Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Nyalon Bareng Mama


__ADS_3

"Apa kau tidak ikut aku ke perusahaan hari ini, sayang? " tanya Erhan pagi ini saat Nisa memakaikan dasinya.


"Tidak, hari ini aku akan menemani mama ke salon. " jawab Nisa saat selesai merapikan penampilan suaminya.


"Baiklah, temani mama hari ini. Mungkin mama juga akan membawa mu ke tempat perkumpulan sosialitanya." kekeh Erhan.


"Tidak apa-apa, aku akan menjadi anak gadis mama hari ini. " Nisa ikut terkekeh.


"Mama sangat menginginkan punya anak perempuan, sayang. jadi dia sangat bahagia memilikimu sekarang. Mama sudah menganggap mu sebagai anaknya sendiri. "


Nisa mengangguk. "Iya semalam mama juga menceritakan hal yang sama. Jadi aku akan menjadi anak mama sekarang. hehehe... "


"Oh, tidak jika kau jadi anak mama, itu artinya kau adalah adikku. Aku tidak mau, kau adalah istriku. " kata Erhan sambil menarik pinggang Nisa posesif agar menempel ditubuhnya.


"Iya, aku istrimu, bukan adikmu. Sekarang ayo kita turun, mama pasti menunggu kita. " Nisa mencoba melepaskan pelukan Erhan.


"Tidak, cium aku dulu. " Erhan tidak mau melepaskan pelukan nya.


"Sayang, ayolah. "


"Biasakan mencium ku, setelah kau marapikan penampilan ku, itu akan menjadi moodbooster untukku. "


Cup.


Satu kecupan mendarat di bibiri Erhan saat dia terus mengomel. Erhan langsung membelalakkan matanya saat ocehannya di bungkam dengan kecupan singkat dari Nisa.


"Bukan begitu caranya menciumku, sayang. Saat aku sedang berbicara, itu tidak sopan namanya. " kata Erhan morang-maring.


Nisa terkekeh mendengar omelan Erhan lagi yang terdengar lucu di telinganya.


"Kau ini, orang lagi bicara malah di tertawakan. Aku akan menghukummu. "


Erhan langsung menarik tengkuk Nisa lalu menciumnya dengan rakus. Ciuman yang awalnya rakus lama kelamaan menjadi lembut mengikuti ritme permainan Nisa.


"Ayo kita turun. " kata Erhan setelah puas mendapatkan moodbooster nya.


Nisa hanya menuruti permintaam Erhan. Mereka menuju ruang makan dengan senyuman yang terkembang. Membuat semua yang melihatnya ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan dua sejoli itu, termasuk mama Aylin yang ikut tersenyum menyambut kedua anaknya.


"Hari ini jadikan ikut mama ke salon? " tanya mama Aylin setelah mereka selesai sarapan.


"Iya ma, aku juga sudah minta ijin suamiku. "


"Baguslah... setelah ini kamu segera bersiap. "

__ADS_1


"Ma, aku berangkat kerja dulu. Aku titip istriku." pamit Erhan kepada mamanya.


"Tenang saja serahkan pada mama. "


Erhan pun berangkat kerja di antar Nisa sampai ke mobilnya.


"Oh, iya aku lupa. Aku sudah mengutus dua bodyguard wanita untuk mendampingi mu sayang."


"Apa? itu tidak perlu, mas. aku jadi tidak enak nanti. " kata Nisa menolak.


"Tidak ada penolakan, aku tidak ingin ada yang mengganggu istriku disini. " kata Erhan yang tidak mau di bantah.


"Ana, Lisa. " Erhan memanggil dua bodyguard yang berpakaian seragam rapi dan sudah siap melayani sang nyonya muda.


"Sayang, kenalkan ini Ana dan Lisa. Mereka adalah bodyguard kepercayaan ku, kemampuannya bisa diandalkan. Aku tidak akan khawatir jika mereka ada bersamamu. " ujar Erhan memperkenalkan kan dua bodyguard nya.


"Dan Kalian, ini adalah Istriku. Aku serahkan keselamatannya kepada kalian berdua. " pesan Erhan kepada bodyguard nya.


"Baik, tuan kami akan melakukan yang terbaik. "


"Baiklah, aku berangkat kerja dulu. " Erhan hendak masuk kedalan mobilnya namun di hentikan Nisa.


"Kenapa? " tanya Erhan tak mengerti.


"Tradisi di negaraku adalah, mencium tangan suaminya sebelum dia pergi kerja. " Nisa lalu mencium tangan Erhan.


"Baiklah, aku mengerti. Coba sekarang ulangi. " kata Erhan.


Nisa akhirnya mengulangi bersalaman ala Indonesia kepada Erhan, lalu Erhan membalas dengan memberikan ciuman ke seluruh wajah Nisa tidak hanya di jening. Dan itu membuat wajah Nisa merona.


Sedangkan yang melihat adegan suami istri tadi merasa salah tingkah. Termasuk mama Aylin yang melihat adegan anak dan menantunya, merasa sangat bahagia.


"Mulai sekarang kita harus melakukan tradisi dari negaramu ini, sayang. Aku menyukainya. "


"Baiklah, aku senang kamu mau menerima tradisi dari negaraku. "


"Sesuatu yang baik, memang harus kita Terima sayang. Baiklah, aku berangkat dulu ya? " Erhan kembali mengecup bibir Nisa, lalu mengusap kepala Nisa yang berbalut jilbab dan masuk ke dalam mobil.


Setelah mobil Erhan tak terlihat lalu dia masuk ke dalam rumah. Dilihat ada mama Aylin yang memperhatikan Nisa dengan senyuman. Nisa lalu mendekat, dan mama Aylin langsung mendekap tubuh Nisa dengar erat.


"Terimakasih, sayang. Kau sudah memberikan kebahagiaan untuk keluarga ini. " bisik mama Aylin di telinga Nisa.


"Ayo, kita bersiap. Giliran kita bersenang-senang sekarang. "

__ADS_1


"Baik ma. "


Setelah beberapa saat Nisa dan mama Aylin sudah bersiap untuk menghabiskan harinya.


Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil, Ana menyetir mobil sedangkan Lisa duduk di sebelah nya. Mama Aylin dan Nisa duduk di kursi penumpang dengan santai.


"Sayang, bagaimana dengan butik. Kapan kamu akan mulai bekerja? " tanya mama Aylin.


"Besok aku akan datang ke butik ma. Aku akan membenahi butik sesuai keinginanku dulu, agar aku nyaman bekerja disana. " jelas Nisa.


"Apakah mama boleh ikut ke butik, besok? Agar mama tidak kesepian di rumah. "


"Baiklah ma, besok kita akan pergi kebutik bersama. "


"Terimakasih, sayang. "


Tanpa terasa mereka sudah berada di depan salon langganan mama Aylin. Mama Aylin yang merupakan langganan VIP salon langsung mendapatkan pelayanan khusus.


"Berikan semua perawatan terbaik untuk kami berdua. " ujar mama Aylin kepada pihak yang bertanggung jawab, untuk perawatan.


"Baik nyonya. "


Mama Aylin dan Nisa akhirnya mendapatkan perawatan terbaik dari salon itu. Mereka merasakan relaks setelah tiga jam di manjakan oleh para terapis profesional.


Mereka akan meninggalkan salon kecantikan itu, namun sebuah suaraa, menghentikan langkah mama Aylin dan Nisa.


"Selamat siang tante. " sebuah suara yang tidak asing di telinga Mama Aylin.


" Benazir... Shofi... kenapa kalian ada di sini.? " tanya mama Aylin terkejut.


"Kami akan melakukan perawatan di sini tante. " Kata shofi sok akrab. Sedangkan Benazir hanya diam saja tanpa menanggapi mereka berdua. Dia fokus pada wanita asing di sebelah mama Aylin.


"Tante dengan siapa datang kemari? Apakah Erhan ikut? " tanya Shofi antusias.


"Tidak, aku tidak bersama Erhan. Tapi aku bersama istri Erhan. Kenalkan, dia adalah Nisa istri Erhan. " jawab mama Aylin kepada mereka berdua dengan bangga.


"Apa.... " kata mereka berdua tidak percaya.


"Tidak,,, tidak...jangan bercanda tante. " kata Shofi yang merasa tidak Terima.


Shofie adalah salah satu penggemar garis keras Erhan, dia adalah salah satu sepupu jauh Erhan yang ingin menikah dengan Erhan. Namun Erhan berkali-kali menolaknya.


Sedangkan Benazir dia langsung menatap Nisa dengan tajam.

__ADS_1


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2