
Kemal memasuki mansion Erhan tanpa rasa bersalah sedikitpun, dia dengan santainya menyapa semua orang seperti biasa. Nisa hanya bisa menahan senyumnya melihat tingkah bodoh Kemal. Sedangkan mama Aylin dan Erhan mencoba bersikap biasa padahal di hati mereka memendam kekesalan yang teramat dalam kepadanya.
"Bagaimana keadaan twins, bukankah tadi kamu mengantar Nisa memeriksakan kandungannya? " tanya Kemal basa basi saat mereka sedang menyantap makan malam.
"Keadan twins baik-baik saja, mereka sehat semua. " Nisa yang menjawabnya, karena dia tau suaminya dan ibu mertuanya itu tidak akan menjawab semua pertanyaan Kemal. Karena memendam kekesalannya, Hingga nanti saat bom itu meledak. Maka Nisa yang akan meladeni semua ocehan Kemal.
"Terus, jenis kelaminnya apa, Nisa. Bukankah di usia lima bulan sudah bisa melihat jenis kelamin baby? "
"Alhamdulillah, in syaa’Allah sepasang. Laki-laki dan perempuan. " jawab Nisa lagi dengan tersenyum sambil mengelus perutnya yang buncit.
"Alhamdulillah.... bagus, deh kalau begitu. " Kemal lalu manjutkan makannya.
Mama Aylin segera berdiri saat menyelesaikan makannya.
"Mama sudah selesai. Setelah kalian selesai makan, mama tunggu di ruang keluarga. " Mama Aylin kemudian berjalan menuju ruang keluarga, meninggalkan semua yang sedang menyelesaikan makan malamnya.
"Mama kenapa? " Kemal mulai penasaran, melihat sikap dingin yang ditunjukkan mama Aylin.
Nisa dan Erhan hanya menggedikkan bahunya. Erhan kemudian berdiri.
"Aku juga selesai, aku akan menemui mama dulu. Sayang, makanlah secara pelan dan perlahan. Okey. Jangan terburu-buru. " Kata Erhan sambil mengecup kening istrinya. Lalu dia meninggalkan Nisa dan Kemal yang sedang terperangah melihat sikap anak dan mama itu.
"Nis, mereka berdua kenapa sih? " tanya Kemal lagi kepada Nisa dengan penasaran.
"Aku nggak tau, coba kamu ikuti saja mereka. Aku mau menikmati makan malam ku dulu. " kata Nisa dengan santai.
Dia tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada Kemal. Karena itu bukan urusannya. Salah sendiri mau nikah sembunyi-sembunyi. Nisa tidak akan menyalahkan suami dan ibu mertuanya. Karena mereka benar-benar merasa tersinggung dengan kelakuan Kemal yang satu ini.
Kemal dengan cepat menghabiskan makanannya, lalu segera menyusul mama Aylin dan Erhan yang sudah menunggunya di ruang keluarga.
"Kalian berdua kenapa sih? Kalian yang mengundangku makan malam, tapi kalian juga mengabaikan ku. Memangnya ada apa sih? " tanya Kemal yang penasaran karena sejak datang tadi dia merasa diabaikan.
Erhan akhirnya menghembuskan nafas beratnya.
"Tentang cuti tahunanmu yang akan kau ambil bulan depan. " Akhirnya Erhan angkat bicara.
__ADS_1
"Iya memangnya kenapa? " tanya Kemal dengan polosnya.
"Apa tidak ada yang ingin kamu katakan padaku dan mama? " Erhan bicara dengan santai.
glek.... Kemal menggeleng walau jantungnya sudah berdetak kencang.
"Bagaimana kalau cuti tahunanmu aku perpanjangan menjadi cuti seumur hidup. " Kata Erhan dengan nada kesalnya, karena Kemal lagi-lagi tidak mau berbicara jujur kepadanya ataupun mama Aylin.
"Glek.. " Kemal menelan salivanya kasar. "Apa maksudmu Erhan. Apa kamu mau memecatku? " tanya Kemal dengan suara terbata.
"Jika kamu tidak mau berkata jujur, maka dengan sangat terpaksa aku akan memecat mu. " kata Erhan dengan amarah tertahan.
Kemal yang tidak pernah melihat sahabatnya marah seperti itupun langsung mengeluarkan keringat dingin di dahinya.
"Maafkan aku... " Kemal akhirnya meminta maaf sambil menundukkan kepala, karena merasa bersalah kepada dua orang di hadapannya.
Mama Aylin mendengus kesal, sambil memalingkan wajahnya.
"Kamu kira kami ini siapa, Kemal. Kami yang selalu bersamamu disaat kamu kesulitan. Sekarang kamu akan berbahagia di atas ketidaktahuan kami? " Ketus mama Aylin dengan nada yang sangat tidak bersahabat.
Kemal langsung menghampiri mama Aylin dan memeluknya dari samping.
"Lagi pula, aku dan Alima sepakat hanya melakukan prosesi ijab qobul saja, tanpa ada resepsi. Kami akan menikah secara sederhana yang penting sudah tercatat di mata hukum dan sah dimata agama. " katanya lagi.
"Tetap saja, perbuatanmu yang tidak memberi tahu kami itu salah, Kemal. " Kini giliran Erhan yang bicara.
"Aku selalu menceritakan segala sesuatu kepadamu, bahkan saat aku mendekati Nisa, menikahinya bahkan sampai kami akan memiliki anak tiga. Aku selalu berkeluh kesah dan curhat padamu. Karena aku percaya padamu, menganggapmu sahabat dan saudaraku. Tapi kamu apa... Akh... Aku kecewa padamu Kemal. " Erhan mencurahkan semua kekecewaan yang dia pendam sejak tadi.
Dari ruang makan Nisa melihat perdebatan ketiga orang itu, biarlah mereka menyelesaikan nya sendiri. Dia tidak akan ikut campur dalam hal ini. Nisa hanya akan memperhatikan dari jauh apa yang terjadi, sambil memberikan Asi kepada Baby Murad.
Kemal melepaskan pelukannya kepada Mama Aylin dan berpindah ke Erhan. Dia hanya bisa menunduk saat di sudutkan oleh dua orang yang sangat berarti bagi dirinya. Kemal merasa sangat bersalah dalam hal ini. Karena dia hanya tidak ingin merepotkan Erhan dan mama Aylin apalagi melihat kandungan Nisa yang sangat besar dan baby Murad yang masih sangat kecil. Tapi perbuatannya itu ternyata melukai dua orang yang telah berjasa besar dalam hidupnya.
"Maafkan aku... Maafkan aku... " Hanya dua kata itu yang bisa terucap dari mulut Kemal. Dia benar-benar merasa bersalah dalam hal ini.
"Kami akan memaafkanmu, tapi dengan satu syarat. " kata mama Aylin kemudian.
__ADS_1
Kemal yang mendengar itupun langsung mengangkat kepalanya.
"Apa, ma? Aku akan melakukan apapun jika kalian mau memaafkan ku lagi. dan tidak memecatku dari pekerjaan. " kata Kemal dengan mata berbinar, seolah dia mendapatkan harapan baru.
"Menikahlah di sini dengan Alima. " Kata mama Aylin dengan santai.
"Apa...! " Pekik Erhan, Kemal bahkan Nisa yang berada di ruang makan pun ikut terkejut dengan perkataan mama Aylin yang diluar dugaan.
"Kamu sudah tidak punya Siapa-siapa lagi, begitu juga dengan Alima yang hanya memiliki adik laki-laki. kedua orang tua Alima juga sudah meninggal. Jadi ajaklah Alima menikah disini. " kata mama Aylin tanpa beban.
"Tapi, ma.. " kata-kata Kemal terpotong
"Tidak ada tapi, Aku yang akan mengurus semuanya, mulai dari akad sampai resepsi. Karena ini dadakan jangan terlalu berharap akan semewah pernikahan Erhan dan Nisa. Sederhana saja, yang penting ada resepsi. Dan untuk kedatangan Alima, aku akan menyuruh Erhan menjemputnya dengan menggunakan pesawat pribadi kami. Dan sudah pasti, bawa juga keluarga Nisa untuk datang menghadiri pernikahan kalian berdua dan menjenguk baby Murad. Menantuku itu pasti sudah sangat merindukan kedua orang tuanya."Putus mama Aylin pada Akhirnya.
Di ruang makan sana Nisa yang menggendong baby Murad pun langsung berjalan menghampiri mertuanya itu, lalu memeluknya dengan satu tangan.
" Makasih, ma.. ' kata Nisa dengan deraian air mata dan rasa bahagianya.
Sedangkan Erhan dan Kemal hanya bisa melongo mendengar semua keputusan ibu negara.
"Ma... " panggil Kemal dan dan Erhan bersamaan.
Tangan mama Aylin naik keatas pertanda dia tidak ingin di bantah.
"Aku akan melakukan apapun, untuk memenuhi keinginan menantu sekaligus cucu-cucuku. " kata mama Aylin sambil mengusap perut Nisa dengan lembut.
Kemal dan Erhan saling berpandangan.
Kemal yang masih kebingungan dengan perkataan mama Aylin. Sedangkan Erhan yang kemudian menyunggingkan senyumnya setelah mengerti maksud mama Aylin.
Erhan berjalan mendekati istri dan mamanya itu lalu memeluk mereka berempat dengan baby Murad yang ikut nyempil disana.
"Mama memang yang terbaik. " kata Erhan pada Akhirnya.
Sedangkan Kemal hanya memandang cengo' ke arah mereka bertiga. Dia tidak pernah tau, apa yang sebenarnya terjadi. Yang dia tau sekarang adalah dia akan segera memboyong Alima ke Negaranya dan akan segera menikahinya. Dengan semua dana mama Aylin dan Erhan yang menanggungnya. Sepertinya Kemal harus segera menghubungi calon makmumnya itu.
__ADS_1
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca.