Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Gara-gara Erhan ( 2 )


__ADS_3

Usia baby Murad sudah memasuki bulan ke Lima. Tingkah lakunya juga sangat menggemaskan, dia sudah bisa tengkurap dan beruling walau gerakannya terbatas. Nisa juga sudah mulai aktif di butik selama satu bulan terakhir ini, walau hanya bekerja setengah hari. Karena Erhan tidak memperbolehkannya terlalu lelah. Nisa juga selalu membawa baby Murad ke butik, jika mama Aylin sedang bepergian.


Seperti hari ini, Nisa membawa Murad ke butiknya. Dia selalu ditemani Ana dan Lisa yang selalu menjaganya dan menemani baby ketika sedang bertemu klien. Hari ini kegiatan Nisa di butik hanya memeriksa beberapa pesanan yang masuk. Apakah ada masalah atau tidak, setelah itu dia akan membawa baby ke perusahaan daddynya. Karena mereka sudah berjanji akan makan siang bersama.


"Maaf nona, pelanggan yang bernama Elis sepertinya ingin mengganti model bajunya apa bisa? " Julia asistennya di butik memberikan berkas sebuah desain gambar yang sudah di coret-coret.


"Apa yang dia inginkan? " tanya Nisa dengan memperhatikan kertas di hadapannya.


"Dia ingin begini.... begini... begini... " Julia menjelaskan keinginan kliennya.


Nisa memperhatikan penjelasan Julia, sekaligus menggambar di kertas kosong, sesuai petunjuk Yang di jelaskan Julia.


"Apakah seperti ini? " Nisa menunjukkan disain yang baru saja dia gambar kepada Julia.


"Benar nona, seperti ini. " mata Julia berbinar melihat karya Nisa yang luar biasa. hanya dengan mengatakan lewat mulut saja, Nisa tepat menggambarkan sesuai keinginan kliennya.


"Lain kali, tolong disainku jangan di coret-coret seperti ini aku tidak suka. Kalau mau gambar atau model disain lain berikan dia kertas gambar lain. jangan mencoret-coret disain orang. " kata Nisa memperingatkan kepada Julia. Karena sebenarnya dia tidak suka kalau hasil karyanya di coret-coret seperti itu.


"Saya mengerti nona. Saya mohon maaf akan hal ini. " Julia merasa menyesal karena kelalaiannya, membuat Nisa sedikit emosi.


"Baiklah, aku maafkan untuk kali ini. Lain kali aku harap kamu bisa lebih berhati-hati lagi, Julia. " Nisa memperingatkan.


"Baik, nona. Saya akan lebih berhati-hati lagi. " kata Julia dengannprnuh penyesalan.


"Baiklah, apa hanya ini yang perlu aku periksa? " tanya Nisa kemudian.


"Iya nona. Yang lainnya aman. Nanti kalau sudah selesai, anda bisa memeriksanya. "


" Oke, baiklah kalau begitu, aku akan pergi ke kantor suamiku. Karena aku ada janji makan siang dengan daddy nya Murad. " Nisa bangkit sambil menenteng tasnya. Lalu dia mengambil Murad dari gendongan Lisa.


Nisa dan kedua pengawalnya pun segera meninggalkan butik menuju perusahaan Erhan. Di dalam mobil, Nisa menulis pesan untuk Erhan.


✉️ "Aku dalam perjalanan menuju, perusahaan. Mungkin sepuluh menit lagi sampai. "


Nisa menyimpan ponselnya ke dalam tas, Setelah mengirim pesan kepada suaminya.


Erhan yang membaca pesan dari istrinya itu tersenyum sendiri, padahal saat ini dia sedang rapat dengan tim produksi.


"Selesaikan rapat dalam lima menit. " perintahnya dengan seenaknya.


Semua orang merasa bingung mendengar ucapan CEO mereka. Tapi ucapan Erhan tidak bisa di bantah. Mereka lalu melaporkan apa saja yang harus dilaporkan secara singkat. Waktu lima menit sudan habis.


"Baiklah, untuk hari ini cukup sampai disini dulu. Kita lanjutkan besok jam sembilan pagi. Catat itu Kemal, dan ingatkan aku waktunya besok. "


"Baik tuan. "


Mereka pun membubarkan diri, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa CEO mereka bisa berbuat seenaknya seperti ini.


"Sebenarnya ada apa Erhan, kenapa kamu buru-buru sekali mengakhiri rapat hari ini? "


Erhan tersenyum, lalu beranjak keluar ruang rapat dan menuju lift masih diikuti Kemal.

__ADS_1


"Nanti kau juga tau. " kata Erhan santai.


"Cih... "


Mereka sampai di lantai bawah, dan segera menuju lobby. Tak lama terlihat mobil yang tak asing bagi Kemal. Mobil milik sang nyonya muda.


"Cih... pantas saja. Ternyata sang ular akan kedatangan pawangnya. " ejek Kemal dengan berbisik di telinga Erhan.


Erhan tidak peduli, Dia langsung menuju mobil istrinya, dan langsung menggendong baby Murad yang berada di pangkuan Nisa. Erhan lalu mengulurkan tangan satunya agar di sambut Nisa.


Dengan senang hati Nisa menyambutnya.


Mereka bertiga masuk ke dalam perusahaan, dengan Erhan menggendong baby Murad di tangan kanan, dan tangan kirinya menggandeng tangan Nisa.


Semua karyawan Erhan saling berbisik melihat tingkah CEOnya itu. Dia begitu dingin dan arogan di kantor, tapi begitu hangat bila berhadapan dengan anak dan istrinya. Ingin sekali mereka menggantikan posisi Nisa saat ini. Dicintai CEO tampan mereka.


"Pantas saja, tuan Erhan segera menyelesaikan rapat hari ini. Ternyata ini alasannya. "


"Kau benar. "


Beberapa karyawan bidang produksi yang ikut rapat, saling berbisik. Melihat sikap CEO mereka tadi di ruang rapat.


Di ruang CEO, Erhan sedang duduk berdua bersama anak dan istrinya. Mereka sedang bercengkrama bersama baby Murad.


"Sayang, kita makan di kantor apa di luar saja ya? " tanya Erhan kepada istrinya itu.


"Kenapa tiba-tiba aku ingin makan yang segar-segar ya mas? " kata Nisa dengan santai.


Erhan mengernyit tak mengerti dengan permintaan istrinya.


"Pengen masakan Indonesia, soto ayam itu seger banget, dengan kuah yang diberi perasan jeruk lemon dan sambal yang banyak. " kata Nisa membayangkan segarnya makanankhas Jawa itu.


"Dimana kita beli yang seperti itu, sayang? Disini kan Turki? " kata Erhan yang merasa aneh dengan permintaan istrinya itu.


Nisa berpikir, lalu dia segera mengambil ponselnya dan menghubungi telpon rumah. Panggilan terhubung, dan di angkat oleh salah satu pelayan.


"Halo, mansion Khan. Ada yang bisa saya bantu? " sapa pelayan di seberang telpon.


"Aku Nisa bibi, tolong catat permintaan ku, katakan pada juru masak makanan Indo, kalau aku ingin makan soto ayam. Satu jam lagi aku sampai di mansion. " ujar Nisa keada pelayannya.


"Baik nona, akan saya sampaikan. " kata pelayan tadi.


"Sudah beres, sekarang antarkan aku pulang, aku sangat ingin makan soto hari ini. Aku yakin kamu pasti suka, sayaang. " kata Nisa merayu suaminya itu.


"Padahal aku ingin mengajak mu makan makanan enak di restoran mewah. Kenapa harus pulang ke rumah. " kata Erhan yang sedikit kecewa.


"Maafkan aku, lain kali saja kita ke resto. Hari ini aku ingin makan itu. " Nisa berkata dengan nada sedikit memelas. Dia tidak ingin melihat suaminya kecewa, padahal Erhan sudah kecewa.


Erhan mengalah, dan akhirnya mengikuti keinginan istrinya itu.


Mereka sudah sampai di mansion. Setelah membersihkan dirinya Nisa segera ke meja makan untuk menyantap makanan yang dia inginkan. Mama Aylin juga sudah berada di rumah, dan ingin makan siang. Ternyata anak dan menantunya sudah berada di meja makan untuk makan siang.

__ADS_1


"Kalian sudah pulang?" tanya amam Aylin basa basi sambil menarik kursinya.


"Sudah ma, Nisa ingin makan di rumah katanya. Erhan yang menjawab pertanyaan mama Aylin.


" Oh, ya sudah." Mama Aylin menghentikan obrolannya karena tidak ada lagi yang mau ditanyakan.


"Ini makanan apa? aromanya segar sekali? " kata mama Aylin yang mengendus aroma dari kuah soto itu.


"Itu makanan yang di minta langsung sama Nisa kepada koki tadi, ma. Makanan khas Indonesia. " kata Erhan.


Setelah makanan terhidang di depannya, Nisa langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Erhan yang terkejut langsung mengikuti Nisa ke kamar mandi yang berada di dekat dapur, lalu memijit tengkuk nya.


"Kamu kenapa, sayang? " tanya Erhan dengan khawatir.


"Tidak, aku tidak apa-apa. " Nisa mencoba untuk berdiri, tapi tubuhnya terasa lemas.


Erhan membantu mamapah Nisa berdiri lalu keluar dari kamar mandi. Setelah beberapa langkah, Nisa berhenti dan merasakan pusing yang luar biasa. Karena tidak kuat menahan rasa sakitnya, akhirnya Nisa tumbang di pelukan suaminya.


Dengan sigap Erhan menangkap tubuh istrinya itu. Kepanikan terjadi di mansion Erhan di siang itu, ketika, sang nyonya muda tiba-tiba pingsan. Erhan lalu menggendong istrinya itu ke salah satu kamar tamu yang berada di lantai bawah.


"Nisa kenapa, nak?" tanya mama Aylin yang ikut khawatir dengan keadaan menantunya itu.


"Entahlah ma, setelah muntah di kamar mandi, tiba-tiba dia pingsan." Kata Erhan mengatakan apa yang terjadi pada Nisa, sambil melakukan panggilan kepada dokter pribadinya.


"Tolong kirimkan dokter wanita ke rumah. Istriku tiba-tiba pingsan. "


Setelah menunggu selama tiga puluh menit, akhirnya yang datang adalah dokter Flo. Karena saat itu hanya dokter Flo yang sedang santai dan akan pulang.


"Apa yang terjadi dengan nona Nisa? " tanya dokter Flo ingin tau penyebab nyonya muda itu pingsan.


"Entahlah dokter, Tiba-tiba istriku muntah, dan pingsan. " Erhan memberiksn keterangannya.


Dokter Flo merasa curiga dengan keterangan yang diberikan Erhan. Dia langsung memeriksa tekanan darah, detak jantung dan terakhir perut. Sesuai kecurigaannya, perut bagian bawah Nisa mengeras.


"Selamat tuan, sepertinya nona Nisa hamil lagi. untuk lebih jelasnya, besok atau nanti setelah nona Nisa sadar, segera periksakan ke rumah sakit untuk memastikan. " kata dokter Flo sambil mengulurkan tangan.


"Apa.... " pekik Erhan dan mama Aylin yang berada di sana secara bersamaan.


"Erhan.... apa yang kau lakukan pada menantuku. " pekik mama Aylin sambil memukuli lengan Erhan. Dia masih tidak Terima kalau Nisa harus hamil lagi, sedangkan usia baby Murad masih lima bulan.


Bersambung


Terimaksih sudah membaca.


Note;


Othor mau ngucapin


Selamat Hari Raya Idul Fitri


Taqobbalallahu Minna Waminkum

__ADS_1


Mohon Maaf Lahir Dan Batin


Jika othor ada salah kata baik disengaja maupun tidak, Othor minta maaf yang sebesar-besarnya


__ADS_2