Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Dan Terjadi Lagi


__ADS_3

Seluruh keluarga Erhan dan Nisa kembali ke Mansion setelah acara pernikahan selesai. Sedangkan kedua pengantin, masih tinggal di hotel selama beberapa hari. Mereka akan sekalian honeymoon disana.


Malam pertama antara Alima sama Kemal kita Skip ya.


Erhan dan Nisa sudah sampai di mansion, begitu juga dengan mama Aylin dan kedua orang tua Nisa. Adik Alima untuk sementara masih menginap di mansion Erhan, sampai Kemal dan Alima kembali dari hotel. Mereka semua langsung menuju kamar masing-masing karena sudah merasa lelah dengan aktivitas diacara pernikahan seharian ini.


Di kamar Erhan. Nisa yang sudah membersihkan tubuhnya mendapat tatapan aneh dari suaminya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang salah? " tanya Nisa sambil mengeringkan rambutnya.


"Aku mau menagih janji mu tadi. " Erhan berjalan mendekat dan memeluk Nisa dari belakang. Diciuminya aroma sabun yang masih melekat di tubuh Nisa.


"Emang aku janji apa? " tanya Nisa yang pura-pura lupa sambil menahan senyumnya.


"Ayolah sayang, dua ronde. Okey. "


"Tapi... Aku capek. "


"Kamu diam saja dan nikmati, aku yang akan bekerja keras malam ini. Okey. "


"Baiklah..." kata Nisa pasrah. "tapi jangan berisik nanti baby Murad bangun. " Nisa memberi peringatanvkeoada suaminya itu


"Baiklah... "


Erhan menuntun istrinya ke ranjang, dan melepaskan bathrobe yang menempel di tubuh istrinya itu. Cumbuan pun Erhan berikan agar istrinya itu merasa relaks. Hingga sesuai kesepakatan hanya Erhan yang bekerja malam ini, sedangkan Nisa hanya menikmatinya.


Dua kali Erhan melakukannya, hingga ia tumbang di samping istrinya.


"Terimakasih, sayang. " katanya setelah itu mencium kening Nisa. Nisa hanya membalasnya dengan senyuman.


Setelah itu Nisa beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lagi.


"Mau kemana? " tanya Erhan masih mengatur nafasnya yang tersengal.


"Aku mau bersih-bersih dulu, rasanya tidak nyaman. "


Mendengar itu Erhan langsung mengikuti Nisa ke kamar mandi, untuk memastikan keadaan istrinya agar baik-baik saja.


Matanya memicing saat melihat air yang mengalir di lantai berwarna merah. seperti darah. Erhan langsung mendekati istrinya itu yang sedang menikmati guyuran air hangat.


"Sayang, kamu tidak apa-apa? " tanya Erhan dengan nada khawatir.


Nisa menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah suaminya.


"Kenapa? " tanya Nisa yang tidak mengerti.


Erhan menunjuk ke arah lantai, dilihatnya, ada darah di sela kaki Nisa.


"Sayang kamu berdarah. Apa kamu sedang menstruasi? " pertanyaan bodoh itu keluar lagi dari Erhan saat dia merasakan khawatir.


"Aku hamil mana mungkin aku menstruasi?" sungut Nisa

__ADS_1


" Lalu itu darah Apa? " pekik Erhan heboh di kamar mandi.


Nisa meraba pangkal pahanya. dan benar ternyata ada darah, walau tak sederas tadi.


"Apa kau tidak merasakan apapun? " tanya Erhan yang sudah panik. Nisa menggeleng.


"Ya sudah, ayo kita ke dokter. Aku tidak mau terjadi apa-apa padamu. " Erhan menuntun Nisa keluar.


"Aku bisa keluar sendiri. Kamu sucikan dulu badanmu, mas. Aku baik-baik saja. Setelah itu kita ke dokter. ingat, jangan panik. "


Nisa keluar sendiri dari kamar mandi dengan langkah pelan, dan menyuruh suaminya untuk segera membersihkan diri. Dia lalu mengganti pakaian nya dengan perlahan. Rasa sakit yang tadi tidak di rasakan, tiba-tiba mulai dia rasakan diperutnya. Sekali-kali dia mendesis menahan rasa sakit.


Erhan tidak mandi terlalu lama karena dia harus segera membantu istrinya. Dilihat nya sang istri yang masih memakai baju hanya sebagian badan saja, bagian lainnya belum tertutup kain, dia juga melihat istrinya itu meringis. Erhan mendekat dan memakaikan pakaian untuk Istrinya dengan benar, nemaikan pembalut juga pada ****** ********. Lalu dia segera menggendong istrinya keluar dari kamar. Karena sepertinya Nisa sudah tidak kuat berjalan lagi.


"Maafkan aku, sayang.... maafkan aku..." hanya kata-kata itu yang terus terlontar dari mulut Erhan selama di perjalanan menuju lantai bawah.


Sesampainya di lantai bawah, Erhan berteriak panik memanggil mama, ibu dan Ayah Nisa.


"Maa..., Ibuuu... Ayaaahh.... tolong.... "


Mendengar teriakan Erhan yang menggema di ruangan membuat semua orang yang hampir terlelappun langsung bangun, dan keluar kamar melihat apa yabg terjadi.


Di lihatnya Erhan sedang menggendong Nisa, membuat semua orang panik.


"Kenapa?"


"Ada apa? "


tanya mama Aylin dan ibu Aisyah kepada Erhan.


Mama Aylin segera memanggil sopir untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit.


"Siapa yang akan ikut aku ke rumah sakit." Semua orang ingin ikut, tapi Erhan ingat kalau baby murad masih tidur.


"Tolong ada yang tinggal di rumah, Baby Murad tidak ada yang jaga. Besok pagi kalian bisa melihat Nisa di rumah sakit bersama Murad. " pinta Erhan kepada mertuanya. Dia ingin ke rumah sakit bersama mamanya saja.


"Tapi.... " ibu Aisyah ingin protes, tapi di cegah oleh pak Ibnu.


"Pergilah nak Erhan, aku titipkan Nisa padamu. Kami akan menjaga Murad di sini. Besok kami akan datang keveumah sakit. "


"Terimakasih, ayah. " ucap Erhan pada mertuanya.


Akhirnya Erhan ditemani mama Aylin dan sopir pergi ke rumah sakit.


"Ayah, kenapa ayah melarangku untuk ikut? " protes ibu Aisyah kepada suaminya.


"Ibu tidak lihat tadi rambut Nisa masih basah seperti itu, pasti mereka melakukan hubungan suami istri sebelum Nisa mengalami pendarahan. Mungkin Erhan merasa malu, kalau sampai kita tau akan hal itu. Biarkan dia bertanggubg jawab atas perbuatannya, bu. Lagi pula yang berhak atas Nisa adalah Erhan sekarang. Kita jaga baby Murad, kamu ambil dia dari lantai atas. kasihan dia sendirian. " jelas pak Ibnu kepada istrinya.


"Emang Erhan nggak kasihan gitu, istrinya udah hamil besar, masih aja di garap. ' gerutu Ibu Aisyah sambil melangkah masuk ke dalam mansion, dan naik ke kamar Erhan.


" Nisa sudah masuk Trimester ke tiga kan bu, mungkin Erhan berfikiran akan membuat jalan lahir untuk keluarnya bayi. ' tebakan tepat oleh pak Ibnu.

__ADS_1


"Iya, tapi tetap saja kan, kasihan Nisa. " ibu Aisyah masih menggerutu.


"Ingat bu wanita tidak boleh menolak perintah dan permintaan suami. Ayah rasa Nisa faham akan hal itu. karena itu Nisa tidak menolak permintaan Erhan " Pak Ibnu memberi penjelasan kepada istrinya itu.


"Terserah ayah, deh. " bu Aisyah langsung masuk ke dalamkamar, terlihat ranjang yang berantakan, sedangkan baby Murad masih anteng di dalam boxnya.


"Kasihan, cucu Nenek. doain mommy mu baik-baik saja ya sayang. Sekarang kamu ikut nenek di kamar nenek. " Setelah bicara panjang lebar kepada baby Murad yang masih tidur akhirnya ibu Aisyah menggendongnya dan membawa ke kamarnya.


Di mobil.


Erhan merasa gusar dengan apa yang terjadi, walau Nisa masih sadar dan terkadang meringis merasakan sakitnya.


"Kamu nggak apa-apa kan sayang. Tenanglah, sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit. " ujar Erhan kepada istrinya.


"Aku baik-baik saja mas, jangan terlalu khawatir. " ujal Nisa lirih.


"Kamu apakan, Nisa sampai kayak gitu? " tanya mama Aylin mmenatapsinis kepada Anaknya itu.


"Ma, aku hanya membuat jalan lahir untuk baby twins apa aku salah? " kata Erhan seolah tak terima dituduh oleh mamanya.


"Apa kamu tidak telalu kasar tadi. " pertanyaan absurd keluar dari mulut tak berfilter mamanya, dia tidak melihat kalau ada sopir di sebelahnya..


"Apaan sih ma, sejak hamil, aku memeperlakukan isa dengan lembut, benarkan sayang. " Erhan membela dirinya dan meminta jawaban dari istrinya. Nisa hanya mengangguk ringan.


"Terserah kau saja. Awas kalau terjadi sesuatu pada menantuku, aku akan marah pada mu ingat itu. " mama Aylin bersungut-sungut .


"Ma, sebenarnya yang anak mama itu siapa sih. " Erhan kepada mamanya itu.


Nisa dan sopir yang mendengarkan perdebatan ibu dan anak itu, hanya menahan senyumnya.


Akhirnya mobil yang mereka kendarai sudah sampai di rumah sakit. Sebuah brangkar rumah sakit sudah tersedia begitu juga dokter Flo yang sudah berada di sana, menyambut pasiennya. Di dalam perjalanan tadi Erhan menelpon dokter Flo, karena Nisa mengalami pendarahan.


Nisa langsung di bawa ke ruang tindakan untuk megetahui apa yang terjadi. Ternyata Nisa sudah mengalami pembukaan enam, dan itu berarti anaknya akan segera lahir.


"Tentang pendarahan itu tidak perlu di khawatirkan karena itu biasa terjadi pada ibu yang mau melahirkan. Karena tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan di jalan lahir milik Nisa."


Setelah mendengar penjelasan dari dokter mama Aylin dan Erhan bisa bernapas lega.


"Apa tidak berbahaya dokter? " tanya Erhan meyakinkan lagi.


Dokter Flo menggeleng ka kepalanya tanda Nisa baik-baik saja. "Mungkin anda tadi bermainnya telalu bersemangst tuan, sehingga air ketuban nona Nisa pecah. " kata dokter Flo secara frontal agar Erhan tidak bertanya lagi.


Mendengar itu, Erhan langsung menunduk malu.


"Anda temani istri anda dulu, saya ada di ruangan sebelah. " kata dokter Flo, lalu beranjak ke ruangannya.


Erhan masuk ke dalam ruang tindakan dan melihat istrinya itu menoleh kepadanya dengan wajah yang di penuhi keringat.


"Maafkan aku...Cukup sampai baby twins aja ya sayang. Setelah itu kita akan melakukan KB. " kata Erhan setelah berada di samping istrinya lalu memeluk nya dengan erat.


"Aku, baik-baik saja, mas. "

__ADS_1


Bersambung,


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2