
Erhan dan Nisa masuk ke dalam kamar. Nisa tidak menutup rapat pintu kamarnya, dia langsung mendekati suaminya yang sedang membuka kemeja yang melekat ditubuhnya seharian ini. Nisa langsung memeluk erat perut Erhan dan bersandar di dadanya. Erhan yang melihat tingkah Nisa merasa aneh. Tapi dia suka.
"Ada apa? apa ada yang ingin kau bicarakan? Kenapa istriku manja sekali malam ini. " Erhan tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Sudah sebulan lebih kita menikah, tapi kita tidak pernah mandi bareng. " kata Nisa dengan malu-malu.
Erhan mengernyit kan keningnya mendengar perkataan Nisa.
"Jadi? " tanya Erhan tertahan.
"Aku ingin berendam denganmu dalam satu bathup. " kata Nisa dengan menatap manik mata Erhan yang selalu membuatnya tak berdaya.
"Kau menggodaku, ya? " kata Erhan dengan tersenyum lebar.
"Bisa dikatakan begitu. Aku ingin menjadi istri penggoda malam ini. " bisik Nisa.
"Baiklah sayang. Ayo kita lakukan. " Erhan langsung menggendong Nisa ala bridal style masuk ke dalam kamar mandi kemudian mendudukkannya di atas wastafel.
Erhan menuju bathup dan mengisinya dengan air hangat, busa sabun dan aroma terapi.. Nisa juga perlahan membuka pakaiannya satu persatu. Lalu mendekati suaminya itu dan memeluknya dari belakang. Erhan tekejut karena tiba-tiba ada dua buah squishy yang menempel di punggungnya. Erhan lalu berbalik dan melihat istrinya sudah dalam keadaan naked. Erhan sulit menelan salivanya melihat istrinya yang seperti itu.
"Kau benar-benar ingin menggoda ku? " tanya Erhan lagi tak percaya.
"Tentu saja, bukankah menggoda suami sendiri itu pahalanya besar ya? " kata Nisa pura-pura berfikir.
"Dasar kau istri nakal." Erhan gemas sekali dengan istrinya ini, lalu menggendongnya dan memasukkannya ke dalam bathup.
Erhan kemudian membuka semua kain yang menempel di tubuhnya hingga tak tersisa satu benang pun. Lalu ikut masuk ke dalam Bathup bersama istrinya.
Mereka bercanda di dalam bathup dengan memainkan busa sabun. Hingga suara canda tawa mereka berubah menjadi suara laknat yang keluar dari mulut mereka berdua.
Shofi yang melihat pelayan akan membawakan minuman ke kamar Erhan lalu mengehentikannya.
"Biarkan aku yang mengantarkannya, bi. " tawar Shofi, dan langsung mengambil minuman itu dari pelayan.
"Tapi, non. " pelayan itu merasa tak enak.
"Sudah, tidak apa-apa. Aku akan mengantarkannya. " kata Shofi sambil berlalu menuju kamar Erhan di lantai atas.
Shofi mengetuk pintu kamar Erhan, tapi tidak ada jawaban. Lalu dia mendorong pintu kamar dan ternyata tidak terkunci. Baru pertama kali Shofi masuk ke kamar Erhan yang sangat luas dan mewah itu.
"kenapa tidak ada orang, bukan kah mereka tadi sudah masuk ke dalam kamar." gumam Shofi.
Setelah meletakkan minuman di atas nakas, Lalu dia berkeliling melihat-lihat kamar Erhan, hingga terdengar suara aneh saling bersahutan di balik pintu. Shofi mencoba membuka sedikit celah pintu. Matanya langsung memanas, saat melihat pria yang dicintainya itu sedang bergelut panas dengan istrinya di dalam bathup.
Erhan begitu menikmati santapan penutupnya malam ini, yang sedang menari di atasnya. Erhan dengan rakus melahap semua yang ada pada istrinya itu hingga tak ada satupun yang terlewat olehnya.
__ADS_1
Shofi sudah tak kuat lagi melihat semua itu. Lalu dia berlari pergi meninggalkan kamar Erhan menuju kamarnya. Di kamarnya Shofi menangis sejadi-jadinya.
"Apakah tidak ada lagi kesempatan untukku. " jerit Shofi dalam hati.
Di kamar mandi Nisa melihat kalau Shofi menyaksikan pergulatannya dengan suaminya dari sudut matanya, dan dia memberikan senyum devil di sudut bibirnya sambil menikmati sentuhan suaminya.
Setelah lelah dengan pertarungannya, Nisa segera mengajak suaminya itu untuk segera berbilas.
"Mas, ayo bilas. Aku sudah kedinginan. " Rengek Nisa, setelah Erhan melakukan pelepasan terakhir.
"Bersihkan dirimu dulu,sayang aku mengatur nafasku dulu. " kata Erhan sambil memejamkan matanya.
Nisa segera keluar dari bathup dan mambilas tubuhnya dengan air hangat. Lalu keluar terlebih dahulu, mengganti pakaian nya dan menyiapkan pakaian ganti untuk Erhan sekalian. Kemudian, Nisa segera menjalankan sholat isya'. Setelah mengucapkan salam, Nisa melihat suaminya keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar.
"Sholat dulu mas, " ujar Nisa.
Erhan pun menurut, dan mengganti pakaian dengan baju koko. Nisa segera mematut dirinya di depan cermin sambil mengeringkan rambutnya. Saat asik mengeringkan rambut, tiba-tiba sepasang tangan memeluknya dari belakang. Tangan siapa lagi kalau bukan tangan suaminya.
"Katakan padaku, sebenarnya apa rencananamu sayang. " tanya Erhan yang penasaran dari tadi.
"Aku tidak merencanakan apa-apa, mas.? " ujar Nisa berkilah.
"Jujurlah padaku, sayang. Matamu itu tidak bisa berbohong. " Erhan terus mendesak isrinya agar jujur padanya.
"Heh... " Nisa mengeluarkan napas panjang.
Erhan mengernyit, "untuk apa? " tanya Erhan tak mangerti.
"Aku tau dikamar ini ada cctv. kalau kamu ingin melihat rencanaku, kamu bisa mengecek cctv saat kita sedang bermain tadi. " jawab Nisa santai sambil menyisir rambut nya.
Erhan kemudian berjalan mengambil laptopnya dan membuka video cctv di kamarnya. Matanya terbelalak saat melihat Shofi masuk kamarnya, dan mengintip dari balik pintu kamar mandi selama beberapa saat. Lalu dia berlari, dengan menutup mulutnya.
Erhan melihat ke arah istrinya tak percaya. Sedangkan Nisa hanya menanggapinya dengan tersenyum jahil.
"Astaga, ternyata istriku adalah seorang rubah licik. " pekik Erhan setelah menetralisir keterkejutannya. Dia tidak percaya kalau istrinya bisa memikirkan hal licik seperti ini.
"Bagaimana? " tanya Nisa sambil menaik turunkan alisnya.
"Kau sangat nakal." kata Erhan lalu Mengegelitik perut Nisa.
"Ampun... ampun... " Nisa teriak sambil tertawa tebahak-bahak.
Erhan menghentikan gelitikannya.
"Kau harus di hukum sayang. " kata Erhan sambil membuka kancing baju kokonya.
__ADS_1
"Tidak, jangan malam ini. Aku sangat lelah. Bagaiman kalau hukumanku kau berikan esok, setelah kita sholat subuh. " pinta Nisa seolah tau apa yang akan di lakukan suaminya.
Erhan menaikkan sebelah alisnya.
"Memang hukuman apa yang akan ku berikan padamu? " Tanya Erhan pura-pura bodoh.
"Sayang ihh... " Nisa memukuli tangan Erhan yang dipenuhi bulu itu.
"Baiklah... baiklah, aku akan menghukum mu besok, setelah subuh. 2x okey. " kata Erhan mengerlingkan mata mesumnya.
"Huh... " Nisa mengerucutkan bibirnya dan berjalan ke ranjang, lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang diikuti Erhan.
"Terimakasih untuk malam ini. Benar-benar mandi bersama yang menyenangkan. Walau ini adalah bagian dari rencanamu, tapi aku menikmatinya. " Kata Erhan memeluk tubuh istrinya.
"Terimakasih sayang. kau yang terbaik. " Erhan mengecup kening Nisa lama.
Nisa menikmati saat-saat seperti ini, saat suaminya memberikan kehangatan cintanya.
Mereka akhirnya terlelap, tanpa memeriksa kembali pintu kamarnya, yang belum terkunci.
Keesokan paginya setelah subuh, Erhan benar-benar mengeksekusi istrinya itu seperti kesepakatan mereka berdua semalam. Erhan benar-benar melakukannya dua kali untuk memuaskan sang junior.
Tanpa mereka sadari pergulatan mereka lagi-lagi dilihat oleh Shofi.
Shofi yang menangis sejak semalam, akhirnya tertidur sampai pagi. Keadaannya membaik, dan mencoba melupakan kejadian yang menyakitkan semalam. Setelah bangun dan membersihkan dirinya, Shofi segera keluar kamar dan menuju kamar Erhan dengan semangat. Dia ingin mengajak Erhan lari pagi hari ini. Tidak peduli ada Nisa atau tidak.
Setelah sampai di depan kamar Erhan, lagi-lagi, telinga Shofi ternodai dengan suara laknat dari dua sejoli itu. Karena penasaran, Shofi membuka pintu kamar Erhan yang sedikit terbuka dan melihat adegan secara Live antara Erhan dan Nisa dengan Erhan yang berada di atasnya kali ini.
Lagi-lagi,hati Shofi seperti tercabik-cabik melihat mereka berdua. Sungguh sangat menyesakkan. Karena kesal Shofi menutup pintu kamar itu dengan keras dan segera lari turun ke kamarnya.
Erhan yang mendengar suara pintu yang di banting segera menghentikan gerakannya dan menoleh ke arah pintu, namun tidak ada apa-apa di sana
"Jangan berhenti, teruskan. Jika kau ingin melihat siapa yang membanting pintu, kau bisa melihat nya nanti di cctv. " ujar Nisa yang berada dibawah Erhan.
"Apa ini rencanamu lagi, sayang? " tanya Erhan dengan terus bergerak di atas Nisa.
Nisa hanya mengangguk dan tersenyum
"Cara memberikan pelajaran kepada seorang pelakor adalah membuktikan kepada mereka kalau suamiku ini benar-benar mencintaiku dengan cara nyata. Kalau aku bisa memberikan kepuasan kepadanya kapanpun dan dimanapun. Sehingga tidak ada celah bagi para pelakor untuk menggoda suamiku ini. " kata Nisa dengan terengah.
"Kau memang luar biasa, sayang. "
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca.
__ADS_1
Note : Sengaja up tiga bab hari ini. Karena khusus bab ini othor upnya malam, biar siangnya otak othor bersih dari pikiran mesum.