
"Hallo,Nisa.... lama tidak bertemu ya? " Mama Aylin menyapa Nisa ketika Nisa sudah duduk namun tetap menundukkan kepalanya.
Nisa yang disapa seperti pernah mendengar suara itu beberapa waktu lalu langsung mengangkat wajahnya dan melihat wanita paruh baya di hadapannya, dia merasa sangat terkejut dan tidak percaya. Begitu juga dengan semua orang yang Mendengar sapaan mama Aylin kepada Nisa, mereka menjadi sangat bingung sekarang.
"Ny... nyonya... Lin. " kata Nisa terbata karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depannya.
Semua orang yang mendengar ucapan Nisa merasa bingung. Seolah Nisa pernah bertemu dengan nyonya Aylin, mama Erhan. Begitu pula dengan Erhan yang merasa sangat kebingungan dengan keadaan ini.
"Tunggu dulu, mama sudah mengenal Nisa sebelumnya? " tanya Erhan.
"Iya, kami pernah bertenu dua kali di Dubai. Benarkan Nisa? " ujar mama Aylin.
Nisa mengangguk sebagai jawaban, membuat semua orang tak percaya.
"Maksud mama, kemarin mama juga pergi ke Dubai saat Nisa mengikuti lomba? Apa mama mengikutiku? "
Giliran mama Aylin yang mengangguk.
"Ya Tuhan... apa-apaan ini." geram Erhan, kemudian atensinya beralih ke Kemal. "Apa kau yang memberi tahu pada mama. "
"Glek... " Kemal. menelan ludahnya kasar.
"Sudah ini bukan waktunya, berdebat masalah aku bertemu dan kenal dengan Nisa. Yang jelas, mama mengikutimu ke Dubai karena mama ingin melihat calon mantu mama. Agar kau tidak salah memilih pendamping. Bagaimanapun kau adalah anak ku satu-satunya, aku tidak mau nanti calon mantu yang kau pilih salah. " ujar mama Aylin asal ceplas-ceplos.
"Nisa, senang akhirnya mama bisa bertemu denganmu lagi. Kau cantik sekali hari ini. "
"Nyonya.... "
"Jangan panggil nyonya, panggil 'mama' Oke. " kata Mam Aylin.
Nisa mengangguk. "kenapa nyo... maksudku mama ada di sini? '
" Aku adalah mamanya anak nakal ini Nisa, anak mama yang ingin mama kenalkan padamu waktu itu, tapi kamu tidak mau karena sedang dekat dengan seseorang. " Lagi-lagi ucapan mama Aylin membuat heboh.
"Siapa Nisa? " tanya ayah Ibnu tiba-tiba.
"Tidak ada paman, waktu itu nyonya Lin memang menginginkan Nisa berkenalan dengan anaknya, tapi Nisa tidak mau karena Nisa sedang pendekatan dengan Erhan. Tidak tahunya anak mama Aylin adalah Erhan. Apakah waktu itu nyonya juga sedang mengetes Nisa? " Alima ikut bicara dan bertanya karena takut Nisa tidak menjawab.
"Tentu saja, mama ingin melihat seperti apa wanita yang dikejar anakku sampai ke Dubai. Padahal di negara kami banyak wanita yang mengejarnya. " kata mama Aylin santai.
Semua orang dibuat kicep dengan ucapan mama Aylin.
"Ma... " Erhan merasa tidak enak dengan ucapan mamanya, bisa-bisa acara hari ini akan gagal karena mamanya yang telalu absurd.
"Diamlah, mama hanya ingin menceritakan pertemuan mama dengan Nisa." kata mama Aylin masih dengan santainya.
"Jadi pak Ibnu dan ibu Aisyah, saya memang kurang kerjaan membuntuti mereka sampai di Dubai, karena kalian tau sendiri Erhan adalah anak saya satu-satunya. Sedangkan ayah Erhan sudah meninggal lima tahun yang lalu. Jika Erhan salah mencari pendamping, mau jadi apa saya di hari tua saya nanti. Karena itu saya membuntutinya sampai di Dubai. "
"Saya juga mencoba mencari tahu wanita seperti apa Nisa, dan berkomunikasi langsung dengannya. Disitu, saya bisa melihat Nisa adalah sebuah wanita yang baik,sopan dan tidak berlebihan. Saya jadi suka dengan Nisa, dan menyetujui hubungan mereka. Bahkan, jika Nisa menolak Erhan kemarin maka saya sendiri yang akan melamar Nisa untuk anak saya. " mama Aylin menjelaskan semuanya.
__ADS_1
" Karna itu saya langsung datang kemari ketika Nisa mau menerima Erhan. "
"Dari mana anda tau kalau kemarin Nisa menerima Erhan. " tanya Ibu Aisyah penasaran.
"Kemarin, Erhan sedang berkomunikasi dengan saya melalui panggilan Video, saya meminta Erhan tidak mematikan panggilannya ketika sampai di rumah ini. Dan disitulah saya tau semuanya. " Kata mama Aylin.
"Dan saya memaksa meminta antar asisten Erhan untuk mengantarkan saya kemari, membawa barang-barang yang sudah saya siapkan beberapa hari lalu dengan para pelayan. Dan Erhan tidak tau tentang semua ini, jadi Nisa mama harap kamu tidak marah sama Erhan ya. Ini semua memang rencana mama. Mama tidak ingin kau berubah pikiran. " Jelas mama Aylin
"Jadi Nisa, mama Di sini mewakili Erhan untuk memintamu menjadi istri Erhan dan menjadi menantu mama. " ujar mama Aylin menata lekat mata Nisa.
Kini semua orang paham dengan semua yang terjadi dan begitu mendadak ini. Mereka akhirnya mengerti, dan sekarang ikut menatap Nisa dengan cemas menunggu jawaban Nisa.
Nisa terdiam, karena dia merasa janggal dengan dua kata mama Aylin di pendengaran Nisa yaitu, Asisten... para pelayan... dua obyek yang jadi pertanyaan di benak Nisa.
"Mama, Erhan. Sebelumnya saya minta maaf, saya tidak ingin ada kebohongan sebelum acara ini di mulai. Sebaiknya jika ada yang kau tutupi, kau bisa membukanya sekarang Erhan. Aku tidak akan marah ataupun kecewa, karena aku sudah menyiapkan mentalku sejak pagi tadi." kata Nisa menatap tajam ke arah Erhan.
"Aku tidak ingin, hubungan kita diawali dengan kebohongan. " ujar Nisa tegas.
Semua orang menjadi lemas. Karena tau apa yang di maksud Nisa.
"Glek... " Giliran Erhan yang menelan ludahnya kasar karena mendapat tatapan tajam dari Nisa.
"Sepertinya kau sudah menemukan pawangmu. " ejek Kemal di telinga Erhan.
"Katakanlah sejujurnya, aku akan mendengarkan. " kata Nisa lagi.
"Baiklah, aku akan jelaskan." Erhan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan.
Nisa menerima kartu nama yang diberikan Erhan dan membacanya, kedua temannya yang juga penasaran dengan pekerjaan Erhan ikut mendekat dan membaca dari belakang.
Erhan Farhat
CEO KHAN Corp.
Nisa dan teman-teman nya terbelalak membaca jabatan Erhan. Mereka tak percaya tapi ini sudah terjadi, jadi memang benar Erhan memiliki kedudukan tertinggi di perusahaan.
"Dan Ini. " Erhan memberikan satu lagi kartu nama yang bertuliskan.
Erhan Farhat
Owner Farhat Fashion
Lagi-lagi mereka dikejutkan dengan apa yang mereka lihat.
"Apa ini semua benar? " tanya Nisa tak percaya
Erhan tersenyum manis dan mengangguk. "Iya, sekarang kau tau siapa aku. Tidak ada kebohongan lagi di antara kita. "
Hening.... Mereka semua menunggu jawaban Nisa.
__ADS_1
"Maaf Erhan, sepertinya aku tidak pantas untukmu."
Erhan yang sudah percaya diri seolah dihempaskan dari atas langit dengan Sebuah kalimat yang membuat dunia Erhan seolah runtuh. Semua orang yang ada disana pun terkejut dengan kalimat yang keluar dari mulut Nisa.
"Apa maksudmu Nisa? " kata Erhan tak percaya.
"Maafkan aku, sepertinya kau dan aku terlalu jauh Erhan. " Kata Nisa dengan tertunduk.
"Nisa... " mama Aylin berjalan mendekat ke arah Nisa dan duduk di sisi Nisa yang kosong.
"Tidak ada yang lebih pantas untuk menjadi istri Erhan,selain dirimu nak. Erhan sudah memilihmu dan mama sudah menerimamu dengan senang hati untuk menjadi istri Erhan dan menantu mama." kata mama Aylin menggenggam erat tangan Nisa.
"Tapi, ma...? "
"Tidak ada kata tapi. Jabatan, kedudukan, kita di dunia ini hanya sementara. Semua sama di mata Allah. Bukankah kau wanita beriman?" mama Aylin membelai kepala Nisa yang berbalut hijab.
"Bagi mama, kau adalah wanita yang sangat pantas bersanding dengan Erhan. Kau tau alasan kenapa Erhan mengikuti perjodohan online dan menyembunyikan identitas nya? " tanya mama Aylin.
Nisa menggeleng pelan.
"Karena dia mencari wanita yang mau menerima dia apa adanya. Bukan karena siapa dirinya, bukan karena hartanya, bukan karena kedudukannya dan apa jabatannya. Awalnya mama memang tidak setuju, karena Erhan bisa mendapatkan wanita manapun dengan menunjukkan jari telunjuknya. Tapi dia nekat dan kamu lihat, dia berhasil Nisa, dengan menemukanmu dia berhasil mencari seseorang yang yang tidak memandang harta dunia. Jadi mama mohon jangan menolak Erhan, nak. Karena mama juga menyayangimu sejak bertemu denganmu pertama kali. Kau adalah menantu idaman mama. " Mama Aylin mencoba memohon kepada Nisa agar tidak menolak anaknya.
Suasana kembali hening....
Nisa bingung lalu menoleh kearah semua keluarganya dan teman-temannya. Mereka semua memberikan anggukan. Membuat Nisa tidak bisa menolak lagi.
"Baiklah ma, Nisa mau menerima Erhan untuk menjadi imam Nisa. Dan Nisa meminta bimbingan dari mama untuk menjadi istri yang baik untuk Erhan. "
"Alhamdulillah... "
Jawaban dari Nisa membuat semua orang menjadi lega. Begitu pula dengan Erhan yang dari tadi merasakan panas dingin, bahkan keringat dingin turun dengan lencangnya di dahinya. Dia langsung memeluk sahabatnya Kemal yang ada di sampingnya. Kemal membalas pelukan Erhan.
"Selamat bro... akhirnya... tidak sia-sia kau mengejarnya sampai kemari. " bisik Kemal.
Mereka semua bahagia melihat, Erhan yang awalnya pucat kini berseri kembali. Kini acara di lanjutkan dengan pemasangan cincin kedua belah pihak.
Semua orang mengabadikan moment tersebut dengan kamera ponsel mereka, mama Aylin juga tak ketinggalan dia sudah menyuruh asistennya untuk merekam semua kejadian langka yang terjadi hari ini. Seorang Erhan sempat ditolak, walau pada akhirnya diterima juga. Membuat mama Aylin tersenyum geli mengingat hal itu.
Setelah acara foto-foto, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Disitu tidak terlihat mana atasan dan bawahan. Mereka makan bersama dalam suasana kebersamaan. Erhan terus memandangi wajah Nisa yang cantik.
"Maafkan aku Nisa, yang tidak jujur padamu sejak awal. " ujar Erhan yang duduk di sebelah Nisa ketika mereka sedang makan bersama.
"Tidak apa-apa, awalnya memang sedikit kecewa. Tapi setelah mendengar penjelasan mama tadi, aku coba untuk mengerti. "
"Terimakasih.... Terimakasih karena kau mau menerimaku. " kata Erhan dengan senyuman bahagia yang tak lekang dari bibirnya.
Nisa hanya mengangguk.
Ada yang terlewat, dan tidak mereka sadari dari tadi. Yaitu pandangan asisten Kemal yang menuju ke satu arah sejak mereka datang ke rumah itu...
__ADS_1
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca.