
"Maaf kan aku sayang. " sebuah kata Penyesalan yang akhirnya keluar dari mulut Erhan.
"Maafkan aku terlambat menyadarinya karena aku terlalu panik tadi. " ucapnya lagi sambil menggenggam erat tangan istrinya itu.
"Iya, tidak apa-apa. " kata Nisa yang memaklumi kepanikan suaminya sehingga membuatnya menjadi bodoh.
"Aku juga minta maaf karena bicara keras kepadamu tadi. "
Dua sejoli itu akhinya saling meminta maaf. Drama maaf-maafan itu di saksikan dokter Flo dan mama Aylin.
"Sudah-sudah minta maafnya. sekarang dengarkan dokter Flo dulu. " Mama Aylin harus mengakhiri drama mereka sebelum terjadi hal panas.
"Ini saya resepkan obat telan dan salep. Nanti tuan Erhan bisa bantu mengoleskannya jika nona merasa kesulitan. " ujar dokter Flo sambil menyodorkan resep obat kepada Erhan.
"Baik dokter, nanti saya akan meminta pelayan membelinya. "
"Ya sudah kalau begitu, saya pamit dulu. sebaiknya nona Nisa beristirahat dulu hari ini agar keadaannya cepat pulih. "
"Baik dokter, terima kasih banyak. Dan Mohon maaf karena sudah merepotkan dokter pagi-pagi. " Kata Nisa dengan perasaan tidak enak hati.
"Tidak apa-apa nona. Ini sudah menjadi kewajiban saya. "
"Mari dokter saya antar. " Mama Aylin dan dokter Flo akhirnya meninggalkan kamar mereka, menyisakan dua sejoli yang sudah bikin panik pagi-pagi.
"Kamu nggak siap-siap ke kantor, mas? " tanya Nisa yang melihat suami nya itu tidak bersiap.
"Tiidak, aku akan tinggal di rumah sehari ini. Aku akan memberi tahu Kemal. " Erhan kemudian mengambil ponselnya dan segera menghubungi asistennya itu untuk datang ke rumah dan mengambil berkas.
Lalu dia memanggil seorang pelayan untuk memintanya membelikan resep obata dari dokter Flo.
"Maafkan aku sayang, aku benar-benar menyesal. Aku tidak tau, kalau bisa sampai seperti itu. " kata Erhan yang berbaring di samping Nisa dengan penuh penyesalan.
"Sudahlah, tidak apa-apa. Toh sudah terjadi, dan bisa jadi pelajaran buat kita. Kita bisa melakukannm secukupnya asalkan kebutuhan terpenuhi. " kata Nisa.
"Iya, sehari bisa 2 atau 4 kali. pagi, siang, sore, malam. Dan itu wktunya bisa setiap hari. 'Kata Erhan dengan semangat.
" Mas.." Perkataan Erhan Membuat mata Nisa membulat dengan mulut mengerucut.
"Bercanda, sayang sekarang istirahat lah. Aku akan menunggu Kemal dulu. Apa kau sudah lapar, aku akan menyuruh pelayan mengantar makanan padamu. " Kata Erhan yang ingin beranjak keluar.
"Iya, aku lapar. " ujar Nisa.
Erhan keluar meninggalkan Nisa sendirian, dan menyuruh pelayan untuk mengantar makanan ke kamarnya. Tak lama Kemal pun datang dengan pakaian yang sudah rapi.
"Pagi bos. " sapa Kemal yang melihat atasannya itu diruang tengah.
"Pagi ayo ikut aku, " Erhan mengajak Kemal keruangan nya.
Sesampainya di ruang kerja, Erhan memberikan berkas yang sudah dia pelajari semalam dan sudah menandatangani nya.
__ADS_1
"ini berkas yang kau minta kemarin. Hari ini aku tidak masuk. Kau bisakan menghendle semuanya." tanya Erhan kepada Asisten nya itu.
"Baiklah, serahkan padaku. Memangnya Nisa sakit apa? " tanya Kemal yang penasaran dari tadi.
"Dia hanya tidak enak badan. " Erhan mengatakan hal itu, karena dia tidak ingin Kemal tau kebenarannya, jika dia tidak ingin di bully habis-habisan sama Kemal.
"Baiklah, aku akan pergi. Jaga baik-baik istrimu. " kata Kemal sambil berlalu keluar ruang kerjanya.
Erhan Ingat kalau seorang pelayan sudah disuruh mengantar makanan ke kamarnya, lalu dia segera menanyakan apakah makanan sudah diantar. Erhan segera berlari kekamarnya, saat tau kalau makanannya sudah di antar ke kamar oleh mama Aylin. Erhan jadi tidak enak karena sudah merepotkan mamanya.
Saat masuk kamar, dilihat nya mama Aylin dengan telaten menyuapi Nisa, padahal Nisa sudah menolak. karena sakitnya tidak parah jadi Nisa bisa makan sendiri. Tapi mama Aylin terlalu berlebihan.
"Nikmati saja sayang, mama juga inginmenikmati rasanya menyuapi anak perempuan. Kamu tidak perlu sungkan." Ujar Erhan karena dia tau kalau dari gelagatnya Nisa merasa tidak nyaman atau lebih kepada sungkan.
Nisa terdiam, dan menurut dengan ucapan Erhan, akhirnya dia tidak sungkan lagi.
"Ma, maaf. rencana kita ke butik hari ini batal. " ujar Nisa sambil mengunyah makanannya.
"Tidak apa-apa sayang, kita bisa ke butik jika kamu sudah sembuh. "
"Benar kata mama, sayang. Sebaiknya kau pulihkan dirimu terlebih dahulu. " kata Erhan.
"Ini pelajaran buat kamu, Erhan. Jangan seenaknya lagi kamu menjajah istrimu. mentang-mentang junior sudah dapat huniannya, kamu ke' enakan, pikirkan juga keadaan istrimu. Kalau sudah begini, kamu juga kan yang rugi." petuah dari sang mama yang langsung membuat sepasang sejoli itu terdiam. Nisa dengan wajah yang sudah memerah sedangkan Erhan dengan cengirannya.
"Maaf, ma... "
"Sudahlah, mama cuma mengingatkan saja. Jangan sampai hal ini terjadi lagi. Apalagi kalau Nisa hamil nanti, kamu harus tambah hati. " blush, wajah Nisa makin merah padam. Apa katanya tadi, Hamil?
Setelah selesai menyuapi Nisa, mama Aylin segera membersihkan bekas makanannya.
"Kamu temani Nisa, Erhan. Hari ini karena nggak jadi ke butik, mama akan ke tempat teman mama dulu mau jenguk cucunya." ujar Mama Aylin. Lalu beranjak keluar dari kamar Erhan.
Erhan lalu mengambil obat yang sudah dibeli tadi. dan meminumkannya kepada Nisa.
"Minumlah biar cepat sembuh. Itunya aku obati ya? " tanya Erhan kepada Nisa agar mau diobati olehnya.
Nisa hanya mengangguk, lalu segera berbaring setelah meminum obat. Menunggu Erhan membantu mengobatinya
Glek, Erhan menelan salivanya dengan susah karena harus melihat hunian junior. Namun dengan sepenuh hati dia mengobatinya, berharap Nisa segera sembuh.
Nisa dan Erhan melanjutkan tidurnya yang terganggu akibat ulah Erhan tadi pagi. Hingga waktu menjelang tengah hari, mereka baru bangun dari tidurnya. Bahkan mama Aylin tidak mau membangunkan anak-anaknya itu karena mereka tidur sangat lelap.
Erhan Turun untuk mengambil makan siangnya dan Nisa di ruang makan. Disana sudah ada mama Aylin yang sedang makan siang.
"Mama sudah pulang? " sapa Erhan ketika melihat mamanya.
"Sudah. Oh, iya Erhan. Tadi mama bertemu dengan tantemu, katanya dia akan pergi ke luar negeri selama beberapa hari. Jadi, selama beberapa hari itu Shofi akan dititipkan di sini. Bagaimana menurutmu? " mama Aylin merasa tidak enak mengatakan nya kepada Erhan. Karena dia tau bagaimana Shofi.
"Lalu apakah mama sudah menyetujuinya? " tanya Erhan yang merasa tidak suka.
__ADS_1
"Ya, bagaimana lagi, mereka adalah keluarga papamu nak, Mama nggak enak kalah menolak. Takut dikira sombong. " kata mama Aylin yang terlihat pasrah.
"Aku akan bicarakan dengan Nisa dulu ya, ma. Bagaimana enaknya. " kata Erhan akhirnya, karena melihat wajah sendu sang mama.
"Baiklah nak, katakan kepada Nisa dulu. "
Erhan lalu membawa makanannya ke kamar dan akan membicarakan masalah Shofi yang akan datang ke rumahnya. Erhan menyuapi Nisa, begitu pula dengan Nisa. Mereka saling menyuapi satu sama lain dengan piring yang sama. Sengaja Erhan hanya membawa satu piring makanan untuk mereka santap berdua.
Setelah selesai makan, Erhan akhirnya membicarkaan perihal kedatangan Shofi ini.
"Yang, tadi aku bertemu mama di bawah. " kata Erhan membuka percakapannya dengan basa basi.
"Mama sudah pulang? "
"Sudah, dan ada sebuah kabar yang menurut ku buruk, yang diberikan mama kepada kita. "
"Apa? " tanya Nisa memicingkan matanya.
"Kamu ingat Shofi? "
"Shofi yang bertemu sama aku di salon itu? yang kata mama sepupu jauhmu? "
Erhan mengangguk. "Iya." jawabnya singkat.
"Kenapa dengan dia? " tanya Nisa penasaran.
Akhirnya Erhan menceritakan perihal kedatangan Shofi selama beberapa hari.
"Bagaimana menurut pendapat mu, sayang? ' tanya Erhan setelah menceritakan masalah Shofi dan meminta pendapat Nisa.
" Kalau menurutmu sendiri bagaimana, mas? " tanya Nisa balik.
"Kalau aku, bagaimana kalau kita keluar untuk sementara dari rumah ini. Setelah dia pergi kita akan kembali. " kata Erhan dengan enteng.
"Bukan begitu cara menghadapi masalah, sayang. Itu namanya menghindari masalah. kalau kita terus menghindar, maka masalah tidak akan selesai. " ujar Nisa dengan bijak.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan? "
"Kita akan tetap di sini. Kita akan mengikuti permainannya, dan kita akan membalasnya dengan telak. " Nisa memberikan solusinya.
"Caranya? "
"Nanti akan aku katakan caranya, kalau dia sudah datang ke rumah ini. " jawab Nisa santai.
Erhan tidak pernah tau, siapa Nisa sebenarnya. Dia hanya tau Nisa adalah gadis yang lembut dan polos, namun Di balik kelembutan dan kepolosannya ada rahasia besar yang tidak pernah diketahui siapapun, kecuali kakaknya Arkan.
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca. Bantu dukungan likenya ya teman-teman.
__ADS_1
Kira-kira, rahasia apa yang disembunyikan Nisa. Ada yang bisa bantu jawab?