Jodoh Dari Situs Online

Jodoh Dari Situs Online
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Persiapan pernikahan sudah mencapai 90% selesai, dan hari pernikahan pun sudah di depan mata. Semua orang sibuk dengan persiapan masing-masing. Surat pengajuan pernikahan sudah selesai dan tinggal di tanda tangan kedua mempelai nantinya. Undangan pernikahan juga sudah di sebar, karena yang di undang hanya pihak wanita jadi semua bisa cepat di selesaikan.


Semua saudara dan kerabat dari pihak Nisa banyak yang menanyakan, kenapa Nisa bisa menikah secepat ini. Tanpa ada kabar apapun yang mereka dengar. Bahkan banyak yang mempertanyakan kenapa NIsa menikahnya terburu-buru?Apa karena Nisa hamil duluan? Tapi kalau melihat pribadi Nisa mereka juga tak percaya. Karena di mata mereka Nisa adalah wanita baik-baik, soleha dan tidak pernah berbuat diluar batas bahkan Nisa juga jarang terdengar dekat dengan lelaki manapun.


Karena itu mereka sangat tidak menyangka kalau Nisa akan menikah dan akan di langsungkan dalam waktu dekat. Sebenarnya inilah yang di takutkan keluarga Nisa dan Erhan jika mereka menikah secara tiba-tiba. NAmun mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi, jadi ketika menyerahkan undangan baik ayah, ibu atau Arkan pada akhirnya harus menceritkan kenapa pernikahan harus di lakukan dalam waktu dekat. Mereka pun akhirnya mengerti dan bisa memakluminya. Banyak juga yang kecewa karena di antara mereka masih ada yang berharap kalau Nisa akan menjadi menantu mereka. Melihat kepribadian Nisa yang baik, sopan, lemah lembut dan solehah. Siapapun pasti ingin meminangnya untuk jadi istri dan menantu mereka.


Sayangnya kali ini yang berhasil mendapatkan hati Nisa adalah pria asing yang tiba-tiba muncul di kehidupan Nisa. Pria asing yang di kenalnya secara tak sengaja dan boleh di katakan absurd. Karena mereka harus mengikuti perjodohan online baru bisa bertemu.Itulah jalan takdir sejauh apapun tempat kita dengan jodoh kita, pasti ada saja jalan untuk mempertemukannya. Nisa dan Erhan sudah membuktikannya.


"Erhan apa kau sudah menyakan kepada Nisa mahar apa yang dia mau?" Tanya mama Aylin saat melihat-lihat pakaian kebaya yang aka dia pakai saat pernikaan nanti.


"Sudah ma...bahkan Erhan sudah menanyakan kepada orang tua Nisa." jawab Erhan yang tengah duduk santai di ranjangnya dan memeriksa beberapa email yang masuk.


"Lalu apa kata Nisa dan orang tuanya?"


"Kalau Nisa sih terserah ma, tapi kalau ayah malah memberiku nasehat."


"Nasehat apa?" mama Aylin mengernyitkan alisnya


"Kata ayah sebuah mahar adalah cerminan tanggung jawab kita sebagai laki-laki. Jika aku memberi Nisa seperangkat alat sholat, maka aku harus membimbingnya sebagai makmumku jangan sampai istriku meninggalkan sholat kecuali berhalangan. Jika aku memberinya mahar Al-Quran maka aku harus bisa membimbinya membaca Al-Quran, jangan sampai Al-Quran hanya di jadikan pajangan di rumah. Kita harus mengamalkannya juga." itu nasehat ayah Nisa ma, dan aku baru mengerti tentang hal itu.


" Baguslah, mertuamu memang orang yang bijak sama seperti papamu. Mungkin kalau papamu masih hidup dia akan memberikan nasehat yang sama padamu nak, dan dia pasti akan sangat bahagia." ucap mama Aylin dengan mata berkaca-kaca setiap kali mengingat suaminya.


Erhan yang melihat mamanya bersedih ketika mengingat sang papa, menaruh mac booknya dan memeluk mama Aylin dengan sayang.


" Jangan sedih ma, papa pasti sudah bahagia di sana. Papa juga pasti melihat aku menikah nanti. Walau papa sudah tidak bersama kita, tapi papa selalu ada di hati kita ma.' ujar Erhan yang juga merasakan kesedihan mamanya , setiap kali mengiingat papanya.


"Kau benar, dan bersyukurlah kau bisa menemukan sosok yang bijak seperti papamu dalam diri pak Ibnu, calon ayah mertuamu." kata mama Aylin sambil menghapus air matanya.


"Iya ma."


Dalam hal ini Erhan setuju dengan mama Aylin, karena dia juga merasa sosok pak Ibnu adalah orang yang selalu menenrima apapaun keinginan anaknya, tidak pernah melarang. Selama keinginannya tidak menyimpang dan bisa dipertanggung jawabkan. Erhan sedikit bisa melepaskan rasa rindu kepadasang papa setiap kali bicara dengan pak Ibnu.


" Jadi, apa yang ingin kau berikan kepada Nisa, Erhan?" tanya mama Aylin memecah keheningan.

__ADS_1


" Aku ingin memeberikanseperangkat alat sholat dan uang ma. Uangnya aku masukkan kedalam rekening, Kemal sudah mengurusnya."


"Baguslah, jangan kecewakan mama trntang nominal uang yang akan kau berikan kepada NIsa ya?" mama Aylin megingatkan pada Erhan.


"Tentu mama, bagiku berapapun jumlah uangnya, Nisa tak pernah ternilai dengan materi berapapun jumlahnya. Nisa sangat bebrharga bagi kita ma."


" Kau benar, ternyata anakku yang nakal ini sudah dewasa. Tidak mengukur seberapa berharganya seseorang hanya dengan tampilan fisik namun juga dengan kepribadian yang di miliki." kata mama Aylin yang mengelus kepala anaknya dengan lembut.


"YA sudah, mama akan melihat persiapan pihak hotel dulu sudah selesai apa belum. Besok semuanya harus sempurna." kata mama Aylin melenggar pergi meninggalkan kamar Erhan yang sedikit berantakan akibat ulah mamanya.


****************


Di kediaman Nisa juga tak kalah sibuknya, karena hari ini mereka akan mengadakan tasyakuran kecil-kecilan yang didatangi tetangga dan kerabat yang bisa hadir, agar pernikahan Nisa di berikan kelancaran besok. Semua berjalan lancar siang itu, Nisa juga berderai air mata ketika meminta maaf kepada kedua orang tuanya, memohon restu agar semua di lancarkan. Banyak orang yang terharu mengikuti prosesi tersebut.


Setelah acara tasyakuran selesai, mereka akan bersiap pergi ke hotel tempat acara berlangsung. Hanya keluarga inti saja yang ikut, sedangkan keluarga lainnya tinggal di rumah untuk membersihkan rumah setelah acara tasyakuran selesai. Mereka akan datang esok ketika acara berlangsung


Rombongan Nisa akhirnya tiba di hotel tempat prosesi ijab qobul akan dilaksanakan pada sore hari. Mereka sungguh tidak menyangka kalau Erhan dan keluarganya akan menginap di sini dan besok Nisa dan Erhan akan melangasungkan pernikahan di sini. Sebuah hotel mewah bertaraf internasional. Hanya kalangan Elit, yang bisa memasuki hotel ini. Keluarga Nisa mulai berfikir kembali, sekaya apa sebenarnya Erhan?


Kedatangan Nisa dan keluarganya di sambut hangat oleh mama Aylin. Ketika mendengar kalau besannya akan datang, mama Ayllin yang sedang memeriksa tempat acara pun langsung berinisiatif untuk menyambutnya. Ibu Aisyah mecoba mengakrabkan diri mama Aylin karena bagaimanapun, mereka akan menjadi kelularga.


"Tentu saja jeng, mari ikuti saya. Nisa , kamu dan sahabatmu ikuti Kemal ya, dia akan menunjukkan kamar untuk kalian berdua." kata mama Aylin


"Tapi ma, aku juga ingin melihat tempat acaranya." rengek Nisa kepada mama Aylin.


" No, Nisa kamu haru banyak istirahat untuk acara besok. BEsok juga kamu akan tahu seperti apa tempat aacaranya.." tegas mama Ayllin.


Nisa mengerucutkan bibirnya karena dilarang ikut melihat tempat acara. Dan menuruti perintah mama Aylin untuk istirahat di kamar.


"Mafkan Nisa,jeng dia memang selalu begitu kalau keinginannya tidak di dapatkan.Tapi hal itu hanya berlangsng sebentar , setelah itu sikapnya akan kembali seperti semula." ujar ibu Aisyah yang ,merasa tidak enak dengan sikap putrinya tadi.


'Tidak apa-apa jeng, sudah biasa. Erhan kalau sedaang merajuk juga seperti itu,kita sudah biasa dengan sikap anak-anak.Mari ikuti saya."


Rombongan keluarga NIsa pun mengikuti kemana mama Aylin membawa mereka. Karena mereka juga sangat penasaran dengan tempat yang akan jadi moment bersejarah untuk putri kesayangannya itu.

__ADS_1


Semua mata terpana melihat apa yang ada di hadapan mereka, ballroom hotel telah di sulap sebegitu cantik dan indah seperti acara resepsi penikahan mewah. Mereka benar-benar tak percaya kalau mama Aylin akan melakukan hal ini.


"Indah sekali besan." celetuk ibu Aisyah.


"Tentu saja jeng, bagaimanapun esok adalah hari bersejarah untuk kedua anak kesayangan kita,jadi saya akan memeberikan yang terbaik untuk mereka ." ungkap mama Aylin.


" Terimakasih, besan." Ibu Aisyah spontan memeluk mama aylin."Terima kasih karena mau menerima putri kami dan menyayanginya dengan tulus." ucap ibu Aisyahyang tak bisa membendung lagi rasa harunya.


"Harusnya saya yang berteriima kasih, karena kalian telah melahirkan dan membesarkan anak secantik dan sebaik Nisa untuk putraku Erhan." Mama Aylin membalas pelukan ibu Aisyah.


Semua orang yang melilhat mereka berdua pun ikut terharu.


Nisa dan Alima mengikuti KEmal yang akan menuju kamarnya. Setelah keluar dari lift, kemal memberikan kartu akses kepada Nisa.


"Ini kartu aksesny, kamarmu dan Alima ada di sana. Kalian akan tidu sekamar, ii adalah kamar ayah dan ibumu,dan ini kamar kakakmu dan keluarganya." KEmal menunjukkan satu persatu kamar keluarga Nisa.


"Kau lihat kamar yanag di jaga dua orang itu?" NIsa dan Alima menoleh ke arah kamar yang sedang dijaga bodyguarg.


" KEnapa?" tanya NIsa penasaran.


Disana kamar ERhan,di depannya kamar mama Aylin dan d sebelah kamar Erhan adalah kamarku. Barangkali kalian akan menemui mama Aylin atau butuh bantuanku. Tapi jangan datang ke Kamar Erhan. Karena mama Aylin masih mengurungnya sampai besok." Kemal menjelaskan.


'Kenapa di kurung kan kasihan?" celetuk Nisa


KEmal dan Alima saling berpandangan dan tersenyum mendengar celetukan dari NIsa.


"Karena mama tidak mau Erhan menemuimu sebelum hari H. Percaylah,Erhan sangat merindukanmu Nisa." uacapan Kemal membuat wajah Nisa memerah.


"Sudah istirahatlah, aku akan membantu mama Aylin di bawah. " KEmal akan beranjak pergi namun dia membisikkan sesuatu di telinga Alima.


"Telpon aku nanti."


Bersambung,

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2