
Hari dan bulan telah berlalu kandungan Nisa sudah memasuki bulan ke-5, Perut Nisa yang mengandung anak kembar pun terlihat sangat buncit, tidak seperti hamil pertamanya. Baby Murad juga sudah berusia delapan bulan. Di kehamilan ini, Nisa sering minta sesuatu yang diluar nalar, sehingga membuat Erhan kelimpungan. Bahkan sampai meminta tolong kepada anak buahnya untuk mencari sesuatu yang di minta Nisa.
Seperti hari ini Nisa mengirimkan pesan kepada Erhan yang sedang bekerja. Dia meminta dibelikan sushi, tapi chef nya harus orang Jepang. Dan saat membelinya Erhan harus berfoto dengan orang chefnya itu, sebagai bukti kalau Erhan benar-benar membeli sushi khas Jepang itu.
Erhan mengusap wajahnya kasar setelah membaca pesan dari istrinya, Dia semakin pusing dengan permintaan Nisa. Biasanya dulu saat hamil baby Murad dia tidak pernah minta yang aneh-aneh seperti ini. Tapi tiap kali curhat dengan mamanya, Erhan selalu diberi tahu kalau orang hamil yang sebenarnya memang seperti itu.
"Dulu mama saat hamil kamu, itu lebih parah. Mama pengen keliling Eropa. Untungnya papamu bisa memenuhi keinginan mama sekalian babymoon, sehingga kamu nggak sampai ileran. Kalau nggak kesampaian mama akan malu, kalau bayi sultan ngecas terus. Dan ingat, Nisa itu hamil anakmu darah dagingmu. Jadi kamu harus bisa memberikan apapun keinginan nya. Terkadang itu bukan hanya keinginan mommynya tapi juga keinginan babynya. Kamu harus bisa menghargai perjuangan istrimu." itu yang selalu di katakan mama Aylin tiap kali Erhan mengeluh padanya.
Erhan lalu menghubungi Kemal agar datang ke ruangannya. Tak lama Kemal pun datang, ke ruangan Erhan.
"Ada apa kamu memanggilku? " tanya Kemal setelah sampai di ruangan Erhan.
"Dimana restoran jepang yang chefnya orang Jepang. " Erhan bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan Kemal.
Kemal mengernyitkan keningnya, mendengar pertanyaan Erhan.
"Apa lagi? Apa nyonya yang memintanya? " Kemal menanyakan hal yang sama setiap kali Erhan menanyakan sesuatu yang aneh.
Erhan mengangguk sebagai jawaban.
Kemal akhirnya menunjukkan sebuah makanan khas Jepang yang terkenal enak di sana, tapi dia tidak tau apakah Chefnya asli orang Jepang atau bukan.
"Baiklah, terimakasih. Aku akan memeriksanya nanti. " kata Erhan pada akhirnya.
"Kamu handle perusahaan. Aku akan pulang."
"Baiklah, salam buat baby twins. Jangan terlalu merepotkan daddynya. " Kemal mengejek sahabatnya itu.
"Cih, kamu belum saja merasakan apa yang aku rasakan. Nanti kalau kamu sudah menikah dan istrimu hamil kamu pasti akan merasakan hal yang sama denganku. " Erhan mengeluarkan sumpah serapah nya kepada Kemal yang selalu mengejeknya.
Erhan kemudian keluar dari kantornya untuk membelikan makanan pesanan Nisa.
Setelah sampai di restoran yang direkomendasikan Kemal, dia lalu meminta bertemu dengan manager restoran, agar dipertemukan dengan juru masak atau Chef restoran itu. Dia juga menyampaikan Keinginannya untuk berfoto dengan chef sesuai dengan keinginan istrinya yang sedang hamil.
Akhirnya Erhan dipertemukan dengan chef nya, dan beruntungnya Erhan ternyata juru masak nya benar-benar orang Jepang. Dia lalu meminta berfoto bersama dengan sang juru masak, dan mengambil foto juru masak yang sedang memasak maupun hasil masakannya.
__ADS_1
Setelah semua selesai Erhan kemudian kembali ke mansion dengan membawa masakan pesanan Istri tercintanya. Sesampainya di masion, dilihatnya sang istri sedang memandikan baby Murad dengan perut besarnya. Erhan menaruh makanannya di atas nakas. Lalu menyingsingkan lengan bajunya dan mengambil alih pekerjaan istrinya yang sedang memandikan anak pertamanya.
"Sini biar aku saja, sayang. Kamu siapkan sana baju Murad. Biar nanti aku yang menggantikan bajunya juga. Kamu segera makan pesananmu,mumpung masih hangat. " kata Erhan. Dia tidak tega melihat istrinya itu kelelahan, tapi Nisa sendiri tidak mau bila dibantu baby sitter.
Nisa tersenyum menanggapi permintaan Erhan. Dia lalu menyerahkan baby Murad kepada daddynya.
"Terimakasih, sayang. " kata Nisa lalu memberikan ciuman kepada suaminya itu. Dan mengambil makanan yang sudah dibelikan suaminya lalu memakannya dengan sangat lahap.
Erhan selesai memandikan baby Murad lalu memakaikannya baju.
"Anak daddy ternyata sudah besar, ya. sudah bisa merangkak? " kata Erhan saat melihat Murad tengkurap, lalu hendak merangkak.
Pergerakan Murad sangat gesit, sehingga membuat Erhan kewalahan dan itu membuat Nisa tertawa melihat tingkah dua orang kesayangannya. Dia lalu menghentikan makannya dan membantu Erhan memakai kan baby murad handuk lalu memakaikannya baju.
Sungguh menggemaskan melihat tingkah Baby Murad saat dia terlihat anteng.
"Sayang, selesaikan makanmu, setelah ini aku aku akan mengantarkanmu ke dokter, untuk memeriksakan keadaan baby twins. Kalau sudah begini, aku bisa mengatasi Murad. " kata Erhan, saat melihat anaknya itu sudah diam
"Mama kemana, sayang? Aku tadi pulang tidak melihatnya dibawah. makannya aku langsung kekamar. " tanya Erhan sambil menggantikan pakaian baby Murad, kepada Istrinya.
"Mungkin mama sedang berada di taman, mas. Karena tadi saat aku meminta baby murad untuk dimandikan, mama langsung ke belakang. " kata Nisa sambil menyuapkan makanannya.
"Ohhh, jadi ini baby Murad dititipkan mama, apa ikut ke rumah sakit? " tanya Erhan lagi.
"Biarkan baby Murad bersama ku. Kalian pergilah berdua. Jangan ajak anak kalian ke rumah sakit, kalau dia tidak sakit. " jawab mama Aylin yang tiba-tiba masuk ke kamar anaknya
"Baiklah ma, ini Murad sudah siap. Ternyata semakin besar baby, semakin banyak tingkah ya. " Erhan menyerahkan anaknya yang sudah rapi kepada mamanya.
"Aku akan bersiap dulu. " Erhan lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Mama Aylin mendekati menantunya itu, dan melihat makanan apa yang dari tadi di makan Nisa. Kenapa dia lahap sekali memakannya, dan tidak menawarinya sama sekali.
"Makan apa Nis, lahap sekali. " tanya mama Aylin Basa-basi.
__ADS_1
"Eh, mama. Ini ma, makan sushi tadi pesan mas Erhan saat pulang dari kantor. " kata Nisa sambil memakan satu suapan terakhir.
"Kamu ngidam? " tanya mama Aylin menebak.
"Iya, ma. Nggak tau kenapa pengen makan sushi yang di masak langsung sama chef dari Jepang. "
"Serius ini chefnya dari jepang? " tanya mama Aylin tak percaya.
"Iya ma, ini ada buktinya. "
Nisa lalu menunjukkan bukti foto dan video yang dikirim kan Erhan tadi. Bahkan kata-kata orang itu menggunakan bahasa Jepang. Mama Aylin tersenyum melihat kesungguhan anaknya itu menuruti keinginan ngidam istrinya. Mama Aylin selalu mewanti-wanti anaknya itu, agar selalu memberikan apapun keinginan istrinya saat hamil. Agar dia tidak nge-ces pada akhirnya.
Pintu kamar terbuka dilihatnya Erhan sedang memakai bathrobe, dan langsung menuju walk in closet untuk mengganti baju.
"Persiapan asi baby Murad aman, Nisa?" tanya mama Aylin kepada Nisa.
"Sudah kok, ma. tapi biar aku berikan asi dulu sebelum kami pergi. " Maga Nisa lalu mengambil baby Murad dari mama mertuanya. Lalu memberikan Asinya.
Setelah baby berpindah tangan, mama Aylin kemudian keluar dari kamar anaknya. dan berkata.
"Mama tunggu di luar ya? " kata mama Aylin kemudian.
"Baik, ma." Nisa menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju.
Tak lama Erhan keluar dengan pakaian santainya sebuah kaos berwarna putih lengan pendek dan celana pendek selutut. Membuat Nisa yang sedang memberikan Asi kepada Murad jadi tak berkedip.
"Kenapa memandangku seperti itu?" Tanya Erhan yang keheranan melihat penampilan suaminya.
Nisa hanya menggelengkan kepalanya seolah mengenyahkan pikirannya tentang penampilan suaminya yang terlihat hot dan se*i. Sungguh penampilan Erhan kali ini, jauh berkali-kali lipat keren nya. Dia terlihat sangat tampan, dan sangat pantas panggilan Hot Daddy tersematkan saat dia menggendong baby Murad yang sedang tertidur.
Bersambung
Terimaksih sudah membaca.
note:
__ADS_1
Maaf telat upnya. karena otor tadi pagi sampe siang melakukan perjalanan yang lumayan panjang. Semoga kalian suka dengan bab ini. Bab yang penulisannya kurang rapi dan otak udah ngeblank, karena mata udah ngantuk tapi dipaksa untuk up demi kalian semuaππΌππΌππΌ