
Semua persiapan untuk resepsi pernikahan sudah siap. Tinggal menunggu hari esok untuk menyambut hari bahagia Erhan dan Nisa. Semua orang sangat antusias karena pada akhirnya semua orang akan tau kalau Erhan sudah memiliki seorang istri dan tidak akan ada lagi yang mengganggunya. Kecuali para pelakor yang tak tau malu, yang harus di musnahkan dari muka bumi.
Semua orang merasa bahagia menyambut hari resepsi Erhan dan Nisa. Kecuali Nisa sendiri, dia sepertinya merasa tidak enak badan. Wajahnya terlihat sedikit pucat, tapi dia menutupinya dengan make up agar semua orang tidak mengkhawatirkannya.
Ketika semua orang sedang sibuk berkutat di bawah, Nisa sendiri pamit ke kamar untuk istirahat. Dan semua orang mengijinkannya, karena mungkin Nisa butuh istirahat untuk persiapan resepsi besok. Sedangkan Erhan sendiri sedang sibuk di ruang kerja bersama Kemal untuk menandatangani beberapa berkas yang dibawa Kemal. Meski CEO mereka menikah, bukan berarti perusahaan harus libur kan?
Nisa sedang mengotak-atik ponselnya, dan ketika membuka sebuah video tentang kehamilan, matanya langsung membola. Dia langsung melihat tanggal, Ini sudah lewat dua minggu dia tidak datang bulan. Begitu juga bulan kemarin, dia seolah lupa dengan tamu bulanannya. Jika di ingat-ingat dia terakhir kali datang bulan adalah saat sehari setelah malam pertama mereka. Karena setelah itu Erhan selalu menggempurnya tiap hari, tak kenal itu pagi, siang atau pun malam. jika Erhan menginginkan nya, maka Nisa akan melayaninya.
Nisa langsung menutup mulutnya agar tidak berteriak, dan tanpa sadar air matanya ikut keluar. Cepat-cepat Nisa menghapus air matanya, dan segera menormalkan detak jantungnya. Dia mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan. Lalu Nisa segera mengambil ponselnya dan menghubungi kedua sahabatnya, Ana dan Lisa. Ya, sekarang Ana dan Lisa adalah sahabat Nisa walau tugas mereka tetap menjaga dan mengawal Nisa kemanapun dia pergi.
Tak berapa lama Ana Dan Lisa masuk ke kamar Nisa.
"Ada apa Nona? Apa ada yang bisa kami bantu? " tanya Ana sekaligus mewakili Lisa.
"Aku punya tugas rahasia untuk kalian. " kata Nisa dengan senyuman mencurigakan di mata mereka berdua.
Ana dan Lisa saling Berpandangan. Lalu mereka mengangguk
"Apa tugas yang akan anda berikan kepada kami, Nona? " Kini giliran Lisa yang bertanya.
Nisa mendekat, dan membisikkan sesuatu kepada mereka. Setelah itu terlihat respon kedua bodyguard yang merangkap sebagai sahabat Nisa itu terlihat sangat bahagia.
"Baik nona, akan kami laksanakan. " kata mereka berdua serempak.
"Berjanjilah padaku, Jangan mengatakan apapun dan pada siapapun yang tentang hal ini. Aku ingin memberikan kejutan untuk semua orang setelah memastikannya. " kata Nisa memperingatkan.
"Baik nona, kami berjanji. " kata mereka berdua lagi.
"Sekarang kalian boleh pergi, dan lakukan perintahku. "
Mereka berdua keluar dari kamar Nisa, dengan senyum yang terus tersungging di bibir mereka. Dan tanpa semua orang sadari, Ana dan Lisa keluar dari mansion Erhan untuk melakukan tugas yang diberikan Nisa.
Erhan yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya, Tidak melihat istrinya itu diantara orang-orang yang sedang sibuk untuk persiapan besok. Dia lalu mendekati mama Aylin untuk bertanya.
"Ma, Nisa dimana? " Tanya Erhan kepada mamanya.
"Oh, tadi dia minta ijin ke kamar, sepertinya dia tidak enak badan. Jadi mama menyuruhnya istirahat saja. Biar besok dia bisa tampil sempurna di depan para tamu. " kata mama Aylin yang sedang bercengkrama dengan keluarga Nisa dan beberapa saudaranya yang datang.
Mendengar istrinya yang katanya tidak enak badan, Erhan langsung berlari menuju kamarnya untuk melihat istrinya itu. Semua orang dibuat geleng-geleng kepala melihat tingkah Erhan.
__ADS_1
"Sepertinya anakmu sangat mencintai istrinya, Lin." kata salah satu saudara mama Aylin.
"Iya dia sangat mencintai Istrinya itu. Dan aku sangat bahagia karena nya. " jawab mama Aykin degan senyum lebar dibibirnya.
"Aku pikir Erhan akan Jadi sama Shofi, melihat begitu gencarnya Shofi mengejar Erhan. Tapi aku sangat tidak menyangka shofi akan melakukan hal itu kepada Erhan. " kata saudara lainnya yang sedang menggosip.
Mama Aylin hanya tersenyum menanggapi omongan saudaranya. Mereka berbicara menggunakan bahasa Turki, sehingga keluarga Nisa tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.
Erhan telah sampai di kamarnya, istrinya itu sudah terlelap.Erhan mendekat dan Dilihat nya wajah sang istri yang memang sedikit pucat, meski Nisa menutupinya dengan make up, tapi Erhan masih bisa melihat nya.
"Kamu kenapa, sayang. Besok hari bahagia kita lho. Jangan sakit, ya? " gumam Erhan sambil mengusap lembut wajah Nisa.
Tapi Nisa tidak merasa terganggu, dia tetap nyenyak dalam tidurnya. Hingga akhirnya Erhan ikut berbaring di samping Nisa dan memeluknya.
Sore harinya Nisa terbangun dan merasakan sebuah tangan tengah memeluk perutnya dengan posesif, siapa lagi pelakunya kalau bukan suami nakalnya. Nisa tersenyum lalu berbalik memandang wajah teduh sang suami yang selalu memberikannya cinta. Dia tersenyum bahagia, membayangkan kejutan yang akan diberikannya, jika memang itu benar sesuai perkiraan nya. Dan semoga saja benar.
"Kenapa kamu memandangi ku sambil senyum-senyum sendiri sayang. Aku tau aku ini tampan dan tidak ada duanya." Kata Erhan yang masih memejamkan matanya, dan berbicara dengan suara khas bangun tidur.
Mendengar suaminya yang bicara itu reflek tangan Nisa langsung memukul lengan Erhan yang sedang memeluknya.
"Kamu ini mas, selalu saja mengagetkanku.Nggak tau apa, kalau aku ini sedang menikmati pemandangan di depanku" gerutu Nisa kepada suaminya itu, membuat Erhan terkekeh.
Erhan lalu melepaskan pelukannya dan tidur terlentang. membawa kepala Nisa untuk tidur di dadanya.
"Sejak kau bergerak dan menghadap ke arahku. " kata Erhan dengan masih memejamkan matanya. Namun tangannya sudah bergerak membelai rambut istrinya.
"Apa kau bahagia? " tanya Erhan
"Kenapa kamu tanya seperti itu? tentu saja aku bahagia, sangat.... sangat bahagia. " kata Nisa sambil mendongak menatap Erhan dan memberikan senyum nya.
"Besok hari bahagia kita, kenapa kamu sakit? " tanya Erhan lagi.
"Aku nggak sakit. " elak Nisa karena dia tidak mau Erhan merasa curiga, tentang kecurigaannya sendiri pada kondisi tubuhnya.
"Itu, tadi wajahmu terlihat pucat. "
"Mungkin aku kurang istirahat saja, dan merasa gugup menghadapi hari esok mas. Wajarlah, besok kan kita harus bertemu banyak orang. Jadi aku merasa gugup aja. " kata Nisa masih menutupi
"Tenang saja ada aku yang selalu bersamamu, semua tamu hanya saudara dan rekan bisnis saja juga karyawan yang mungkin akan datang sore atau malam. " kata Erhan lagi menenangkan istrinya itu, agar tidak gugup.
__ADS_1
"Baiklah aku akan tenang sekarang. Sekarang, ayo kita mandi. Ini sudah sore, Orang-orang pasti sudah menunggu kita mas. " Nisa hendak beranjak namun di tahan oleh Erhan.
"Aku minta satu kali saja boleh? "
Mengerti maksud Erhan, Nisa mengangguk dia tidak ingin mengecawakan suaminya itu. Walaupun ada sedikit keraguan dihatinya mengingat kecurigaannya pada keadaan tubuhnya saat ini. Tapi dia tidak mau overthinking dulu sebelum semuanya pasti. Nisa akan tetap melayani suaminya dengan posisi yang aman dan nyaman.
"Tapi ingat, hanya satu kali. Aku nggak mau kalau besok aku gagal ke pelaminan gara-gara nggak bisa jalan atau jalan ngangkang." kata Nisa memperingatkan.
Mendengar hal itu, Erhan tertawa lebar.
"Iya, sayang. Aku janji. Cuma satu kali. "
Akhirnya mereka berdua melakukan ritual suci suami istri itu di sore hari, dimana semua orang sedang sibuk menyiapkan resepsi pernikahan mereka. Sedangkan yang punya hajat sedang asyik menyelami indahnya cinta mereka berdua.
Setelah menyelesaikan ritual suci mereka, kedua pasangan yang akan merayakan resepsi pernikahan esok hari terlihat menuruni tangga dengan tangan Erhan yang memeluk posesif pinggang Istrinya.
Wajah Erhan terlihat sangat segar, begitu juga dengan wajah Nisa yang sudah tidak pucat lagi seperti tadi siang. Mungkin karena tidur siang yang cukup dan ditambah,mendapatkan tambahan energi dari suaminya membuat wajah Nisa tampak berseri.
"Duh, senangnya lihat kalian berdua. Gandengan terus kayak truk gandeng. " goda Arkan pada adiknya itu.
"Apaan sih, bang? "
Erhan melepaskan pelukannya tanpa rasa curiga sedikitpun saat Nisa mengatakan akan ke belakang sebentar mencari Ana dan Lisa.
Nisa akhirnya bertemu dengan Ana dan Lisa taman dekat kolam renang. Nisa melihat kedua sahabatnya iti sedang memakan sesuatu.
"Apa kalian sudah mendapatkan apa yang aku minta? " tanya Nisa tiba-tiba, yang membuat mereka berdua tersedak.
"Maaf... maaf. Jika aku mengagetkan kalian. " Nisa merasa bersalah karena telah membuat kedua temannya iti tersedak.
"Tidak apa-apa non. " kata Ana dan Lisa bersamaan.
"Ini kami sudah mendapatkan apa yang anda minta. " Ana lalu memberikan sesuatu yang Nisa minta. Nisa lalu menerimanya, dan menyembunyikan nya di kantong gamisnya.
"Terima kasih. " Nisa kemudian memeluka kedua sahabatnya itu.
"Kami doakan, kecurigaan anda benar-benar terjadi nona. " kata Lisa saat berpelukan dengan nona nya itu.
"Aamiin...Terimakasih."
__ADS_1
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca