Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Kelahiran Baby Twins


__ADS_3

Nisa kembali mengerang kesakitan yang luar biasa. Erhan langsung memencet tombol panggil, sehingga dokter Flo segera datang ke ruangannya.


"Ada apa, tuan. " tanya dokter Flo yang berlari dengan panik.


"Istriku, tolong dia... " Erhan tak kalah paniknya dengan dokter dan perawat.


Dokter Flo langsung memeriksa Jalan lahir bayi, ternyata masih pembukaan sembilan.


"Pembukaan sembilan, masih kurang satu lagi, tuan. Tenanglah... " Dokter Flo menenangkan Erhan.


"Dokter, kandungan istriku masih berusia tujuh bulan apa tidak apa-apa? Apa kita perlu melakukan operasi?" tanya Erhan yang baru mengingat usia kandungan istrinya.


"Tidak apa-apa tuan. Pada kasus bayi kembar, hal ini sudah biasa terjadi. Di usia tujuh bulan, bayi sudah bisa di keluarkan melalui jalur operasi atau normal. Tapi untuk nona Nisa sepertinya sebentar lagi bayinya akan keluar. Jadi tidak perlu melakukan tindakan operasi. " Jelas dokter Flo.


Nisa terdengar mengerang kesakitan lagi.


"Aku tidak tahan.... " Nisa berucap sambil menahan sakitnya.


"Baiklah, tuan tolong temani istri anda. Berikan dia pegangan saat mengejan nanti. " Dokter Flo lalu memposisikan dirinya untuk membantu Nisa.


Erhan sudah berada di samping istrinya itu, memberikan kekuatan kepada istrinya agar tetap kuat.


"Kamu kuat... kamu bisa sayang..." ucapan semangat itu terus Erhan ucapkan ditelinga istrinya.


"Dorong... " sebuah aba-aba membuat Nisa mengejan dengan kuat, hingga hanya sekali percobaan saja, suara tangis bayi terdengar. Dokter Flo segera mengambil bayi itu dan menyerahkannya kepada perawat agar dibersihkan.


"Alhamdulillah... Terimakasih sayang. " ucap Erhan sambil mengecupi wajah istrinya.


"Kamu mommy yang hebat, "


Nisa tersenyum mendengar semua ucapan pujian dari suaminya. Lelah dia rasakan. Tapi tak lama, perutnya terasa bergejolak lagi, seolah ada yang mendorong ingin keluar.


"Satu kali lagi ya mom." ucapan dokter Flo menyadarkan mereka kalau masih ada bayi lagi di perutnya yang harus di keluarkan.

__ADS_1


Namun bayi yang ke dua ini, Nisa tidak perlu mengeluarkan tenaganya secara berlebihan. Dan hanya sedikit mengeluarkan tenaganya saja terdengar lagi suara bayi menangis di bawah sana.


"Alhamdulillah... " Semua orang di ruangan itu berucap syukur.


"Alhamdulillah Bayinya sehat semua tidak kurang satu apapun. " ucap dokter Flo.


Lalu perawat memberikan salah satu bayi itu kepada Erhan untuk di adzani dan bayi satunya diberikan kepada Nisa untuk melakukan imd. Begitu dilakukan secara bergantian.


"Baby yang pertama keluar laki-laki ya mommy, yang ke dua perempuan. " ucap dokter Flo lagi sambil melakukan jahitan pada onderdil Nisa yang robek dibawah sana. Sakit sudah tidak Nisa rasakan. Yang dia rasakan adalah kebahagiaan yang tak terhingga mendapatkan anugerah dua anak sekaligus.


Kebahagiaan juga Erhan rasakan. Dia tidak pernah menyangka akan mendapat tiga anak dalam jangka waktu dua tahun usia pernikahan mereka. Memang luar biasa.


Nisa diantarkan ke ruangan rawat nya bersama baby twins. Baby twins masih harus berada di inkubator untuk dilakukan perawatan intensif karena lahir dalam keadaan prematur. Pihak rumah sakit dibuat kelimpungan, karena Erhan ngotot ingin anak dan istrinya berada di satu ruangan tidak boleh terpisah. Jadi dengan terpaksa dua alat inkubator itu dibawa ke kamar inap VVIP yang ditempati Nisa.


Mama Aylin berkali-kali mengucapkan syukur dan terimakasih kepada Nisa karena sudah melahirkan cucu-cucu nya. Sekarang keluarga Khan tidak hanya memiliki satu keturunan, tapi tiga. Baby Murad tidak akan kesepian seperti daddynya dulu yang hanya menjadi satu-satunya di keluarga mereka. Mama Aylin sangat bahagia, dan terus memeluk Nisa dengan sayangnya.


"Sekarang istirahatlah, nak. kamu pasti lelah. " ucap mama Aylin setelah melepaskan pelukannya.


Dia akan membiarkan Nisa istirahat, karena malam ini akan segera berlalu, dan tergantikan oleh hari baru. Erhan juga sudah memesan tempat tidur tambahan untuk siapapun yang akan menjaga istri dan kedua anaknya, ada sofa panjang juga disana. Mama Aylin menyuruh Erhan menemani istrinya tidur, agar Nisa merasa nyaman. Dia sendiri akan menjaga twins. Mama Aylin benar-benar bahagia, dia tidak melepaskan pandangannya pada kedua bayi merah di hadapanya. Terutama pada bayi perempuan yang sedang lelap tertidur.


Tanpa terasa mama Aylin pun tertidur di sofa sebelah kotak inkubator cucu-cucunya.


Terdengar pintu diketuk beberapa kali. Erhan yang baru saja memejam kan matanya langsung terbangun, dan melihat siapa yang sudah mengetuk pintu kamarnya. Dilihatnya mama dan istrinya masih tertidur. Dia lalu menuju pintu dan membuka nya.


Erhan melihat ibu mertuanya menggendong baby Murad dan ayah mertuanya menenteng sebuah tas besar.


"Ibu... ayah..." Erhan langsung mencium tangan ibu dan ayah mertuanya.


Ibu Aisyah yang melihat keadaan menantunya yang biasa tampil rapi, sekarang berantakan pun jadi keheranan.


"Dimana Nisa? " tanya Ibu Aisyah sambil menerobos masuk. Dilihatnya anaknya itu masih tertidur begitu juga dengan besannya yang juga masih tertidur di antara dua box besar.


"Nisa tadi malam melahirkan sekitar jam dua, bu. Kami baru istirahat sekitar jam empat. " terang Erhan.

__ADS_1


"Pantes. " lirih ibu Aisyah .


Dia lalu mendekat ke arah dua kotak Inkubator. dilihatnya dua bayi mungil yang masih terlelap. Lalu menyunggingkan senyumnya.


"Kamu mandilah dulu, nak. Bersihkan tubuhmu agar kamu merasa segar. Ini bajunya ada di dalam tas." kata Ayah Ibnu yang angkat bicara dan menunjukkan tas yang dia bawa.


Erhan menurut lalu mengambil baju gantinga dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Mama Aylin menggeliatkan tubuhnya, lalu mengerjapkan matanya. Samar-samar dia melihat kedua besannya sudah ada di sana.


"Bu Aisyah, maaf saya ketiduran. " kata mama Aylin yang merasa tidak enak kepada besannya.


"Tidak apa-apa besan. Kami tau anda pasti kelelahan menjaga mereka. " ujar bu Aisyah tersenyum hangat agar besannya tidak merasa sungkan.


Mama Aylin mendekat ke arah ibu Aisyah, lalu mengambil baby Murad.


"Murad... grandma kangen, nak. Lihatlah, sekarang Murad udah punya dua adik. " Kata mama Aylin mendekatkan Murad kepada kedua adiknya agar dia mengenali adik-adiknya.


Mereka berbicara sambil berbisik agar tidak membangunkan Nisa yang sedang tertidur. Karena mereka semua tau kalau Nisa pasti merasa kelelahan.


Lenguhan kecil terdengar dari Nisa, bertepatan dengan Erhan yang keluar dari kamar mandi. Melihat istrinya yang sudah membuka matanya, dengan cekatan dia langsung mendekat kearah istrinya. Dan membantunya untuk duduk.


"Ayah... Ibu... kalian sudah datang? " sapa Nisa yang sudah melihat kedua orangtuanya berada di ruang rawatnya.


Ibu Aisyah mendekat ke arah Nisa dan memeluknya. "Selamat ya, sayang. Kamu benar-benar sudah menjadi wanita sempurna yang sudah melahirkan tiga orang anak secara normal tanpa kekurangan satu apapun. " ujar ibu Aisyah dengan suara sesenggukan menahan tangis harusnya.


"Jangan nangis, bu. Nanti kalau aku ikutan nangis jahitanku masih sakit ini. " rengek Nisa.


Rengekan Nisa menjadikan suasana haru berubah menjadi menjengkelkan dan membuat mereka semua tersenyum. Selalu saja seperti itu, Nisa paling bisa menurunkan emosi ibunya.


Bu Aisyah juga ikut tersenyum melihat anaknya yang sudah ceria seperti biasanya. Tak henti-hentinya ia mengucap syukur kepada Allah atas segala karunia dan kebahagiaan yang diberikan kepada anaknya itu.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca


__ADS_2