
"Aku tidak melakukan Apa-apa ma.? Memangnya apa yang sudah aku lakukan.? " Erhan membela dirinya.
"Dasar, bodoh. Apa kau tidak memakai pengaman saat berhubungan dengan Nisa? " tanya Mama Aylin sambil memukuli dada Erhan.
"Untuk apa aku pakai pengaman. Nggak enak ma." lagi-lagi Erhan membela dirinya.
"Kau ini, dasar anak nakal. Apa kau tidak memikirkan akibat dari kecerobohanmu itu, hah. Sekarang, Nisa hamil. itu karena kamu tidak mau memakai pengaman. Dasar, anak nakal. " Mama Aylin menjewer telinga Anaknya itu.
"Aku, nggak tau ma. Aku hanya menikmatinya. " Erhan mengelak.
"Bodoh, kamu tidak lihat atau memikirkan baby Murad? Dia masih kecil, masih lima bulan. haruskah dia memiliki adik. " Mama Aylin mengingatkan Erhan akan hal itu.
Erhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan senyum bodohnya.
"Ya bagaimana lagi ma, sudah terjadi. " kata Erhan tanpa penyesalan.
Mama Aylin terlihat sangat kesal melihat ulah bodoh anaknya itu. Sedangkan Nisa yang sudah sadar dari tadi hanya tersenyum mendengar perdebatan anak dan ibu itu, begitu pula dengan dokter Flo yang hanya geleng-geleng kepala tiap mendengar perdebatan dua orang itu.
"Kalau begitu saya permisi dulu, tuan, nyonya. Nona Nisa sudah sadar, anda bisa membawanya untuk ke rumah sakit mamastikan keadaan nona Nisa dengan USG. Karena saya hanya memperkirakan saja untuk saat ini. " ujar dokter Flo.
"Maafkan saya dokter, saya jadi melupakan anda. " kata mama Aylin sedikit menyesal.
"Tidak apa-apa nyonya. Saya mengerti kepanikan anda. " Dokter Flo kemudian berjalan keluar ditemani mama Aylin.
Erhan lalu mendekati istrinya, yang baru sadar. Dan menciumi tangan Nisa.
"Apa kau baik-baik saja, sayang? " tanya Erhan kemudian.
"Aku baik. " jawab Nisa dengan lirih.
"Maafkan aku, karena telah membuatmu hamil lagi. " Erhan merasa menyesal karena telah menanam benihnya lagi di rahim Nisa dalam waktu yang sangat singkat.
Nisa tersenyum mendengar penyesalan suaminya itu.
__ADS_1
Tak lama Mama Aylin masuk lagi ke kamar tempat Nisa berada.
"Kamu baik-baik saja, sayang? " tanya mama Aylin yang langsung menghampiri menantunya itu.
"Aku baik ma. " jawab Nisa dengan senyum di bibirnya.
"Maafkan anak mama sayang, karena sudah membuat mu hamil lagi " Sebuah kalimat yang sama yang diucapkan Anak dan mama.
Nisa mencoba untuk duduk, dibantu Erhan. Setelah mendapat posisi yang nyamannya Nisa segera angkat bicara. Dia tidak ingin ketidak nyamanan ini terus berlanjut. Dia lalu menggenggam tangan Mama Aylin dan Suaminya.
"Ma, Mas... Jika benar ada Anak yang tumbuh di rahimku,maka aku akan menerimanya dengan senang hati. Karena bagiku anak ini adalah anugerah. Dan itu artinya Allah memberi kepercayaam kepada kita dengan adanya anak ini. Kalian berdua tidak perlu khawatir dan merasa bersalah. Insya"Allah aku akan ikhlas mengandung anak ini, ma, mas. " Nisa memberikan pengertian kepada kedua orang yang ia sayangi itu.
"Lagi pula, kita harus berbahagia dengan adanya anak ini. Karena di luar sana banyak yang menginginkan anak, tapi Allah tidak memberikannya. Mungkin karena Allah tidak percaya kepada mereka. Jadi, sekali lagi. Kita harus banyak bersyukur dengan adanya nyawa yang ada di dalam perutku ini. Aku yakin Mas Erhan akan mampu menghidupi kami semua nantinya. Benarkan mas? "tanya Nisa pada suaminya.
" Tentu sayang, aku akan memenuhi semua kebutuhan kalian. Bahkan jika kamu butuh babysitter aku akan menyediakan untukmu. " kata Erhan dengan sangat yakin.
"Terimakasih, mas. "
"Tapi, yang aku khawatirkan adalah baby Murad, nak. Dia masih sangat kecil dan sangat membutuhkan perhatian kalian. " Mama Aylin yang sedari mendengar kebesaran hati menantunya itupun akhirnya menangis dan mempertanyakan tentang baby Murad, cucu pertamanya.
"Tentu ma, kami akan membagi kasih sayang kami secara merata kepada anak-anak kami nanti. " ujar Erhan, lagi-lagi meyakinkam ibunya itu.
Mam Aylin langsung memeluk menantunya itu dengan penuh kasih sayang dan deraian air mata.
"Terimakasih, nak. Kamu sudah mau melahirkan keturunan keluarga kami. Semoga kebahagiaan senantiasa menyertai kalian. " ujarnya masih memeluk menantu kesayangannya
"Erhan, anak nakal itu memang tidak salah memilih pendamping. Kau memang sangat baik, nak. ' ujarnya lagi.
Setelah melepaskan pelukannya, Mama Aylin segera menyuruh Erhan mengantarkan Nisa ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya. Karena dia ingin mendengar kepastian apakah Nisa bener hamil apa tidak.
Erhan menyetujui hal itu, dia segera membawa Nisa ke kamarnya agar bersiap. Sedangakan baby Murad di tinggal bersama mama Aylin. Karena mama Aylin tidak mengijinkan Murad ikut ke Rumah sakit karena di rumah sakit banyak virus dan penyakit. Mama Aylin tidak ingin cucu kesayangannya itu terkena penyakit saat pulang dari rumah sakit.
Dan disinilah mereka berada. Asisten dokter Flo sampai heran. Karna baru lima bulan lalu dia bertemu dengan pasangan bucin itu. Sekarang sudah bertemu lagi. Namun setelah tau keadaannya dia hanya bisa menahan senyumnya sambil berkata.
__ADS_1
'Ternyata suaminya tokcer juga. " batin asisten dokter Flo..
Mereka akhirnya masuk kedalam ruang pemeriksaan. Dan di sambut dokter Flo dan seorang perawat.
"Kalian sudah datang, silahkan duduk. " kata dokter Flo mempersilahkan mereka berdua duduk karena sejak tadi dokter flo memperhatikan kedua ayah dan ibu muda dihadapannya itu., terlihsg sedikit tegang.
Dokter Flo memberikan pertanyaan , seputar apa yang dirasakan Nisa lalu mencatatnya. Nisa kemudian di arahkan dokter Flo untuk berbaring dtempat USG.
Doter Flo memperhatikan keadaan Nisa, yang sepertinya sangat antusias seperti saat menyambut anak pertamanya. berbeda dengan Erhan yang terlihat khawatir.
Dokter Flo terus menggerakkan alat di perut bagian bawah Nisa. Nisa sedikit meringis saat dokter flo menekan alat tersebut.
"Coba perhatikan," kata dokter flo menunjuk kepada kedua pasangan di hadapannya. Terlihat ada dua kantong di dalam perut Nisa.
" Itu maksudnya apa ya dok?" tanya Erhan mewakili istri nya juga tidak tau maksud sang dokter.
"Itu artinya, anak kalian kembar nona. dan tuan. " kata Dokter Flo dengan senyum penuh di bibirnya.
"Apa, " kata nisa dan Erhan bersaman.
"Benarkah itu dokter? " tanya Nisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Dokter Flo menganggukkann kepalanya, tanda apa yang dia katakan benar.
" Selamat, ya nona dan tuan Erhan. " dokter flo memberikan selamat kepada keduanya dan mengulurkan tangannya.
"Sama-sama, dokter. " kata Nisa mnyambut tangan dokter Flo.
Erhan dan Nisa merasa sangat bahagia mendengar kabar bahwa dia akan mengandung anak kembar. Tidak sabar pula dia akan memberikan kejutan ini untuk mama Aylin.
"Kenapa bisa kembar dok, padahal kami tidak punya keturunan kembar. " tanya Nisa yang tak mengerti akan hal itu
"Mungkin karena posisi kalian saat berhubungan. Dan anda menerimanya dengan sangat baik. benih dari tuan Erhan. sehingga membuatnya jadi kembar. " ujar dokter Flo memberikan penjelasan.
__ADS_1
"Oh begitu. " terimakasih atas penjelasan nya dokter.