Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Produksi Bayi


__ADS_3

Erhan dan Nisa kembali ke mansion setelah melakukan pemeriksaan kandungan Nisa, mereka akan memberikan kabar baik ini kepada mama Aylin.


"Apa ada yang kau inginkan? " tanya Erhan kepada istrinya.


"Tidak, aku hanya ingin pulang dan beristirahat. Aku tidak selera melihat makanan saat ini. " kata Nisa sambil bersandar di bahu kekar suaminya.


"Kamu harus makan, sayang. ingat ada baby twins di sini. " Erhan memberi pengertian kepada istrinya itu.


"Bagaimana kalau kita belanja susu hamil, agar nutrisi mommy dan baby nya terjamin, walau kamu nggak mau makan. " pinta Erhan lagi kepada istrinya.


"Nggak mau, aku mau pulang. Aku mau tidur dengan baby Murad. " rengek Nisa sedikit manja.


"Baiklah, kita pulang. "


Akhirnya mobil yang mereka kendarai membelah jalanan menuju mansion. Sesampainya di mansion, Nisa langsung memberikan perintah kepada Lisa untuk membelikan susu hamil dengan berbagai varian rasa. Erhan yang melihat itupun memicingkan matanya, tak mengerti akan apa yang di inginkan istrinya itu.


"Tadi aku ajak belanja susu nggak mau, tapi sekarang kamu menyuruh Lisa. " kata Erhan sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Iya, aku malas belanja mas, pengem rebahan aja sama baby. Biar Lisa aja yang belanja keperluanku. "


Erhan mengangguk mengerti. Dia sudah diberi peringatan oleh dokter, kalau hormon wanita hamil bisa berubah-ubah. Dan itu bisa membuat suasana hati istrinya jadi moodyan. Maka Erhan harus bersiap dengan segala kemungkinan, karena sepertinya akan banyak kejutan di kehamilan Nisa yang ke dua ini. Tidak seperti kehamilan pertamanya yang sangat santai dan tidak ada drama apapun.


Nisa menuju kamar putranya, ternyata sang baby sedang ditemani grandmanya.


"Ma... " sapa Nisa saat masuk ke dalam kamar anaknya di ikuti Erhan dibelakangnya


"Kalian sudah pulang? Bagaimana hasilnya. "


Nisa mendudukan dirinya di pinggir ranjang anaknya. Lalu dia membuka tas yang dibawanya, mengambil foto hasil USG dan diberikannya kepada mama Aylin. Sedangkan Erhan berdiri di samping istrinya dan mengambil baby Murad kedalam gendongannya.


Mama Aylin menerima foto USG itu dan mencoba membaca hasil foto itu.


"Mama nggak ngerti nak, apa bisa kalian jelaskan saja?" kata mama Aylin yang menyerah pada akhirnya.


Nisa tersenyum lalu mulai menjelaskan hasil foto USG tadi.


"Jadi, In sya'Alah setelah ini mama akan mendapat cucu kembar. "


"Benarkah? " pekik mama Aylin dengan bahagianya.

__ADS_1


"Aku akan dapat cucu kembar? " kata mama Aylin lagi.


Nisa dan Erhan mengangguk sebagai tanda bahwa yang mama Aylin dengar itu benar.


"Alhamdulillah... terimaksih, nak? " Mama Aylin lalu berhambur memeluk Nisa.


"Kenapa hanya Nisa yang dipeluk, ma. Bukankah aku yang memproduksi bayi itu. " kata Erhan sambil menciumi anaknya.


"Cih..? " mama masih kesal padamu Erhan.


" Kenapa masih kesal ma. Kan pada akhirnya mama mendapatkan cucu kembar. Harusnya mama bersyukur, karena bibitku sangat unggul. " katanya sambil menyombongkan diri.


"Sudahlah, Tapi mama ucapkan selamat untuk kalian berdua. Erhan ingat, kamu harus menjaga Nisa baik-baik dan harus lebih siaga. Apalagi anak kalian saat ini ada dua di perut Nisa. Jadi kamu harus lebih ekstra lagi menjaga menantu mama. Turuti semua keinginannya. Jangan sampai bayi Sultan ileran, itu sangat memalukan. ' Mama Aylin memberi peringatan keras kepada anaknya itu.


"Baik, ma. " kata Erhan pada akhirnya.


"Mama bisa istirahat, biar Murad aku yang jaga. " kata Nisa setelah mendengarkan perdebatan kedua orang yang disayanginya itu.


"Baiklah, mama akan keluar menyiapkan makan malam untuk kalian. " Mama Aylin keluar dari kamar baby Murad, membiarkan cucunya itu bersama dengan mommy dan daddynya.


Keesoak paginya, Nisa terbangun karena merasakan perutnya seperti diaduk-aduk. Dia langsung berlari ke dalam kamar mandi dan memuntahkan semua isi di dalam perut nya yang hanya berisi cairan. Erhan yang mencari-cari kesamping tempat tidurnya merasa ada yang kurang karena tempat tidur istrinya itu kosong.


Dia lalu bangun, dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, istrinya itu tidak ada. Lalu dia mencari istrinua di kamar mandi, dan melihat istrinya itu terduduk lemas di kamar mandi. Erhan yang melihat itu, langsung menghampirinya.


"Aku mual, dan muntah ma. Tapi tidak ada yang aku keluarkan dari perut. Sakit sekali, lemas rasanya. " keluh Nisa pada akhirnya.


Erhan lalu memeluk istrinya itu, lalu menggendongnya dan dibawa ke ranjang.


"Maafkan aku, sayang. Andai aku bisa menggantikan posisimu, kamu tidak akan tersiksa seperti ini. " ujarnya sambil membelai rambut dan perut istrinya.


Nisa hanya tersenyum menanggapi kata-kata Erhan.


"Aku buatkan susu ya.? kata Erhan kemudian.


Nisa mengangguk. Lalu Erhan keluar dari kamarnya, dan membuatkan susu untuk istrinya itu.


Tak lama, Erhan kembali ke kamar dengan membawa segelas susu dan beberapa lembar roti, untuk sarapan istinya.


" Minumlah, aku bawakan roti untuk mengganjal perutmu agar tidak kosong. " kata Erhan sambil menyodorkan susu kepada istrinya.

__ADS_1


"Terimakasih." Nisa lalu meminum susu dan untungnya dia bisa menerima susu yang dibuatkan suaminya itu.


"Hari ini kalau aku tinggal kerja apa tidak apa-apa? karena aku ada rapat jam sembilan nanti. Aku usahakan setelah tidak ada kegiatan di kantor, aku akan pulang. " Kata Erhan yang menemani istrinya rebahan di ranjang bersama baby Murad, setelah melakukan sholat subuh.


"Pergilah kerja, aku akan baik-baik saja. Dirumah ada banyak orang yang menjagaku. " kata Nisa agar suaminya itu tidak terlalu khawatir.


"Baiklah. Terimaksih atas pengertian mu. "


*


Erhan sudah berada di ruangannya, dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya karena harus segera pulang untuk menjaga istrinya. Pintu ruangan tiba-tiba terbuka, siapa lagi pelakunya kalau bukan asistennya Kemal.


"Kamu kemarin kemana saja, setelah pulang kerja kok nggak balik ke kantor. " kata Kemal mendudukkan dirinya di kursi yang berseberangan dengan Erhan.


"Istri ku pingsan, dan aku membawanya ke rumah sakit. " jawab Erhan, tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas di depannya.


"Nisa sakit? Sakit apa? padahal kemarin waktu kemari bersama dengan Murad dia baik-baik saja." Kemal jadi penasaran dengan apa yang terjadi pada istri sahabatnya itu.


"Istriku hamil lagi. " kata Erhan dengan santainya.


"Apa? " Kemal merasa terkejut dengan perkataan sahabat sekaligus atasannya itu.


"Kamu tidak bercanda kan?" Kemal masih tidak percaya.


Erhan lalu menutup berkasnya, dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya.


"Istriku, tiba-tiba mual dan muntah saat kami akan makan siang, setelah itu dia pingsan. Kata dokter harus dibawa ke rumah sakit untuk memastikannya. Di rumah sakit, kami mendapat fakta kalau istriku hamil lagi. Hamil anak kembar lagi. Luar biasa kan benihku ini. " Kata Erhan menyombongkan diri sekaligus menjelaskan apa yang terjadi kemarin.


"Seriously? " kata Kemal masih tak percaya.


"Kalau kamu tidak percaya, ya sudah. Nanti setelah rapat aku akan pulang untuk menjaga istriku gabg sedang hamil muda. " kata Erhan santai.


"Bro, kamu jangan bercanda, baby Murad masih kecil baru usia bulanan. Kenapa kamu memproduksi bayi lagi. Apa kamu tidak kasihan pada Istri dan anakmu. "


"Bagaimana lagi, itu yang namanya kebobolan. Kami tidak merencanakannya tapi ini semua sudah terjadi. Tidak mungkin aku meminta Nisa untuk menggugurkan anakku kan? Lagi pula Nisa bisa menerima kehadiran anak kedua kami di dalam perutnya. " kata Erhan


Kemal menghembuskan nafasnya kasar. Dia tidak bisa bicara apa-apa lagi. Dia saja belum menikah dengan Alima, tapi temannya ini sudah mau launching bayi kembar dalam beberapa bulan lagi. Benar-benar luar biasa.


"Baiklah, selamat atas kehamilan anak kedua dan ketigamu bro. Semoga semua sehat dan baik-baik saja hingga hari kelahiran. " Akhirnya Kemal memberikan selamat, walau hatinya sedikit tercubit mendengar kalau sahabatnya ini sudah akan punya baby lagi.

__ADS_1


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2