa dengan satu tangan dan tangan satunya dia gunakan untuk menyetir.
"Aku ingin menghadiri pernikahan Alima dan Kemal." kata Nisa dengan ragu.
"Apa katamu tadi? " tanga Erhan memastikan.
"Aku ingin menghadiri pernikahan Alima dan Kemal. "
"Kapan mereka akan menikah, aku tidak tau. Sumpah. Kemal belum mengatakan apapun padaku. Dia hanya mengatakan ingin cuti selama seminggu bulan depan, Tapi aku tidak tau cuti untuk apa. Ah, sial.... anak itu, masih saja menyembunyikan sesuatu dariku." Kata Erhan dengan geram.
Melihat suaminya yang terlihat marah, Nisa langsung menenangkannya.
"Tenanglah, mungkin Kemal punya alasan sendiri tidak mengatakannya padamu, atau belum sempat mengatakan apapun. Mungkin masih menunggu waktu yang tepat. " kata Nisa mencoba memberikan alasan yang tepat, agar suaminya itu tidak marah kepada sahabatnya.
"Ah, sial... "
"Sayang, tenanglah. Kamu harus mengendarai mobil dengan tenang, jangan emosi. ingat dua anakmu di perutku." Kata Nisa memperingatkan.
__ADS_1
Erhan kemudian menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Setelah dirasa tenang, akhirnya Erha mulai menjalankan mobilnya lagi.
Sesampainya di mansion mereka berdua duduk bersama di ruang keluarga bersama dengan baby Murad dan mama Aylin. Erhan akan mengatakan keinginan istrinya itu, dan tentang sahabatnya yang tidak pernah mengatakan apapun kepadanya selama ini kalau dia akan menikahi Alima, sahabat istrinya.
"Ma, Nisa menginginkan sesuatu tapi dia takut mengatakannya kepadaku. " kata Erhan saat mereka sudah duduk bersama.
Mama Aylin yang mendengar itu, langsung menoleh ke arah Nisa.
"Apa benar itu, sayang? " tanya mama Aylin kepada menantunya.
Nisa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Keinginan apa itu, sampai kamu tidak berani mengatakannya kepada kami? " tanya mama Aylin penasaran.
"Aku ingin menghadiri pernikahan sahabatku Alima dan Kemal ma. Tapi jika melihat kondisiku, sepertinya itu tidak mungkin. Karena perutku pasti semakin membesar bulan depan. " kata Nisa sambil memberikan asi kepada baby Murad.
"Apa? Kemal akan menikah? kok mama tidak tau?" pekik mama Aylin terkejut.
"Jangankan mama, aku sendiri yang tadi mendengarnya juga terkejut ma. Karena Kemal juga tidak mengatakan apapun kepadaku. Dia hanya meminta cuti satu minggu bulan depan. Tapi tidak mengatakan cuti untuk apa. "
"Anak nakal itu, berani-beraninya dia tidak memberitahu kepada kita kalau mau menikah. Erhan, sebaiknya kamu suruh Kemal ke datang ke rumah untuk makan malam. Kita harus memberikan pelajaran untuk anak itu. Memangnya dia sudah tidak menganggap kita saudara, apa. Hanya kita yang dia punya. Dasar anak nakal. " kata Mama Aylin dengan wajah kesalnya.
"Oke ma, aku juga akan memberikan pelajaran untuknya. Selama ini aku selalu mengatakan apapun padanya, bahkan saat aku mendekati Nisa. Sekarang dia berani-beraninya main sembunyi-sembunyi seperti ini. " kata Erhan yang juga tak kalah kesalnya.
Erhan lalu mengambil ponselnya dan segera menghubungi asistennya itu, agar pulang kerja nanti nanti datang ke rumah untuk makan malam. Karena mama Aylin yang mengundangnya.
Nisa yang melihat kekalutan Suami dan ibu mertuanya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, karena dia tau saat dia mengatakan hal ini, pasti akan terjadi kehebohan di rumah suaminya. Maka dari itu, sebenarnya dia enggan mengatakan kepada suaminya tentang keinginannya, karena percuma, dia juga tidak akan diijinkan naik pesawat dalam jangka waktu yang lumayan lama dan pastinya melelahkan. Karena akan beresiko untuk kandungannya.
Tapi, apa boleh buat. Karena suaminya yang ingin dia mengatakan apa keinginannya pun langsung mengatakannya, dari pada suaminya itu penasaran.
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca.