Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Buka Puasa


__ADS_3

Erhan yang sudah tak sabar lagi untuk bertemu sang istri, segera menyudahi pekerjaan nya. Karena dia sangat merindukan wanita yang sudah mengisi seluruh harinya. Dia segera membersihkan meja kerjanya yang berantakan, Karena Erhan memang tidak suka dengan keadaan meja kerja yang berantakan.


Kemal masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, itu sudah biasa bagi Erhan karena dia memang memberi hak istimewa kepada Kemal untuk keluar masuk dengan bebas, selama tidak ada istrinya di ruangan.


"Kenapa kau sudah beres-beres. " tanya Kemal yang merasa aneh dengan Erhan karena sudah bersiap mau pulang, padahal waktu masih menunjukkan pukul empat sore.


"Aku merindukan istriku. "


"Dasar bucin. ini ada yang harus kau tanda tangani. " Kemal menyodorkan sebuah berkas kepada Erhan.


"Apa ini? apa tidak bisa besok saja? "


"Besok sudah harus kuberikan kepada klien. "


"Aku bawa pulang, akan aku periksa dulu dan aku tanda tangani di rumah. "


"Terserah padamu, asal besok itu sudah kau tanda tangani. "


"Baiklah."


"Apa kau akan mengemudi sendiri? atau dengan supir? "


"Aku mengemudi sendiri. Sudah, aku mau pulang dulu. " Erhan bergegas pulang dan melewati Kemal begitu saja.


Kemal hanya menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan apa yang terjadi pada Sahabatnya itu.Dia sudah berubah sejak mengenal Nisa.


Erhan sudah sampai di rumahnya saat menjelang maghrib, karena ada insiden kecelakaan yang membuat jalanan macet. Sehingga yang awalnya Erhan ingin sampai rumah lebih awal, tapi ternyata dia sampai rumah sama seperti jam kantor biasanya.


Erhan langsung menuju kamarnya saat tidak dijumpai siapapun di dalam rumah. Dengan langkah gontai Erhan menuju kamarnya, Namun saat ia melangkah kan kakinya ke dalam kamar, matanya langsung berbinar melihat istrinya sudah menjalankan sholat.


"Ah, akhirnya aku bisa berbuka puasa nanti malam. " gumamnya dalam hati dengan tersenyum lebar.


Setelah mengucapkan salam, Nisa melihat suaminya sudah datang dan memandangnya penuh arti membuat Nisa tersipu. Dia segera melipat mukenanya, dan menghampiri sang suami lalu mencium punggung tangannya.


"Assalamu'alaikum mas, maaf tidak menyambutmu di bawah. "


"Wa'alaikum salam, tidak apa-apa sayang. Kau sudah menyambutku dengan sesuatu yang lain. " kata Erhan dengan menaik turunkan alisnya.


"Jangan mesum, " ujar Nisa sambil melepaskan jas dan dasi yang dipakai Erhan.


"Enggak celana sekalian yang kau lepaskan sayang? " Erhan mencoba menggoda istrinya itu.


"Enggak, buka sendiri aja. Cepat mandi. " perintah Nisa pada suaminya.

__ADS_1


"Mandiin." Erhan merengek manja khas nya.


Nisa menggeleng kan kepalanya, lalu mendorong tubuh tegap suaminya itu untuk masuk ke kamar mandi. Setelah Erhan berada di kamar mandi, Nisa langsung menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya dan diletakkan di atas tempat tidur. Lalu dia mematut dirinya di depan meja rias.


Dilihatnya sang suami keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah segar dan hanya mengenakan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya. Walau tidak hanya sekali melihat nya namun Nisa masih merasa malu tiap kali melihat tubuh polos suaminya yang hanya berbalut handuk.


Erhan mendekati Nisa, dia lalu menarik istrinya yang sedang duduk itu untuk berdiri. Lalu melingkarkan tangan nya di perut Nisa.


"Nanti malam aku minta jatahku ya? "


Nisa mengangguk dengan wajah yang sudah memerah.


"Terimakasih sayang. " Erhan lalu mengecup kening Nisa, lalu segera memakai pakaiannya.


"Sini, duduklah disini." Nisa menunjuk kursi agar Erhan duduk, dan Erhan menurutinya.


Nisa lalu mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambut Erhan yang masih basah dengan telate.


"Senangnya punya istri, kalau bisa diperlakukan bak seorang raja kayak gini. " kata Erhan di tengah-tengah aktifitas Nisa yang sedang mengeringkan rambutnya.


Nisa hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Ini agar kamu nanti ga pusing, mas. Ini sudah lumayan kering. Sekarang cepat sholat dulu keburu waktunya habis. Aku akan turun ke bawah, membantu mama menyiapkan makan malam. Untuk makan malam kali ini aku juga masak lho. " kata Nisa dengan semangat.


"Benarkah? "


"Baiklah." lagi-lagi Erhan mencuri ciuman di bibir Nisa dan berlari ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


"Mas ihhhh...." pekik Nisa kesal, lalu dia meninggalkan Erhan yang akan mengerjakan sholat maghrib.


Di ruang makan.


Mama Aylin di bantu beberapa pelayan sedang menyiapkan makan malam. Beliau tidak menyadari kedatangan Nisa, karena sedang fokus menyiapkan makanannya. Hingga suara sapaan Nisa membuyarkan fokus mama Aylin.


"Malam, ma. "


"Eh, sayang. Kamu sudah datang. Apa Erhan sudah datang? "


"Sudah ma, dia sedang sholat, dan aku meninggalkannya dulu untuk membantu mama menyiapkan makan malam. "


"Oh, ya sudah kalau sudah datang. Ini sudah siap kok. Kita tinggal menunggu Erhan saja. "


Mama Aylin dan Nisa menunggu kedatangan Erban sambil ngobrol di meja makan. Obrolan yang mereka bahas kini seputar konsep pernikahan. Mama Aylin ingin tahu, konsep pernikahan seperti apa yang di inginkan Nisa.

__ADS_1


"Aku ingin pernikahan bertemakan pesta taman. Agar terlihat santai, dan kami bisa berbaur dengan para tamu. " ujar Nisa.


"Konsep pernikahan yang bagus, sayang. Karena aku juga tidak ingin pernikahan kita tidak terlihat kaku. " kata Erhan yang baru saja datang dan menimpali obrolan dua orang wanita yang dia sayangi.


"Yah, kalau konsepnya pesta taman tidak sesuai dengan bajunya donk sayang. " kata mama yang sedikit kecewa. " padahal mama pengen banget lihat kalian pakai baju itu lagi. "


Erhan dan Nisa saling bertatapan.


"Nanti kita bahas lagi ma, sekarang kita makan dulu ya, aku sudah lapar banget nih ma " Erhan akhirnya mengakhiri pembicaraan tentang konsep pernikahannya.


"Baiklah, ayo kita makan dulu. "


Akhirnya mereka pun makan malam dengan tenang tanpa membicarakan konsep pernikahan. Itu akan mereka bahas lagi setelah makan.


Erhan segera berpamitan ke ruang kerja setelah makan, karena dia harus mempelajari berkas yang diberikan Kemal tadi sebelum pulang. Sedangkan Nisa lagi-lagi menemani mama Aylin di ruang keluarga untuk membicarakan masalah konsep pernikahan agar segera selesai. Akhirnya konsep pernikahan di sepakati berkonsep putri kerajaan sesuai pakaian yang dibuat Nisa. Satu persatu masalah penikahan selesai, mama Aylin juga sudah memesan undangan pernikahan dan tinggal menyebarkannya.


Pukul sembilan malam, Nisa sudah kembali ke kamarnya, dia segera bersiap untuk melayani suaminya malam ini. Karena suaminya sudah sabar menunggu selama satu minggu, jadi malam ini dia akan memberikan servis terbaiknya. Dengan memakai gaun tidur yang tipis dan pendek serta menunjukkan lekuk tubuhnya, Nisa melihat dirinya di cermin. Nisa merasa bergidik melihat dirinya sendiri. Biasanya Nisa yang memakai pakaian serba tertutup kini memakai baju terbuka seperti ini. Ahh, benar-benar memalukan.


Terdengar suara pintu terbuka dan Erhan masuk kedalam kamar. Matanya langsung terbelalak melihat penampilan istrinya itu yang tak seperti biasanya. Dengan langkah cepat Erhan langsung mendekati istrinya yang tengah malu didepan cermin, dan langsung melingkarkan tangannya di perut Nisa. Menciumi ceruk lehernya.


"Mas... " Nisa tanpa sengaja mengeluarkan suara laknatnya.


Erhan melepaskan Ciumannya, dan membalikkan tubuh Nisa agar menghadap ke arahnya.


"Apakah kau berpakaian seperti untuk menggodaku? " tanya Erhan dengan kerlingan mesumnya.


Nisa yang kesal pun langsung memukul dada suaminya.


"Ayolah sayang, tidak ada salahnya kau menggoda suami sendiri. " kata Erhan yang langsung menggendong Nisa tanpa aba-aba, dan merebahkan nya di atas ranjang. Lalu dia menuju pintu dan mengunci pintunya serta menyalakan peredam suara.


Erhan berjalan mendekat kearah Nisa dengan membuka pakaiannya satu persatu dan melemparkannya secara asal, membuat Nisa bergidik. Seolah malam ini dia akan menjadi mangsa Erhan.


Terjadilah malam panas keduanya setelah satu minggu berpuasa. Seperti yang katakan Erhan dulu, kalau dia hanya melakukannya sekali saat malam pertama mereka, untuk yang kedua kalinya Erhan tidak bisa berjanji melakukannya hanya sekali. Apalagi setelah menahan hasratnya selama satu minggu. Malam ini Erhan akan menggempur Nisa habis-habisan.


Malam yang panjang dan melelahkan bagi Nisa, tapi sangat menyenangkan bagi Erhan. Mereka saling bertukar peluh satu sama lain. Hingga pada pelepasan yang ke sekian kalinya akhirnya Erhan tumbang. Dan satu kecupan mendarat di kening Nisa.


"Terimakasih sayang. "


Nisa hanya membalasnya dengan senyuman karena dia masih menormalkan nafasnya yang terengah-engah, entah berapa kali dia melakukan pelepasan. Dan itu sangat membuatnya kelehan.


Erhan menutupi tubuh mereka dengan selimut, lalu memeluk Nisa dengan erat dan mengelus perut Nisa.


"Semoga di sini segera tumbuh buah cinta kita." Harapan Erhan sebelum tidur dan di aamiini oleh Nisa.

__ADS_1


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2